NovelToon NovelToon
Disenchanted

Disenchanted

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Teen School/College / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Jeehan tak menyangka bahwa akhir persahabatannya dengan Harris harus berubah menjadi perasaan cinta dalam munajat panjang. Dengan rangkaian doa dan pinta, ia mencoba mengetuk pintu langit bersama nama Harris di hatinya. Berharap laki-laki itu jadi kekasih halalnya kelak.

Namun, ia tak menyangka bahwa perhatian yang sahabatnya berikan hanyalah wujud dari rasa simpati sebagai teman. Yang Harris cintai sebenarnya ialah seorang perempuan di masa lalunya yang tanpa sengaja kembali hadir.

Rasa cinta yang semula Jeehan miliki harus terpaksa ia hapus saat Harris menyatakan cintanya pada Alisha. Mau tak mau Jeehan harus menelan pahitnya kecewa sendirian, sebab setelah sekian lama bersahabat, Harris masih tak memahami diri juga perasaannya.

Sejak saat itu, Jeehan memilih untuk menutup rapat hatinya sebab kecewa bukanlah episode yang ingin ia ulang, apapun alasannya. Lalu, bagaimanakah perjalanan cinta mereka? Akankah Jeehan berhasil menghapus Harris dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disenchanted 10 — Aku Suka Kamu

Usai kelas tambahannya, Jeehan memilih duduk di taman kecil dekat parkiran sekolah sambil menunggu kedatangan Harris. Netra Jeehan berusaha mencari-cari keberadaan Harris di sekitaran, namun laki-laki itu tak kunjung terlihat meski Jeehan sudah menunggu lima belas menit lamanya.

"Ish! Harris ke mana dulu sih, kok lama banget? Ini udah jam berapa? Gak biasanya deh," gerutu Jeehan entah pada siapa. "Sekolah juga dah hampir sepi lagi."

"Neng Jeehan? Neng lagi nunggu siapa?" tanya Pak Satpam.

Jeehan menoleh dengan sedikit terkejut, "Eh, lagi nunggu temen Pak, katanya mau pulang bareng," jawab Jeehan.

"Oh, Nak Harris bukan?" tanya Pak Satpam itu lagi, Jeehan hanya bisa mengangguk dan sambil tersenyum.

"Tadi Nak Harris titip pesan sama Bapak, katanya Neng Jeehan di suruh ke taman yang ada di belakang sekolah," kata Pak Satpam itu membuat Jee bingung.

"Taman belakang, Pak?" Jee nampak meragu. Untuk apa Harris memintanya pergi ke taman belakang sekolah?

"Iya Neng, coba cek aja atuh. Takutnya Nak Harris udah nungguin Neng Jeehan dari tadi."

"Oh, iya Pak. Makasih ya." Meski Jeehan sempat ragu-ragu namun akhirnya ia melangkahkan kakinya ke taman belakang sekolah yang disebutkan oleh Pak Satpam itu.

Taman belakang sekolah sebenarnya sama saja dengan taman yang berada di depan sekolah, hanya saja, tempat itu memiliki kolam ikan yang cukup besar beserta bunga-bunga yang lebih banyak. Taman itu jarang sekali dikunjungi siswa karena letaknya di belakang sekolah.

Semakin dekat Jeehan dengan taman belakang itu, semakin berdebar pula jantungnya. Pasalnya, tempat itu sepi tapi indah. Jeehan melihat ke kanan dan ke kiri, benar-benar tak ada sesiapa, bahkan langkah kakinya bisa terdengar jelas di sini.

"Harris? Kamu di sini kah?" panggilnya takut-takut.

"Ris? Kalau gak ada jawaban aku pergi aja nih!"

Barulah setelah itu, Harris muncul dari balik pohon mangga yang cukup besar. Sambil memberi Jeehan cengiran khasnya dan garukan di belakang kepalanya.

"Ada apa sih? Kok kamu manggil aku ke sini?" lugas Jee langsung bertanya.

Untuk sesaat, Harris celingukan tak pasti, melirik tempat di mana teman-temannya bersembunyi. Sungguh demi apapun ia merutuki dirinya sendiri yang acapkali sering terjebak oleh teman-temannya.

Duh, bilang gak ya sama Jee?

Perasaan ragu merambati hatinya. Sedangkan tantangan dari teman-temannya terngiang di kepala. Logika lelakinya mengatakan bahwa ia harus menuntaskan tantangan itu atau jika tidak, entah apa yang akan dilakukan teman-teman gilanya itu.

"Ris? Kok malah bengong sih?" Jeehan mengibaskan telapak tangannya ke depan wajah Harris.

"Eh, iya, soal itu ... " Harris benar-benar gugup sekarang. Sedangkan di balik tembok tak jauh dari pohon mangga tempat Harris bersembunyi tadi, ketiga temannya merasa gemas. Mereka menganggap Harris terlalu bertele-tele.

