NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyna Octavia

Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.

Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.

Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Bisakah menjauh?

...SELAMAT MEMBACA!...

Handphone Keyra yang berada di atas meja bergetar, terdapat sebuah pesan masuk. Lalu, ia melihatnya sejenak. Pesan dari nomor tidak dikenal membuat Keyra mengerutkan kening.

[UDAH GUE BILANG JAUHI LIO!]

[STOP MINTA JEMPUT LIO. KALO PERLU GUE BAWAIN LO MOBIL GUE.]

[STOP GATEL SAMA LIO. DIA ITU SUKA SAMA GUE, BUKAN SAMA LO.]

[Ini Popi.]

Keyra menghembuskan napas berat, kemudian meletakkan kembali ponselnya tanpa membalas satu pesan pun. Ia merasa jengkel. Ekspresi wajahnya terlihat kesal membuat Bumi menatapnya. "Kenapa?" tanya Bumi. "Mereka?"

"Bukan," jawab Keyra. Keyra kembali memakan baksonya dengan perasaan kesal.

Bumi sudah meninggalkan kantin terlebih dahulu. Yufi tiba-tiba datang dan mengajak lelaki itu pergi karena sesuatu hal. Bumi waktu itu terlihat kesal ketika Yufi membuatnya tidak bisa menghabiskan bekal. Wanita tersebut terlihat menyukai rekan kerjanya.

Sebelum beranjak dari kantin, Keyra memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Aprilio.

[Hari ini gak usah jemput.]

Keyra mendapatkan balasan pesan dengan sangat cepat.

[Kenapa?]

[Ada tugas kelompok, dikerjain hari ini.]

Gadis itu melenggang pergi dari kantin, menuju ruang kelas.

Suasana hatinya aneh hari ini. Keyra merasa senang karena sesuatu yang selama ini mengancamnya telah pergi. Namun, ia juga merasa gundah, entah karena apa.

Perkataan Popi membebani pikirannya, Keyra jadi kurang fokus di pelajaran kali ini. Namun, ia segera menepis beban pikiran dan kembali mengerjakan soal.

Pulang dengan berjalan kaki, Keyra menatap sepasang kakinya yang melangkah menapak pada jalan aspal. Sore ini, langit hendak menggelap, matahari sudah hampir hilang. Keyra merasa kehilangan sesuatu.

Melintasi jalanan aspal, membawa Keyra sampai di minimarket. Ia memutuskan untuk membeli beberapa persediaan barang yang habis di rumah. Sebelum itu, Keyra memeriksa tas, melihat uang yang dibawanya. "Cukup kayaknya," ucap Keyra. Lalu, ia masuk ke toko tersebut.

Keyra tidak membeli banyak. Ia hanya mengambil tiga bungkus mie instan, beberapa roti dan camilan, juga kecap botol. Sebenarnya, Keyra ingin mencoba tteopoki instan, tetapi uangnya tidak akan cukup.

Karena langit segera menggelap, Keyra tidak menghabiskan banyak waktu di dalam sana. Setelah membayar, ia segera keluar dari tempat dingin tersebut. Namun, ketika melewati pintu, seseorang membuatnya terdiam cukup lama.

Aprilio, ia melemparkan tatapan tajam ketika melihat Keyra. Gadis itu berusaha menghindar dan pergi. Namun, Aprilio menahan kepergiannya dan menariknya ke tempat parkir yang sepi. "Lo kenapa?" tanya Aprilio.

"Gak apa-apa. Gue cuma harus pulang," jawab Keyra. Lalu, ia menepis tangan Aprilio yang mencengkeramnya dan melangkah. Namun, lagi-lagi lelaki itu menariknya cukup kuat.

"Katanya ada tugas kelompok, udah?"

Keyra mengangguk, ia tidak berani menatap karena sedang berbohong. "Cepet banget," seloroh Aprilio.

Keyra menepis tangan itu dengan keras, membuatnya terlepas. "Suka-suka gue. Mulai sekarang, stop berhubungan sama gue!" seru Keyra. Lalu, ia melenggang melewati Aprilio.

"Keyra! Gue anterin!" teriak Aprilio. Namun, gadis itu seolah tak menghiraukannya dan tetap pergi.

Lelaki itu menggaruk tengkuk lehernya, melihat kepergian Keyra. "Dia jauhin gue?" gumamnya. "Gue ada salah?" Aprilio mengangkat kedua pundaknya, kemudian berjalan masuk ke minimarket.

Aprilio duduk di depan minimarket, menikmati minuman soda dan sebuah rokok di antara jemarinya. Ia menyesap benda itu dan mengeluarkan asap dari mulutnya. Udara malam menerpa rambutnya yang berantakan.

Merogoh saku untuk mengambil ponsel, kemudian mengetikkan sesuatu di nomor seseorang.

[Udah sampai?] Aprilio menulisnya di ruang pesannya dengan Keyra.

Anehnya, Keyra membaca pesan itu, tetapi tidak mengirimkan balasan. Aprilio menautkan kedua alisnya, sekarang ia benar-benar kepikiran. Lalu, Aprilio beranjak dari tempatnya, memutuskan untuk pulang.

Keyra tidak bisa membalas pesan Aprilio, ia terkena musibah. Kantung plastik itu sobek karena tersangkut sesuatu, membuat isi di dalamnya jatuh. Keyra harus memasukkannya ke tas. Ia mendongak, melihat langit sudah malam, cepat sekali.

Gadis itu berdecak kesal, kemudian berdiri. Ia menghela napas panjang, kemudian melangkahkan kakinya menuju rumah.

