Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KETAHUAN
Rey pun melanjutkan perjalanannya.
Dia memacu mobilnya cukup kencang di jalanan yang lengang.
Tiba tiba terdengar dering ponsel dengan nada yang asing baginya.
Ternyata itu Hp Vina yang tertinggal.
Dilihatnya panggilan dari * Putri *.
Rey mengacuhkan panggilan itu, karena teringat perjanjiannya dengan Vina.
30 menit kemudian Rey tiba dirumah, saat akan keluar dari mobil terdengar lagi dering ponsel milik Vina, dilihatnya kembali siapa yang menelfon.
" iBu "
Buru buru dia mengangkat telfon itu,
" hallo" suara kak rey
" maaf saya pemilik Hp ini, mungkin Hp saya tadi jatuh, bisa tolong kirim alamat kakak, biar besok saya ambil? " ucap seorang gadis di balik telfon. Rey paham betul pemilik suara itu.
" gak usah repot repot, besok pagi saya anterin langsung. " jawab Rey
" ini Kak Rey ya?," tanya Vina lanjut
" iya calon suamimu. " ledek Rey.
" ya udah kak, terima kasih. " jawab vina sebelum dia mematikan panggilan itu.
..............
Pagi ini seperti biasa Rey datang menjemput, dan kita berangkat bersama.
" nih hpnya. " ucap rey sambil menyodorkan ponsel milik Vina
" terima kasih kak. " jawabku singkat.
Ku buka pola dilayar hp, betapa terkejutnya setelah melihat banyak panggilan masuk dari putri dan ibuku kemarin.
Batinku lega karena kak Rey tak sampai menjawab panggilan dadi Putri.
" Nanti pulang jam berapa? " tanya kak Rey sambil fokus mengendarai mobilnya
" hari sabtu pulang cepet kok, masih siang, jadi naik busway masih aman. " jawabku sambil fokus pada Hp
" ya udah, tapi nanti malam jam 7 aku jemput di rumah. " ucap kak rey
" mau kemana? " tanyaku penasaran.
" fitting baju. " jawab Rey
Aku terdiam mendengar jawaban Kak Rey. Teringat bahwa pernikahanku tinggal 4 hari lagi.
" kok diem? Kamu gak ada acara kan malam ini?." suara kak Rey menghentikan lamunanku.
" ehm, gak ada kok kak. Oke. Nanti aku tunggu dirumah. ". Jawabku setenang mungkin.
Rey menghentikan mobilnya didepan gerbang. Aku beranjak turun.
" terima kasih kak, hati hati dijalan." ucapku sebelum keluar dari mobilnya.
Ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang menatapku dari kejauhan.
" vinaaa!!!." terdengar sesorang memanggilku.
" eh elu put, kirain siapa. " jawabku pura pura
" Lu dianterin siapa?" tanya putri penasaran.
" ehm, ibu gue lah, siapa lagi. " jawabku asal.
" bohong, orang gue liat yang nganterin lo cowok kok. " saut putri lagi.
" Indaaah.., " teriakku setelah melihat sosok indah yang sudah kembali bersekolah.
" hay, vin hay Put, " jawab indah sambil memeluk kami.
Batinku lega karena kehadiran indah mampu mengalihkan perhatian Putri.
" yuk buruan masuk. " kataku sambil menarik tangan mereka.
" lu masih hutang penjelasan, VINA." ucap Putri ditelingaku
Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya.
..................
Malam hari
Tok tok tok
"Non Vina, nak Rey sudah dateng." suara mbok ina dibalik pintu.
" Ya Mbok,. " jawabku sambil melangkah keluar.
Malam ini aku memakai baju putih panjang dipadukan dengan rok jeans selutut. Dengan rambut digerai dan riasan ala kadarnya aku pun melangkah keluar.
Rey yang tengah duduk diruang tamu nampak tertegun dengan penampilan feminine ku.
" ayuk kak. " ajakku
Setelah berpamitan, kami segera menuju butiq langganan Bunda.
" kamu sudah makan?" tanya kak Rey.
" belum sempet kak. " jawabku singkat.
" pulang fitting, kita makan dulu ya" lanjut kak Rey.
Akhirnya kita tiba di butiq. Kedatanganku disambut hangat oleh seorang wanita paruh baya.
" Yuli "
" Vina"
kami saling bersalaman.
Tante Yuli adalah pemilik butik ini, dia juga teman baik Bunda.
Badanku mulai diukur bagian per bagian dengan teliti.
" ini gaun bunda sendiri loh yang ngerancang. " ucap tante yuli sambil memperlihatkan sebuah gaun pengantin berwarna putih.
" wah cantik ya tan. " jawabku sembari membelai gaun tersebut.
Di ruangan lain Rey tampak menjajal kemeja putih dengan tuxedo yang juga berwarna putih. Rey nampak cocok mengenakan pakaian itu.
