Kelahiran kembali seorang Dewa maha tahu. Yang mana, ia mengetahui segala macam pengetahuan dan hal hal lainnya. Namun, kehidupannya bukanlah sebagaimana ia adalah Dewa.
Dia terus menerus harus menuruti semua permintaan Tuhan pencipta. Dalam perkataan Tuhan pencipta, ''Ini adalah tugas terakhirmu, selamatkan Planet bumi dari Invasi Ras Galgara.''
Namun Sang Dewa Maha Tahu, mengetahui itu hanyalah omong kosong belaka.
haaaahhhhhh.
Menghela nafas berat Sang Dewa Maha Tahu. Akhirnya, ia dikirim menuju Planet Bumi dan berusaha menumpas habis semua Galgara yang ada.
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷.
Novel tak ada sangkut pautnya dengan keagamaan ataupun tradisi lainnya. kemungkinan, banyak yang sama dan hal sebagainya.
Novel juga, lebih ke Romantisan dan ngak begitu banyak actionnya.
tetap Kalm dan selalu
Coment
Like
Subscribe
vote juga ngak papa.
Untuk Update. Author janjikan up nya hari minggu dan senin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.10 Mencicipi Lusty.
Setelah bermesra mesraan dengan sang murid. Azra kembali memikirkan masa depan nantinya. Bagaimanapun, ia tak ingin terlalu terkekang seperti ini.
Tuhan pencipta pastinya sedang melihat dirinya dari suatu tempat, dan itu pasti. Namun, Azra tak peduli. Setidaknya, apa yang ia inginkan adalah, sebuah harapan dimana, perkataan tuhan pencipta yang mengatakan bahwa memberantas habis Galgara adalah tugas terakhirnya.
''Lusty, coba kau berubah menjadi mode-weopon.'' Tentunya, Azra teringat karena belumlah menguji kualitas senjatanya. Yaitu sniper yang berubah menjadi Lusty.
''Hmm~.'' Lusty mengangguk dan tubuhnya mulai bercahaya menjadi serpihan.
Hingga, muncul sniper hitam dengan body ramping.
Model sniper ini tidaklah membutuhkan sebuah pengisian peluru maupun mengganti magazin-nya. Dengan artefak artefak yang ditemukan kemaren oleh cloningannya. Azra menciptakan senjata dengan kekuatan tak masuk akal sama sekali.
Manipulasi kenyataan, peluru yang tertembak dapat melintasi ruang dan waktu serta dimensi, manipulasi elemen, mengabaikan semua hukum fisika yang ada, dan berbagai macam kegunaan lainnya karena masihlah begitu banyak.
Setelah itu, Azra mengambil sniper tersebut yang melayang didepannya dan memosisikan untuk menembak. Sasaran yang ingin ia tembak adalah, galgara dalam jarak 789 kilometer dari selatan yang sedang terbang di udara.
''Atur kekuatan hingga 0,0005% , Lusty. Bagaimanapun, kekuatan artefak yang terkandung dalam sniper ini benar benar mengerikan.'' Azra mengetahui betul tentang artefak artefak yang akan ia gunakan dalam pembuatan sniper. Jadi, ia haruslah berhati hati.
'Baik sayang~.' Sebuah transmisi suara di pikiran Azra terdengar. Ini adalah fungsi telepati agar nantinya tak mengganggu Azra ketika sedang bertarung menggunakan sniper ini.
Azra menarik nafas dalam dalam dan mulai menahannya serta mulai membidik galgara yang melayang di udara tersebut.
'
Langsung saja, Azra menarik pelatuk sniper dan tiba tiba tubuh Glagara tersebut langsung hamcur lebur bahkan debunya saja tak bersisa.
Haaaaahhhhhh.
Azra menghembuskan nafasnya dan tersenyum karena percobaannya berhasil.
''Tak mengherankan, jika peluru yang ditembakkan tak terlihat. Ini... memang hebat karena kecepatan terrendah dari tembakkan peluru saja, 999 Triliun kali lebih cepat dibandingkan cahaya. Atau setara dengan 2,99492208e20 km/detik.''
Dengan kepala pintar nya, Azra menebak dengan tepat seberapa cepat kecepatan peluru yang ditembakkan.
Kemudian, Azra kembali lagi mencari galgara yang ada di udara untuk menjadi sasaran tembaknya. Semenjak memiliki kekuatan 94.500 kekuatan {Energy}. Azra mampu melacak kehidupan dalam jarak satu lingkup bumi ini.
