NovelToon NovelToon
Suami Buat Elsa

Suami Buat Elsa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:247.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: heni

Sedari kecil hanya di urus oleh neneknya membuat Elsa sangat mencintai neneknya, hingga dia rela melakukan apa saja demi kebahagiaan neneknya. Hingga dia tidak berani menolak untuk menikah dengan pilihan neneknya.

Namun setelah menikah dia baru tahu, kalau Fattah menikahinya hanya karena malas berantem dengan kakanya Indra. Indra memaksa Fattah menikahi Elsa karena mengira Elsa kekasih Fattah. padahal Elsa dan Fattah tidak kenal satu sama lainnya.

Bagaimana nasib Elsa?

******
ini pengalaman Author nulis ya..
mohon bimbingan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 *Bahagia

Ini pagi pertama Elsa di rumah suaminya.

Elsa segera bangun, mandi dan Wudhu.

Selesai mandi dan Wudhu Elsa segera sholat sunnah subuh dan sholat subuh. Selesai sudah Elsa sholat, tapi Fattah bangun belum juga bangun.

Elsa pun melepas mukenanya dan berjalan ke arah Fattah.

"Maaf ... bangun, bangun, bangun ... sudah subuh ...." lirih Elsa, sambil menepuk pelan bahu Fattah.

Fattah pura-pura mengeliat, dia sengaja mengalungkan tangannya ke pundak Elsa, ia tahu posisi Elsa yang membungkuk, untuk membangunkannya. Elsa terjatuh ke tubuh Fattah dan terperangkap dalam pelukan suaminya.

"Maaf ... bangun ... sudah subuh ...." rengek Elsa, dia berusaha berontak. Fattah merasa kasian dengan istrinya. Dia meng akhiri kepura-puraannya.

"Em ... sudah subuh?" lirih Fattah dengan suara khas bangus tidur.

Fattah perlahan membuka matanya, dia melihat Elsa masih di pelukannya.

"Oh ... maaf ... aku kira guling," lirih Fattah, pura-pura tidak menyadari kalau dia memeluk Elsa. Ia segera melepaskan tubuh Elsa.

Fattah bangun, dan melangkah menuju kekamar mandi, untuk mandi dan Wudhu. Sedang Elsa turun ke bawah mulai melakukan tugas bersih-bersih di rumah suaminya itu.

Selesai sholat subuh Fattah segera keluar mencari sarapan buat mereka. Sedang Elsa masih melanjutkan tugasnya.

Fattah kembali membawa bungkusan makan di tangannya. Elsa segera menyambut makanan yang di serahkan Fattah. Elsa langsung menyajikan makanan dan mereka santap bersama.

Selesai sarapan Fattah meraih dompetnya.

"Ini ... pakai saja untuk belanja apa saja, apa yang kau mau, di garasi ada motorku, tak jauh dari sini juga ada pasar, terserah kamu mau apa," kata Fattah.

"Bisakah Nazwa tinggal bersama kita?" Pinta Elsa.

"Aku akan bicarakan sama ibuku ...." sahut Fattah.

Elsa hanya menunduk mendengar jawaban Fattah.

Fattah segera ke kamarnya untuk bersiap kerja. Sedang Elsa sibuk di dapur bersih-bersih bagian dapur.

Setelah rapi Fattah turun.

"Aku pergi kerja." seru Fattah

Setelah pamit pada Elsa, Fattah langsung berjalan ke arah luar. Sehingga Elsa tidak sempat menanyakan apakah dia boleh mengantar sampai teras rumah. Elsa hanya mematung melihat kepergian suaminya.

Fattah mampir kerumah ibunya, sebelum ke kantor, ia ingin bermain sebentar dengan putrinya.

"Bu ... apa boleh Nazwa tinggal sama kami?" Tanya Fattah.

"Begini saja, kalau kalian pengen mengurus Nazwa, tinggal saja di sini. Setidaknya sampai Nazwa lulus tk," seru Wahda.

Setelah menanyakan hal itu, dan bermain sebentar dengan Nazwa, Fattah pamit pada ibunya. Dia kembali melanjutkan perjalanannya menuju kantor.

_______

Indra tengah santai bekerja. Dia sedang mengotak atik ponsel nya. Ia menemukan foto Fattah dan Elsa yang dia ambil sewaktu di pasar malam dulu.

Indra segera mengirim pesan pada Wijaya. Ingin menanyakan siapa wanita yang menemukan ponakan nya malam itu.

