NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Reyna

Pembalasan Dendam Reyna

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Lima tahun. Sejak Markas Black Rose diserang dan dihancurkan, putra sulungnya Raka menghilang tanpa jejak, dan suaminya, Reyhan, masih terpuruk dalam koma tanpa kepastian. Di balik kesunyian yang mencekam, dendam Reyna justru semakin membara. Duka telah berubah menjadi amarah yang terasah; ia kini menyusun rencana dingin untuk menghabisi setiap musuh yang terlibat dalam penyerangan lima tahun lalu.

mampukah ia menemukan Raka sebelum terlambat?
Dan akankah Reyhan akhirnya terbangun untuk melihat wanita yang ia cintai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 010: INTEROGASI YANG MENGERIKAN

Ruang bawah tanah Markas Black Rose terasa begitu dingin dan mencekam. Udara terasa berat, dipenuhi aura kemarahan yang meledak-ledak. Dengan langkah tegap namun penuh tekanan, Reyna berjalan masuk menuju area tahanan. Di belakangnya, Brian, Dion, Tiara, dan Dimas mengikuti dengan hati-hati. Mereka tahu, saat Ratu Black Rose sedang marah besar, tidak ada satu pun yang berani bersuara kecuali diminta.

Kekecewaan karena pulang dengan tangan kosong telah mengubah Reyna menjadi sosok yang sangat menakutkan. Satu-satunya harapan yang tersisa adalah pria yang sudah mereka tangkap, Rian. Ia harus memeras setiap tetes informasi yang ada di otak pria itu, tidak peduli caranya bagaimana.

"Bawa dia keluar!" perintah Reyna dingin tanpa menoleh.

Dua orang anak buah segera menyeret tubuh kurus Rian yang sudah tampak ketakutan setengah mati.

BRUK!

Tanpa ampun, tubuh Rian dijatuhkan dengan kasar tepat di hadapan kaki Reyna. Debu beterbangan seiring bunyi benturan yang keras.

Dengan tatapan tajam dan membara, Reyna menunduk menatap pria itu. Tangannya bergerak cepat, mencengkeram rambut panjang Rian lalu menariknya keras ke belakang hingga wajah pria itu mendongak terpaksa. Sekarang, Rian bisa melihat dengan jelas wajah cantik Reyna yang kini dipenuhi amarah dahsyat, matanya tampak merah menyala bagaikan api neraka.

"A... a... apa lagi yang k... k... kamu mau dari aku...?" tanya Rian terbata-bata, suaranya gemetar hebat, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Reyna melepaskan cengkeramannya dengan kasar hingga kepala Rian tersentak ke depan.

"Gue mau lo cerita semua yang lo tau! Jangan ada yang ditutup-tutupi!" bentak Reyna, suaranya menggema keras. "Siapa saja orang yang terlibat dalam penyerangan lima tahun lalu? Sebutkan satu per satu nama mereka!"

Rian menelan ludah dengan susah payah. "Aaa... aku sssudah menceritakan semuanya Reyna... Aku sudah katakan kalau pemimpinnya Adrian dan Anggi..." jawabnya lirih.

Reyna tersenyum sinis, senyuman yang justru membuat bulu kuduk Rian meremang.

"Lo bohong! Lo pikir gue bodoh?! Ceritakan detailnya! Siapa saja komplotan lo? Siapa yang membantu kalian masuk? Siapa yang memegang senjata berat? Dan apa perintah sebenarnya dari Adrian selain menyerang?"

Reyna menjeda ucapannya, lalu perlahan mengeluarkan pisau lipat kesayangannya yang berkilau tajam. Dengan gerakan lambat namun mengintimidasi, ia membelai pipi kasar Rian menggunakan ujung pisau itu. Dinginnya logam membuat Rian semakin gemetar tak terkendali.

"Atau... lo mau gue potong lidah lo biar lo nggak perlu bohongin gue lagi?" ancam Reyna pelan, namun setiap kata terasa menusuk jantung.

