Caca adalah gadis yang cantik periang tapi tomboi abis, dia memiliki sahabat yang cantik jelita, dia primadona SMA Harapan, entah bagaimana awal mulanya seorang caca yang notabene nya tomboi dan urakan bisa bersahabat dengan primadona sekolah, dia adalah sisilia andhara, lebih dikenal dengan sisi.
Tak jarang caca jadi bodyguard di kala ada cowok buaya yang godain sisi, seperti halnya beberapa hari yang lalu, sisi sedang asik di taman, kemudian datang beberapa cowok yang entah dari mana asalnya mendekati sisi, mencoba menggoda, minta nomer hp nya ada juga yang colek-colek lengannya nah di dalam keadaan seperti inilah caca bertindak.
siapa sangka jika nanti Caca akan bertemu dengan siswa populer di sekolah. tapi sebelum dia mendapatkan cinta itu banyak sekali lika-likunya.
banyak siswi yang juga menyukai Lexi sang ketua osis. tapi ada juga siswa yang begitu menyukai Caca.
mau tau kelanjutannya, baca yuk..pasti seru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah habibi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia pelakunya
Sudah berhari hari sisi tidak masuk sekolah, dan beberapa kali juga nyokap sisi membujuk caca untk bicara pada sisi tapi caca menolaknya, caca tidak au di salahkan untuk yang kedua kalinya, seperti tadi siang nyokap sisi meminta bantuan kepada gurunya agar bisa bertemu dengan caca dan kawan kawannya tidak lupa ke ikut sertakan ketos membahas tentang sisi. Di satu pihak caca ingin sekali mengajak sisi kembali kesekolah namun di pihak lain caca tidak berani percaya dengan ucapan nyokapnya sisi.
Pertemuan tadi siang menghasilkan bahasan bawa ketos menyanggupi permintaan nyokap sisi, namun dengan syarat, caca tidak tau syarat apa yang di ajukan ketos karena caca terlalu malas untuk membahasnya.
Bel berbunyi tanda waktunya pulang sekolah, caca berlari menuju pagar, entah kenapa hari ini caca pengen sekali segera pulang, caca capek.
Saat caca menunggu bus sekolah lexi yang biasa menawarkan diri kini acuh tak acuh seolah tidak melihat caca, dengan sikap lexi yang seperti ini mengapa membuat caca kecewa. "Yah sudah lah mungkin dia masih marah gara gara perkataan gue kemaren kemaren." Gumam Caca sendiri.
Sampe dirumah*****
"Mama caca pulang....." Ucap Caca saat masuk rumah.
Caca salam dengan mamanya dan cipta cipiki, " bagus deh dek kamu pulang duluan, anterin mama belanja ya."
"Sekarang ma?"tanya Caca cepat, karena dia ingin beristirahat."Caca masih capek pengen rebahan ma..." Rajuk caca.
"Sebentar aja, banyak yang mau di beli, ntar malam gak makan lho kalo gak mau nganter!" Ancaman mama.
"Iya deh iya.. Caca ganti baju dulu." Akhirnya caca masuk kamar dan ganti baju, pake kemeja putih dan rambut di ikat sedikit." Yuk ma.. Biar cepet belanjanya, caca pengen tidur...."
"Duh cantiknya anak mama.."
"Udah dech ma... Gak usah lebay."
Hahahah... Anak mama kenapa sih, sensi amat, ya udah naik."
Mobil di Kendarai mama melaju dengan perlahan, karena tau kan jalanan di jakarta kalo sore gini macet banget
Sampe di salah satu mall langsung menuju supermarket
Caca mendorong troli dan mamanya mengisi kebutuhan yang akan di beli tiba tiba.
Gubraaaakkk
Caca terjatuh dari troli karena tidak hati hati dan menabrak troli milik orang lain.
"Aduh.... Caca, kamu gak papa dek?" Tanya mama.
"Gak papa ma.. Caca cuma kaget." jawabnya sambil berusaha berdiri.
Lalu caca menoleh mencari siapa yang menabrak nya..
"Lo...."Caca menunjuk siapa orang yang ada di hadapannya.
"Elo....?" balas tanya seseorang itu.
Mereka saling menunjuk, dan caca mulai perang "lo punya mata gak sih, ada troli segede gini kagak keliatan apa?" Umpat Caca pada si penabrak.
"Siapa dek, teman kamu?"
"Itu ma... Anak mami." jawab caca asal dan langsung menutup mulutnya.
"Ada apa lex...?" tanya seseorang wanita dewasa dan cantik dari belakang Lexi.
"Ah.. Mami, gak ada apa apa kok ma." jawab Lexi yang akan meninggalkan Caca dan mamanya.
Mama dan maminya lexi saling berpandangan... "Lho ira. Ira Wati kan?" panggil mama pada maminya lexi.
"Iya saya ira." jawab maminya lexi ragu dan masih memandang ke arah mama caca., "tunggu... Arumi kan?"sambung mami Lexi memastikan pandangan nya.
"Iya ra.. Ini Arumi, duh senengnya bisa ketemu teman lama." ujar mama dan Mereka saling berpelukan juga melupakan kami berdua (caca dan lexi).
"Mama kenal?" tanya Caca heran.
"Iya ini jeng ira teman SMA mam!" jawab mama Arumi antusias.
"Oya kenalin dulu ni anak bungsu aku, caca."ujar mama pada maminya Lexi.
"Dan ini anak aku lexi. Lex kenalan dulu sama tante arumi!" titah mami Ira.
"Gimana kalo kita lanjutin ngobrol nya sambil makan?" ajak mama pada mami Ira.
