NovelToon NovelToon
One & Only

One & Only

Status: tamat
Genre:Harem / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dilawrsmr

Keluarga Haris memiliki putri kembar yang salah satunya menjadi seorang wanita yang memiliki status tertinggi dan terhormat di suatu negeri, yaitu menjadi seorang Ratu terkasih dari seorang Raja yang Agung.

Suatu hari, kembaran sang Ratu yang sudah lama tak terlihat dan seolah terlupakan hadir di istana di saat yang diperlukan dalam keadaan genting.

Saat itu juga kisah mereka dimulai. Kisah harem yang dipenuhi dengan intrik dan kisah cinta yang dihadapkan pilihan.

Bagaimana kisah selengkapnya? Yuk, kita simak ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilawrsmr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 - Bertemu Dengan Keponakan.

Saat itu seorang pelayan Ratu datang bersama seorang anak lelaki.

"Kau bilang, kau ingin bertemu dengan keponakanmu. Jadi, kusuruh Dina untuk menjemputnya datang ke sini," kata Ratu

"Jadi, dia putramu? Tampan, sungguh mirip dengan Raja," ujar Yura

"Arsha, sini, Nak ... " panggil Ratu

Anak dari Ratu dan Raja adalah seorang lelaki yang diberi nama, Arsha Arsalan.

Dipanggil oleh Ibu Ratu-nya, tentu saja Arsha langsung mendekat.

"Ibu, siapa dia? Kenapa sangat mirip dengan Ibu?" tanya Arsha dengan pelan.

"Ibu, belum pernah cerita padamu ya? Ibu mempunyai saudari kembar, dia Bibimu. Beri salam padanya, Arsha," ujar Ratu

"Halo, Tuan Muda. Namamu Arsha, ya? Salam kenal, aku Bibimu," ujar Yura menyapa.

"Aku, Putra Mahkota! Bukan Tuan Muda!" seru Arsha memprotes.

"Arsha, tidak boleh seperti itu pada Bibi ... " tegur Ratu

"Tidak apa, Kak. Dia hanya memberi tahu posisinya yang kukuh dan mutlak padaku. Tadi aku hanya sedikit mengetesnya, dia punya karakter yang kuat, cocok dengan posisinya sebagai Putra Mahkota," ucap Yura

"Tetap saja, dia harus diingatkan untuk selalu bersikap baik. Arsha, ayo minta maaf pada Bibi," ujar Ratu

"Maafkan atas sikapku tadi, Bibi. Bibi, kau sangat mirip dengan Ibu. Siapa namamu, Bibi?" tanya Arsha

"Nama Bibi sedikit mirip juga dengan Ibumu, Yura Haris. Itu nama Bibi. Kau bisa memanggilku Bibi Yura. Apa aku boleh memanggilmu, Arsha?" tanya balik Yura

"Tentu, Bibi Yura. Namamu benar-benar hampir mirip dengan Ibu," jawab Arsha

Berawal dari perkenalan yang agak buruk, Yura pun mulai mengakrabkan diri dengan keponakannya. Bertanya dan bercerita banyak pada Arsha.

"Kalau begitu, aku juga ingin pergi ke banyak tempat sepertimu, melihat banyak tempat yang indah. Mengagumkan dan pasti menyenangkan," ujar Arsha setelah mendengar banyak cerita dari Yura.

"Putramu sudah berkata seperti itu. Kau tidak akan mengekang keinginannya nanti, kan, Kak?" tanya Yura sambil berbisik.

"Tentu saja," jawab Ratu yang ikut berbisik.

"Tentu saja, boleh. Tapi, tunggu kau tumbuh lebih besar dulu. Keinginanmu pasti akan terwujud, Arsha," kata Yura pada keponakannya.

"Kau boleh bepergian setelah kau dewasa nanti, tapi satu hal yang harus kau ingat, Arsha. Ke mana pun kau pergi, istana ini adalah tempat kau seharusnya kembali. Karena di sini adalah tempat kau pulang dan tinggal. Kau mengerti?" tanya Ratu

Arsha pun mengangguk mengerti.

"Keponakan Bibi sudah sebesar ini, apa saja yang sudah kau bisa, Arsha?" tanya Yura

"Banyak yang sudah diajarkan padaku. Yang sedang kupelajari saat ini adalah sastra kerajaan, termasuk juga berpuisi," jawab Arsha

"Kau hebat sekali! Teruslah belajar, Arsha! Selain itu, apa kau mempelajari suatu keterampilan?" tanya Yura

"Selain itu, tidak ada ... " jawab Arsha

"Begitu, ya. Kalau begitu, sebagai pertemuan pertama kita, Bibi punya sesuatu untukmu sebagai hadiah," ucap Yura

"Apa itu, Bibi?" tanya Arsha yang merasa penasaran.

"Hmm ... sebenarnya, itu masih Bibi simpan di suatu tempat karena tidak tahu kita akan bertemu sekarang. Jadi, bisakah kau menunggu sebentar saja di sini sambil menemani Ibumu? Bibi akan mengambil hadiahmu dulu," ujar Yura

"Baiklah, Bibi. Aku akan menunggu sambil menemani Ibu di sini," kata Arsha

"Tidak bisakah nanti saja? Kau pasti harus jauh-jauh mengambilnya karena barangmu ada di kediaman Selir Azkia, kan?" Tanya Ratu pelan.

