NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:224.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: adisa yunika

"Kau harus menikah denganku.!"

"Apa?!! Kenapa tuan? Kenapa saya harus menikah dengan tuan?."

"Karena, dengan cara inilah Kamu bisa melunasi segala kerugian yang Ayahmu perbuat."

"T-tapi kenapa harus menikah tuan? Saya bisa menjadi pelayan dirumah ini saja. Tidak usah digaji, saya akan bekerja keras."

"Cih, kau fikir aku kekurangan pelayan disini ha? Berani sekali kau menolak ucapanku."

"M-maaf tuan, saya tidak menolak ucapan tuan. Baiklah, jika itu yang tuan inginkan."

"Baik, besok kita akan menikah. Dan, Ayahmu juga akan datang."

"Apa? Tapi, kenapa begitu cepat tuan?."

"Diam! Dan jangan banyak tanya. Sekarang, pergilah ke kamarmu.!"

Haduh, penasaran g sih sama ceritanya?

Jangan lupa tinggalin jejak :')

Selamat Membaca, semoga Readers syuka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adisa yunika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan aneh

"Tuan, maafkan aku. Aku, mengakuimu sebagai kakak sepupuku. Aku, tidak mau Rayn menjadi salah paham terhadapku." ucap Gladis, ia tidak berani menatap Kenny.

"Apa dia kekasihmu?." tanya Kenny, menatap lurus kedepan. Gladis, mengangguk pelan.

"Kau boleh bersamanya, setelah kau melahirkan keturunanku secepat mungkin. Sebelum kau, melahirkan bayiku. Kau tidak aku izinkan bertemu dengannya, apalagi jalan berdua. Ini, perintah! Setelah itu, kau boleh pergi kemana pun sesukamu" ujar Kenny, entah mengapa hatinya berat mengatakan hal itu. Gladis, hanya diam saja.

"Ada apa denganku, kenapa hatiku begitu panas saat melihat mereka seperti tadi? Apa aku menyukai wanita ini? Ah tidak - tidak! Itu, tidak mungkin. Aku, hanya mencintai Shella saja." sanggal Kenny, ia menggeleng - gelengkan kepalanya.

"Ada apa tuan? Apa kepalamu sakit?." tanya Gladis, sambil memegangi kepala Kenny. Sekilas, mata mereka bertemu.

"Singkirkan tanganmu." titah Kenny, jantung nya sudah berdebar tak karuan.

"Maaf tuan, aku hanya khawatir kepada dirimu." ucap Gladis, ia menundukkan kepalanya.

"Untuk apa kau mengkhawatirkan ku? Urus saja kekasihmu itu." ujar Kenny.

"Apa tuan cemburu?." tanya Gladis, dengan polosnya. "Happ.." Gladis, langsung menutup mulutnya. Sadar, akan pertanyaan nya barusan.

Citt...

Kenny, langsung menghentikan mobilnya mendadak. Untung saja, mereka berada dijalan yang sepi. Jika, tidak mereka akan ditabrak oleh kendaraan lain.

Duk..

Kepala Gladis, terbentur kedepan.

"Aduh.. Sakit.. Tuan, kenapa kau mengerem mendadak? Kepalaku jadi sakit." tutur Gladis, sambil mengusap - usap keningnya.

"Kau bilang apa tadi? Aku cemburu? Haha.. Aku cemburu kepadamu? Jangan terlalu percaya diri. Aku hanya menyuruhmu saja, bukan berarti aku cemburu." sahut Kenny, ia mencoba menutupi kegugupannya.

Gladis, mengerucutkan bibirnya kesal. Bukannya, meminta maaf. Pria, ini malah menertawakannya.

"Gladis, Kamu ini apa - apaan? Pertanyaan macam apa itu. Mana, mungkin dia cemburu kepada gadis kecil sepertimu." gumam Gladis didalam hati, sambil mengusap - usap keningnya.

"Apa iya, aku cemburu? Tapi, tidak mungkin. Aku, hanya mencintai Shella. Begitu juga, dengan Shella." gumam Kenny, didalam hati. Ia, kembali menjalankan mobilnya.

Dalam perjalanan pulang, keadaan begitu hening. Tidak ada yang bersuara, mereka sibuk dengan pemikiran masing -masing.

Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai dikediman Kenny. Kenny, memarkirkan mobilnya. Lalu, turun dari mobil. Meninggalkan Gladis didalam mobil.

"Kenapa dia bersikap aneh begini? Biasanya dia akan marah. Lalu, membentakku. Seperti, macan sedang kelaparan." gumam Gladis, sambil turun dari mobil. Ia, tidak sadar akan keberadaan Kenny. Yang, masih mendengar ucapannya.