"Boleh dech, kita bayar dulu ini belanjaannya. Oke."
Caca dan lexi mengikuti para mama dengan sebab karena mereka sama sekali tidak menghiraukan kehadiran caca dan lexi.
Mereka masuk di salah satu restoran dan mengambil meja paling ujung, "kayaknya mereka akan lama ni ngobrolnya." keluh caca.
Cuma ditanggapi lirik oleh lexi, "tumben banget ni cewek gak begajulan kayak biasanya." pikir lexi.
"Cantik... "Gumam lexi.
"Apa lex... Lo panggil gue?" tanya caca.
"Kagak... Ge er banget sih lo, telinga lo tu bersihin biar pas dengannya." ujar Lexi karena malu jika ketahuan memuji.
"Kok lo jadi nyolot si lex..."
"Siapa juga yang nyolot, lo tu yang nge gas.."
"Sial lo, mau gue beri lo," ancaman caca sambil mengepalkan tangannya.
"Duh kalian ini kenapa ya kok jadi ribut, kayak anak kecil aja?"sergah mama Arum melerai pertengkaran caca dan lexi.
"Lexi masak kamu berantem sama cewek sih. Cewek cantik gini ya di ajak jalan sana biar gak bosen. Iya kan ca.." puji mami Ira pada Caca.
"H ee.... Gak papa kok tan caca di sini aja, caca laper belum makan."
"Iya ma.. Lexi di sini aja, males juga jalan sama dia, suaranya itu bikin pusing." kilah Lexi lagi, karena dia tidak mungkin mengajak Caca jalan di depan maminya.
"Kok jadi gue yang bikin lo pusing, emang gue racun apa?"sahut Caca.
"Emang lo tu bikin pusing..!"
"Lexi, sudah dong, jangan berantem mulu, makan yang tenang dong." perintah mami Ira.
"Caca kenyang ma, mama masih lama sama tante ira?"tanya Caca setelah menyelesaikan makannya.
"Sebentar lagi ya sayang, mama masih kangen sama tante ira." Jawab mama Arumi.
"Ya udah caca jalan jalan dulu ya, nanti kalo mama sudah mau pulang telpon caca aja." ujar Caca sambil jalan keluar dari resto.
"Oke." mam Arumi mengacungkan jempolnya.
Caca meninggalkan para emak emak yang asik ngobrol.
"Ca tunggu....."
"Apaan?"
"Gue ikut lo..."
"Ikut gue kemana?"
"Ya jalan lah.. Emang lo mau kemana? Mau pulang?"
"Lexi... Lo nyebelin banget sih."
"Lo yang bikin gue kesel."
"Kok gue?"
"Ya lo bilang gue anak mami," Rajuk Lexi pada Caca.
"Tapi bener kan lo anak mami, kalo gak anak mami anak siapa lo, anak durhaka!" Ujar Caca sambil becanda.
"Sial lo ca, sini gue beri."ujar Lexi sambil mengejar Caca.
"Dah ah males gue berdebat ma lo. Kalo mau jalan ma gue Ayok tapi kalo mau ribut mendingan lo cabut!" jawab Caca sambil menghentikan langkahnya menghadap Lexi.
"Iye iye... Kepermainnan yuk ca."
"Boleh dech."
"Main basket,"
"Oke."
Saat lagi asik main basket, tiba tiba ada para selir ketos,
"Hay lex..." Sapa intan.
"Hay in... Kok bisa lo Disini?" tanya Lexi sambil memperhatikan sekitar.
"Iya ni kan malam minggu sayang, nah lo kok bisa sama ni cewek jadi jadian?" tunjuk intan pada Caca yang cantik tapi dia tidak mau mengakui itu.
"Eh... Emm... Gimana ya."
"Pasti dia ngikutin lo ya lex... Lo bener bener gak punya malu ya ca!"
"Duh apaan sih lo pada, bikin tambah bete aja, dah lex lo sma selir lo, gue duluan." kesal Caca Jalan menjauhkan diri dari Intani dan Lexi.
"Ca tunggu, jangan main ninggalin aja," lexi mengejar caca. Lexi berlari mengejar Caca tanpa menghiraukan Intani.
"Apa apaan sih lexi, pake ngejar caca segala. Sial bener, belom kapok apa dia sahabatnya udah gue ancurin?"umpat intan.
Tiba tiba dari belakang intan...
"Jadi lo yang bikin otak selama ini?" Kevin sudah berada di belakang intan dengan pasukannya.
"Kevin... Sejak kapan lo disini?"
"Sejak lo maki maki caca puas lo, dan gue gak akan tinggal diam atas perbuatan lo ke sisi dan caca. Inget itu." Ancam Kevin.
"Vin.... Bukan gitu maksud gue.. "Dengan wajah ketakutan
"Simpan aja wajah sok polos lo tan, gue bakal cari tau sendiri sampe lo gak akan bisa mengelak dengan kejahatan lo...!" tegas Kevin.
"Vin vin... Dengerin dulu penjelasan gue." Intan berusaha menarik tangan Kevin untuk penjelasan bohong nya.
"Gak ada yang perlu di jelasin, siap siap aja lo terima hukum dari gue juga dari sekolah!"Setelah mengancam intan dan kawan kawan Kevin dan trio sekawan meninggalkan nya.
.
.
.
Bersambung
JANGAN lupa untuk tinggalkan jejak ya 🥰
lanjut ke cerita CINTA LAMA BELUM KELAR yuk karya on going AUTHOR
Bonus foto caca dan lexi
biar cepet dapet restu kayak caca