seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Mereka melangkah menuju parkiran , Alfian berjalan lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk Aluna
dia yang mendapat perhatian seperti itu tersenyum bahagia.
Setelahnya fian mengitari mobil dan duduk di kemudi.
mobil melaju perlahan , Aluna duduk dengan tenang sesekali menoleh ke arah Alfian.
"mau makan dimana?" tanya Fian memecah keheningan
"tidak tau KA, tapi aku lagi pengen makan chicken teriyaki" ucapnya
Alfian tersenyum mendengarnya" baiklah, aku tau restoran yang menyediakan menu itu" balasnya.
"hm" gumam Aluna
Setelah beberapa saat mobil berbelok masuk ke parkiran restoran
mereka turun bersamaan, lalu Fian menghampiri Aluna dan menggandeng tangannya
"ayo" ajaknya
mereka melangkah masuk ke dalam restoran, mengedarkan pandangan mencari tempat duduk yang pas.
pandangan fian tertuju ke meja di dekat jendela, mereka duduk di sana saling berhadapan .
Lalu Pelayan datang membawa buku menu
"mau pesan apa sayang" tanya Fian lembut.
Aluna tersenyum malu.
"aku mau chicken teriyaki,minumnya lemon tea saja" ucap Aluna kepada pelayan
pelayan itu menoleh ke arah Alfian"kalo mas nya mau pesan apa" tanyanya terkesan lembut untuk ukuran seorang pelayan restoran.
"samakan saja" katanya singkat namun tegas, bahkan saat mengucapkan itu dia tidak menoleh sama sekali , tatapan nya hanya tertuju ke arah Aluna.
Pelayan itu lalu pergi dengan wajah kesal.
Aluna yang memperhatikan sikap pelayan itu dadanya panas oleh rasa cemburu.
Dia tidak suka jika ada perempuan yang menatap kagum calon suaminya.
"hey kenapa sayang?" tanya Fian
"ah tidak apa-apa KA, hanya tidak nyaman saja dengan sikap pelayan tadi" jawabnya jujur
"sudah jangan di pikirkan"katanya tersenyum hangat.
Aluna hanya tersenyum tipis.
"mau di jelaskan sekarang atau nanti saja kita cari tempat lagi" ucap Fian menatap Aluna
"sekarang saja KA. " jawabnya.
"baik"
Fian menarik napas berat
"namanya Susan dia hanya masa lalu ku, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, aku memergokinya berselingkuh dengan lelaki yang umur nya lebih tua" katanya..
Aluna menutup mulut tidak percaya," bagaimna mungkin ."tanya nya heran
Alfin tersenyum tipis"dia wanita bebas , menurutnya aku terlalu kaku dan cuek, jadi dia selingkuh" jawabnya santai
Sebelum Aluna sempat bertanya lagi,
pelayan datang membawa pesanan mereka.
"silahkan di nikmati " ucapnya ramah
Aluna heran pelayan yang tadi mengantar makanan berbeda dengan yang pertama.
tapi dia tidak memperpanjang nya..
"makan dulu sayang, nanti di lanjut lagi"ucapnya, dia akan menceritakan tentang Susan, nanti setelah dia menikah dengan Aluna..
Aluna hanya mengangguk, lalu mulai makan dengan tenang
"bagaimana apa enak?"tanya Fian
"lumayan ka, "jawabnya
Alfian menautkan alisnya bingung, padahal menurutnya ini enak
" lumayan" ulangnya
"masih lebih enak buatan mommy KA, "jawabnya
"benarkah?, kalau begitu aku harus coba masakan aunty" katanya santai
Aluna yang mendengarnya tersenyum tipis
"baiklah nanti aku sampainya ke mommy" ucapnya
" jangan sayang, aku hanya bercanda" jawabnya serius
Aluna tertawa kecil melihat reaksi Alfian yang sedikit terkejut...
Alfian memicingkan mata"kamu menggodaku" tanyanya
"tidak , aku serius" jawabnya santai
"baiklah aku juga serius" ucapnya , lalu melanjutkan makan
"apasih KA , gak jelas banget" ucapnya terkekeh pelan
"sudah sayang, habiskan dulu makan nya" balasnya perhatian .
Setelah selesai makan siang dan membayar tagihan , mereka melangkah keluar restoran menuju parkiran.
Sebelum tangan Alfian menyentuh pintu mobil suara seseorang dari belakang membuat gerakan tangan nya terhenti.
"hai Al, kita ketemu lagi," sapanya manja
Aluna yang ada di sebelah Alfian memutar mata malas
Alfian diam menoleh pun tidak , matanya hanya fokus menatap Aluna
"ayo sayang masuk," ucapnya sambil membuka kan pintu untuk Aluna
Susan tersenyum miring melihatnya" sepertinya kamu takut calon istrimu tau siapa aku"
alfian menoleh lalu tersenyum miring "takut?, aku tidak sedang selingkuh, jadi untuk apa takut ," ucapannya.
