[DILARANG PLAGIAT⚠️]
[⚠️CERITA MENGANDUNG BAWANG, BAGI KALIAN YANG GAK SUKA CERITA SAD, TIDAK DISARANKAN MEMBACA CERITA INI⚠️]
UPDATE SUKA² AUTHOR
Albizar Rolanzi adalah seorang cowok Badboy yang memiliki paras tampan, dan pastinya dia langganan keluar masuk ruang BK, dia memiliki sifat yang humoris, tapi siapa sangka dibalik sifat humoris nya itu, dia menyimpan begitu banyak luka, tidak pernah disayangi oleh kedua orang tuanya sendiri dan selalu dibandingkan dengan kakaknya Albar Rolanzi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apriani Ait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tingkah dua curut
Setelah acara makan malam dengan para pebisnis selesai, Jordan, Bizar, Wira dan Nina, memutuskan untuk segera pulang.
"Mah, dimana dua anak curut"tanya Wira yang tak melihat Jordan dan Bizar
"Huss, kamu itu, mereka itu bukan anak curut, mereka itu anak kita"omelnya Nina
"Iya iya maaf mah, mentang-mentang udah punya anak jadi anaknya terus yang dibelain, suaminya dimarahin mulu"
"Apa kamu bilang?"Nina memelototi Wira
"Nggak, Papa gak bilang apa-apa"
"Permisi pak Wira, kami pulang terlebih dahulu"ucap Sandi, Risti hanya tersenyum kepada Wira dan Nina
"Iya, silahkan"jawab Wira ramah, sedangkan tidak jauh dari sana Jordan dan Bizar sedang berjalan, sambil Bizar menggandeng tangan Jordan dan mengoceh seperti anak kecil.
"KITA PULANG, KITA PULANG, KITA PULANG"teriak Bizar sambil menggandeng tangan kekar Jordan, Jordan berusaha melepaskan tangan Bizar tapi Bizar tak kunjung melepaskan nya
"LALALALALALA HIAHHHH, HOBAHHHH, BANG JORDAN, MUTER, MUTER, MUTER, MAJU, MAJU, MAJU, HUUUUUAAAA"celotehnya Bizar tak karuan, entahlah apa yang terjadi dengan anak ini, Jordan yang sudah terbiasa dengan sifat Bizar terlihat acuh, tapi tidak lama kemudian Jordan menginjak kaki Bizar dengan sangat kencang
"AAAHHKKK, JORDANJING"teriak Bizar yang merasa kesakitan
"MAMPUS LO"teriak Jordan yang kini sudah bergabung dengan kedua orang tuanya
"Ehhh, kalian ini, teriak-teriak udah kayak di hutan aja"tegur Nina
"Tuh mah si Bizar udah gila kayaknya saking frustasi nya sama hidup, joget-joget gak jelas, nyanyi gak jelas"adunya Jordan
"Sembangarang"Bizar memukul belakang kepala Jordan
"SEMBARANGAN"ucap Nina, Wira dan Jordan secara bersamaan, dan interaksi mereka berempat tak luput dari penglihatan Sandi, Risti dan Albar
"Nah itu maksudnya"ucap Bizar cengengesan
"Baiklah pak Wira kami permisi"ucapnya Sandi lagi
"Iya"Wira tersenyum ramah
"Lo kelihatan bahagia banget sama Jordan, apa gue bisa sedekat itu sama lo zar, gue harap suatu saat kita bisa bersama selayaknya adik dan kakak"ucap Albar dalam hati
Wira pun segera melajukan mobilnya untuk pulang, hari pun sudah semakin larut, untung saja besok adalah hari Minggu, jadi mereka bisa tidur sepuasnya.
Setelah sampai dirumah, mereka langsung menuju kamarnya masing-masing, karena sudah merasa lelah.
Esok harinya Bizar sudah rapih, karena akan menemui mbak Yeri di cafe, katanya ada hal yang ingin dibicarakan.
"Tumben, ini hari Minggu loh, Papa gak salah liat kan, biasanya masih molor manja manjaan sama guling"ucap Wira yang sedang sarapan bersama Nina
"Hehehe, iya Pah, mbak Yeri nyuruh aku ke cafe"ucap Bizar yang kini sudah duduk sambil memakan roti
"Ohhh, pantesan, awas kalau kamu berani pindah dari rumah ini dan membeli rumah sendiri tanpa bicara sama Papa dulu"
"Iya Pah, nggak kok"
"Bagusss"Wira mengacungkan jempolnya
"Nah ini juga satu, tumben udah bangun"ucap Nina saat melihat Jordan
"Mau jalan sama gebetan nya mah"ucap Bizar
"Berisik lo"Jordan menendang kaki Bizar
"Wleeee"Bizar menjulurkan lidahnya mengejek Jordan
Bukk
Jordan menonjok muka Bizar lumayan keras.
"Awww, kok lo nonjok gue sih, sakit bego"gerutunya Bizar yang merasa kesakitan
"Bodoooooo amattttttttt"ucap Jordan
"Udah ah, Papa mau berangkat kekantor, pusing Papa liat kalian"ucap Wira dan langsung melenggang pergi
Bizar kini sudah berada di cafe, bersama beberapa karyawan yang juga ada disana.
"Jadi gini, saya menyuruh kalian untuk berkumpul hari ini karena ingin memberitahukan bahwa...."Yeri menghela nafas panjang
"Sebelumnya saya benar-benar minta maaf kepada kalian, saya tidak bisa mempekerjakan pekerja part time lagi, karena akhir-akhir ini cafe sepi pengunjung dan saya khawatir tidak bisa membayar gaji kalian, jadi saya benar-benar minta maaf sebesar-besarnya"jelasnya Yeri
Dan jelas para karyawan yang memang bekerja part time merasa terkejut dan juga sedih tapi mau bagaimana lagi, bagaimanapun juga Yeri sudah berbaik hati kepada mereka, dan sekarang keadaan cafe sedang tidak stabil.
Terimakasih ya, yang udah mau mampir ke karya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊Jangan lupa like and vote nya