Hampir 1 jam kami disini, tante Yuli benar benar orang yang sangat cermat. Memastian tiap inci yang dia ukur cocok dengan lekuk tubuhku.
..............
Akhirnya kami selesai melakukan fitting. Perutku sudah benar benar keroncongan.
Kak rey menggandengku keluar, saat akan melewati pintu butik tiba tiba tampak seorang yang sudah sangat familiar.
" vina, lu ngapain disini. " ucap putri
" vina,, lu sama siapa?. " ucap Indah menyambung.
Jantungku berasa akan copot, tanganku dingin gemetar ketika bertemu mereka di tempat seperti ini.
Aku lupa kalau hari ini bersamaan dengan rencana kita pergi ke bioskop. Dan aku pura pura sakit perut agar bisa pergi fitting.
" ehm, sekalian makan yuk, nanti aku jelasin. " jawabku sambil menarik tangan mereka.
Kak Rey yang melihat tingkahku hanya diam dan mengikuti dari belakang.
Kami tiba di restoran cepat saji, tidak jauh dari butiq.
Aku masih menarik tangan kedua sahabatku sambil mencari kursi kosong.
" kalian mau pesan apa?. " tanya kak Rey.
" kalain mau apa put, ndah? Tanyaku juga
" apa aja lah, sama. " jawab putri, indah pun ikut mengangguk.
" y udah kak, kita pesen burger, kentang goreng sama ice chocolate. " jawabku. Aku sengaja memesan makanan yang biasa kita makan jika pergi ke restoran ini.
Kak Rey melangkah menuju kasir untuk melakukan pesanan.
" sekarang ceritain semuanya Vin," ucap Putri sambil melotot.
" sabar, gue atur napas dulu. " jawabku santai.
" ini ada apa sih, cerita apa? Gue kaya orang bego disini yang g tau apa apa. " ucap Indah sambil memonyongkan bibirnya.
Karena sudah ketahuan, ku ceritakan semua yang terjadi. Termasuk rencana pernikahanku yang akan berlangsung empat hari lagi.
Putri dan Indah tampak syok dan tak percaya mendengar ceritaku.
" jadi kemarin ibu lo ngajak ngmong serius tentang ini. "
" dan cincin ini tanda pertunangan lo vin? " ucap putri sambil mengingat tingkah aneh Vina kemarin.
" maaf yah baru bisa cerita sekarang. " jawabku sambil memeluk mereka.
Kami saling berpelukan, saling banjir air mata, entah air mata bahagia atau air mata sedih.
" ehm,, ehm,, ini pesanan kalian. " nampak suara kak Rey dengan nampan penuh makanan di tangannya.
Kami kembali duduk seperti semula, sambil saling mengusap sisa air mata.
Kak Rey hanya tersenyum melihat tingkah kekanak kanak,an kami.
" kenalin ini Kak Rey. " ucapku memperkenalkan calon suamiku ke para sahabatku.
Putri dan Indah bergantian menjabat tangan Kak Rey.
Lega rasanya, bisa menceritakan yang selama ini aku tutupi dari mereka.
Aku juga mengatakan kalau ini rahasia kita ber3 dan tidak akan ada orang lain disekolah yang tau.
Rasana senang memiliki sahabat seperti mereka yang selalu mendukung keputusanku.
.................
Kak Rey fokus mengendarai mobilnya, sedangkan aku tengah asyik dengan ponselku.
Percakapan aku dan kedua sahabatku berlanjut dalam grub chating.
Sesekali aku senyum senyum sendiri melihat chat dari mereka.
" udah lega ya? " tanya kak Rey saat melihat tingkahku
" iya kak. " jawabku sambil tersenyum lebar.
Tiba tiba Kak Rey menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
" kok berhenti kak, mau ngapain? " tanyaku penasaran.
Kak Rey hanya diam sambil menatapku.
Tatapannya membuatku salah tingkah.
" kenapa sih kak. " tanyaku lagi
" Baru kali ini aku melihatmu tersenyum seceria ini. " jawab kak Rey sambil terus menatapku.
" ehm,, apa sih kak, aku biasa aja kok. " jawabku grogi
Pipiku mulai memerah, sengaja aku alihkan pandanganku kembali ke layar hp.
Kak Rey memegang kedua tanganku, hingga aku berbalik menatapnya.
" akan ku pastikan kamu selalu bahagia. " ucap kak rey lembut
Aku terdiam sesaat, bibirku pun tersenyum tanpa aku sadari.
Aku mengangguk kecil, sambil berkata
" terima kasih kak. "
Kami kembali melanjutkan perjalanan karena malam sudah larut.
Diam diam aku meliriknya, sepertinya aku mulai nyaman bersamanya.
Saat Kak Rey juga menatapku, cepat cepat ku buang pandangan ke objek lain.
Kak Rey hanya tersenyum melihat tingkahku itu.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak