Pernikahan sejatinya dilakukan atas dasar cinta sama cinta. Saling mengenal dan saling memahami karakteristik pasangan.
Tetapi bagaimana dengan mereka yang menikah tanpa pacaran?
Akan kah bertahan lama atau malah sebalik nya?
Sepasang suami istri melaksanakan akad nikah tanpa adanya rasa cinta.
Bahkan sang mantan kekasih selalu mengusik kehidupan rumah tangga mereka.
Di awal menjalani hidup bersama suasana terasa hambar. Tetapi setelah sekian lama mereka bersama, akhirnya hubungan mereka pun menjadi harmonis layak nya pasangan suami istri lain nya.
*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muni Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Ahkam dan Tuan Ahmad
Masih di taman komplex..
Zainab terlihat sedang menangis menahan perih di pipi dan di hati nya.
Sementara kedua sahabat nya dengan setia menghibur Zainab.
"Sudah Zain.. jangan menangis lagi, nanti akan ku balas perbuatan mas Ahkam yang keterlaluan itu." Ujar Santi penuh percaya diri.
"Benar Zain.. lebih baik sekarang kita kembali ke asrama. Obati luka mu ini." Ucap Fitri seraya mengelus pipi Zainab.
"Benar kata mereka Zain.. Sebaiknya kau obati luka mu terlebih dahulu. Untuk urusan Bang Ahkam nanti biar aku saja yang membereskan nya." Timpal Arka penuh semangat.
"Tak usah di perpanjang Ar. Biarkan saja, anggap saja ini semua tak pernah terjadi." Ucap Zainab sambil bangkit berdiri.
"Nggak bisa gitu dong Zain... Bagaimana pun cara nya si songong itu harus dapat balasan nya. Masa berani nya sama cewek." Gerutu Santi kesal.
Zainab tersenyum mendengar kekesalan Santi pada Ahkam.
"Sudah lah San jangan terlalu emosi. Biarkan Allah yang membalas perbuatan nya." Ucap Zainab pasrah.
Arka tersenyum kagum mendengar ucapan Zainab.
Dalam hati nya berkata.
"Begitu indah ciptaan-Mu Tuhan. Bukan saja paras nya yang menawan, tetapi hati nya juga sangat lembut." Ucap Arka dalam hati.
"Yasudah kalau begitu biar aku belikan obat nya dulu." Ucap Arka.
"Tidak usah Ar. Sepertinya di asrama kami masih banyak stok obat." Ujar Zainab.
"Begitu, Yasudah kalau begitu kalian segera kembali ke asrama. Mungkin kalian belum sarapan pagi ini. Biar nanti aku kirim kan nasi uduk ke asrama kalian." Tutur Arka penuh perhatian.
Ketiga wanita itu tersenyum.
"Mas Arka.. Kenapa gak lontong sayur aja si. Sama gorengan nya sekalian." Tawar Santi polos.
Zainab dan Fitri tertawa mendengar ucapan Santi yang polos.
"Hahahaa kau ini ya.. Sudah syukur di belikan nasi uduk. Pake nawar minta di ganti lontong sayur sama gorengan lagi." Ujar Fitri di iringi gelak tawa.
"Hehehe.. gak apa-apa kan mas Arka? Mas Arka kan lelaki yang baik dan dermawan." Rayu Santi sambil mengedipkan mata nya.
Arka tertawa geli melihat tingkah Santi yang menurutnya lucu.
"Tenang-tenang! Pasti aku kirimkan kok special buat kamu." Goda Arka nakal.
"Aaaaawww.. Mas Arka sangat perhatian sekali pada ku.." Ucap Santi kege'eran.
Zainab dan Fitri semakin terbahak-bahak melihat tingkah Santi yang menggemask kan.
Sedangkan Arka hanya menyengir kuda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
******
Sementara itu setelah Ahkam pergi meninggalkan Zainab dan yang lain nya.
Dengan emosi yang masih menyala Ahkam memilih kembali ke rumah nya.
Menyudahi kegiatan jogging nya yang tertunda akibat pertengkaran nya dengan Zainab.
"Sialan wanita itu! Berani nya dia menghina gua di depan adik gua sendiri." Maki Ahkam kesal.
"Heii boy.. Tumben sekali kau hanya sebentar berolahraga nya." Ucap Tuan Ahmad pada putra nya yang sedang meneguk sebotol minuman dingin.
"Mood nya hilang Bi." Jawab Ahkam singkat.
"Loh? Kenapa? Apa kau masih kefikiran kekasih mu itu?" Tanya Tuan Ahmad lagi.
Ahkam menarik kursi dan mendudukan bokong nya.
"Bukan Bi. Soal Sintia semalam Aku sudah memutuskan hubungan ku dengan nya." Ucap Ahkam lesu.
"Bagus dong! Abi sangat setuju dengan tindakan mu. Jadi dengan begitu dia tidak akan mengusik kehidupan kita lagi." Ujar tuan Ahmad.
"Tidak Bi. Seperti nya wanita itu sangat licik dan kita harus selalu waspada pada nya. Terlebih dia bekerja sama dengan Papa nya dan Chandra." Ucap Ahkam.
"Kau benar! Abi sangat tahu bagaimana sifat Atmawijaya yang keras kepala." Timpal tuan Anwar penuh kebencian.
"Ya. Seperti nya hari ini Aku akan menemui Chandra untuk memberi perhitungan pada nya." Tutur Ahkam penuh emosi.
Tangan nya mengepal keras seakan sudah tak sabar ingin meninju wajah sahabat yang telah menghianati nya itu.
"Kau peringatkan dia Boy. Jangan macam-macam pada keluarga Yatsir." Ujar tuan Ahmad penuh emosi.
****
Like nya dong gaes.. 💝💝💝
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
zanab terlalu baik
tidak oleng🙄
tegas gak lemah