NovelToon NovelToon
Skandal Dengan Pacar Bos

Skandal Dengan Pacar Bos

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:113.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

"Kau tangan kananku. Apa yang kau lakukan dengan kekasihku?"

"Maaf, Tuan, saya dan Anne saling mencintai. "

Raksa Saskara tak bisa mengelak saat skandalnya diketahui oleh atasan—Nero Morvion. Raksa sadar, segala perbuatan memang ada konsekuensi yang harus diterima, termasuk selingkuh dengan Keanne Syahira Dirgantara—calon tunangan Nero.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Tingkat Lebih Unggul

"Nero mana?"

Satu pertanyaan yang pertama kali dilontarkan Mauren ketika Anne tiba di tempat Keanu.

Sebagai seorang ibu, terselip banyak kekhawatiran dalam hatinya, perihal usia Anne yang makin matang dan keseriusan Nero yang masih mengambang. Sungguh tidak baik untuk masa depan Anne.

"Dia nggak bisa ikut, Ma."

Anne menjawab dengan lirih. Tarikan napasnya terdengar berat, mencerminkan rasa yang tak nyaman.

Mendengar jawaban anaknya, Mauren langsung melipat tangan di dada, bersamaan dengan hilangnya senyuman yang tadi diulas tipis.

"Ke mana lagi dia? Kerja? Heh, makin lama makin kelihatan main-mainnya," ucap Mauren dengan intonasi yang lebih tinggi.

Sebelum Anne menjawab, Rendra yang lebih dulu menyela, "Jangan dibawa emosi, Ma! Percayakan saja pada Anne, dia yang lebih mengenal Nero."

"Nggak emosi gimana, Mas. Ini udah berapa bulan dari janjinya dulu. Katanya mau menemui kita dan melamar Anne, tapi mana buktinya? Esok lusa, esok lusa terus, sampai habis esoknya. Anne itu udah dewasa. Kalau Nero memang serius, harusnya bisa memikirkan itu," jawab Mauren.

"Mungkin dia memang beneran sibuk, Ma." Rendra mencoba menenangkan istrinya. Dia tak mau Anne kecewa karena orang tua tak sependapat dengan lelaki pilihannya.

"Sibuk kok terus. Memangnya kalau pas nikah nanti juga begini, hanya kerja, kerja, dan kerja? Kasihan anak kita dong, Mas, nikah tapi kayak nggak nikah." Mauren terus mengomel, meluapkan kekesalan yang sudah disimpan sedari lama. Sejak Nero mangkir dari janjinya, pandangan Mauren terhadap lelaki itu sudah negatif.

Rendra kemudian diam. Pikirnya, jika dijawab, maka omelan Mauren tidak akan berhenti. Sementara di sisi lain, Anne sudah kelihatan tak nyaman dengan sikap ibunya. Bahkan, saat Keanu bergabung dan menyapanya, Anne sekadar menanggapi dengan gumaman pelan.

Melihat anak dan suaminya diam, Mauren pula akhirnya ikut diam. Sampai kemudian, seorang lelaki masuk dan memberi salam dengan sopan.

"Selamat pagi, Nyonya."

Anne tak mendongak, apalagi menatapnya. Dia tahu yang datang adalah Raksa, yang tadi masih mengangkat telepon dan menyuruhnya masuk lebih dulu. Akan tetapi, berbeda dengan Mauren, Rendra, dan Keanu. Ketiga orang itu kompak menatap Raksa.

"Kenalkan, saya Raksa. Saya datang ke sini sebagai teman Anne, sekaligus perwakilan dari N&M. Sebagai tanda perkenalan saya, ini ada sedikit bingkisan untuk Anda dan Tuan."

Mendengar kata 'bingkisan', Anne langsung mendongak, dan dia dibuat terkejut dengan kotak abu-abu yang dibawa Raksa. Apa itu? Sebelumnya tak ada membahas tentang bingkisan.