Wijaya membalas pesan Indra."Elsa"

Indra seakan pingsan menyadari kesalahan nya. Ia telah salah Faham pada Fattah dan memaksa Fattah menikahi wanita yang dikiranya pacar Fattah. Padahal pembelaan Fattah waktu itu jujur. Fattah benar benar tak punya kekasih waktu itu.

Indra mengacak rambutnya dengan tangan nya. Sungguh dia sangat menyesal, menuduh adik nya dan memaksa Fattah menikahi Wanita yang ia kira kekasih Fattah

"Akh.....!!!" Teriak Indra.

Rekan kantornya terkejut.

"Ada apa Indra..? "

"Nggak apa apa ... cuma nggak nemu ide saja " sahut Indra.

Sungguh dia sangat menyesal telah memaksa Fattah menikah.

Indra segera mengirim pesan pada Fattah via whatsaap, minta ketemuan malam ini.

Fattah juga setuju untuk menemui kakak nya.

Segera Fattah mengabari Elsa, kalau ia tak pulang untuk makan malam. Elsa hanya menjawab "iya"

Elsa keluar dengan motor yang ada di garasi Fattah untuk belanja bahan makanan dan lain nya. Dia juga membeli makan untuk nya nanti makan siang.

Hari sudah sore ...

Elsa mulai ber aktivitas di dapur memasak makanan untuk nya nanti makan malam.

***

Sepulang kerja Fattah segera menuju tempat yang kakaknya janjikan. Setelah memarkirkan mobilnya Fattah masuk kerestoran itu mencari sosok Indra. Indra melambai pada nya. Segera Fattah meghampiri kaka nya.

Setelah duduk, Indra dan Fattah sama sama memesan makanan mereka.

"Maaf kan kaka ... Kaka sangat bersalah memaksa kamu untuk menikah ... Kaka baru sadar, kalau kau dan ponakan Wijaya memang tidak kenal, kaka kira dia kekasih mu, makanya kaka memaksamu untuk menikah..." lirih Indra penuh penyesalan.

"Kaka kenapa gitu ...? harus nya aku sangat terima kasih sama kaka ... karena kaka sudah menikahkan aku sama anak remaja, muda bersegel lagi," kata fattah sambil senyum.

"Kamu gak marah sama kakak? karena kakak maksa kamu?" Lirih Indra.

"Kenapa marah ...? aku malah seneng banget !!! Rezeki kok di tolak?" seru Fattah.

Indra merasa heran, sebelum nya Fattah kekeh menolak pernikahan ini, tapi sekarang ia benar benar menerima pernikahan ini.

"Umur memang 18 tapi dewasa ... mandiri ... apa lagi coba ?

Dia minta agar mengurus Nazwa gimana?" seru Fattah

"Emang dia sanggup dan bisa jaga Nazwa, secara masih ....?" lirih Indra.

"Terlalu muda ...? emang dia sangat muda tapi dia ingin bertanggung jawab sama Nazwa," Sahut Fattah.

"Ibu bilang ... jika mau ngurus Nazwa yah ... aku dan Elsa harus tinggal dirumah ibu, itu kalau ia mau ..." seru Fattah.

"Jangan bilang dia takut kamu sentuh, maka nya dia memakai Nazwa untuk menjaga diri dari kamu," seru Indra.

"Gila ....!!!!! Emang kalo ada Nazwa ngga bisa nyentuh ...?" tanya Fattah.

Pesanan mereka datang..Indra dan Fattah mulai menyantap makan mereka.

"Itu, ponakan wijaya itu apa dia sekarang masih perawan?" Tanya Indra.

"Enak aja ...!!! Kucing ... lama ga makan? Lama nggak ketemu ikan dibiarin aja gitu? Secara makan sama ikan itu kebutuhan," seru Fattah.

Fattah berusaha menyembunyikan, kalau ia memang belum pernah menyentuh istri nya.

Indra dan Fattah tertawa lagi.

Setelah selesai memyantap makanan mereka Fattah dan Indra pun berpisah. Indra sangat lega, ternyata Fattah benar benar menerima pernikahan ini dan Fattah benar benar terlihat bahagia. Indra juga semakin bahagia, jika Elsa bersedia tinggal di rumah ibu nya. Menemani ibu nya. Karena para menantu yang lain keberatan tinggal seatap bersama ibu nya. Termasuk istrinya.

Fattah kini sampai rumah, ia memasuki rumah nya yang kini sudah gelap. Fattah menaiki tangga untuk ke kamar nya.

