Chesa yang terpaksa menikah kerena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan seorang tuan muda dimana mamanya bekerja sebagai asisten dari Tuan besar Mahesswara.
hidup Abraham penuh misteri di mata Chesa, begitu pun orang-orang disekitar Abraham yang seakan menyembunyikan siapa Abra! Mampukah Chesa menerima keadaan tuan muda Abraham tersebut?
dan bagaimana kisah cinta dan kehidupan Chesa setelah hidup bersama dengan nya?
Apa misteri di balik tuan muda Abraham?
@novel callback 😁😁🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kemunculan pertama kali
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, namun Chesa tak kunjung datang, Abraham yang sedang mondar-mandir di kamarnya dikejutkan dengan ketokan pintu kamarnya.
ceklek..
"Papa?" ucap Abra.
"Boleh papa masuk?"
"Masuk pa....kenapa papa tidak istirahat?"
"Papa sudah istirahat Ham!"
"Ada apa pa?"
"Papa akan berangkat ke Singapura besok dan tante Rani akan ikut serta,dia juga akan menemui calon suaminya!"
"Maksud papa?" Abra heran ternyata sang mama mertua akan menikah.
"Mereka cukup lama berpacaran Ham! dan mereka akan menikah setelah Chesa menikah dan sekarang lah saatnya. kau tau siapa dia? Om Arta, orang kepercayaannya papa yang mengelola bisnis kita di Singapura!"
"Om Arta? ahhh perjaka tua itu!" Abra tau bagaimana Arta, karena selama di Singapura bukan dia yang menjadi Ceo perusahaan papanya tapi Arta, lelaki gagah yang di sebut sebagai gay oleh wanita-wanita yang ada di sekitarnya,umurnya yang terbilang tua itu belum juga menikah hal itu yang membuat para wanita yang mendekatinya berasumsi bahwa Arta adalah seorang gay.
kenyataannya di dapat Abra sekarang adalah lelaki yang terbaut 5 tahun lebih muda dari mertuanya itu adalah calon papa baru dari Chesa istrinya.
"Yang sopan Ham! dia adalah papa baru kamu nanti!"
"Iya pa...!"
"Dengar yang ingin papa katakan, Chesa harus tinggal di sini dan kalian akan tinggal satu kamar!"
"tentunya pa, dia kan istri aku!" kata Abra menyakinkan sang papa
"Jangan remehkan papa Ham! papa tau rencana kamu dan Chesa! kalo kalian tak bisa hidup berdampingan nyawa papa jadi taruhan nya!!"
"Papa!!! jangan bicara seperti itu!! aku akan memperlakukan dia sebagai istri ku pa!! aku janji sama papa!"
"Baguslah!! ya sudahlah papa tidur dulu!"
"iya pa!"
Setelah kepergian papanya, Abra mengacak rambutnya kasar, bagaimana bisa sang papa mengetahui rencananya bersama Chesa.
Beberapa saat kemudian chesa datang dan terdiam di depan pintu yang sudah ditutup kembali oleh Abra.
"Gue udah menyisakan satu tempat untuk semua baju dan aksesoris milik loe!"
"tidak perlu! aku akan pindah ke kamar sebelah begitu papa berangkat besok!"
"jangan harap!!"
"apa maksud kamu!!"
"Papa tau rencana kita! banyak mata-mata yang akan melaporkan ke papa dan dia bilang itu sama saja kita mempertaruhkan nyawa nya kalo kita sampai menjalankan rencana kita kemarin!"
"Jadi intinya kita beneran menikah? beneran satu rumah? beneran satu kamar? dan satu ranjang!!"
"Iya!! udah aku ngantuk mau tidur! jangan takut tidur aja di ranjang bareng gue! gue gak bakal nyentuh loe kok! anggap aja kita kakak adik yang tidur bersama!"
"Cihh mana ada kakak adek ketemu gede gini!" gerutu Chesa yang merasa terjebak dalam pernikahan ini.
Chesa masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan diri dan keluarga dengan piyama celana panjang dan lengan pendek di bagian atasnya.
Chesa sudah melihat Abra tertidur dengan nyenyak padahal jam masih menunjukkan pukul 8 malam.
"Kenapa dia cepat sekali tidurnya? apa dia cakep?" gumam Chesa.
Abra memang terbiasa tidur lebih awal karena hampir tiap tengah malam dia akan terbangun dengan mimpi buruknya, setelah mimpi buruk dia jarang bisa tertidur kembali, makanya dia mengawali tidur nya agar lebih segar walaupun dia harus begadang dari tengah malam sampai pagi.
