Yukari adalah seorang puteri yang dituntut untuk menjadi seorang pangeran oleh sang ayah..!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuma_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelukan Dari Sahabat
Setelah beberapa kali bertukar surat dengan sahabatnya, tibalah hari itu. Hari dimana jamuan kerajaan dilaksanakan.
Kini netranya menatap datar gerbang kerajaan Takahashi, para pengawal membukakan pintu gerbang setelah Yuuren menunjukan undangan resmi yang di kirim Gaara sebelum hari H. Tepatnya dua hari yang lalu.
Saat memasuki gerbang pandangannya teralih pada tamu yang sepertinya baru sampai.
Tak banyak yang hadir disana, kecuali yang mendapat undangan khusus.
Sebenarnya Yuuren sedikit ragu, setelah melihat beberapa tamu yang tak sengaja dilihatnya tadi, hanya dirinyalah tamu termuda diantara mereka. Meski ada seseorang yang mungkin usianya hanya berkisar tak jauh darinya.
Kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah lain, entah kebetulan atau tidak. Hazelnya bertemu dengan jade yang terlihat dingin namun lembut secara bersamaan.
Yuuren turun dari kudanya dan ia melihat sang sahabat berjalan kearahnya.
"Selamat datang di kerajaan Takahashi." ucap Gaara datar seperti biasanya.
Yuuren menatap tangan Gaara yang terulur kearahnya, tanpa rasa ragu ia menyambut uluran tangan tersebut.
"Hm, Terimakasih atas sambutannya" sahut Yuuren seraya tersenyum tipis.
"Ikuti aku." ujar Gaara singkat.
Yuuren menaikan sebelah alisnya heran, namun tetap mengikuti sosok sahabat nya.
Setelah melewati beberapa ruangan yang menurut Tenzo itu penting, kini mereka menghentikan langkah kakinya di depan kamar sang pangeran Takahashi.
"Masuklah, anggap saja bukan kamar sendiri." ujar Gaara setelah mereka masuk.
Gaara sengaja mengunci pintu kamarnya, agar tak ada seorang pun yang mendengar pembicaraannya dengan Yuuren.
Ia menatap sahabat nya tajam, sedang yang di tatap balas menatap datar dirinya. Yuuren menghela nafas pelan, dilihat dari rautnya ia sangat lelah seolah melakukan perjalanan panjang. Padahal ia hanya melewati dua kerajaan yang kecil, tapi ia sudah seperti ini?
Pangeran Gaara mendengus samar, ia mendekat pada Yuuren kemudian memberi sebuah gulungan perkamen yang masih tampak baru.
Yukari menatapnya dengan penuh tanya setelah menerima perkamen itu, namun ia hanya menyendikan bahunya cuek. Yukari merutuk dalam hati atas sikap Gaara yang seperti itu.
Yukari membuka perkamen yang diberikan padanya tadi, hazelnya menatap isi dokumen serius. Kata demi kata ia pahami meski isi perkamen itu tersirat makna yang berbeda arti.
Hazelnya membulat sesaat kemudian seringai terbit diwajahnya.
"Begitu ya? Jadi mereka merencanakan semua ini untuk menggapai ambisi?" gumamnya pelan.
Gaara menoleh dan menatap lekat sahabatnya. Ia ingin bicara, tapi Yukari belum selesai membaca. Ia akan menunggu dengan sabar.
Setelah menyelesaikan bacaanya, Gaara kembali mengulurkan tangannya. Kali ini bukan perkamen, melainkan peta sebuah kerajaan.
Yuuren kembali melayangkan tatapan bertanya pada sahabatnya bermaksud untuk meminta penjelasan.
Namun Gaara masih bungkam.
Yuuren menatap peta itu datar, setelah melihat lebih lama ia sadar peta itu berbeda dengan peta yang ia punya.
"Setidaknya bicaralah sesuatu, aku tidak akan paham jika kau tak menjelaskannya" ucap Yuuren datar.
"Kau sudah membaca isi perkamen itu dengan benar?" tanya Gaara, matanya menatap Yuuren penuh selidik.
"Aku yakin, aku sudah membacanya dengan sangat teliti" jawabnya sambil menekan kata.
Gaara mendengus samar.
"Jika ya, kenapa kau belum mengerti?"
"Aku masih be-" ucapan nya terpotong.
"Dengar kata-kataku, aku sudah mengajarimu tentang hal ini meski waktuku tidak cukup. Setidaknya kau ingatlah salah satunya" ucap Gaara sambil menatap tajam tepat di netranya.
Yuuren bungkam, ia mengingat saat Gaara mengajarinya tentang sistem pemerintahan. Saat itu usianya masih 11thn.
"Gomen, aku hanya mengingatnya sekilas." ucapnya lirih.
Gaara mengangguk mafhum.
"Tak apa, setidaknya kau masih ingat."
"Lalu peta ini? Mengapa berbeda dengan peta yang ku punya?" Yuuren bertanya dengan raut bingung.
"Aku akan menjelaskannya, kuharap kau mendengarkan dengan baik" ucap Gaara setengah mencibir.
