Stasiun dan Bianglala
Malam yang dulu sunyi dan hanya ditemani oleh sang purnama, kini menjadi riuh dengan perbincangan hangat. Malam yang dulu menunggu hawa kantuk datang, kini menunggu sebuah kalimat “Hay, apa kabar” “Ba
0
0
Kisah Meyra (Part 2)
Sudah 6 bulan Meyra dan Farran bekerja di kantin sekolah. Digaji tentunya. Namun tiba tiba bapak kepala sekolah menemui mereka. “Eh? Bu Bella sudah pulang ya?” tanya bapak kepala sekolah “Sudah pak” “
0
0
Social Genius (Part 2)
“Heii … Putri, sadar. Put.” Dalam keadaan cemas Najmi berusaha menyadarkan raga yang hilang kesadaran. “Putri … Heii … Sadar.” Sejoli mata Putri terbuka kecil. Dia menangkap sinyal mendengar seruan Na
0
0
Social Genius (Part 1)
Beberapa siswa berdiri terpancang di ambang daun pintu kelas 8-A. Putri, Najmi dan Jaka. Sorot mata mereka memadam. Tak lepas mengurung tubuh Gempi hendak mengitari 50 putaran lapangan sekolah. Dia ba
0
0
Maple Tree
Hembusan angin lembut menerbangkan kelopak bunga sakura, melepaskannya dari dahan tipis tempatnya berasal. Hamparan rumput hijau terbentang sejauh mata memandang. Matahari yang perlahan tenggelam mene
0
0
Mawar Virtual (Part 2)
“aku tahu semuanya semenjak kamu bilang 4 tahun yang lalu. Awalnya aku menanyai putri karena aku ingin membantu kamu. tapi, saat menanyai putri aku tahu sesuatu. waktu itu kamu bilang beberapa kali pu
0
0
Mawar Virtual (Part 1)
Aku dan Rindu duduk di atas batu besar, di kaki gunung tempat favorit kami saat ada hal yang mengganggu. Tempat yang selalu jadi objek pelepas pilu saat aku atau dia sedang diterpa masalah. Dia bilang
0
0
Maple Promise
Gadis itu menghela napas panjang, mengeratkan kembali syal-nya yang sedikit mengendur. Hari ini sedikit lebih dingin, apa mungkin musim dingin semakin dekat? Tangannya dengan segera melipat bagian uju
0
0
Cassava (Part 2)
Universitas Indonesia, 14:30. “Na, langsung cabut?” Tanya seorang gadis berkerudung hitam di sampingku. “Ada seminar buat anak bisnis. Tapi mahasiswa lain boleh ikut. Cakep lho, pematerinya.” Aku ters
0
0
Cassava (Part 1)
Aku menghela napas, menyesap sedikit kopi susu panas yang baru saja kubeli tadi. Duduk di salah satu bangku panjang stasiun kereta tua kota ini. Menatap tiap sudut pelataran sepi yang tiap incinya mun
0
0
Janji Sang Apolion
“I’ll promise I’ll treasure you girl…” Alunan musik yang terkesan retro itu mengalun, memenuhi kamar berukuran 7 x 4 meter yang terlihat suram. Suara jam berdetik di nakas mengikuti alunan musik yang
0
0
Bocor Membawa Berkah (Part 2)
Keesokan harinya, tepat hari Minggu. Gavin tak hentinya memikirkan kejadian kemarin, bagaimana rasanya naik sepeda motor Riska, yang rodanya meliak-liuk seperti ular, terus sama suara motornya Riska i
0
0
Bocor Membawa Berkah (Part 1)
Bel masuk pun berbunyi, para murid masuk ke dalam kelas. Cuaca hari ini tidak terlalu baik, sejak pagi mendung, sudah dipastikan pagi ini akan hujan. “Jadi hari kita akan be–” Pak Setya berhenti menje
0
0
It’s Not Impossible To Be Your Love (Part 4)
Kring… Suara alarm yang terdengar memekikkan telinga berhasil membuat gadis bermanik cokelat itu terbangun dari tidurnya. Lena membuka selimut yang semalaman telah membalut tubuhnya, ia mengedarkan pa
0
0
Penghangat Kenangan
Aku teringat sebuah cerita. Sebelumnya, perlu aku ceritakan sedikit bagaimana alur perjalanan kami. Ya, aku dan suamiku sudah saling kenal dari tahun 2017. Kami berteman sampai 2019. Lalu, bulan Juni
0
0
Tujuh Belas Tahun
Bel sekolah telah berbunyi yang menandakan bahwa pembelajaran hari ini sudah selesai. Murid-murid mulai berhamburan keluar dari kelas karena sudah muak dengan pelajaran hari ini, ditambah lagi dengan
0
0
Januari (Part 2)
Setengah jam perjalanan menuju ke tempat tujuan, membuat Dira menyadari ada yang membuatnya tak nyaman di dalam mobil Gillan. Bangku mobil ini agak dekat dengan dashboard mobil, karena kaki jenjang Di
0
0
Januari (Part 1)
Sebelumnya Dira percaya dengan yang namanya takdir, dia percaya manusia bisa jatuh cinta karena ditakdirkan bersama. Takdir itu sudah ada alur ceritanya, dan happy endingnya. Hingga akhirnya, seorang
0
0
Kuning
Di bawah senja. Kala jemariku menelisik lipatan kertas beraroma parfum citrus. Tertanda untukku. Untukmu yang kuanggap kekasih. Hujan tengah membasahi seisi kota. Di tengah kesibukan kantor, mataku me
0
0
Janji Yang Pudar (Part 2)
Setelah sarapan pagi, Devi datang dan kami pun pergi menjemput teman kami dan langsung pergi ke Gianyar. Kemudian kami tiba di Ubud. Memesan sebuah penginapan dan kami pun menghabiskan seharian penuh
0
0