"Aku memang sedang kelaparan, cepat masuk! Aku, sudah tidak sabar ingin memakanmu." titah Kenny, ia tersenyum tipis. Lalu, berjalan masuk kedalam rumah.

Deg..

Jantung Gladis, berdegup dua kali lebih cepat. Saat, mendengar perintah pria ini.

"Astaga.. Dasar Gladis payah. Kau, sudah membangunkan macan jantan ini. Habislah aku, kenapa aku bicara tidak melihat - lihat sekitar dulu. Dasar payah - payah - payah. Huh.. " gumam Gladis, ia mengerutuki kebodohannya.

"Selamat datang tuan." sapa pelayan. Kenny, hanya acuh. Dan, tetap melanjutkan jalannya masuk kedalam kamar.

"Selamat datang nona." sapa pelayan, sambil tersenyum.

"Selamat siang bi, dimana tuan bi?." tanya Gladis, membalas senyuman bibi itu.

"Sudah ke kamar non, apa nona memerlukan sesuatu?." tanya bibi.

"Ah tidak bi, baiklah aku permisi dulu bi." pamit Gladis, berjalan meninggalkan bibi yang mengangguk sambil tersenyum.

Gladis, berjalan kedapur. Ia, ingin mengisi perutnya terlebih dahulu. Sebelum macan itu memakannya.

Saat sedang asik melahap makan siangnya, ia di kagetkan dengan suara berat. Namun, mematikan itu.

"Ternyata kau disini, pantas saja. Aku, sudah menunggumu dari tadi." ujar Kenny, ia duduk disamping Gladis.

"Eh.. Maaf tuan, aku sudah sangat lapar. Tuan, akan memakanku bukan? Maka dari itu, aku harus mengisi tenagaku terlebih dahulu." ucap Gladis, ia sangat merasa canggung.

"Haha.. Ternyata kau, sudah berharap aku memakanmu ya? Baiklah, mari kita makan bersama - sama. Lalu, menikmati waktu bersama juga." ucap Kenny, sambil menyunggingkan senyum nakalnya.

"Aku hanya berjaga - jaga saja tuan, aku bukan berharap. Tetapi, itu akan terjadi juga. Lagipula, aku berharap. Agar, segera cepat mengandung anakmu. Lalu, pergi dari sini. Dan, menata hidupku kembali." ucap Gladis, sambil tersenyum samar. Ia, menyudahi makanannya. Karena, sudah tidak berselera lagi untuk makan.

Deg..

Jantung Kenny, berdetak tidak karuan. Saat, mendengar ucapan wanita ini. Hatinya, tiba - tiba tersayat mendengar itu. Entah, kenapa. Ia, seakan tidak rela jika Gladis pergi meninggalkannya.

"Aku duluan tuan, aku akan menunggumu dikamar." ujar Gladis, sambil meninggalkan meja makan.

"Ada apa denganku? Bukannya, ini tujuanku untuk menikahinya. Tapi, kenapa rasanya aku tidak ingin dia mengatakan hal itu." gumam Kenny, ia tidak jadi melahap makanannya.

.

.

.

Bersambung..

1
Siti Saminah
ha ha ha bucin...bucin...bucin...
Siti Saminah
tukan ko jalaran tresno seko kulino
Siti Saminah
keny kamu akan bucin nanti
Siti Saminah
waduh udara sejuk berganti panas
Siti Saminah
ni aku dah ikutan nyimbrung Thor soalnya penasaran cama ceritanya
Ayuning Tyas
la jut thoooo
Wawa Balqis
kenny tk terlalu kejam pun mxm cerita yg lain lg kejam
Yuyun Ratna Sari
lanjut thor
Mince Tamo Inya
visual
Agus Tina
lanjut thorr
Yuyun Yuliah
batal pavorit ah suka geuleuh klo udh menyangkut penghianaran
Mommy Rara
Miss sweety comeback, beri jejak like sampe sini untuk karya thor yang bagus ini 😍
Titin Nasa
judulnya masih SMA kah
junita: iya ka, judulnya masi sama
total 1 replies
Kasih Abadi
astaga... like boss like assisten... sama2 posesif..🤦🤦🤦
Rhina sri
semangat kak thor di tunggu kelanjutanya💪💪
Puja Kesuma
kog kenny gak marah saat itu jg..dmn sifat kejamnya
Nita: Dia udah berubah say
total 1 replies
Mommy Rara
like mendarat buat karyamu sampe sini dulu thor 😍
Nila Wati
laanjut lagi dong
Yuli Amilaa
ssiip Thor semangat terus
nunggu gladis lahiran
Sissy Asyanto
up yg bnyk dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!