Kamarnya juga hanya di terangi lampu yang temaran. Terlihat di tempat tidur seorang wanita sudah terlelap.

Fattah langsung masuk kamar mandi untuk menyegarkan diri nya. Setelah mandi dan wudh, Fattah pmenunaikan kewajiban yang belum ia jalankan. Selesai Isya, Fattah segera ganti baju yang ia pakai sholat dengan baju tidurnya.

Ia merebahkan dirinya di samping istri nya yang tengah terlelap.

"Apa kau memakai Nazwa untuk menjauhi ku ...? Apa kah aku sangat menakut kan sehingga kau menjaga jarak denganku ...?

Elsa ... Seberapa menakutkan aku ...? " lirih Fattah.

Di belai lembut Fattah kepala Elsa.

"Elsa ... aku sangat beruntung memilikimu ...

Aku sangat beruntung menikahi mu ...

Elsa ... andai aku bisa mengungkapkan langsung, kamu sudah memenuhi hati ku, Elsa ... I love you ..." lirih Fattah.

"Cupp ..."Kecupan halus dari bibir Fattah mendarat di kening Elsa yang tertidur.

Fattah memejamkan mata nya, sambil memeluk Elsa.

Setelah merasakan hembusan Nafas Fattah ter atur, Elsa membuka matanya perlahan.

Ia belum tidur, ia hanya pura pura tidur.

Air matanya menetes mendengar kata kata Fattah.

"Maafkan aku ... maafkan aku ... aku belum bisa menjadi istri yg baik buat mu ... maafkan aku ... aku belum mencintai mu ..."lirih hati Elsa.

Elsa memejam kan mata nya, membiarkan Fattah memeluk diri nya.

***

Pagi kini kembali lagi ...

Elsa sudah bangun, namun iya tak bisa beranjak dari tempat tidur, tangan Fattah masih melingkar di tubuh nya.

Perlahan Elsa memindah kan tangan suami nya, agar Fattah tak terbangun. Namun sia sia.

Fattah yang merasakan gerakan gerakan kecil itu langsung membuka mata nya.

"Oh ... maaf " lirih Fattah

Fattah segera melepas pelukan nya.

"Tidak apa apa ... itu memang Hak anda " kata Elsa menunduk.

Fattah begitu senang tak ada penolakan atau kemarahan dari Elsa, ia semakin bahagia mendengar kata kata Elsa.

"Kalau kamu mau mandi silahkan duluan, karena aku mau periksa beberapa pekerjaan " seru Fattah.

Elsa segera berjalan menuju kamar mandi.

Fattah memperhatikan Elsa yang terus berjalan memasuki kamar mandi. Setelah Elsa tenggelam di balik pintu, terdengar bunyi gemericik air.

Segera Fattah bangkit dari tempat tidur dan mendekat ke arah kamar mandi.

Fattah membuka pintu kamar mandi. Pemandangan yang indah pun sangat menyejuk kan mata Fattah hanya menelan saliva nya melihat pemandangan ini.

Ia begitu terpana melihat Elsa mandi tanpa memakai apapun, tubuh nya benar benar polos seperti bayi baru lahir. Namun Elsa tidak menyadari kehadiran Fattah.

Saat membuka mata nya, betapa terkejut nya Elsa melihat Fattah suaminya berdiri di depan pintu. Fattah mulai mendekat ke arah nya.

Elsa berusaha santai. Agar Fattah tidak tersinggung. Sungguh dia tak nyaman mendengar kata kata Fattah tadi malam.

Fattah terus berjalan mendekati Elsa. Hingga dia berdiri tepat di depan Elsa yg polos, tubuh polos nya itu pun masih menempel busa busa sabun. Fattah terus mendekatkan wajah nya ke wajah Elsa.

"Ponsel ku ketinggalan disini. Aku takut kalau kecipratan air, maka nya aku masuk," bisik Fattah di telinga Elsa.

Setelah meraih ponsel nya, Fattah segera keluar dari kamar mandi dengan perasaan puas.

Elsa berusaha tersenyum saat Fattah menatap wajah nya. Padahal dia benar benar takut.

Melihat Elsa yang santai Fattah yakin, Elsa pasti siap melayaninya sebagai istri.

Tinggal diri nya saja mengatur bagai mana mendekati Elsa.

Selesai Sholat Subuh, Elsa langsung turun kebawah dan memasak di dapur, untuk mereka sarapan. Setelah semua masak dan tersaji Elsa segera naik ke atas untuk memanggil Fattah.

