Arlinda seorang detektif kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya tiba-tiba di culik oleh seorang miliarder karena kesalahan seseorang di masa lalu. Dia tidak memiliki seorang pun kecuali kakak dan partner kerjanya, mereka bekerja sama untuk menemukan Arlinda namun hasilnya nihil. Sang kakak yang bernama Ariel, tidak pernah menyerah dalam pencarian adik tersayangnya bersama dengan Melinda dan Bagas. Hingga Ariel berhasil membobol kode villa mewah tersebut dengan bantuan si hacker, Alvin. Mereka masuk dan menemukan....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vy1107, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Kembali
3 hari kemudian, Rendy pulang dengan helikopter pribadinya. Ia kini telah berada di rooftop rumahnya. Ia menuruni tangga dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Di sana, ia melihat Linda yang dengan setia duduk bersandar di pojok balkon melihat pemandangan kota yang penuh dengan kendaraan. Rendy yang melihat itu tersenyum dan mulai menghampiri Linda.
" Hai, sudah lama menunggu hmm? " Rendy duduk di samping Linda dengan suara lembutnya.
" Tuanku. " Linda mendengar kembali suara yang ia rindukan. Lantas ia langsung menoleh dan memeluk Rendy dengan sangat erat. Seakan ia melampiaskan rasa rindunya yang selama ini tertahan pada orang yang ia peluk sekarang.
" Maaf aku pergi mendadak, jangan panggil aku tuan, kau bukan pelayan, kau istriku. " Ucapan itu terdengar sangat lembut dan penuh ketulusan. Linda semakin yakin dengan pilihannya untuk membuka hatinya untuk orang yang ia peluk.
" K-kak Rendy? " Ucap Linda dengan gugup seraya memandang Rendy.
" No babe, aku bukan kakakmu, aku suamimu, dan kau tahu kan apa panggilan untuk suami istri. " Linda menganggukkan kepalanya, lalu ia menarik tangan Rendy masuk ke kamarnya menuju ranjang.
" Ada apa kau menarikku ke ranjang? Ingin melanjutkan sesuatu yang tertunda hmm? " Seringai itu muncul kembali, Linda pun menjadi ambigu, ia mengingat kejadian tersebut dengan jelas. Bahkan ia sempat melihat Rendy menulis surat sesaat sebelum ia keluar dari kamar tersebut.
" Tidak s-sayang, aku hanya ing-..... " Ucapan Linda terpotong dengan suara knop pintu yang terbuka.
" Nona, waktunya untuk menjalani spa. " Ya itu Tika, tadi siang Linda sempat mengatakan pada Tika kalau ia ingin menjalani spa hari ini. Dan tepat ketika ia ingin selalu berada di sisi Rendy, Tika selalu muncul untuk menjeda hal tersebut.
" Kau harus bersiap untuk nanti malam, aku menunggumu di rooftop sayang. " Tangan Rendy mendarat dengan lembut di pipi Linda, ia mengusapnya dengan lembut dan sesekali mencubit pipi tersebut, itu cukup untuk membuat Linda luluh dan akhirnya ia ikut bersama Tika untuk menjalani spa di lantai 1.
Linda menuruni tangga dengan rasa penasaran dengan apa yang akan terjadi nanti malam. Ia ingin bertanya kepada Tika, namun hatinya berkata tidak.
Kini ia hampir menyelesaikan spanya, ia sudah memantapkan niatnya untuk menanyakam hal tersebut kepada Tika.
" Emm kak, nanti malam ada apa sih? " Ucap Linda seraya memakai bathrobe.
" Kakak gatau dek. Tuan muda sendiri tidak bilang apapun ke kakak, kakak hanya tau dari Pak Alex kalau tuan muda akan pulang hari ini. Hanya itu yang kakak tau. " Jelasnya sambil menggiring Linda menuju ruang ganti.
Kebetulan ketika ingin menaiki tangga ia melihat ke arah dapur. Ia melihat hanya ada dua orang di sana, itu membuat otaknya kembali berpikir. Kemana semua chef yang di bayar mahal oleh suaminya itu. Ia tidak ingin terlihat aneh di depan Tika.
Ia melanjutkan langkahnya hingga ia tiba di depan ruang ganti. Ia masuk sendirian meninggalkan Tika di luar sana. Di sana ia kembali berpikir, kemana para chef itu pergi. Ia hanya melihat 2 orang sedang mencuci piring.
10 menit kemudian, ia keluar menggunakan celana panjang yang cukup ketat serta baju lengan pendek dengan rambut yang agak basah.
