NovelToon NovelToon
VRMMORPG Another World

VRMMORPG Another World

Status: tamat
Genre:Pemain Terhebat / Epik Petualangan / Solo Leveling / Game / Tamat
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isekai Fantasy

Setelah mengantri untuk membeli game Yuto malah mengalami insiden terjebak di dalamnya, bersama 3.000 pemain lainnya mereka harus bisa menaklukkan lantai terakhir dan mengalahkan sosok yang menyebut dirinya seorang dewi.

Ini bukan permainan dimana kematian bukan segalanya, walau demikian ada pembayaran yang harus diterima pemain saat HP mereka menyentuh angka nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 : Lantai 5 (Undead Line)

Sudah satu bulan semenjak kami terjebak di game ini, sejauh ini fraksi kesatria maupun petualang sudah menembus lantai 20 menara Kristalia, bos-bos yang mereka kalahkan dipertunjukkan di kota awal sebagai infomasi heroik yang telah mereka raih.

Aku berada di kerumunan pemain yang penasaran akan hal itu, statik bos sendiri benar-benar terlihat gila bahkan jika seseorang memiliki level maksimal mereka belum tentu bisa mengalahkannya hanya dengan beberapa orang saja, ini adalah game RPG karenanya kerja sama benar-benar di tuntut dalam pertempuran seperti ini.

Walau fraksi kesatria dan petualang adalah dua hal berbeda, mereka menyadari bahwa mereka harus melakukannya bersama.

Ada mereka mungkin menjadikan harapan banyak orang namun ketika ada cahaya tentu ada bayangan di sekitarnya, beberapa pemain yang diserang PK atau player killer juga mulai ditambahkan pada informasi tersebut.

Mereka cenderung menghabisi pemain yang berada di level 30an, selain memberikan kepuasan tersendiri, pinalti dari pemain yang terbunuh juga bukan hanya sebatas level mereka di nol kan melainkan peralatan mereka juga diambil.

Misal jika kalah dengan monster peralatan mereka akan dikembalikan tapi jika itu sesama player maka berakhir demikian.

Sudah 500 orang terbunuh dari keseluruhan 3.000 pemain karena PK dan itu juga membuat waktu lebih lama untuk kami bisa keluar dari game, beberapa orang mungkin menyukai hidup di tempat ini namun di sisi lain kami mengharapkan untuk kembali, ada keluarga kami yang menunggu. Terlepas dari dunia yang membosankan dunia nyata adalah dunia yang sesungguhnya yang tidak terdiri dari sebuah data komputer, bagiku sendiri aku tetap merasa hidup jika berada di sana.

"Yuto, mari pergi.. kita perlu menaikan level sekarang."

"Kurasa kau benar."

Aku menjawab perkataan Mofu untuk mengikutinya keluar kerumunan bersama Karina yang telah berjalan di depan sembari menikmati roti di tangannya.

Kami menggunakan kristal teleportasi untuk pergi ke lantai 5 yang merupakan area bertebing dengan undead semacam zombie yang harus kami kalahkan.

Game ini tidak dibuat sempurna adalah hal yang pantas aku katakan, jobnya terbatas bahkan pola serangan juga tergantung pemain yang ingin melakukannya seperti apa.

Aku menggunakan skill [Slash] untuk membunuh zombie yang berjalan ke arahku walaupun lebih banyak menggunakan gerakan diriku sendiri, mereka masih bergerak lambat hingga memudahkan aku untuk membunuhnya. Untuk Karina dia berada di depan dengan gerakan luar biasa, dia bergerak seolah-olah menari-nari dengan dua senjata kembarnya.

Dalam waktu singkat dia jauh lebih banyak membunuh zombie dibandingkan aku.

Di sisi lain Mofu mendukung dengan sihir pendeta miliknya, seperti [Blessing] yang menambahkan keberuntungan serta [Power Up] dan [Protection] untuk melindungi kami dari efek apapun seperti kutukan dan serangan. Masing-masing memiliki waktu penggunaan jadi kami tidak terus-menerus bergantung padanya.

Aku dan Mofu duduk di tanah sembari mengatur nafas kami yang tersengal-sengal, Karina yang memiliki status lebih tinggi masih berdiri sembari menunjukan pose alaynya.

"Kerja bagus kalian berdua, kita sudah menghabiskan seharian untuk membunuh mereka sebaiknya kita kembali ke kota. Ugh.. perutku lapar."

Ini game namun anehnya kami merasakan hal demikian walaupun kami tidak benar-benar membutuhkan sesuatu untuk pergi ke toilet seolah makanan yang kami makan menghilang begitu saja di tubuh kami.

Aku membantu Mofu untuk berdiri dan merasa malu karenanya.

"Ada apa Yuto?"

"Tidak, kamu benar-benar empuk."

Mofu hanya memiringkan kepalanya, syukurlah dia tidak mengerti apa yang aku maksud.

1
Hakimi Yuuki
'masihlah' bukan 'masinglah'
Frando Kanan
lvl 200 huh....utk iblis huh
Frando Kanan
tuh....lht bkn...30% aja udh kesusahan....cih 😒
Frando Kanan
nah itulh yg gk adil....Dia sendiri lvl 1000...sdgkn player? max lvl 350an aja...mkany ini gk adil....
Frando Kanan
cih....jika bneran knp di Dunia nyata kebykan yg gw lht pembawa mslh ya????????
Frando Kanan
skillu ultimate yg biasa aja 😅
Frando Kanan
provokasi huh... seperti maple Dan kuromu
Frando Kanan
njirr udh lvl 300 ternyata si MC ini...tpi bknny max lvl 350?
Frando Kanan
njirr Karina lvl 65 mofu lvl 63 lalu Alice lvl 85...lalu MC lvl brp?
Frando Kanan
Dewi sialan 💢💢💢
Frando Kanan
yare2 🙄...
Frando Kanan
njirr pemain Max lvl 350...tpi monster max lvl 1000?! ini sgt tdk msk akal njirr 💢💢💢💢
Frando Kanan
njirr job hanya 2 aja?! gw kira ada job spear Dan axe tpi ternyata hanya mage Dan sword Master aja... bner2 deh 😒
Frando Kanan
anjirr..jika mati lvl langsung kembali ke nol...bknny ini sama aja bkin mental hancur tuh 🤦🤦
Frando Kanan
lbh tptny seperti SAO
Frando Kanan
FIX....versi ke 2 SAO
Frando Kanan
Sword Master lgi 😒
Frando Kanan
seperti SAO
tuh cewek malah mikirin bok*p hadeuh
Evenflow
SAO versi beda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!