meyla yg jadi bunda dadakan aira gadis kecil yg akan berujung cinta dan jodoh pada papi nya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kulkas Panas
Setelah aira mandi dan ganti baju. anak kecil itu mengajak meyla masuk ke kamar papinya. Saata pintu di buka terlihat Andra sedang tidur dengan wajah sedikit pucat.
" pi... papi.. " aira mencoba membangunkan papi nya dengan mengoyang goyangkan tangan papi nya.
Andra merasa ada yg memanggil namanya langsung mengerjap ngerjapkan mata nya. Lalu dia tersenyum melihat gadis kecil telah di samping nya.
" aira sayang kamu udah pulang" tanya Andra sambil tersenyum..
'Ternyata dia bisa senyum juga ya. dan terlihat sangat tampan kalau dia tersenyum seperti itu.' batin meyla
" iya papi aku udah pulang. dan aku ngajakin bunda kesini " ucap aira polos.
Andra yg baru sadar ada meyla langsung berubah datar dan dingin seperti semula.
"Terima kasih . sudah mau menjengukku" ucap Andra datar tanpa menoleh ke arah meyla.
" iya. bagaimana keadaanmu? " tanya meyla masih berusaha tersenyum.
" sudah tidak papa. sudah tidak panas lagi" jawab Andra acuh.
Tapi karna khawatir dengan refleks tangan meyla menyentuh kening Andra untuk memastikan yg d omongkan nya benar.. Sebenarnya meyla sudah merasa cemas saat tau Andra sakit. karna bagaimapun dia menyayangi dan mencintai laki laki dingin di depannya ini.
'Syukurlah sudah tidak panas. Tpi diakan manusia kulkas masa iya ada kulkas panas.' batin meyla bernapas lega sekaligus ingin tertawa dengan pikiran nya tadi.
Andra yg meras di perhatikan mulai tersentuh hatinya. Tapi ego nya masih mengalahkan nya.
padahal dari tadi jantung nya berdebar debar saat meyla menyentuh kening nya dengan lembut. tapi dia tidak mau mengakui bahwa dia mulai menyukai meyla. Karena dia masih ingat pda alamarhum istrinya.
" aku mau istirahat dulu. ajak aira main saja dulu di kamar nya. kalau mau apa apa minta pelayan saja" kata Andra mencoba menetral kan perasaannya.
Tanpa menjawab meyla hanya mengangguk sambil menunutun aira keluar dari kamar itu.
...............
Di kamar aira sudah terlelap. Meyla yg merasa bosan keluar dari kamar aira dan menuju dapur.
Dia ingin menghilangkan kejenuhan nya dengan melalkukan sesuatu yaitu memasak. Dia berniat membuat bubur untuk Andra dan kue.
Setelah semua bahan nya siap dia mulai memask nya.
" nona sedang apa.? jika butuh sesuatu bilang pelayan saja" kata seorang pelayan yg menghampiri meyla.
" Tidak. saya hanya ingin membuat bubur untuk Tuan Andra dan membuat kue untuk aira" jawab meyla sambil tersenyum ramah
" kalau begitu biar saya bantu nona" kata pelayan tadi menawarkan diri.
" Tidak usah. aku bisa sendiri kok. kamu kerjakan yg lain saja. " ucap meyla tersenyum..
Pelayan itu pun mengangguk dan pergi meninggalkan meyla sendiri.
.................
Setelah selsai masak bubur dan bikin kue. meyla berniat untuk mengantarkan buburnya ke kamar Andra.
Setelah sampai di depan kamar Andra meyla menarik napas dalam dan menghembuskan nya..
Dia begitu tegang saat ingin masuk kamar Andra. Seperti mau manghadapi sidang pengadilan saja. wajah nya terlihat cemas dan takut. wajar saja karna selama ini sikap Andra yg cuek dan dingin itu membuat siapa saja akan merasa takut.
Tokk tokk
Akhirnya meyla memberanikan diri mengetuk pintu kamar Andra.
" Masuk" kata org yg di dalam. sepertinya Andra sudah bangun.
Meyla mencoba meraih gagang pintu dengan tangan kanan nya sementara tangan kirinya memegang nampan isi bubur dan kue. dia membuka pintu dengan perlahan dan masuk ke dalam lalu menutup pintu nya lagi.
Dia mendekati Andra yg sedang duduk selonjoran di kasur sambil memainkan poselnya.
Saat Andra melihat siapa yg datang dia langsung terkejut.
" ngapain kau disini. aku kan menyuruh mu menemani aira di kamarnya.?" tanya Andra dengan nada tidak suka.
" maaf. tadi aira sudah tidur. dan mey bosan. jadi tadi aku buat bubur sama kue untukmu" jawab meyla gugup.
'ya ampun. aku ini pacarmu Tuan Andra. tapi kau seperti melihat musuh saat melihaku. " batin meyla hati nya sangat sakit mendengar ucapan Andra yg seakan tidak menginginkan nya.
" sudah simpan makanan nya di situ. dan kau keluarlah dari kamarku aku mau istirahat lagi." kata Andra datar
Meyla hanya menuruti dia menyimpan nampan nya di meja sisi tempat tidur Andra dan Meyla segera pergi keluar kamar dengan perasaan hancur dan kecewa Dia merasa sesak di dadanya karna menahan tangisnya..
Meyla langsung berlari menju kamar aira da masuk ke kamar mandi. Tangisnya pun pecah yang sedari tadi di tahannya.
'dasar kulkas udah panas aja bukan nya meleleh jadi cair. malah tambah dingin. Dasar manusia kulkas. gk bisa hargain org lain. gk peka.' batin meyla yg masih terus menangis terisak.
" Bodohh.. Bodohhh. kenapa aku harus jatuh cinta pada manusia kulkas itu si. sekarang aku kecewakan karna dia tidak pernah menganggap aku kekasihnya .. kamu Bodoh meyla ... Bodohh. tidak bisa menjaga hatimu..." kata meyla pada diri sendiri sambil terus memukul mukul kepalanya dengan tanganya merutuki kebodohan nya.
lanjutkan ceritanya dong
ngak seru ngak ada kelanjutannya 🥵🥵🥵