Romansa Anak SMA menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan yang terjalin diantara teman satu sekolah yang ada di satu lingkup sekolah yang sama.
Gio dan Alenka adalah musuh pada awalnya, setelah Alenka menyelamatkan Gio dari hipotermia parah. Sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh dihati Gio. Akan tetapi, Alenka sudah punya pacar waktu.
Cinta tak kemana, mereka saling jatuh cinta dan berjanji akan menikah demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Lagipula kedua orang tua mereka juga setuju dengan hubungan mereka. Akan tetapi, perjalanan cinta mereka sangat tidak mudah. Demi persahabatan mereka harus menjalani putus nyambung dalam hubungan mereka.
Di selingi dengan kisah cinta beberapa temannya juga, dan kisah persahabatan yang kuat.
Kisah cinta, kisah persahabatan, kelabilan remaja terangkum dalam cerita ini.
Jangan lupa terus dukung author ya, supaya bisa selalu menghasilkan karya yang enak buat dinikmati semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Gio disuruh mamanya ke mini market untuk membeli sesuatu. Karena dia tipe anak berbakti, Gio tidak menolak perintah mamanya. Begitu dia turun dari motornya, tanpa sengaja dia bertemu dengan kakak perempuan dari mantan kekasihnya.
"Gio?" sapa perempuan yang tidak jauh beda umurnya dengan dia.
"Kak Nikita?" Gio sedikit terkejut melihat wanita itu. Pasalnya, mereka sudah hampir setengah tahun tidak bertemu, setelah Gio putus dari mantannya.
"Kok kakak kesini? bukannya depan komplek rumah kakak ada minimarket juga ya?"
"Oh iya, kakak nungguin pacar kakak, dia lagi ke rumah temennya." jawab Nikita, lalu mereka berdua ngobrol bentar. Setelah akhirnya pacar Nikita datang.
"Itu pacar kakak udah datang." ucap Nikita menunjuk ke seorang lelaki yang baru aja turun dari mobil, dan berjalan mendekat.
Gio sempat kaget melihat pacar Nikita yang dia tahu adalah pacar Alenka, Kiano.
"Itu pacar kakak?" tanya Gio sekali lagi memgkonfirmasi.
"Iya."
"Yank!" panggil Nikita, lalu mendekatlah Kiano.
Nikita lalu memperkenalkan Kiano dengan Gio. Tatapan tajam Gio arahkan ke Kiano, setelah dia mendengar dari mulut Kiano sendiri, kalau dia adalah pacar Nikita.
"Kalian dah lama pacaran?" tanya Gio masih sedikit masam. Ketika teringat Alenka dia merasa hatinya sangat sakit. Dia membayangkan betapa kecewanya dan sedihnya jika Alenka tahu semua ini.
"Dari SMP kayak ya yank? kita putus nyambung terus, kita juga pernah jalani hubungan dengan orang lain tapi ternyata kita nggak bisa lepasin satu sama lain." jawab Nikita terus terang.
Nikita tidak tahu kalau Gio adalah teman satu sekolah Alenka. Dan Kiano sendiri juga tidak jujur kepada Nikita. Kiano mengatakan kalau dia sudah putus dengan Alenka. Padahal kenyataannya mereka masih pacaran dan baik-baik saja.
Kiano juga tidak sadar kalau dia sempat ketemu Gio sebelumnya, waktu dia mengantar Alenka ke
sekolah.
Karena Nikita yang terburu-buru lalu berpamitan kepada Gio. "Kapan-kapan main dong ke rumah! meski udah sama Rosita tapi jangan putus silahturahmi dong." Gio hanya menganggukan kepalanya saja. Matanya masih tajam menatap ke Kiano.
Begitu mobil Kiano pergi, Gio bergumam dengan marah, "Brengs*k, jadi dia cuma mainin Alenka? gue harus kasih tahu Alenka."
Sore harinya..
Alenka menepati janjinya untuk datang ke rumah Gio. Setidaknya sudah kelima kalinya Alenka datang ke rumah Gio atas permintaan mamanya Gio. Setiap kali pulang dari luar kota, mamanya Gio selalu menyuruh Alenka datang. Atau kalau nggak dia yang datang ke rumah Alenka.
Elsa bahagia banget karena Alenka mau datang menemuinya. Sudah sejak lama Elsa menginginkan anak perempuan. Tapi takdir berkata lain, dia divonis tidak lagi bisa hamil setelah rahimnya diangkat.
Melahirkan Gio adalah perjuangan yang tak akan pernah dia lupakan. Gio lahir secara prematur, karena ketika mamanya mengandung dia. Di dalam rahim Elsa juga terdapat miom yang semakin lama semakin besar, dan menghimpit bayi Gio.
Maka dari itu, dengan pertimbangan dan gejolak batin panjang. Orang tua Gio memutuskan untuk melahirkan Gio secara prematur, setelah itu rahim Elsa diangkat untuk menghilangkan penyakit yang ada di dalam rahimnya.
"Makasih ya tante oleh-olehnya, Alenka suka." ucap Alenka sembari tersenyum.
"Iya sayank." jawab Elsa sambil mengelus rambut hitam Alenka yang panjangnya sepunggung.