Susan yang tersenyum percaya diri mengatupkan rahangnya menahan emosi
Aluna tersenyum sinis matanya tajam menatap Susan
lalu menoleh ke arah Alfian tersenyum manis
"ayo mas kita pulang," ucapnya manja
"ayo sayang"ucapnya lembut,
Lalu membuka pintu mobil untuk Aluna
Setelahnya dia memutari mobil lalu masuk ke kemudi tanpa menoleh ke arah susan.
Susan yang melihat itu mengepalkan tangan ,dia memandang benci mobil Alfian yang sudah berlalu.
"awas kamu wanita sialan . Aku kan merebut Alfian, karna dia hanya milikku "ucapnya lalu melangkah pergi dari parkiran.
......................
Didalam mobil Fian masih menggenggam tangan Aluna mengelus nya lembut .
"sepertinya Susan masih mencintai kamu KA"
ucap Aluna memecah keheningan.
"yang penting aku tidak" balasnya cuek
"tapi sepertinya dia akan melakukan segala cara, aku melihat matanya tatapan itu bukan cinta tapi obsesi" kata Aluna
Alfian yang mendengarnya langsung menoleh sebentar ke arah Aluna 'tebakan Aluna benar' monolognya
"kamu benar, jadi kamu harus hati-hati karna dia orang yang nekad" balas Alfian khawatir
Aluna tersenyum tipis" tenang saja ka, aku akan jaga diri" balasnya tenang
"baiklah. Kalo dia mengganggumu , langsung hubungi aku" katanya lalu mengangkat tangan Aluna menuju bibirnya. Mengecupnya lembut
Aluna yang mendapat perlakuan manis itu tersenyum malu. Pipinya pasti sudah merona..
"KA" ucapnya lirih
Alfian mengernyit heran " kenapa manggil nya Kaka lagi. Aku lebih suka di panggil mas"
Aluna tersenyum merasa lucu " baiklah mas ku" jawabnya lembut
Alfian tersenyum bahagia, kupingnya sampai memerah.
"kita mau kemana lagi mas" tanyanya
"kamu maunya kemana Hem,?" tanyanya balik
Aluna tampak berpikir sebentar
"bagaimana kalo kita ngemall saja, kebetulan aku juga mau ada yang dibeli" jawabnya
"oke sayang" ucapnya sambil tersenyum hangat.
Aluna membalas senyum itu.
......................
Di dalam mall mereka melangkah pelan, Aluna merangkul lengan Alfian mesra,
"mau beli apa dulu" tanya Fian lembut
"parfum dulu " jawabnya singkat
Lalu mereka masuk ke toko parfum ternama
Aluna langsung mengambil 1 parfum,lalu menoleh ke arah Alfian
"ayo ,ke kasir aku mau bayar" katanya
Lalu melangkah menuju kasih
"ini KA" ucapnya menyodorkan parfum
" total nya 5 jt KA" ucap kasir ramah
Aluna mengangguk lalu membuka slingbag nya, belum sempat mengeluarkan kartu debit . Dari belakang Alfian menyodorkan black card nya..
" pakai ini" ucapnya
"loh mas. tidak usah biar aku saja" ucap Aluna
"tidak apa-apa sayang" balas Fian lembut
Setelah selesai kasir mengembalikan black card nya. Lalu mereka melangkah menuju pintu keluar.
"terimaksih mas" ucap Aluna
"sama-sama sayang. Mulai hari ini , jangan tolak pemberianku" jawabnya tegas
"baiklah mas" katanya pasrah.
"mau beli apa lagi" ucapnya lembut
"aku mau beli buku mas" jawabnya..
"ya sudah. Ayo" katanya .
2 jam sudah Aluna dan Alfian menghabiskan waktu di mall
Yang awalnya Aluna berniat membeli buku dan parfum saja, malah jadi shopping beneran.
alfian malah membelikan nya baju.sepatu,tas dan skincare, awalnya Aluna menolak tapi Alfian memaksa, 'yasudah lumayan juga pikirnya'.
"biar aku bawa sebagian mas" pinta Aluna
Alfian tersenyum lembut " biar aku saja sayang. Kamu cukup pegang tanganku saja" jawabnya lembut menenangkan.
Aluna hanya menghela napas lalu merangkul tangan Alfian .
Mereka seperti pasangan suami istri romantis, cantik dan tampan.
Orang-orang yang mereka lewati menatap kagum ke arah mereka .
Bisik2 terdengar di telinga Aluna
"wah pasangan yang cocok yah, tampan dan cantik"
"suami idaman"
dan banyak lagi suara2 yang mereka dengar tapi mereka tetap melangkah dengan tenang . Tidak terganggu sama sekali .
Mereka melangkah menuju parkiran, Alfian menyimpan belanjaan di jok belakang ,lalu membukakan pintu untuk Aluna
" hati2 sayang" ucapnya sambil meletakan tangan di atas kepala Aluna menjaga agar tidak terantuk.
" terimakasih mas" balasnya
lalu Alfian berlalu mengitari mobil dan masuk di kursi kemudi..
Mobil melaju pelan keluar dari area mall.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