NovelToon NovelToon
Cadar Yang Ternodai

Cadar Yang Ternodai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Hamil di luar nikah
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Baiti Jannati

Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.

Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.

Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.

"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."

Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?

***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.

Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Terdengar suara burung yang berkicau ria, embun pagi di jendela kaca begitu terlihat hanya di pandang mata, bekas rintik hujan menerjang bebatuan yang basah di sekitar taman menambah kenyamanan dengan udara yang menyejukkan.

Terlihat seorang lelaki yang masih meringkuk dalam selimut, hawa dingin di rasakan nya. Dering ponsel yang terus menerus berbunyi membuat ia harus bangun dari tidur nyenyak nya.

Dengan malas ia beringsut masih dengan mata terpejam "Berisik."

Ia ngedumel sendiri sambil berjalan menuju kamar mandi, si penelpon yang berada di ruang tamu rumah Leo sudah mengutuki diri nya karena telpon nya tidak di angkat padahal keadaan genting tapi nama nya juga Leo harus esktra sabar menghadapi diri nya.

Setengah jam kemudian baru lah yang di tunggu menunjukkan batang hidung nya. Dengan gaya yang cool, setelan jas yang di gunakan nya menambah ketampanan dan kewibawaan seorang Leo. Alfa yang melihat hanya memutar bola mata malas. Sudah biasa makanan tiap hari melihat kelakuan Leo.

Ia pun beranjak dari duduk nya mengikuti Leo yang duduk di meja makan.

"Leo, lu harus tau minggu depan Mauren akan menikah dengan teman ayah nya duda beranak 1." jelas Alfa dengan mimik serius menatap Leo, "Bagaimana bisa?" teriak Leo.

Alfa kemarin malam mendapat informasi itu dari pelayan yang merangkap sebagai mata-mata di Mansion orang tua Mauren. Pelayan itu pun menjelaskan sedetail nya dan Mauren juga sudah bertemu dengan lelaki yang akan jadi suami nya kemarin malam dan putusan nikah nya minggu depan dan Mauren hanya bisa pasrah menerima takdir nya yang akan menikah dengan duda beranak 1.

"Kita temuin nanti ayah nya Mauren, gue gak mau Mauren sampai menikah dengan lelaki duda beranak 1 lagi, itu anak gue. Gue gak mau keturunan gue di rawat orang lain." tegas Leo. Alfa hanya menganggukkan kepala nya tanda setuju.

Setelah Leo seperti orang kebakaran jenggot hanya kehening yang tercipta, suara garpu dan sendok yang bergesekan dengan hati yang kalut memikirkan pujaan hati nya akan menikah dengan pria lain.

Di lain sisi Mauren hanya berdiam diri di dalam kamar memikirkan apakah ini yang terbaik untuk nya dan masa depan anak nya.

Apakah lelaki itu nanti bisa membimbingnya, menerima anak nya kelak.

Pikiran Mauren sudah berselewaran mengingat sinetron ikan terbang yang di tonton nya kemarin malam tentang menikahi duda anak 1 mantan istri nya selalu mengganggu nya, selalu mencari keburukan nya, selalu mencari kesalahan nya.

Mauren sudah uring-uringan memikirkannya, takut akan hal itu akan terjadi apakah ia akan bisa melawannya, menegakkan keadilan untuk diri nya.

Terlalu drama memang hidup nya, woyy padahal ini dunia nyata. Eh salah dunia halu. Hihi

Mengingat calon suami nya, mengapa jadi pria yang seumuran dengan papa nya. Dia pusing sendiri tapi mau bagaimana lagi takdir Allah sudah berkehendak mau tidak mau Mauren menerima nya dengan lapang dada.

"Apakah aku bisa jadi istri yang baik?"

"Apakah aku bisa menerima nya?"

"Apakah apakah apakah, Ya allah mengapa hati ini tidak tenang." gumam Mauren sambil mengacak rambut nya sendiri.

Ia berdiri dan bolak balik seperti setrika memikirkan nya sudah mau membuat otak nya mau pecah. Ia duduk di atas kasur nya.

"Tunggu Mauren, demi anak mu kamu harus berlapang dada, kamu harus ikhlas, takdir allah itu indah untuk mu jangan kamu ragukan takdir yang diciptakan nya, kamu hanya harus menjalani nya dengan penuh keikhlasan," Mauren berbicara sendiri memotivasi diri nya agar selalu ikhlas menjalani hidup nya. Ia berdiri lagi dan menyetrika lantai kamar nya seperti tadi.

"Ok Mauren tenang, pikirkan itu nanti lebih baik mandi dan bersiap pergi ke Restoran."

"Ya Allah, Astagfirullah." lemas Mauren sambil duduk lagi di kasur nya.

"Bismillahhirrohmanirrohim Ya Allah takdir yang kau berikan padaku akan ku jalani dengan sepenuh hati." Semangat Mauren kembali sambil mengusap perut nya yang datar dengan menampilkan senyum secerah mentari pagi.

Ia pun bersiap sambil bersenandungkan sholawat, setelah selesai ia turun ke bawah menuju ruang makan di lihat nya orang tua nya sudah duduk di meja makan, Mauren yang melihat makanan yang sudah tersaji malah membuat ia mundur satu langkah sambil menutup hidungnya menahan gejolak yang di rasakan.

