Jiang Rouxue merasakan sakit disekujur tubuhnya. Tangannya berusaha menggapai sesuatu yang bisa menahannya agar tidak tenggelam.
Nafasnya sesak, pandangannya mulai kabur. Akhirnya, dia melepaskan genggaman yang sejak tadi dia genggam.
Kejadian masa lalu langsung tergambar dalam pikirannya. Seperti bukan dia yang ada didalamnya.
Dia tidak mau lagi. Dia tidak lagi menginginkan semua kasih sayang keluarga Jiang. Dia hanya ingin pergi.
Tapi... Kenapa mereka tidak melepaskannya?
Perlahan mata Jiang Rouxue terpejam dan dia kehilangan kesadarannya.
Jiang Rouxue mati didalam danau yang tenang, ditangan Kakak laki-lakinya yang dulu sangat dia sayangi.
Saat Jiang Rouxue membuka matanya, dia terkejut.
Dia terlahir kembali!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BenGõngZhû __, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Pembukaan Aula leluhur dijadwalkan sebulan kemudian. Dan selama itu juga Jiang Wuyan dikurung di Aula leluhur.
Sementara Jiang Wuyan dihukum. Jiang Rouxue memulihkan dirinya dihalamannya sendiri. Dia hanya pergi untuk menyapa Nyonya Tua Jiang dan Rong Yun setiap pagi.
Mungkin karena rasa bersalah Jiang Lengqi karena membawa Jiang Wuyan kembali dan karena Jiang Rouxue terluka karena Jiang Wuyan.
Sikapnya berbeda dengan sikapnya dikehidupan sebelumnya. Jiang Lengqi lebih sering mengunjungi Jiang Rouxue dan membelikan semua makanan yang Jiang Rouxue suka.
Tapi Jiang Rouxue selalu menjaga jarak darinya. Jiang Lengqi merasa ada penghalang tipis antara dirinya dan Jiang Lengqi.
Suatu hari, setelah mengantarkan makanan kesukaan Jiang Rouxue. Jiang Lengqi menanyakan sesuatu yang selama ini mengganggu pikirannya.
"Xue'er, Apakah kau menyalahkan Kakak kedua? "
Jiang Rouxue yang sedang menyulam menghentikan gerakannya. Dia menoleh dan menatap Jiang Lengqi sambil berkata "Kenapa aku harus menyalahkan Kakak Kedua? kesalahan apa yang Kakak kedua perbuat padaku? "
"Aku... " Menghadapi tatapan Jiang Rouxue. Jiang Lengqi tidak memiliki keberanian untuk melanjutkan ucapannya.
Lalu Jiang Rouxue berkata "Apakah karena Kakak Kedua membawa kembali Nona Wuyan? "
Jiang Rouxue menunduk dan kembali menyulam. "Itu bukan salah Kakak kedua. Nona Wuyan memang akan kembali ke Kediaman Jiang cepat atau lambat. Bagaimanapun, Nona Wuyan adalah putri kandung ayah dan ibu. "
"Xue'er, kenapa kau memanggil Jiang Wuyan dengan sebutan Nona ? Dia adalah adikmu! "
Jiang Rouxue tersenyum mencela diri. "Aku tidak pantas menjadi Kakak Perempuan Nona Wuyan. Jadi lebih baik aku memanggilnya dengan sebutan Nona. Ini juga menyelesaikan beberapa masalah yang tidak perlu dimasa depan. "
Jiang Rouxue kembali menyibukkan dirinya dengan menyulam. Tapi bagi Jiang Lengqi senyum itu penuh dengan kesedihan.
"Apakah Jiang Wuyan yang memintamu untuk memanggilnya Nona? Sangat kurang ajar! Aku akan membuat perhitungan dengannya! "
Jiang Rouxue menatap kepergian Jiang Lenqi dengan dingin. Menurutnya kasih sayang yang datang terlambat lebih murah daripada sekam padi!
Bixi dan Biyao juga berjalan mendekat. "Nona, bagaimana jika Nona Wuyan tidak mengakuinya? "
Jiang Rouxue menundukkan kepalanya untuk menutupi senyum penuh dengan sarkasme di bibirnya.
"Memangnya kenapa jika dia tidak mengakuinya. Apa yang aku katakan adalah apa yang dia katakan saat itu. Jadi pasti ada sedikit rasa bersalah dan kemarahn dihatinya. Jiang Lengqi bukanlah orang yang bodoh. Dia akan mengerti segalanya saat melihat ekspresinya. " Ucap Jiang Rouxue.
Saat Jiang Wuyan mendorong Jiang Rouxue, dia memang mengatakan sambil berbisik bahwa Jiang Rouxue tidak pantas menjadi Kakak perempuannya. Masalah memanggilnya dengan sebutan Nona, itu hanya sebagai pelengkap untuk menambah bahan bakar kedalam api.
Sementara itu dihalaman Utama.
Rong Yun berkata "Dia bukan Putriku. Kenapa aku harus menulis namanya dibawah Namaku. "
"Jiang Rouxue juga bukan putrimu! Setidaknya, Jiang Wuyan adalah Putri kandungku sendiri? " Jawab Jiang Boyan.
