Seorang ustadz tampan kondang dan terkenal, hatuh cinta dengan salah satu murid kecilnya,
Berawal dari bakat dan kecerdasan yang santi kecilnya miliki membuat dia terpesona padanya
Kemudian sang ustadz ber doa dan istikharoh untuk meminta petujuk pada sang maha pencipta, karena ada keraguan didalam hatinya, dan benar Allah memberi petunjuk JODOH DALAM ISTIKHAROH , untuknya,
Karena umur sang murid yang masih remaja, sang ustadz menunggunya sampai dewasa, dan ditinggal pergi sembari menunggu waktu sang murid dewasa, sang ustdaz pergi ke luar negri untuk melanjutka pekerjaannya
Sesampainya sang ustadz pulang ternyata sang murid sudah pindah dari sekolah dan pesatren, tanpa ada yang tau posisi dan alamat nya sekarang, sehingga membuat sang ustadz berjuang dari awal dan berkorban lebih berat untuk mendapatkan wanita pujaannya
mari simak kelanjutan ceritanya yang nano nano ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-10 Culik
Akhirnya Bu Emma dan Ismi datang, dan menghampiri jihan dan Ustadz Zain
"Loo Jihan kamu kok udah disini aja"tanya Ismi kaget karena Jihan udah ditempat
Pasalnya pas dia berangkat tadi langsung ditarik sama bu Emma, dan belum sempat mencari keberadaan Jihan, seperti diculik jadi keduanya
"Udah dong" jawab Jihan santai tanpa dosa
"Kamu jalan kaki? " tanya Ismi, pasalnya Ismi tau kalau dia jarang banget dekat dengan cowok bahkan Jihan bisa dikatakan anti cowok
"Menurutmu?" tanya balik Jihan sambil menaik turunkan alisnya
"Tapi gak mungkin dong kalau kamu bareng Pak Zain?" tanya Ismi masih penasaran
"Tapi gak mungkin juga kamu tengah malam sendirian jalan kesini" sambung Ismi masih kepo dan menebak nebak
"Sudah sudah tuh rombongan grub pertama udah pada datang" ucap Buk Emma melerai keduanya
Bu Emma juga was was kalau Ismi sampai curiga dengan Zain yang sudah meculik Jihan ditengah malam
"Hehe iya Buk"jawab Ismi dan Jihan bersamaan dengan nyengir kuda
"Gimana Pak Zain?" senggol Buk Emma
"Aman Buk" jawab Pak Zain mesem dan memberi 2 jempol untuk Bu Emma
Disela sela melayani dan memberi tugas pada peserta MOS Ismi yang masih penasaran dan kepo soal Jihan masih sibuk dengan pikirannya sendiri, karena udah gak tahan ahirnya dia bisikin Jihan
"Eh Jihan gimana sih sebenernya?" tanya Ismi kepo super sambil senggol tangan jihan
"Apanya?" tanya Jihan balik
"Yang tadi loo," jawab Ismi
"Yang tadi mana sih?" tanya Jihan masih kumat telminya
"Iss Jihan jangan kumat deh telmimu " gemes Ismi sambil bercak kaki
"Itu loo tadi kamu kesini sama siapa?" sambung Ismi
"Emang kenapa sih?" tanya Jihan
"Ya aku penasaran aja masak iya sama Ustadz Zain?" jawab Ismi
"Kalau iya kenapa emang?" jawab Jihan sambil memberi lembaran kertas tugas pada adek kelasnya
"Dikerjakan disana ya dek sambil istirahat" ucap Jihan ramah pada adek kelasnya dan diangguki mereka
"Jadi bener kamu kesini sama Ustadz Zain?" tanya Ismi meyakinkan
"Hemm" jawab Jihan santai
"Is Jihaaaannn" triak ismi histeris
"Suuutts berisik tau gak gak, dah mau subuh ini" jawab Jihan
"Pasti seru dan seneng deh barang ustadz ganteng"? ucap Ismi sambil membayangkan
"Rasanya gimana?" tanya Ismi penasaran
"Rasanya manis kayak coklat" jawab Jihan tanpa pikir
"Ihh Jihan kamu udah di ituin ya??" tanya Ismi dengan fikirannya sendiri
Karena Ismi mengira Jihan udah dapat kissing dari Zain,
" Di ituin apaan??" tanya Jihan gak faham arah fikiran Ismi, dan di jawab Ismi sambil mematukkan kedua tangannya pertanda ciuman
"Apaan sih Ismi, pikiranmu itu looh" jawab Jihan sambil nelonyoor kepala Ismi
"Jihan kok ditonyor sih, sedeng nanti kepalaku" jawab Ismi sebel
"Biar gak berat sebelah tuh kepala, habis pikirannya kemana mana, ya gak mungkin lah emangnya aku apaan, dan gak mungkin juga Ustadznya kayak gitu, kamu aneh deh" jawab Jihan menjelaskan
"Kamu sih bilangnya manis kayak coklat" ucap Ismi menyalahkan Jihan
"Lha kamu juga ngaco, tanya rasa juga" jwab Jihan gak mau kalah
" Ya kan jawabnya deg degan kek, atau gimeter grogi, mlah manis kayak coklat" protes Ismi
"Rasanya biasa aja mimi sayang" jawab Jihan gemes dengan solmetnya itu
"Masak gitu doang sih?" jawab Ismi agak kecewa
" Kalau aku deg degan dll, untuk apa? nanti mubazir buang tenaga spot jantung aja, lagian gak mungkin dong Ustadz Zain mau sama aku, yang bar bar crewet, masih bocil banyak tingkah lagi, sedangkan beliau kan tau sendri lah!"jawab Jihan panjang lebar dan masih lanjutin aktifitasnya dan diangguki oleh Ismi
"Tapi kan..." ucap Ismi
"Udah gak ada tapi tapian, nih lanjutin lagi, aq mau merem bentar belum tidur aku" ucap Jihan pergi dan mencari tempat untuk memejamkan matanya sebentar
" Eh Jihan Jihan, huh" panggil panggil Ismi sambil buang nafas kasar
bersambung...
jangan lupa like comen dan vote ya luur