"Assalamu'alaikum mah, pah." Mauren mengucap salam sambil menutup hidung nya.

"Wa'alaikumussalam, loh mengapa di tutup hidungnya nak. Ini makanan kesukaan kamu loh. Ayo sini duduk." jelas Zahra, Mauren hanya menggelengkan kepala entah mengapa Mauren tidak menyukai makanan itu padahal itu adalah makanan kesukaan nya. Nasi goreng seafood dan jus pepaya, sederhana memang makanan kesukaan nya.

"Mauren berangkat dulu ya pah mah, kalian makan aja." mencium punggung tangan orang tua nya dan mengambil roti serta selai coklat yang tersaji. Ia pun melenggang pergi setelah mengucap salam kepada orang tua nya.

"Pak Diman, anterin Mauren yah ke kampus."

"Siap non." sambil mengangkat tangan ke dahi tanda hormat, Mauren hanya tertawa kecil melihat supir pribadi nya itu.

Mereka berangkat di ikuti pengawal pribadi suruhan papa nya selalu keselamatan Mauren mereka pantau, jangan sampai kejadian yang terakhir kali terulang lagi sudah di wanti-wanti Andi agar menjaga Mauren, dan jangan lupa orang suruhan Alfa pun mengikuti mereka.

Beberapa saat kemudian Mauren pun sampai di kampus ia keluar dari mobil dan masuk ke dalam kelas sambil menunggu dosen datang ia pun mengambil Al-qur'an kecil yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi.

Mita sahabat Mauren mendengarkan lantunan ayat suci keluar dari mulut Mauren dengan tenang terhanyut seakan ia ingin pergi ke mimpi.

Suara Mauren tidak terlalu keras tapi memang ada di antara mereka yang terganggu yaitu Nina orang yang paling tidak menyukai Mauren.

"Woy,, ngaji itu di mesjid jangan di kelas lu kira kita lagi ngadain acara pengajian apa." ketus Nina sambil berdiri di samping meja Mauren, Mauren memberhentikan ngaji nya sambil melihat yang menegur.

"Maafkan aku kalau kamu terganggu tapi membaca Al-qur'an itu kewajiban bagi umat muslim, di mana pun ia berada sebab itu adalah kunci pedoman hidup bagi umat islam.

Bermanfaat bagi kesehatan yang bisa dirasakan saat kita membaca Alquran adalah ketenangan jiwa menjadi lebih rileks dan tenang dibanding membaca buku biasa.

Lantunan ayat Alquran memberi efek relaksasi bagi mereka yang membaca ataupun mendengarkan nya, untuk menormalkan tekanan darah dan denyut jantung yang sedang tidak stabil. Proses relaksasi mengaktifkan sekaligus mengendalikan saraf otonom (saraf simpatis dan parasimpatis), sehingga akan menciptakan tekanan darah dan membuat denyut jantung stabil, dan untuk lebih jelas nya kamu bisa searching di internet." Mauren menjelaskan dengan suara yang lembut tapi tegas, mereka hanya menganggukan kepala yang mendengar nya.

"Ok lu menang Mauren tapi ingat gue pasti memberi lu pelajaran." sinis Nina sambil pergi menuju tempat duduk nya.

Mereka yang melihat Nina hanya bersorak bahwa Nina itu salah sebab mereka menikmati lantunan yang di bacakan Mauren, tanpa mereka sadari sepasang mata di depan papan tulis memperhatikan kelakuan mereka ia hanya menggelengkan kepala.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc*

1
Endah Windiarti
bagus ceritanya
etihajar
bisa bisa nya abis d lecehkan tifurbpules trs mndi santai trs GX kabur heran dm alur cerita nya
riby_chan
Baca kedua kalinya mesti 😭😭😭
Nur Ayni
maaf yah thor, setauku tdk zina krn nikahnya sah. coba deh cari lagi referensinya.
riby_chan
Next lagi thorr.. Jan lama" ceritanya baguss 😘😘
Sarinah
baru saya puas baca novel penuh dengan nasehat, bukan cuma peluk cium doang. terimakasih anda telah menjaga saya.😍😍😍
aldaaaa13
thorr lnjut thorr biar Mauren sm Leo bahagia,trs jg Alfa sm Mita biar bhagi biar sm"bahagia
Neulis Saja
Thor, keep up spirit and keep working
Neulis Saja
ko kepikiran yah ada Ketut yg tak tahu diri
Neulis Saja
kenapa ortunya tdk ngasih tahu kalau yg menghamili anaknya adalah leo
Neulis Saja
ngidamnya bener2 ngerjain org 😄
Neulis Saja
Thor, bisa aja 😂
Neulis Saja
good job lah Mauren sekali2 dikerjain 🤣
Neulis Saja
Thor, thank you so much 🙏🙏🙏
Neulis Saja
next
Neulis Saja
mauren doen't know that he Will marry Leo
Neulis Saja
namanya juga lagi hamil
Neulis Saja
jangan2 si bapak itu calon suami mauren
Neulis Saja
next
Neulis Saja
great you Thor ngetik di hp tapi dibacanya enak kirain di laptop
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!