Senja yang Menjadi Saksi
Dengan headset yang masih menyumpal di kedua telinganya, Bulan menikmati keindahan hamparan sawah dan pegunungan di senja hari yang cerah. Langit memancarkan sinar orange ke segala penjuru, pemandanga
0
0
Fall in You (Part 2)
“Fay, ayo nyari kayu bakar” Panggil Fito “Mmm, Fayra nyari kayu bakar sama gue” Ucap Kak Dimas tiba-tiba. Maksudnya, aku akan mencari kayu bakar bersama dia? Oh, sudah pasti ini akan menjadi kegiatan
0
0
Fall in You (Part 1)
“Kenapa nggak langsung pembinanya aja sih yang ngajuin ke Bu Sar?” Ucapku sedikit kesal. Dia benar-benar mengganggu waktuku yang tengah menyantap bekal di kantin. “Kan lo OSIS, setau gue OSIS itu mena
0
0
Spring (Part 2)
‘Mentari, kamu tahu aku sekarang? Mentari, aku berharap suatu saat nanti bisa berjumpa dengamu. Mentari, kamu tahu alasan aku dengan semua ini? Tapi sekarang, aku rasa kamu tidak ingin tahu alasannya.
0
0
Spring (Part 1)
“Mentari karena kamu terlambat, sekarang juga kamu keluar dari kelas saya.” Gadis yang baru saja dibentak di depan kelas itu tertunduk. Merasa bersalah sekaligus juga malu. Perlahan mengangguk menurut
0
0
Pandangan Cinta
Sudah berapa kali kita melakukan ini. Ku merapikan kemeja sekolahku dan melirik menuju cermin di kamar mandi. Tiba-tiba Ken memelukku dari belakang dan mencium pipiku. Pipiku yang memerah dan bibirku
0
0
Lelaki Flamboyan
Senja. Apakah yang tengah engkau cari? Kumpulan kata yang mencipta teduh, kota yang semakin riuh, ataukah kita yang kian rapuh? Pasir putih itu membentang begitu panjang. Debur ombak yang baku hantam
0
0
Alasan Sebuah Perpisahan
Aku masih ingat betapa kamu sangat ingin melepaskan tanganku saat itu. Padahal aku menggenggamnya dengan sekuat tenaga. Aku bisa merasakan betapa dinginnya malam itu, entah karena dinginnya guyuran hu
0
0
Terjemahan dari Sebuah Perhatian
“Aku memandang Pak Tony lagi dan berdebar lagi, kuulangi lagi dan lagi tapi anehnya aku masih saja berdebar kencang. Apa ini? Apa aku sedang jatuh cinta pada guruku sendiri?” tanya gadis SMA yang bern
0
0
Film Favorit (part 2)
Cahaya matahari yang masuk lewat ventilasi menandakan hari telah pagi. Duta yang baru bangun terkejut melihat Adel sudah bangun dan menatapnya sambil tersenyum. Sontak Duta langsung berdiri, mengucek
0
0
Bunga Merah
Pemandangan begitu indah menggugah rasa untukku merasakannya. Aku rasakan sejuk angin seraya sapa menyapa dan aku sentuh kening serasa sentuhnya. Di embusan napas aku merasakan cinta, Di setiap detak
0
0
Menunggu Cintanya…?
Malam makin larut, sebuah kafe di bilangan ibukota yang buka malam hari, baru terlihat geliatnya. Sam baru saja tiba dan langsung memasuki kafe itu, ia melihat banyak pengunjung di dalam, ia tengak te
0
0
Apa yang Terbaik
Mamanya belum mengirim jatah uang jajannya bulan ini. Sebagai anak rantau yang masih kecil nan imut, Elvina benar-benar berusaha untuk belajar menghemat uang yang diberikan oleh orangtuanya. Malang ni
0
0
Better Than You (Part 2)
Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh malam, aku menunggunya berdandan cukup lama. Sedikit kesal, karena awalnya dia yang membuatku terburu-buru. “Aduuh, ini konsernya jam berapa sih, dia lama amat l
0
0
Better Than You (Part 1)
Mendung sore ini begitu sendu, aku tenggelam dalam lamunan rintik hujan. Merindu seseorang yang sudah tak ada di sampingku, teringat memori dimana aku dan kamu berlari untuk mencari tempat teduh. Peca
0
0
L Dalam Kata… (Part 2)
Logical, Logical Answer Emma masih memandang terbelak laki-laki disampingnya, terkejut, tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Bagi mereka berdua, waktu seakan berhenti, tapi tidak di sekitarnya.
0
0
L Dalam Kata… (Part 1)
Loser, I Am A Loser Hari sabtu itu, matahari bersinar terik di atas langit Jakarta. Terik dan panasnya, seakan tidak terasa di sebuah kafe kecil di selatan ibukota. Sebuah ruko seluas 3 x 7 meter berl
0
0
Hujan dan Mie instan (Part 2)
Diiringi angin yang makin menusuk, suap demi suap mie kumakan, dan kuuyup kuahnya. Kehangatannya mengalahkan dinginnya angin yang berhembus. benar katamu, mie instan kuah, rasa ayam bawang kesukaanmu,
0
0
Hujan dan Mie instan (Part 1)
Banyak orang bilang, menyantap mie instan di malam hari apalagi dalam kondisi cuaca yang dingin, merupakan sebuah kenikmatan sederhana yang tak bisa dijelaskan, dan aku tahu hal itu, sudah sekian lama
0
0
Kucinta Plus dan Minusmu (Part 2)
Seminggu kemudian Arya keluar dari rumah sakit dan langsung dibawa ke rumah orangtuanya. Perwakilan anak-anak Pertawu bersiap menjenguk dan memberi dukungan moril padanya, Asma pun tak mau ketinggalan
0
0