Rong Yun tertawa mengejek. "Jadi kau mengakui bahwa kau memiliki simpanan diluar sana? Dan dia melahirkan seorang Putri untukmu? "
Jiang Boyan mengusap wajahnya kasar. "Ini Putri kita Yun'er. Bidan itu sendiri yang mengatakan bahwa dia menukar bayinya! Aku juga sudah bersumpah padamu bahwa aku tidak akan memiliki selir lain selain Selir Qi dan Selir Sun. "
Rong Yun meletakkan kuasnya dengan kasar. "Jiang Boyan, apakah kau pikir aku terlalu bingung saat itu? Jelas aku melahirkan bayi yang mati! Tapi kau bersikeras bahwa Jiang Wuyan adalah Putriku? Apakah kau pikir bisa membohongiku? Ibumu sendiri yang menyebabkan aku melahirkan bayi yang mati! "
"Tapi ini Putriku... " Suara Jiang Boyan semakin kecil.
Rong Yun mencibir dan berkata "Kau akhirnya mengakui bahwa kau mempunyai wanita simpanan diluar sana! "
Jiang Boyan tidak lagi berani membantah. Dia selalu sangat takut pada Rong Yun. Karena sejak awal, keluarga Jiang bukanlah keluarga ternama di Yuzhou.
Mereka hanya sebuah keluarga yang bahkan tidak bisa naik kepermukaan. Itu karena keluarga Rong-lah yang membuat keluarga Jiang menjadi semakmur ini.
Sebelum menikahi Rong Yun, Jiang Boyan memang memiliki 2 selir yang berasal dari pelayan pribadinya. Tapi setelah dia melamar Rong Yun. Jiang Boyan bersumpah untuk tidak lagi mengambil selir.
Tapi siapa yang tahu sifat manusia. Saat keadaannya semakin membaik, Jiang Boyan memiliki wanita simpanan yang tidak bisa dia bawa kembali ke rumah Jiang. Rong Yun selalu tahu hal ini. Tapi selama wanita itu tidak membuat keributan apapun, Rong Yun bisa menutup matanya.
Tapi sekarang wanita itu, melalui putrinya ingin memasuki rumah Jiang. Dia sedang bermimpi!
Rong Yun kembali berkata "Jika kau tidak ingin wanita yang tinggal di jalan Huashui menhilang. Maka ikuti saja aturannya. Jiang Wuyan bisa masuk silsilah keluarga Jiang. Tapi tidak dengan wanita itu. Jiang Wuyan hanya akan menjadi Putri Selir selamanya! Apakah kau mengerti? "
Apalagi yang bisa Jiang Boyan katakan. Siapa yang menyuruhnya menikahi istri dari keluarga Jenderah terkenal. Jika dia tidak menuruti kemauan Rong Yun, bisa dipastikan bahwa keluarga Jiang tidak akan bisa lagi memiliki kesejahteraan hari ini.
...----------------...
Jiang Lengqi berjalan dengan langkah lebar menuju Aula leluhur dimana Jiang Wuyan dikurung. Siapapun bisa tahu bahwa Tuan Kuda Kedua sedang dalam keadaan marah. Jadi tidak ada yang menghentikannya.
Bahkan pengasuh yang bertugas untuk mengawasi Jiang Wuyan juga hanya menunduk seolah tidak pernah melihatnya datang.
Pintu Aula Leluhur terbuka lebar. Jiang Wuyan sedang duduk meringkuk disudut Aula. Saat mendengar suara pintu terbuka dia menoleh.
Matanya berbinar saat melihat yang datang adalah Jiang lengqi.
"Kakak kedua, apakah kau kesini untuk membawaku keluar? Tanyanya dengan penuh semangat.
Dia mencoba berdiri tapi kakinya lemas. Hingga akhirnya dia terjatuh lagi. Jiang Lengqi tidak merasa kasian padanya. Tapi malah memandangnya dengan dingin.
"Apakah kau menyuruh Xue'er untuk memanggilmu Nona? Apakah kau berkata bahwa Xue'er tidak pantas menjadi Kakak perempuanmu? " Tanya Jiang Lengqi dengan dingin.
Reaksi pertama Jiang Wuyan adalah menghindari pandangan Jiang Lengqi. Tapi dia segera membantah.
"Kak, aku tidak melakukan hal itu! Apakah Kak Xue'er mengadu padamu? "
Jiang Wuyan mencoba merangkak untuk mendekati Jiang Lengqi dan memegangi Kakinya. Dia berkata "Aku tidak pernah mengatakan hal itu. Aku juga tidak pernah mendorongnya. Kak, kau harus tahu bagaiman kepribadianku. Aku sudah sangat menderita sejak kecil. Kak, ku mohon percaya padaku. "
Pikiran Jiang Lengqi sangat jernih. Dia berpikir bahwa hidup Jiang Lengqi sangat menderita saat ini. Dan saat melihat Jiang Rouxue yang baik-baik saja, hatinya pasti dipenuhi kecemburuan.
Lalu ada juga penghindaran awal Jiang Wuyan. Apalagi yang perlu Jiang Lengqi selidiki. Semuanya jelas. Jiang Rouxue sama sekali tidak berbohong.
"Xue'er tidak pernah mengadukan apapun tentangmu. Kenapa kau harus menargetkan Xue'er? Bukankah sudah ku bilang untuk tidak mengusik Xue'er saat kau kembali? Kenapa kau tidak mendengarkanku! "