"Tidak apa, Kak. Ini khusus untuk Arsha dariku walau tidak spesial. Aku bisa mengambilnya dengan berlari, anggap saja sambil berolahraga," jawab Yura

"Kalau begitu, Bibi pergi ambil hadiahmu dulu ya," sambung Yura yang beralih bicara pada kepokanannya.

Arsha mengangguk kecil.

Setelah beberapa saat Arsha menunggu dengan sabar. Terdengarlah suara Bibi Yura memanggil namanya.

"Arsha, Bibi Yura, sudah kembali! Lihat dan ambillah hadiahmu ke sini!" seru Yura memanggil.

"Ibu, aku lihat hadiahku dulu ya ... " kata Arsha

"Perhatikan langkahmu dan berhati-hatilah, Arsha," pesan Ratu

Arsha mengangguk mengerti dan langsung berlarian pergi ke luar dari kamar Sang Ibu menemui Sang Bibi.

"Bibi Yura, sudah kembali. Di mana hadiah untukku yang kau bilang tadi, Bibi?" tanya Arsha

Yura pun menunjukkan sesuatu dari balik punggungnya yang ia sembunyikan. Susuatu yang terbungkus kain berwarna biru sederhana, suatu benda yang panjang. Arsha pun mendekati Yura.

"Apa itu, Bibi?" tanya Arsha

"Bukalah sendiri," jawab Yura

Arsha pun meraih hadiahnya dan membuka bungkusan kain biru tersebut. Bungkusan itu berisi pedang kayu yang terlihat kokoh.

"Wah, keren sekali!" seru Arsha

"Ini milik Bibi yang sederhana, kini kuberikan padamu. Memang bukan hadiah yang mewah. Apa kau suka, Arsha?" tanya Yura

"Aku sangat suka! Aku belum pernah diberikan benda seperti ini sebelumnya. Terima kasih, Bibi Yura," ucap Arsha

Melihat keponakannya senang sampai kegirangan membuat Yura ikut merasa senang.

"Ibu, lihatlah! Bibi Yura, memberiku pedang ini sebagai hadiah! Sangat keren, bukan?" tanya Arsha sambil menunjukkan hadiah barunya dari Yura pada Sang Ibu.

"Itu bagus! Simpanlah baik-baik hadiahmu itu. Kau juga harus hati-hati saat memakainya karena jika salah memakainya walau hanya sebuah pedang kayu, itu bisa berbahaya. Mengerti, Arsha?" tanya balik Ratu seraya berpesan.

"Baik, Ibu. Aku mengerti ... " patuh Arsha

"Karena kau sudah mendapatkan hadiahnya dan merasa senang. Bagaimana kalau kau belajar menggunakannya?" tanya Yura

"Apa kau akan mengajariku, Bibi? Apa kau bisa?" tanya balik Arsha

"Tentu saja. Ke marilah! Kebetulan Bibi membawa satu pedang kayu lagi untuk mengajarimu cara mrnggunakan pedang," ucap Yura sambil menunjukkan satu pedang kayu lainnya.

"Kau hebat, Bibi! Ayo, ajarkan aku dan jadikan aku muridmu!" seruArsha yang sangat bersemangat.

"Semangat yang bagus, Arsha! Jadi, sekarang kita akan belajar ilmu berpedang," kata Yura

Arsha pun turun ke pekarangan untuk berlatih ilmu pedang dengan Yura sebagai gurunya. Ini suatu yang menyenangkan, baik bagi Yura mau pun Arsha.

"Dina, temani aku melihat putraku di luar," kata Ratu

"Baik," patuh Dina

Ratu pun ke luar dari kamarnya dan duduk di kursi santai untuk melihat Arsha dari jauh.

Melihat Sang Ibu memperhatikannya Arsha pun melambaikan tangannya~

Arsha berlatih dengan baik dan mengerti dengan cepat apa yang Yura ajarkan. Yura pun mengajari Arsha dengan baik bukan asal mengajarkan hal yang tidak berguna. Yura menuntun Arsha agar dapat memahami pengajaran darinya. Saat melihat Arsha mulai kelelahan pun Yura memberinya waktu istirahat.

1
Aerik_chan
semangat kak....
Terra Chi: semangat juga untukmu 💪🏻
total 1 replies
icaica
aku sudah mampir k novel br ya thor
Terra Chi: mohon dukungannya selalu, yaa
total 1 replies
CherryLips
Happy Ending yah aku suka, makasih thor udh bkin cerita yg manis ini 😍
Terra Chi: terima kasih juga atas dukungannya 🙏🏻🥰
total 1 replies
Aerik_chan
1 iklan buat kakak...yuk saling dukung
Terra Chi: terima kasih atas dukungannya 🙏🏻🥰
total 1 replies
Aerik_chan
kakak semangatzzzz
Terra Chi: terima kasih atas dukungannya 🙏🏻🥰
total 1 replies
Aerik_chan
di dalam istana memang banyak musuh dibalik selimut.....
Terra Chi: betul, selalu mengintai
total 1 replies
icaica
akhir cerita yg cukup memuaskan tepat d eps 150. selamat, thor. dinantikan karya slnjtny /Rose//Rose//Rose/
Terra Chi: terima kasih atas dukungannya selama ini 🙏🏻🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Terra Chi: thank you for your support 🙏🏻🥰
total 1 replies
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Terra Chi: terima kasih 🙏🏻🥰
total 1 replies
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Elisabeth Ratna Susanti
wah, seru banget 😍
Terra Chi: terima kasih 🙏🏻🥰
total 1 replies
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, ya
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa.
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, ya.
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, ya
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!