Yuuren mengangguk patuh, walau dalam hati ia sangat kesal. Ia lelah dan butuh istirahat, namun sang pangeran bersurai merah yang ada didepannya ini maksanya untuk membuka telinganya lebar.
"Garis biru yang berada di beberapa kerajaan kuanggap sebagai garis bahaya, hijau pertanda aman " ujar Gaara pelan, ia mengernyit saat Yuuren menatapnya aneh. Namun ia menghiraukan nya.
"Seperti yang kau lihat, garis biru berada di Shibuya dan Saito. Dan seperti yang kau tau dari isi perkamen tadi, bahwa mereka tengah merencanakan hal yang buruk bagi kerajaanmu. Mereka juga telah memperluas wilayah dengan merebut sebuah kerajaan kecil yang terletak tak jauh dari kerajaan mereka."
Gaara berhenti sejenak untuk mengambil nafas.
"Kau harus tau, bahwa sepenuhnya isi dari perkamen yang kau baca itu benar. Aku sudah menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidikinya dan itu benar. Akupun pernah menyelidikinya sendiri jika kau ragu atau tak percaya padaku." jelas Gaara.
"Ku awali dari kerajaan Shibuya, mereka memang sekarang berada dipihakmu. Bahkan dari yang kutahu kerajaan Tachibana dan Shibuya bekerjasama hampir disemua bidang. Tapi satu hal yang harus kau tahu bahwa mereka tak sepenuhnya berpihak padamu. Mereka hanya memanfaatkan kerajaan Tachibana untuk kepentingan pribadi. Bahkan mereka berencana untuk melakukan kudeta secara diam-diam. Mereka melakukannya secara matang apa kau tahu? Shibuya berniat membatalkan pertungan adikmu dengan Raja Hidan. Mereka ingin Sasuke yang menjadi pendamping Yukatta agar rencana mereka semakin berjalan dengan mudahnya."
Gaara menghela nafasnya pelan sebelum kembali melanjutkan.
"Saito yang mengetahui rencana Shibuya tak diam, mereka juga merancang rencana untuk membatalkan niat picik Shibuya. Namun sayang, rencana Saito tak kalah picik dari Shibuya. Aku sempat mengira kalau mereka tak berbahaya namun ternyata aku salah"
"Kuharap penjelasanku tadi cukup untuk meyakinkan mu."
Yuuren sudah mencerna kata demi kata dari yang dijelaskan oleh Gaara tadi, ia sudah membulatkan tekadnya kali ini. Ia menatap Gaara dengan keyakinan penuh, karena ia percaya Gaara tidak akan melakukan hal yang dilakukan Shibuya ataupun Saito.
"Gaara.." panggilnya pelan.
"Hn"
"Boleh ku bertanya?"
"Silahkan"
"Apa kau akan mendukungku? Dalam keadaan apapun? Meski mereka akan membenciku? Atau menghujatku karena telah membohongi mereka? Apa kau akan ada sisiku Takahashi Gaara?!" ucapnya dengan nada lirih.
Gaara merengkuh tubuh sahabatnya yang kini tengah tergugu, isak tangis terdengar saat ia semakin mengeratkan rengkuhannya.
"Aku akan tetap berada disisimu, walau dalam keadaan apapun, aku bersumpah akan selalu dipihakmu walau mereka menentangmu bahkan membenci. Aku selalu akan mendukungmu dengan caraku sendiri" ucapnya tegas.
Yuuren membalas pelukan sahabatnya, tak berapa lama isakan Yuuren berhenti. Ia mendongak untuk menatap Gaara.
"Terima kasih" ucapnya sambil tersenyum tulus.
Gaara hanya mengangguk pelan seraya menghapus air mata yang menghiasi pipi sahabatnya.
"Tak perlu berterima kasih, aku akan selalu ada untukmu jika kau mau. Dan tanpa diminta aku akan selalu disisimu itu sumpahku."
Yuuren semakin melebarkan senyumnya ketika mendengar ucapan Gaara.
"Gaara, calon istriku akan marah jika mendengarnya. Kau seperti mengucap sumpah pernikahan asal kau tahu" ucap Yuuren dengan menatapnya jahil.
"Aku tak peduli. Yang jelas, selama kau disini kau adalah milikku" sergah Gaara cepat.
"Hai-hai" balas Yuuren sambil memeluk kembali sahabatnya.
Bersambung..
di awal emang ceritanya membingunkan tpi mkin masuk terus gak mau berenti aq, akhirnya baru komen sekarang,,,, keren abis,,, kasian hidan bunuh diri akhirnya....
Jangan lupa untuk mengunjungi karyaku juga ya
Seorang pemuda yang hanya ingin menyelesaikan tugasnya, namun ia harus menghadapi permasalahan demi permasalahan yang ada
Mampukah ia menyelesaikan permasalahan yang ada?
Baca kisahnya di : Hantaran Rahasia, Tinggal buka profil dan lihat dengan judul yang sama
Trims untuk jempol dan Kunjungannya
Itu sangat berarti untukku 😊
aku hadir kak, jempol ku mendarat di karya mu baru sampai sini 😜😜