Sebaliknya, Mauren merasa tersanjung dengan bingkisan itu. Kekesalannya terhadap Nero sedikit terobati dengan hadirnya Raksa, yang mengaku sebagai teman Anne.

Sembari tersenyum dan mengucap terima kasih, Mauren menerima dan membuka bingkisan tersebut.

"Ini teh putih?"

Raksa mengangguk. "Benar, Nyonya. Ini asli dari Cina, mengandung antioksidan yang sangat bagus untuk sistem kekebalan tubuh. Rasanya pun cukup nikmat untuk menemani waktu bersantai. Semoga Nyonya dan Tuan menyukainya."

Mauren tersenyum lebar. "Kamu benar-benar anak muda yang baik. Tahu saja kalau orang tua seperti kami harus pandai-pandai menjaga kesehatan. Terima kasih banyak, ya."

"Sama-sama, Nyonya."

"Nyonya?" Mauren menepuk pelan bahu Raksa. "Kamu kan temannya Anne, kurang pas rasanya kalau memanggil kami nyonya dan tuan. Panggil om dan tante saja," sambungnya.

"Tapi___"

"Saya hanya melihat kamu sebagai teman Anne, bukan perwakilan dari N&M," pungkas Mauren, tak mengizinkan untuk melanjutkan kalimatnya.

Tentu saja hal itu membuat Raksa merasa senang. Demi apa ibu Anne seramah itu padanya. Boleh kan jika sekarang menganggap dirinya satu tingkat lebih unggul dibanding Nero?

"Kalau aku lebih suka kopi sih. Boleh dong nanti dibawakan juga kalau ke sini lagi. Ya ... sebagai bingkisan untuk ipar." Keanu ikut menyela sambil cengengesan tak jelas.

"Heh, mulutmu!" bentak Anne sembari melayangkan tatapan tajam.

Namun, Keanu tak merasa bersalah. "Kenapa memangnya? Kamu aja sering kok dikasih sesuatu sama Elena."

"Elena kan tunanganmu, wajar lah."

"Dia juga pasanganmu, kan?" Keanu menjawab dengan tatapan yang melirik ke arah Raksa.

"Udah kubilang kami ini teman."

"Meragukan," sahut Keanu.

"Sudah, sudah, jangan seperti anak kecil, kalian ini sudah dewasa." Rendra menengahi Keanu dan Anne, yang memang sering ribut jika bertemu. "Raksa, terima kasih untuk hadiahnya dan juga untuk kehadiran kamu di sini," lanjutnya sambil beralih menatap Raksa.

"Sama-sama, Om. Saya juga berterima kasih atas sambutannya yang luar biasa ini."

Tak lama setelah itu, Rendra mengajak mereka untuk duduk dan berbincang bersama, sembari menunggu Keanu memantau persiapan peresmian yang akan berlangsung sekitar empat jam lagi.

Ketika Rendra dan Mauren berjalan di depan, Anne menarik tangan Raksa dan mengajaknya menyingkir sejenak. Ada hal penting yang harus ia tanyakan detik itu juga.

"Ada apa, Anne?" tanya Raksa. Dia kurang paham dengan maksud tindakan Anne. Tidak mungkin untuk melakukan sesuatu padanya, kan? Memangnya Anne seagresif itu?

"Kenapa kamu bawa bingkisan segala? Aku hanya meminta kamu untuk menemaniku, bukan sampai keluar uang untuk keluargaku," protes Anne tanpa basa-basi.

Raksa tersenyum. "Hanya teh, Anne, jangan terlalu sungkan. Itu tidak menghabiskan gaji bulananku."

"Tapi___"

"Sebagai teman yang menemanimu datang, harusnya bukan hal aneh kan kalau aku membawa bingkisan untuk keluargamu?" potong Raksa.

Anne terdiam. Satu hal lagi yang tidak ia temukan dari Nero, dan ada pada Raksa. Tindakan sederhana, tetapi mengandung banyak makna. Nero ... mana pernah memikirkan bingkisan, datang saja selalu mengulur waktu. Sampai akhirnya tidak terealisasikan sampai sekarang.

