Apa jadinya kalau seorang mahasiswa hukum yang playboy di jodohkan dengan seorang janda kaya raya?
Dalam pikiran Boy, janda adalah perempuan gendut dengan make up tebal. Seluruh tubuhnya sudah kendor dan bekas orang. Boy yang sering gonta ganti pacar cantik, tentu saja menentang keras perjodohan yang dilakukan kedua orangtuanya, apalagi di jodohkan dengan seorang janda walaupun kaya raya.
"Tidak mau! Lebih baik Aku mati daripada menikah dengan janda tua. Aku masih 21 tahun, Mi, Pi," tolak Boy dengan keras.
Padahal, Krystal tidak sejelek yang Boy pikir. Walaupun sudah berumur 28 tahun dan janda, dia sangat cantik seperti aktris Korea. Krystal juga masih perawan, karena belum pernah tidur sekamar dengan mantan suaminya.
Krystal yang tidak ingin salah memilih suami lagi, memutuskan menyamar menjadi mahasiswi hukum, satu kampus dan satu kelas dengan Boy, untuk mengetahui sifat asli calon suaminya. Terbukti, banyak mahasiswa maupun dosen pria yang naksir Krystal termasuk Boy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Boy masih tidak terima segera dinikahkan dengan janda kaya bernama Krystal. Sejak kemarin, wajahnya kusut dan nafsu makannya menurun. Ingin sekali rasanya Boy berontak, tapi dia belum siap kehilangan uang jatah bulanan dari orang tuanya. Dia juga tidak mau keluar dari daftar kartu keluarga.
Boy masih kuliah seperti biasa, walau kelihatan lesu. Dia memarkirkan motornya di tempat biasa.
"Boy!" Terdengar suara memanggilnya.
"Alexa," Boy tersenyum melihat kedatangan Krystal.
"Wajah kamu kenapa kusut? Habis diomeli orang tua kamu, ya?" tanya Krystal.
'Bukan diomeli lagi, tapi aku sudah digadaikan untuk melunasi utang budi ke janda kaya,' batin Boy. "Tidak apa-apa, hanya kurang tidur," jawab Boy.
'Aku penasaran, bagaimana perasaan Boy setelah segera menikah denganku? Rasanya aku ingin sekali mengaku padanya, kalau aku ini Krystal? Apa aku mengaku saja sekarang?' Krystal menimbang-nimbang di dalam hatinya. "Boy, ada yang mau kubicarakan," ucap Krystal, hampir saja ia mengungkapkan identitasnya.
"Apa?" tanya Boy.
"Aku... sebenarnya..."
"Boy! Alexa!" Perkataan Krystal terpotong setelah kedatangan Dena yang bersemangat.
"Dena?" kata Boy, terkejut.
"Kata Papa dan Mamaku, kalian berdua sudah menolongku dan mengantarku pulang tadi malam. Makasih banyak, ya?" ucap Dena tulus.
"Yang pertama melihatmu diseret adalah Alexa. Jadi kami menolongmu," kata Boy.
"Aku enggak ngelihat kamu di kelab, kenapa kamu tiba-tiba ada?" tanya Krystal.
"Aku baru datang jam 10 malam buat ketemuan sama Bagas. Aku pikir dia cowok baik-baik, ternyata dia menaruh obat tidur di minumanku sampai aku enggak sadarkan diri. Entah apa yang terjadi sama aku kalau kalian enggak ada," kata Dena, raut wajahnya masih menunjukkan ketakutan.
"Jadi kamu kenal orang itu? Apa kamu tahu kalau dia Omnya Doni?" tanya Boy.
"Jadi dia Omnya Doni? Pantas nama belakangnya sama, Bagas Herlambang dan Doni Bian Berlambang," kata Dena, baru menyadari.
"Itu Doni!" tunjuk Krystal ke arah Doni yang baru datang bersama Ryan.
"Woy! Doni!" teriak Dena memanggil Doni.
"Apaan sih? Ada apa, mantan pacar sahabatku?" ucap Doni. Ryan yang baru datang bersama Doni tersenyum mendengar perkataan Doni.
"Keluarga kamu semuanya bejat, ya?! Om kamu, Bagas Herlambang, tadi malam mau memperkosaku. Untung ada Alexa dan Boy. Coba kalau enggak ada mereka?!" kesal Dena.