Rian memejamkan matanya erat-erat. Ketakutan terbesarnya kini hadir di depan mata. Ia sadar, melawan wanita ini sama saja dengan menggali kuburan sendiri.

"IYA! IYA AKU AKAN BICARA! JANGAN BUNUH AKU!" teriak Rian pasrah dan putus asa.

Reyna menarik kembali pisaunya sedikit, namun tatapannya masih tajam memerintah. "Bicara! Dan jangan ada yang kurang!"

Dengan napas memburu dan tubuh gemetar, Rian mulai menceritakan semua detail. Ia menyebutkan nama-nama anggota komplotan, posisi mereka saat penyerangan, hingga strategi yang digunakan. Ia mengakui bahwa mereka disewa dalam jumlah besar dan dibagi menjadi beberapa tim.

"Tapi Tuan... Tuan Adrian dan Nona Anggi itu bekerja sangat tertutup," jelas Rian terbata-bata. "Kami... kami tidak pernah tahu rencana sebenarnya selain menyerang markas. Aku bersumpah! Aku bahkan tidak tahu kalau mereka akan menculik anak anda! Aku hanya tahu tugasku menahan serangan dari luar! Sisanya urusan orang dalam dan tim elit mereka!"

Rian menunduk dalam-dalam, ketakutan jika jawabannya masih belum memuaskan.

"Itu saja yang aku tahu, Reyna... Aku benar-benar tidak tahu apa hubungan lebih antara mereka berdua, atau di mana mereka menyembunyikan anak itu sekarang. Aku hanya alat bagi mereka..."

Reyna terdiam mendengar penjelasan itu. Wajahnya masih dingin, namun ia bisa menilai bahwa pria ini memang tidak mengetahui lebih dalam. Rian hanyalah bidak catur kecil yang tidak tahu permainan besar sang raja dan ratu jahat itu.

"Kalian dengar itu?" Reyna menoleh ke arah Brian dan yang lainnya. "Mereka punya tim khusus dan orang dalam. Artinya, jaringan mereka lebih luas dari yang kita duga."

Reyna kembali menatap Rian dengan tatapan mematikan.

"Karena lo sudah jujur... untuk saat ini nyawa lo masih aman. Tapi ingat, lo masih punya hutang nyawa sama gue. Dion, bawah dia kembali! Pastikan dia tidak bisa lari!" perintah Reyna tegas.

"Siap, Queen!" sahut Dion sigap.

Reyna berbalik badan, menyisipkan kembali pisaunya. "Brian, catat semua nama yang dia sebutkan. Cari dan bersihkan mereka satu per satu. Jangan biarkan satu pun komplotan mereka masih berkeliaran bebas!"

"Siap!"

Api dendam Reyna belum padam, justru semakin besar. Meski Rian tidak bisa memberitahu lokasi pasti anaknya, setidaknya kini mereka punya daftar nama untuk diburu. Permainan ini belum berakhir, dan Reyna akan terus membakar habis setiap jalan yang menghalanginya.

1
Eemlaspanohan Ohan
mampir thor seperti ceritanya bagus
semangat terus ya thor sukses selalu
Nurlaila MR
ko gak dilanjutin thor?
Chinta Maulana: sudah lebaran baru lanjut lagi kk
total 1 replies
Nurlaila MR
mana terusannya
Yulie Irawan
next
Nurlaila MR
lanjut...ditunggu...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
tu ank mu rey... m9ga da titik terg
🩷nining
lanjut ya kak cinta
🩷nining
hai kak cinta...
Chinta Maulana: Sibuk, ini ajah baru menyempatkan nulis.
total 3 replies
Desi Kristina
lama juga up date nya ya penasaran
🩷nining
luar biasa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn" tu nak ny rey
next kk
Maria Ulfa
terus yang di incar rena siapa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
visual ny mn
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmmm cp kh ktua ny
🇦 🇵 🇷 🇾👎
syukur lh... ud sdr... next... moga yg cwok ketm
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk... mkin pnsaraan
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
T o R a 21
up yg banyak dong Thor..🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!