"Maaf ... anda mau sarapan sekarang atau nanti?" Tanya Elsa.

Fattah memandang Elsa dengan tatapan tajam, lalu meletak kan laptop di meja dekat kasur nya. Lalu berjalan perlahan mendekati Elsa. Sedang Elsa tetap diam mematung di posisi nya. Tepat saat di hadapan Elsa, Fattah merangkul pinggang Elsa.

Elsa tetap diam dan membiarkan Fattah melingkarkan tangan di pinggang nya.

Melawan atau berontak hanya cari gara gara.

"Anda ...? Apakah kamu tidak memikirkan panggilan yang indah buat suami mu ini ...?"

tanya Fattah sambil menatap wajah Elsa yang selalu menunduk.

"Hei, apa aku menakutkan ...? menjijikan ? hingga kau tak mau memandang wajah suami mu?" Tanya Fattah.

Elsa mendongakkan wajah nya hingga memandang fattah.

"Tidak ..." lirih Elsa pelan.

"Aku bingung memanggil apa ..." Sahut Elsa.

"Bisa sayang ....bisa beb ... bisa cinta, bisa mas banyak ...! Kau bisa panggil aku salah satu dari itu, tapi jika kita hanya berduaan " lirih Fattah sambil membelai bibir Elsa.

"Di hadapan Nazwa, kamu cukup ikut panggil aku ayah ! Anak anak itu mesin foto coppy tercanggih di dunia. Kalau kamu panggil aku "cinta" di hadapan Nazwa. Nazwa juga akan panggil aku "Cinta" Aku tak bisa bayangkan Nazwa berteriak memanggil ku "Cinta..." " seru Fattah.

Elsa tertawa membayang kan Nazwa jika memanggil Fattah cinta.

Fattah terpana melihat Elsa yang tertawa lepas di pelukan nya.

"Hei ... dia tidak menutup diri sedikit pun pada mu fattah ... tinggal kamu ..." lirih hati Fattah.

"Anda mau makan sekarang atau nanti?" Tanya Elsa. Mengejutkan Fattah dari lamunan nya.

"Arghhhh ... ANDA ...??? " gerutu Fattah

"Gimana kalo "Mas" " Lirih Elsa.

"Lumayan ...." sahut Fattah.

Fattah menyerang bibir Elsa tiba-tiba, namun Elsa diam.

"Kenapa diam..?" Tanya Fattah.

"Aku harus apa ...? " Tanya Elsa.

"Ikuti gerakan lidah ku," sahut Fattah.

Fattah pun mengulangi nya lagi. Namun kali ini Elsa menuruti permintaan Fattah. Fattah pun semakin mendalami kegiatan nya.

Hingga darah nya benar benar mendidih.

Fattah pun segera melepas kan serangan nya.

Elsa hanya menunduk.

"Hei ... ayo kita sarapan ..." kata fattah

Fattah melepaskan pelukan nya.

Mereka berjalan menuju meja makan ber iringan. Sesampai meja makan semua makanan yang di masak Elsa sudah tertata di meja.

"Maaf mas ... Elsa cuma bisa masak ini .."Lirihnya sambil tersenyum

"Makasih ... ini sudah lebih dari cukup," sahut Fattah.

Elsa mulai mengambikan makanan buat Fattah, Elsa berhenti memasukan makanan ke piring Fattah menunggu jawaban Fattah.

"Cukup ..." seru Fattah.

Elsa berhenti, lalu memasukan makanan ke piring buatnya.

Fattah memgunyah makanan nya sambil memandangi wajah Elsa.

"Gak enak mas ...? " tanya Elsa.

"Enak ...

Apa aku gak boleh memandangi istriku ...? " tanya Fattah

Elsa hanya membalas dengan senyuman.

Selesai sarapan Fattah langsung ke kamar lagi. Elsa mengikutinya di belakang.

"Kenapa ...?" tanya Fattah.

"Aku pengen bantu mas bersiap, Apa boleh..?" Tanya Elsa.

Fattah membuka tangan nya tanda siap di pakaikan kemeja kerja nya.

Segera Elsa memakaikan pakaian lengkap suami nya. Fattah memikmati momen ini.

Sangat hangat bagi Hati nya, saat jari jari Elsa menggerayang di dada nya memasang kancing kemeja nya, kini Elsa tengah memakaikan Dasi dan ter akhir jas nya.

Elsa ingin memakaikan sepatu. Namun Fattah melarang nya. Fattah memakai sepatu nya sendiri.