Chesa bersandar pada sandaran ranjang disampingnya Abra sambil membaca buku, setelah hampir satu jam membaca,mata Chesa mulai merasa mengantuk dan dia akhirnya menyusul Abra ke alam mimpi.
Di tengah malam, Abra mulai berkeringat dingin! kepalanya terus menoleh ke kanan dan ke kiri karena mimpi buruk yang dialaminya.
sampai akhirnya dia terbangun tiba-tiba!
Dia memandang lekat ke arah langit-langit kamar, kemudian dia merasakan ada pergerakan disamping kanannya, dia melihat Chesa yang sedang terbaring menghadap ke arahnya. Satu bibirnya terangkat melihat wajah manis Chesa.
"Cantik!!" satu kata untuk Chesa terucap dari bibir Abra...ah bukan...karena mimpi buruknya dia membangunkan Pram yang sudah sekian lama terlelap dalam dirinya.
"Gila!!! gue apaan ya boneka Barbie ini?" gumam Pram sambil membelai rambut dan wajah Chesa.
Tanpa menunggu lama lagi, Pram menindih tubuh Chesa dan mencium bibir mungil Chesa, menghisap dan mel*u*matnya dengan berirama, tak ada pergerakan dari Chesa hingga Pram beralih ke leher jenjang Chesa dan meninggalkan beberapa jejak merah disana, Chesa hanya mendesah sebentar namun karena rasa capeknya dia masih terlelap dalam tidurnya.
Setelah puas dengan apa yang dilakukannya, Pram beranjak dari ranjangnya dan menuju ke lemari pakaiannya mengambil pakaian yang diinginkan dan segera keluar dari kamarnya.
dia mengambil kunci mobil dan menuruni tangga,namun sesampainya di bawah, dia menemukan sang papa sedang mengambil air minum.
"Ham! kamu mau kemana tengah malam begini?"
Pram hanya diam melihat dan mendengar kan pertanyaan dari sang papa yang berdiri di depannya dengan segelas air minum.
"Malam Daddy! apa Daddy gak kangen Pram?" ucap Pram dengan gaya badboy nya.
praaang....
suara gelas pecah mewarnai malam yang sunyi tersebut, betapa kagetnya tuan Shakti melihat siapa yang ada di hadapannya.'Daddy?' tentu saja jika panggilan itu ada maka yang berdiri dihadapannya sekarang adalah Pram, alter ego Abra, namun yang dipikirkan tuan Shakti sekarang adalah apa penyebab Pram datang kembali.Pram adalah sosok yang tak percaya pada siapa pun tak terkecuali papanya,makanya jika Abra sangat patuh dan sayang sang papa maka Pram adalah sosok yang sangat menentang papanya.
"Pram? kenapa lagi? kenapa kamu datang lagi?"
"ckck.... haiishh Daddy! kau harus menerima aku!! karena aku adalah bagian dari hidup kalian! aku tak akan tertindas!! aku bukan Abra yang selalu saja mengalah!! aku tidak suka mengalah Daddy!!"
"Pram... kau mau kemana? jangan pergi!!"
"Stop Dad!!"
Pram terus saja berjalan tanpa memperdulikan larangan papanya, dengan cepat tuan Shakti menghubungi Rian.
"Apa Om??? Pram??....ohh tidak!!!"
Rian segera ganti baju dan lari dari apartemen nya menuju ke tempat yang di yakininya tempat Pram datang, dan benar saja dia melihat Pram sedang merokok di sudut ruangan.
"Ngapain loe di sini? bukannya ini malam pertama loe?!!"
"cihh loe sigap banget!! tau-tau udah disini aja!!"
"Gue gak mau loe bikin masalah buat Abra ntar!! loe tau kan bisnis dia disini banyak saingan dan gak suka sama kesuksesan dia!!"
"Karena itu, harusnya gue yang nanganin semuanya!!"
"Jangan gila loe Pram?? ayo balik! kasihan Chesa! gue yakin dia belum siap liat loe dalam diri Abra!"
"Gue suka gadis itu!! cantik!! bibirnya manis!"
"Sialan!!! loe cium dia? atau.....??"
"Gue Pram bukan Abra yang pengecut!!" ucap Pram dengan bibir terangkat sebelah.
bersambung....
genderang drumm..bertalu..
jantung berpacu..
sensasi manisnya..yg memabukan..
kayayakkkkkssss...permen lolipop..
😉😆🤣😂😆😅😄😄
nek dicaplok wong.. mampus lu..
🤣😂😁😀
ya thor..ya..
🤣😂😆😅😄😃
tp kau nasehatin sahabatmu..
kau tak bs move on jg..
dasar..😐🤨😐🤨