Jalanan menuju rumah Keyra sepi. Meski banyak bangunan rumah, tetapi mereka sibuk bekerja, bahkan banyak bangunan yang tidak ditempati. Sangat disayangkan. "Mending dikasih ke gue, daripada dianggurin kayak gitu," gumam Keyra, saat melintasi rumah bagus yang minimalis.

Perjalanan itu cukup melelahkan, membuat kaki Keyra sedikit ngilu meski sudah terbiasa berjalan.

Sesampainya di depan rumah, manik Keyra membulat, kemudian Keyra memundurkan langkahnya dan bersembunyi di balik bangunan. Kaki dan tangannya bergetar, matanya memanas. Keyra menetralkan napasnya yang tidak teratur.

Gadis itu mencoba mengintip sedikit ke arah rumahnya yang masih gelap karena lampu belum dinyalakan. "Mereka ngapain di rumahku?" lirih Keyra.

Nadia, Vega, Noni, dan Koni berdiri di sana. Mereka seolah sedang menunggu kepulangan Keyra.

"Lama banget!" celetuk Noni, membuat Keyra sontak memundurkan langkah.

Tubuh Keyra semakin bergetar, jantungnya berdegup kencang. Ia berpikir, ia ketahuan.

"Kita tunggu, aja. Dia pasti pulang," sahut Nadia. Gadis itu berpakaian santai dan membawa balok kayu panjang yang terlihat kuat.

Keyra berjalan mundur, kemudian ia berlari dari tempatnya sembunyi. Keyra memutuskan tidak pulang.

Berjalan tanpa arah tujuan, gadis yang masih memakai seragam sekolah itu seperti anak hilang. Matanya menyorot kosong ke depan. Ia merasa pusing harus pergi ke mana.

Mungkin, rumah Aprilio.

"Capek," keluh Keyra. Ia mendudukkan pantatnya di sebuah kursi kayu, yang terdapat di pinggir jalan. Kakinya nyeri sekali, seperti berjalan mengitari bumi.

Keyra meluruskan kedua kakinya. Ia mendongak menatap langit yang benar-benar gelap. Sorot mata kosong, terkesan kesepian.

Sebuah rumah kecil dan terdapat rumput-rumput yang tumbuh di sekitar rumah. Pada akhirnya, rumah Aprilio menjadi tujuan Keyra. Gadis itu duduk dengan meluruskan kakinya di teras. Ia berada di luar karana Aprilio belum pulang.

Keyra benar-benar terlihat malang. "Gini banget nasib gue," ucapnya.

Saat Keyra hanya diam dengan memeluk kedua kakinya, kehadiran seseorang yang sejak tadi dinantinya membuatnya segera berdiri.

Aprilio segera turun dari motornya dan menghampiri Keyra. "Ngapain di sini?" tanya Aprilio.

"Mereka ada di depan rumah gue," jawab Keyra.

"Nasib lo gini banget," celetuk Aprilio.

Keyra mengangguk setuju. "Gu tadi juga bilang gitu."

Aprilio memandang Keyra dengan sangat terkejut. Lalu, ia menggelengkan kepala.

Aprilio tidak mempunyai tetangga, rumah kecilnya berada cukup dekat dengan sebuah hutan. Aprilio terpaksa memilihnya karena uangnya tidak terlalu besar pertahunnya. Tentu saja Aprilio mengontrak, bukan membelinya.

Memasak dua bungkus mie instan dan sebutir telur. "Kurang banget telurnya cuma satu," gumam Keyra.

"Gue cuma punya satu," jawab Aprilio. "Ada telur lain, dua. Lo mau?"

Mata Keyra melotot, kemudian segera menjauhkan diri dari Aprilio yang menatapnya aneh. "Otak kotor!" seru Keyra.

Sementara, untuk hari itu, Keyra bermalam di rumah Aprilio. Ia benar-benar tidak mempunyai keberanian untuk pulang.

1
AmeeRenn
Yang ditunggu² akhirnya...
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪💪
Nenk NOER
Mereka tuh saling suka..tp gengsinya tinggi... lanjut Thor 💪💪
Nayaka
,👍👍👍
Nenk NOER
Lanjut Thor...💪💪💪
Harianti Akbar
tragis juga ya, tapi tdk terungkap alasan apa yg melatarbelakangi harita jadi gak peduli ama anak sendiri
Tya Milik Heru
yg ditunggu² akhirnya... /Drool/
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Nining Mutradi
menarik,kehidupan yg sering terjadi nyata,tidak hayalan
Dhesi Triani
lanjut thorr,... jangab lama lama up nya
Dhesi Triani
menarik
Nayaka
suka sama ceritanyaa keren
Yohana Woleka
Author sebaiknya peristiwa pengeroyokan tersebut dilaporkan kepada yang berwajib.
Yohana Woleka
Maaf Thor,sebaiknya saat ini amat tepat bila langsung melapor ke Polisi.Sikap orang2 tersebut keterlaluan.Masa mereka maunya jahati Keyra terus.
Yohana Woleka
Lanjut Thor,tetap asik.
Dhesi Triani
lanjut dong thor
Yohana Woleka
Masa Author tidak mengupayakan agar Sebaiknya author mengupayakan Apllio berkempatan menyaksikan saat si Nadia dkk lagi membuly terhadap Keyra.
Yohana Woleka
Jangan pisahkan Aprillio dengan Keyra.
Diana Nenden
Bagus
Yohana Woleka
Harap Nadia sadar akan buruknya tawaran pekerjaan yang akan diberikan lawan2nya.Tak perlu terima.
Dini Badar
lawan dong key nada ca jgn diam aja
𝕽ҽყyi: pembully kalau dilawan akan jadi lebih tertantang, makanya kebanyakan korban bully cuma diam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!