Bagaimanapun, {Energy} Azra juga begitu besar. Namun, Azra sadar, masih terdapat beberapa monster yang kekuatannya jauh diatas dirinya. Entah itu Iblis, malaikat, manusia, ataupun Galgara.
865 kilometer dari barat daya, galgara telah ditemukan oleh Azra. Kemudian ia membidik galgara tersebut dan menarik nafas.
'Lusty, jangan gunakan kekuatan peniadaan total dulu. Cukup kekuatan pemutus kehidupan saja, karena aku masihlah membutuhkan core dan fragmen-nya.'
Bagaimanapun, galgara yang pertama kali ditembak langsung menjadi debu tanpa meninggalkan apapun. Setidaknya kali ini kekuatannya lebih kecil dibandingkan yang pertama.
Dalam sekali tembak. Galgara yang tertembak langsung mati namun tubuhnya tak ada luka sama sekali. Peluru yang ditembakkan tadi adalah menghabiskan langsung energi kehidupan dari mahluk hidup. Bila sosok mahluk tak memiliki energi kehidupan, itu hanyalah mahluk mati dan tak berbeda dari mayat.
Dalam inventory, muncul core dan fragment galgara yang terbunuh.
.
.
Azra terus menerus melakukan hal tersebut berulang kali selama lebih 6 jam tanpa berhenti. Berkat ini, ketepatan sarasan akan sesuatu atau Dexterity Azra meningkat tajam berkat Upgrade kemampuan.
Tak perlu lagi bagi Azra bila harus menarik nafas dan menahannya. Kali ini, hanya dengan niat ingin menargetkan sesuatu maka bidikannya akan tepat sasaran.
''996, 997, 998, 999, 1000. Huuuuuhhh, haaaaaahhhh. Dengan ini seharusnya cukup untuk mencapai kekuatan terkuat di bumi.'' Azra menarik dan menghembuskan nafas lega setelah mengumpulkan 1000 core dan fragment untuk ia serap.
Beruntungnya bagi Azra memiliki 12 elemen utama dalam tubuhnya, dan juga sebuah sistem. Karena untuk menyerap {Energy} secara eksternal bukanlah hal yang seharusnya dilakukan.
Bila orang ingin menyerap {Energy} dari core. Maka core juga haruslah memiliki tingkat kecocokan yang sama dengan di penyerap {Energy}, syarat utamanya adalah kesamaan element utama dalam tubuh.
Selain itu, bila ingin menyerap {Energy} yang tersebar di alam. Setidaknya, itu akan membutuhkan 6 bulan untuk 1 poin {Energy} yang terserap. Hal ini menyebabkan orang orang sangat jarang ingin menggunakan metode meditasi menyerap {Energy} alam.
Namun, hal yang paling lumrah di bumi untuk meningkatkan kekuatan mereka adalah, dengan berlatih setengah mati. Semakin sering seseorang menggunakan {Energy} dan fisiknya hingga setengah mati. Maka secara tak sadar, kapasitas {Energy} yang bisa ditampung dapat membesar dengan seberapa banyak orang tersebut mampu menantang maut serta nyawa bisa diujung tanduk.
Menggunakan sumber daya juga bisa. Hanya saja, keberadaan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan begitulah langka dan juga pengolah sumber daya untuk dijadikan pil ataupun potion juga langka.
Kenapa cerita malah melenceng seperti ini. Mari kita kembali.
''Sistem, serap semua core yang ada.'' Azra tak perlu basa basi lagi karena rencananya adalah memiliki kekuatan dalam batas tertentu, dan nantinya akan mengetahui informasi mengenai kontraknya.
[Core telah terserap. Poin kekuatan saat ini 2.001.625 poin. 1.100.893,75 physical strength, 900.731,25 energy power.]
Kekuatan dalam tubuh Azra langsung meluap luap tak karuan. Entah STR, AGI, VIT, INT, dan DEX Azra, semuanya meningkat drastis.
Setelah peningkatan tak masuk akal. Akhirnya, Azra kembali bersantai malas malasan tak melakukan apapun. Menatap langit sore yang mulai menenggelamkan matahari membuat suasana hati Azra tenang.
''Hari yang indah dan mengejutkan.'' Ucap Azra mengomentari indahnya sore hari dengan tenang
...'<><><><><><><><><><><><>'...
...Mulai saat ini, author skipp ya jalan ceritanya. Karena ini fokus ke romansanya....
jadi semangt terus ya