Ketika usia nya yg masih kecil ia di buang oleh keluarga sendiri demi menyelamatkan kekayaan mereka,, dan karena pitnah sang kakak
setelah pergi dia dibesarkan oleh keluarga yg lebih kaya dari keluarga kandungnya,, dan memiliki kehidupan yg bisa di bilang mewah.
Kita lanjut season 2 yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuruHikmahOchl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesuatu
Setelah sampai dimarkas Audrey dkk masuk ke kamar mereka masing-masing, ya walaupun mereka jarang kemarkas tapi mereka tetap punya kamar masing-masing. Mereka masuk kamar untuk mandi, setelah selesai mandi dan berganti pakaian kemudian mereka tidur karena lelah.
Keesokan harinya, Audrey sudah bangun kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya setelah selesai mandi dia memakai pakaian santainya tapi dia tetap memakai topeng yang hanya menutupi area matanya (Audrey dkk memang memakai topeng ketika berada dimarkas dan ketika menyerang, karena mereka tak mau ada yg mengetahui identitas asli mereka kecuali ketika sedang bersama abang angkat mereka) kemudian dia turun kebawah untuk sarapan, dan ternyata sahabat-sahabatnya sudah menunggunya dimeja makan, Mereka makan dengan tenang karena itu peraturan nya.
Setelah selesai sarapan dia berkumpul diruang keluarga, ruangan itu khusus untuk Audrey dkk dan abang-abang angkat mereka. Ketika sedang asik mendengarkan Audi dan Lara bercerita handphone Audrey berdering menandakan ada notifikasi, Audrey membuka pesan tersebut yg ternyata dari salah satu orang kepercayaan nya yg dia suruh untuk memata-matai keluarga smith.
Pesan tersebut berisikan tentang kepulangan kakak laki-laki Audrey namun bukan disambut dengan baik malah mereka mengusir kakaknya, dan kakak nya sekarang sedang kebingungan untuk mencari tempat tinggal karena semua pasilitas dan hasil kerja keras selama ini membantu keluarga smith di ambil oleh ayahnya
Diapun menyuruh anak buahnya itu untuk mengajak kakaknya ke markas dan ajak saja bergabung,jika tak mau bergabung pun suruh dia tinggal, jika tak mau tinggal dimarkas berikan dia apartemen.
Kemudian tanpa berbicara apa-apa pada sahabat dia pergi ke kamar nya setelah sampai di kamar dia membanting pintu kemudian menghadap ke cermin
"Sudah cukup kau buat aku seperti ini kenapa harus kakakku juga, apa belum cukup kalian menyiksa ku kenapa harus kakakku juga" teriak Audrey kemudian dia menghantam kan tinjunya ke cermin membuat tangan dia terluka dan mengeluarkan darah.
"kenapa harus kakakku juga, jika sampai terjadi apa-apa pada kakakku akan kupastikan keluarga itu hanya tinggal nama" kata Audrey geram
"Aku tak boleh lemah, jika aku lemah siapa yg akan membuat kakak tenang, siapa yg akan memberikan support pada kakak, aku tak boleh lemah aku harus kuat demi kakak." Kata Audrey menguatkan dirinya sendiri, kemudian untuk mengakhiri itu dia memukul cermin kembali dan membuat lukanya semakin membesar dan darah bercucuran cukup banyak.
Ketika dia sedang memikirkan kakaknya dia teringat kalung yg dia temukan, dia juga ingat dia pernah mendapatkan kalung dari kakaknya namun dirampas oleh kakak perempuannya. Dia mengambil kalung itu kemudian mengusapnya, tanpa dia sadari darahnya menetes pada bandul kalung tersebut sedetik kemudian cahaya yang sangat terang keluar dari kalung itu membuat Audrey menutup mata, ketika dia membuka mata pemandangan disekitarnya sudah bukan kamarnya lagi tetapi sebuah tanah yg sangat luas.
Dia bingung dengan keadaan sekelilingnya, dan untuk mengatasi kebingungan nya dia berkeliling. Dia menemukan sungai disana lengkap dengan air terjun, dia terus berjalan kemudian menemukan sebuah rumah dia memasuki rumah tersebut dan ternyata rumah tersebut sangat luas dia melihat rumah itu memiliki cikup banyak ruang diapun mencoba membuka ruangan-ruangan itu, ketika dia membuka ruang ke 1 ternyata ruang itu adalah ruang kain(kain itu dengan kualitas yg bagus dan juga banyak warna juga motifnya), Audrey pun tak mau puas sampai disitu diapun menelusuri setiap ruang ternyata setiap ruang memiliki isi yg berbeda.
Ada ruang yang memang khusus kamar tidur, ada juga ruang pakaian (berisi baju, topi, sepatu dll), ruang perhiasan (emas, berlian, kalung, cincin, gelang dan perhiasan lainnya), ada juga sebuah perpustakaan yg besarnya sekitar 20×10 m, dan masih banyak lagi ruangan yg lainnya. Walaupun dari luar seperti rumah biasa tapi ketika didalam rumah ini seperti istana.
Diapun memilih untuk berdiam di perpustakaan untuk menghilangkan kebingungannya, dia masuk ke perpustakaan itu tapi ketika masuk dia sangat kagum karena banyak buku yg tersusun rapi di rak-rak buku itu. Sebelum dia melangkah dia memikirkan buku apa yg dapat menjawab kebingungan nya tentang dia yg berada disini, ketika dia akan melangkah dia melihat ada satu buku yg melayang mendekati nya kemudian dia mengambil buku tersebut dan dia membuka buku tersebut dan membacanya, lembar demi lembar dia baca setiap lembar yang dia baca raut wajahnya berubah menjadi cerah setelah beberapa menit kemudian dia akhirnya menyimpan buku tersebut dan tersenyum.
"Jadi aku berada didalam dimensi yang ada dikalung yg aku temukan, aku juga bisa menyimpan barang-barang ku disini, bahkan waktu disini dan diluar sangat berbeda jauh. Heummm aku sangat beruntung hari ini, aku keluar dulu sebelum orang lain sadar aku pergi. Close" kata Audrey, kemudian pemandangan kembali seperti semula yaitu kamar dan sekarang kalung sudah terpasang dileher Audrey
"Transparan" kata Audrey, kemudian kalung itu seperti tak ada di leher Audrey
Setelah selesai dengan itu dia menemui sahabat-sahabatnya diruang keluarga.
kok kyk nya makin lma makin nglantur deh alurnya
yg baek2 aja thor biar bisa jd tauladan