" Hey, gantilah bajumu, pakailah ini. " Tika kembali mendorong Linda masuk dengan sebuah paper bag yang sudah ada di tangannya.
Ia merasa heran, jangan bilang aku di suruh memakai baju yang sama seperti saat itu, gumamnya sebelum membuka paper bag tersebut.
" Huhhh ternyata tidak, tapi tetap saja, meskipun gaun ini panjang, ia tidak mempunyai lengan dan hampir saja memperlihatkan kedua buah dadaku. " Ucapnya setelah melihat isi dari paper bag tersebut.
Ia hanya menurut, ia langsung memakai gaun itu dan sekarang rambutnya sudah lumayan kering karena saking lamanya ia memakai gaun tersebut. Jujur, ia sangat kesulitan memakai gaun seperti ini, baru pertama kali ia memakai gaun seperti ini.
Ia keluar dengan muka yang masam, ia menatap Tika yang tersenyum melihat penampilan Linda sekarang. Ia akui Linda sangat cantik, seperti model papan atas. Di beri sedikit polesan make up ia akan semakin cantik.
Tanpa di sadari, hari mulai gelap, tak di sangka sekarang sudah pukul 18.30. Tika memberi sedikit polesan make up pada wajah Linda yang hampir terlihat pucat. Ia memberikan lipstik yang tidak terlalu terang, bahkan hampir mirip dengan warna kulitnya namun masih ada unsur pink di dalamnya. Kini pipinya menjadi pink dan itu membuat Linda agak malu menatap dirinya di cermin sekarang.
" Kita mau kemana kak? Kok aku sampai harus memakai ini semua? " Linda memulai pembicaraan tersebut setelah keadaan menjadi sunyi.
" Kita? Kakak tidak ikut. " Ucap Tika seraya memutar badan Linda menghadapnya. Menatapa orang yang ia anggap adik dengan senyuman tipisnya. Senyuman itu seperti memperlihatkan kesedihannya yang melihat Linda sekarang berada di depannya dengan penampilan yang luar biasa. Ia ingat pertama kali Linda datang di rumah ini.
" Ayo kakak antar sampai ke tangga, setelah itu naiklah sendiri sampai kau menemukan pintu di sana. Tuan muda sudah menunggumu. " Ucap Tika yang menggiring Linda keluar kamar menuju tangga yang mengarahkannya ke rooftop.
" Selamat bersenang-senang. " Ucap Tika ketika mereka berada di depan tangga, kemudian meninggalkan Linda dengan rasa penasarannya.
Linda naik perlahan dengan high heels yang ia kenakan sambil mengangkat sedikit gaunnya yang panjang itu. Ketika kepalanya sudah keluar dari sebuah pintu, ia melihat Rendy yang tengah berdiri di depan helikopter mengenakan kaos dengan setelas jas. Ia menatap Linda dengan senyumannya yang manis itu.
Linda yang mengetahui itu segera berlari ke arah Rendy dan hampir saja ketika ia memelukknya, ia terjatuh dan untungnya tangan panjang Rendy menggapainya dengan cepat dan langsung mendekapnya dalam pelukannya.
" Pelan pelan sayang, kau lupa kalau kau sedang memakai high heels hmm? " Tanya Rendy seraya menenangkan Linda yang tengah syok atas aksinya barusan.
" Ti-tidak, aku hanya merindukanmu, iya aku merindukanmu. " Ucap Linda seraya meyakinkan Rendy yang tadinya tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan.
" Mari tuan putri. " Ucap Rendy yang memperlakukan Linda seperti tuan putri.
Setelah ia duduk di bangku helikopter, sebaliknya ia memperlakukan Rendy layaknya seorang pangeran. Ia mengulurkan tangannya dan berkata...
" Silahkan pangeran, duduklah di sampingku. " Ia mengulurkan tangannya dan Rendy pun menerimanya. Lalu ia duduk di sebelah Linda seraya menutup pintu helikopter.
Mesinnya mulai dinyalakan dan perlahan mulai beranjak dari rooftop. Di situlah kedua insan manusia mulai bermesraan. Sang pilot hanya terkekeh melihat kedua majikannya ini bermesraan. Namun Rendy masih pada niat awalnya, membuat Linda cinta kepadanya hingga tak ada pikiran untuk meninggalkannya lalu dengan perlahan membuangnya.
Reza mungkin menyukaimu namun Rendy tidak....
Stay terus ya sama Suami Kejamku, jangan lupa like, vote, and komen yaa, see you readerskuu.
-salam manis vyy