"Kapan kamu menyiapkan itu? Tadi ... aku nggak melihat kamu membawa sesuatu." Setelah terdiam cukup lama, akhirnya Anne kembali membuka suara.

"Sejak kamu mengirim pesan semalam, aku langsung menghubungi pihak hotel untuk meminta bantuan. Dan ... yang membawa bingkisannya tadi ada di dalam taksi di belakang kita. Aku sengaja sih nggak ngasih tahu kamu," jawab Raksa seraya menaikkan kedua alisnya, memasang gaya sok keren. Ahh, ralat, dia memang keren.

"Kenapa gitu?" Anne mulai gugup. Pasalnya, tatapan Raksa mendadak agak lain.

Tak sampai di situ saja, lelaki dengan perawakan tegap itu tiba-tiba merengkuh pinggangnya dengan erat, hingga kini wajah keduanya saling berdekatan.

"Karena kita ... bukan orang lain lagi. Anne, kita sama-sama tahu apa yang terjadi. Iya, kan?" ucap Raksa. Napas hangatnya mengiringi kalimat itu, menyapu wajah Anne yang kini bersemu merah.

"Kamu yakin berani? Lawanmu bukan orang sembarangan loh."

"Aku nggak punya alasan untuk takut, karena buktinya ... sekarang aku bisa memeluk kamu. Dan yang lebih penting lagi, aku bisa disambut baik oleh keluargamu."

Anne tertawa kecil. "Aku tahu, dan ... aku akui kamu cukup hebat. Tapi, kamu harusnya juga tahu apa konsekuensinya jika kita melangkah lebih jauh lagi."

"Aku siap menanggung segala konsekuensinya. Aku___"

"Aku nggak lihat apa-apa kok. Beneran. Aku cuma lewat doang."

Ucapan Raksa terhenti karena tiba-tiba ada suara yang mengejutkannya dari belakang. Ternyata Keanu. Saudara kembar Anne itu sedang berdiri tak jauh darinya, menyandarkan tubuh di dinding sembari melipat tangan di dada, seolah menikmati pemandangan yang indah.

"Keanu! Pergi, nggak!" teriak Anne sambil melotot tajam.

"Iya, aku pergi." Keanu menyahut santai. "Bro, jangan lupa ya kopinya. Sepertinya ... kamu nanti akan sering datang ke sini," lanjutnya sambil melangkah pergi, meninggalkan Anne yang masih memasang tampang kesal.

Bersambung...

1
neni onet
Nero pasti ga nidurin, dia pasti cuma drama dan akhirnya akan benar2 jatuh cinta 😄
neni onet
jangan bilang Raina diperk*s* sama Nero🫣
neni onet
baru kali ini aku mendukung perselingkuhan, bermainlah yang rapi biar reader ga senam jantung 😄
Erni Fitriana
thot keren karyamy😘😘😘😘
Erni Fitriana
paati topeng y thor raina n nerro
Erni Fitriana
aku percaya sama thor...👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
walahhhh...kenapa raaa???
Erni Fitriana
apakah brtan bisa dipercaya sa????
Erni Fitriana
raksa..salut abang yg sangat cinta n kasih terhadap adiknya...
Erni Fitriana
poor raina.....author baik banget udah mau bikin buku khususan nero-raina...love u author😘😘😘
Erni Fitriana
nero...pada saat raina sadar n sdh pintar..giliran kamu gantian junhkie baluj ngwjar cinta raina...inhat kata" raimon
Erni Fitriana
😔😔😔😔😔😔berasa sedihnya sape ke reader's saaaaa
Erni Fitriana
neroooooooo😡😡😡
Erni Fitriana
thor ceritamu😘😘😘😘😘😘😘😘
Erni Fitriana
sekecil apa ra???
Erni Fitriana
raina😫
Erni Fitriana
jodoh ditangan author raaa
Erni Fitriana
RAINA SAAAAA....RAINAAAAA
Erni Fitriana
aduh raina😖😖😖😖
Erni Fitriana
aduhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!