"Yaelah lama amat sih si Harris? Cuma tinggal ngomong aku suka kamu Jeehan doang apa susahnya," Amir menggerutu.

"Harris tuh bimbang, kalau dia bilang, dia pasti bikin Jeehan sakit hati, Mir! Lo idenya ada-ada aja sih!"

"Ssst! Harris kayaknya mau bilang sesuatu deh."

Harris tampak tersenyum kaku pada Jeehan, lalu memintanya untuk duduk di sebuah kursi sedangkan dia sendiri berjongkok di hadapan Jeehan. Persis seperti laki-laki yang hendak melamar seorang wanita. Kedua alis Jeehan bahkan mengkerut bingung dengan tingkah Harris.

Jee, aku mohon maafin aku ya.

Kepala Harris tertunduk, tak sanggup menatap Jeehan yang pasti sangat bingung. Detak jantungnya berdebar hebat.

"Jeehan," panggil Harris pelan sambil memosisikan dirinya dengan benar. "Sebenarnya ... Sebenarnya aku suka kamu!" kata Harris dalam sekali tarikan napas.

Degup jantung Jeehan seakan berhenti mendengar penuturan itu, lalu sedetik kemudian berpacu dengan cepat bersamaan dengan tatapan Harris yang memandangnya.

"Ap-Apa?"

Jeehan seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya, ia bahkan meremas roknya cukup kuat. Kedua netra Harris memejam, takut akan kenyataan yang akan diterimanya dari Jeehan. Perempuan itu seakan kehilangan napasnya.

"Jeehan ... " lirih Harris saat menatap Jeehan yang nampak sangat syok itu. "Jee, aku tahu aku gak seharusnya bilang gini, tapi ... "

"No Harris! Ini gak boleh! Ini gak boleh!" sentak Jee lalu berlari meninggalkan Harris dengan perasaan yang tak menentu. Jujur saja, sebenarnya Jeehan senang mendengar pengakuan itu, namun sudut hatinya yang lain berkata bahwa perasaan itu tak pantas ada. Jee bingung, sangat bingung sampai ia memutuskan untuk pergi.

"Jeehan! Jeehan tunggu!" Harris mencoba mengejarnya namun tertahan oleh cekalan tangan Amir.

"Udah Ris, gak usah dikejar, biarin aja, nanti juga —"

"Ini semua gara-gara lo!" bentaknya pada Amir. "Kalau bukan karena tantangan sialan lo itu, gua mana mungkin bikin Jeehan nangis!" Harris berubah marah.

"Loh kok gue, sih? Kita kan tadi cuma main ToD doang?" Amir nampaknya belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi.

"Aaargghhh!" teriak Harris frustasi lalu berlari meninggalkan taman belakang. Vino dan Bastian hanya bisa terdiam sedangkan Amir tampak bingung.

1
falea sezi
terusan jee mana jangan bkin gantung donk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
fokus saja pada kebahagiaanmu Jee
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
salah orang woy 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bastian udah kabur 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Setuju,
Semangaaat Jee 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Surprise 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Hadeuh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kan bener,ngapain marah" 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih ternyata numpang dirumah istrinya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jangan pas seneng" aja, noh urus suamimu yg lagi sakit 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Emang bukan madu tapi racuun 🤬
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Salah sendiri kenapa harus ada perempuan" padahal cukup 1 perempuan 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
alasannya karena ayahmu punya istri baru 😏
falea sezi
kok end thor
Mukmini Salasiyanti
udah End ajaa.... ??
hiks.. hiks...

Gk usah buat sequelnya kk Hern..
sedih&kecewaku sdh Habis disini..
ikut Terbang bersama Jee
(eaaaaaaa lebay....)
wkwkwk

tp kl kk berazzam tuk itu..
yaahh dgn Terpaksa la aqu read
dgn syarat Jee hidup bahagia dgn pria lain.. NO HARRIS!!!!
(eh.. situ Siapa ya, kok ngatur Author..
hihiiiiiiiii)
HK: Entah harus berakhir di sini atau tetap lanjut, kita pikirkan idenya dulu Kak Min. Thanks ya udah baca karya recehan author ini. 🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kebangetan nih masa ayahnya gak tau kl anaknya sekolah disitu😏
falea sezi
hahahah mampus kau azab tuh buat pelakor ma anak nya nunggu karma bapaknya stroke aja q
Mukmini Salasiyanti
tell the truth..
walaupun itu sgt pahit.....
Mukmini Salasiyanti
aihhhhh
ternyata, thor..
begini jg alurnya???
HK: Tunggu kelanjutannya /Chuckle/
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Bagus laaa kl ingat Bastian..
kukira kyk drama di novel2,
bakal Harris yg kena getahnya

wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!