"Boy sudah bilang ke aku dan Ryan malam kemarin tentang Om Bagas. Dia memang gitu karena terbiasa hidup di New York, bukan berarti semua keluarga kami brengsek," jawab Doni, sedikit membela diri.
"Kamu ngebela Om kamu?!" Dena tidak terima.
"Enggak sih, cuma..."
"Saga juga sama brengseknya," Krystal keceplosan.
"Kamu kenal Om Saga?" Doni langsung menanggapi, terkejut.
Boy, Dena, Doni, dan Ryan menantikan jawaban Krystal.
"Orang yang kukenal, kakakku adalah sekretaris pribadi CEO Winner Grup. Bu Krystal dan Om Saga setelah pacaran dua tahun memutuskan menikah. Tapi pernikahan mereka baru sehari dan langsung bercerai. Om kamu, Om Saga, dipergoki selingkuh oleh Bu Krystal. Apa coba namanya kalau bukan brengsek," jelas Krystal dengan gugup, berusaha menutupi kebohongannya, setidaknya ia jujur tentang alasan perceraian.
Boy terkejut. Kenyataan macam apa ini? Ia tidak menyangka Krystal mengenal calon istrinya. Ia juga tidak menyangka kalau mantan suami calon istrinya adalah paman dari sahabatnya.
"Wah... semua laki-laki di keluarga kamu benar-benar brengsek. Jangan-jangan kamu juga begitu?" ucap Dena lagi, menatap Doni.
"Jangan anggap kami sama. Walau satu keluarga, Papaku adalah anak paling baik. Dua adiknya saja yang begitu. Lagi pula CEO Winner Grup itu juga yang bodoh, percaya rayuan Om Saga. Walaupun dulu mereka pacaran dua tahun, tapi mereka jarang bersama karena CEO Winner Grup itu sibuk. Bukan cuma sekali Om Saga tidur dengan wanita lain, tapi sering. Om Saga saja yang lagi apes dan akhirnya kepergok selingkuh." Doni nampaknya tidak bisa membela pamannya lagi di hadapan teman-temannya.
"Jadi kalian juga tahu Om Saga selingkuh saat ditinggal Bu Krystal perjalanan bisnis?" Krystal nampak emosi dan berusaha menyembunyikan emosinya. "Padahal waktu acara pernikahan, keluarga Om Saga terlihat baik seolah tidak tahu apa-apa. Aku sendiri yang lihat waktu bersama kakakku hadir," lanjut Krystal lagi.
"Karena kami tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain walaupun keluarga," jawab Doni jujur. "Alexa, kamu beneran datang ke pesta pernikahan Om Saga dan Bu Krystal? Kok aku enggak lihat kamu? Padahal acaranya tertutup cuma untuk keluarga terdekat."
"Kamu saja yang enggak lihat aku. Aku juga belum kenal kamu waktu itu. Aku datang bersama Kak Jelita, sekretaris Bu Krystal," jawab Krystal lagi, ia masih berbohong.
"Walaupun kamu dulu kenal aku, sayangnya aku enggak datang ke acara itu. Aku lagi sakit tipes," kata Doni lagi. "Oh ya, aku dengar dari Om Saga, Bu Krystal itu sangat cantik, dia susah didapatin. Pokoknya paket komplit. Kaya dan cantik, itulah yang bikin Om Saga yang brengsek enggak mau ninggalin Bu Krystal. Seandainya Om Saga enggak pernah ketahuan, pasti mereka masih bersama sekarang."
"Apa Krystal beneran cantik?" Boy tiba-tiba penasaran, matanya menatap Doni.
"Kata Om Saga dia sangat cantik," jawab Doni lagi.
"Iya, Doni benar. Bu Krystal sama cantiknya kaya Miss Indonesia, Miss India ataupun Miss Korea," Krystal ikut membanggakan dirinya sendiri, wajahnya memerah samar.
"Tapi dia janda," jawab Boy, wajahnya kembali kusut.
"Tapi enggak kelihatan jandanya. Aku juga mau sama Bu Krystal kalau dia mau sama aku," kata Doni lagi.
"Kok jadi bahas Bu Krystal sih? Bukannya kita lagi bahas Omnya Doni? Aneh?" ucap Dena, ucapannya membuat percakapan mereka terhenti, menyadari topik sudah melenceng jauh.