Elsa segera memakai kerudung nya.

Selesai ...

Fattah dan Elsa turun ke bawah ber iringan.

Elsa mengatar Fattah sampai di teras rumah nya.

"Aku berangkat kerja ya ..."lirih Fattah

Segera Elsa meraih tangan Fattah dan salim pada suami nya itu.

Rasa nya darah Fattag lagi lagi mendidih melihat Elsa mencium punggung telapak tangan nya. Tentu kebahagia an Fattah semakin memuncak.

Fattah mencium dahi Elsa. Elsa memejamkan mata nya saat Fattah mengecup halus kening nya itu.

"Assalamu alaikum " lirih Fattah

"Wa alaikum salam "Sahut Elsa.

Fattah segera masuk ke mobil nya. Sepanjang perjalanan sambil mengemudi fattah selalu senyum. Mengingat indahnya pagi ini.

________

Baru beberapa hari disini Elsa sudah sangat merindukan nenek nya.

Elsa pun menelpon bibi nya untuk menanyakan kabar bibi dan nenek nya.

Elsa pun minta agar bicara langsung sama neneknya. Marni tentu sangat bahagia mendengar Elsa ingin bicara dengan nya

"Bagaimana kabar kamu Elsa ...?" Lirih Marni

"Elsa baik nek ... nenek gimana ...? " tanya Elsa balik.

"Nenek baik sayang ... sayang ... apa kamu bahagia menikah dengan Fattah ...?" Tanya Marni

"Apa nenek bahagia Elsa menikah ...?" tanya Elsa balik

"Nenek sangattt Bahagia ..."Sahut Marni.

"Elsa juga sangat ... bahagia "Balas Elsa.

Marni dan Elsa pun terus bicara panjang lebar. Telepon pun ber akhir.

"Elsa selalu bahagia nek ... jika nenek bahagia. kebahagian Elsa hanyalah melihat nenek Bahagia," lirih hati Elsa.

1
Cahaya Warna
nggak bertele2
Cahaya Warna: baru nulis aja udah bagus, tingkatkan lg terutama isi dan alur cerita, padat,nggak usah di panjang2 in, sy pernah koment di satu novel dan bbrp bulan atau mgkn ganti tahun ada yg ngasih like koment sy, berarti ada pembaca baru bermunculan mgkn setiap hari, saran sy jgn terlalu panjang ceritanya, brgkali ada pembaca model sy yg liat dulu ni novel udah end blm (krn kdg yg blm end lamaaaaa bersambungnya atau malah hiatus, bikin kesal...) dan sp brp eps, krn klo kepanjangan malas bacanya, krn kan cm mau hiburan....
total 3 replies
Cahaya Warna
lah dulu ngapa nggak nikah aja ?
Mat Grobak
nyimak
fa _azzahra
aku mampir lg kak,dah mau 4 ni baca novelmu.aq suka,beda dr yg lain
Triee Cimoed
gabziqmyegavzoenqp
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣 ada ada az anak piyik ini 🤭🤭🤭🤭
Sumi Sumi
sampe nangis aku thor
Sumi Sumi
udah mulai bucin nya nih
Sumi Sumi
elsa mulai membiyasakan diri
Sumi Sumi
masih malu-malu meong
Sumi Sumi
lanjut
Sumi Sumi
belum nemu gelimbang yg bikin gemes
Sumi Sumi
kenpa nenek nya g lihat dulu siyapa pacarnya dan gmna prilakunya ,,
Sumi Sumi
cieeee
Nyai iteung
tenang elsa...anna akan membantu mu keluar kn ajj es mu elsa ehehhehehehe dingin ya dingin 🤭
Wien wie alkhana
br mampir akuu
@InunAnwar
bukan keponakan dongggggg..... tapi sepupu😂😂
@InunAnwar
kok ga masuk akal, masak hamil kembar dokternya ga kasih tau, ke Elsa boleh aja krn menjaga biar ga setres. tp ke Fattah mestinya di kasih tau donk, biar suaminya lebih extra utk menjaga istrinya,,,
hmmm.... entahlah 🙃🙃🙃
@InunAnwar
wah Fattah jd kayak pedofil 😅😅😅
@InunAnwar
masih aja dibahas, kalaupun terpaksa waktu itu ya okelah, tapi semakin kesini kan nampak perlakuan Fattah yg bener² sayang n cinta dg Elsa,,,

Dasar Elsa Masih Bocil,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!