"Gio mana tan?" tanya Alenka, dia tidak melihat batang hidung Gio setelah tiba di rumah Gio.
"Tante suruh ke mini market depan."
"Ha? Mau Gio-nya?"
"Iya, dia nggak pernah nolak perintah tante. Dia selalu nurut apa kata tante," Alenka melongo mendengar ucapan mamanya Gio.
Alenka tak menyangka kalau lelaki yang sangat dingin itu ternyata seorang anak yang penurut dan sangat berbakti. Padahal jika dilihat dari penampilannya, orang-orang tak akan percaya dengan apa yang diceritain sama mamanya Gio.
"Tuh dia pulang." ucap Elsa begitu mendengar suara motor berhenti di halaman rumahnya.
Dan benar saja, dengan gagah Gio berjalan sambil menenteng plastik putih yang isinya ternyata adalah roti juga makanan ringan kesukaan Alenka. Begitu sampai di ruang tamu, Gio langsung menyodorkan plastik yang dibawa kepada Alenka.
"Apa nih?" tanya Alenka kaget.
"Makanan kesukaan lo kan?" ucap Gio masih sangat dingin. Alenka pun lalu membuka plaatik itu, benar saja ternyata isinya makanan kesukaan dia semua.
"Makasih tante." ucap Alenka kegirangan.
"Gue yang beliin juga, nggak terima kasih lo ama gue?" Gio menjadi sewot, karena Alenka bukannya berterima kasih kepada dirinya tapi malah berterima kasih kepada mamanya.
"Apaan, yang beliin pasti tante Elsa-lah, kan cuma dia yang sayank ama gue, wekkk.." Alenka menjulurkan lidahnya.
"Gue juga sayank sama lo." lirih Gio yang hanya bisa dia denger sendiri.
"He, kenapa?" Alenka mendekatkan telinganya. Dia tidak mendengar apa yang Gio ucapkan barusan, tapi dia cuma denger Gio bergumam.
"Apaan sih? gue mau mandi." Gio menyeringai meninggalkan kedua wanita beda generasi itu saling ngobrol dan ketawa ketiwi.
Dari balkon depan kamarnya, Gio melihat betapa dekatnya Alenka dengan mamanya, membuat Gio tersenyum bahagia. Dulu dia juga sering bawa mantannya pulang, tapi mamanya tidak sedekat ini seperti saat bersama Alenka saat ini.
Setelah selesai makan malam bersama Gio dan keluarganya. Alenka berpamitan pulang, tapi ditahan. Kali ini bukan Elsa yang menahannya, melainkan Gio.
Ada hal yang ingin Gio sampaikan kepada Alenka, salah satunya tentang Nikita dan Kiano. Mereka memilih taman samping rumah Gio yang ada kolam renangnya untuk mengobrol.
Awalnya Gio merasa gugup, karena dia tidak tahu harus dari mana memulai pembicaraannya. Alenka yang penasaran harus menyipratkan air kolam ke muka Gio. Saat itu posisi mereka sedang duduk di pinggir kolam renang, dan merendam kaki mereka masing-masing.
"Lo ada masalah nggak sama cowok lo?" tanya Gio dengan sedikit gugup.
"Nggak, kita baik-baik aja. Emang kenapa?" Alenka memicingkan matanya, dia penasaraan kenapa tiba-tiba Gio menanyakan tentang hubungannya dengan Kiano.
"Al, cowok lo itu brengs*k, dia selingkuh di belakang lo." Gio mulai serius, tapi saat itu Alenka yang tidak pacarnya dihina, menatap Gio dengan marah.
"Lo boleh nggak suka sama gue, tapi lo jangan pernah hina cowok gue!" Alenka menggertakan giginya dengan marah.
Gio menyadari kalau Alenka marah hanya bisa mencoba menenangkan Alenka. "Bukan gitu, gue cuma nggak mau lo terluka." ucapnya masih dengan tenang. Gio tidak mau meladeni amarah Alenka.
Belum Alenka berkata, Gio menyodorkan ponselnya. Gio menunjukan kepada Alenka, story wa dari Nikita. Di foto itu jelas terlihat Nikita yang sedang berpelukan dengan seorang lelaki yang dia kenal sebagai pacarnya. Story wa itu baru sepuluh menit yang lalu di unggah.
"Lo lihat sendiri kan? dia namanya Nikita, mereka pacaran udah dari SMP dan mereka juga putus nyambung." Gio menjelaskan siapa wanita itu.
Alenka belum bisa move on dari foto itu. Dia terlalu tidak percaya kalau Kiano akan menghianatinya. Alenka juga tahu wanita itu bernama Nikita, mereka ketemu waktu dia diajak ke acara reunian waktu itu.
"Gue harus pastiin dengan mata kepala gue sendiri." Alenka berdiri lalu bergegas ke mobilnya. Dia bermaksud mendatangi tempat dimana Kiano dan Nikita berada, sesuai dengan lokasi dalam unggahan tersebut.
Sementara Gio memgikuti Alenka, dia tidak mau membiarkan Alenka pergi sendirian. Tanpa sepengetahuan Alenka, Gio membuntuti mobil Alenka.
aku klo ada cwok kyk gitu, chat, ato nyamperin bakal aku tolak, terus pergi.
najiiss...