NovelToon NovelToon
Lelahnya Seorang Istri

Lelahnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:200.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: roliyah

Kinanti Larasati, seorang ibu rumah tangga yang sudah memiliki 2 orang anak. Kesehariannya hanya mengurusi urusan rumah dan buah hatinya.


Sebagai seorang istri, Kinanti ingin diperlakukan manis oleh sang suami, tapi nyatanya, suaminya itu tidak peduli. Yang ada, suaminya itu selalu mengomel dan menuntut setiap apa yang dikerjakan oleh Kinanti.

Hingga suatu hari, Kinanti lelah dengan sikap suaminya yang tidak memperdulikannya dan juga kedua anaknya.

Follow Ig dan FB othor.
- Ig : Roliyah579
- FB : Roliyah Roliyah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Yoga terhenyak mendengar suara Sasa yang memanggilnya. Tak disangka kalau ia akan bertemu dengan Kinanti dan kedua anaknya. Makanya, Yoga sengaja mengajak Frida makan di rumah makan ini, karena Yoga yakin kalau ia tidak akan bertemu dengan anak dan istrinya, tapi ternyata salah.

Yoga membeku ketika Sasa memeluknya. Yoga tak tahu harus berbuat apa. Rasanya Yoga ingin menghilang dari sana, mengingat ia datang bersama Frida.

"Papa," panggil Sasa yang menyadarkan Yoga dari keterkejutannya.

"Y-ya...," sahut Yoga tergagap.

Sial ! kenapa harus bertemu sama Kinanti dan anak-anak sih, saat aku lagi ngajak cewek makan di sini. Pasti Frida nggak mau deket lagi sama aku.

Yoga melirik Frida yang terpaku melihatnya.

Frida menautkan keningnya tipis. Satu yang baru diketahuinya, ternyata Yoga sudah berkeluarga. Lantas apa ia akan mundur mendekati Yoga, jawabannya tentu tidak. Mengingat kalau Yoga bekerja di perusahaan terkenal di kota ini. Dan pastinya gajinya pasti sangat besar.

Yoga melepaskan lilitan tangan mungil Sasa dari tubuhnya. Lalu, Yoga menatap Kinanti yang terdiam melihatnya. Dari sorot matanya, terlihat jelas kalau Kinanti terluka dan marah.

"Adek ngapain ada di sini?" Akhirnya Yoga bersuara setelah diam beberapa saat.

"Adek habis dari minimarket," sahut Sasa.

"Oh...." Tak ada kata lagi yang keluar dari mulutnya. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi.

Kinanti yang dari tadi terdiam, kini mengayunkan kakinya mendekati Sasa, lalu Kinanti merangkul pundak Sasa.

"Sasa, ayo kita pulang." Meski Kinanti berbicara dengan nada biasa saja, tapi suara Kinanti terdengar menahan rasa marah.

Akan tetapi, Yoga berusaha tetap terlihat biasa saja. Yoga tidak ingin terlihat gugup karena ketahuan jalan dengan wanita lain.

Sasa mengangguk. "Pa, adek pulang dulu," ujar Sasa.

Kinanti melirik tajam wanita yang bersama suaminya. Sebagai seorang istri, jelas Kinanti sangat marah melihat suaminya jalan dengan wanita lain. Akan tetapi, Kinanti tidak ingin terpancing emosi.

Tanpa melihat Yoga, Kinanti berlalu begitu saja sambil membawa rasa marah di hatinya dan juga luka yang semakin ternganga lebar.

"Tadi itu istri sama anak kamu, mas?" Ucap Frida, setelah Kinanti pergi dari sana.

"Iya," jawab Yoga jujur.

Percuma Yoga berkelit, lebih baik ia berkata jujur.

"Apa kamu marah, karena aku sudah berkeluarga?" tanyanya ragu.

Frida tersenyum kecil, sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku nggak masalah kalau kamu sudah berkeluarga."

Yoga akhirnya bisa bernapas lega mendengar perkataan Frida. Yoga pikir Frida pasti akan menjauhinya.

*

*

*

Kinanti mendesah samar, membuang rasa sesak di dadanya. Jika selama ini ia masih bisa terima saat Yoga mengabaikannya. Ia masih terima saat Yoga memarahinya. Tapi Kinanti tidak terima saat Yoga mengkhianatinya.

Melihat Yoga tersenyum manis dan perhatian kepada wanita itu, membuat hatinya terluka, bahkan sangat terluka.

Ya Tuhan ... Kuatkan hati hamba.

Kinanti membuang napasnya perlahan, mengurai lagi dadanya yang sesak.

Tidak mau berlarut dalam kesedihan, Kinanti beranjak dari kamarnya. Ia memilih menemani kedua anaknya yang tengah menonton film kartun.

Pandangannya kini tertuju ke sebuah plastik hitam yang tadi dibelinya. Lalu Kinanti mengambilnya dan membukanya, lalu Kinanti memakan kripik bayam nya.

Renyah dan gurihnya kripik bayam, membuat Kinanti menikmati kerenyahan keripik bayam.

"Ternyata kripik nya enak juga," gumam Kinanti.

Sedetik kemudian, Kinanti mengulas senyuman. " Kenapa aku nggak coba aja jualan kripik bayam," ujar Kinanti.

Detik itu juga, Kinanti berniat jualan kripik bayam. Siapa tahu laku.

Banyak aplikasi yang bisa membantunya menjual kripik bayam, dan pastinya memudahkannya dalam berbisnis. Satu lagi, ia bisa menitipkan kripik bayam nya ke warung-warung.

Hari itu juga, Kinanti membeli bahan untuk membuat kripik bayam, dan ternyata modalnya tidak terlalu besar.

Dengan berjualan, Kinanti tidak terus bergantung kepada Yoga, dan Kinanti bisa menabung dari hasil jualannya.

Semoga saja kripik bayam nya laku. Doa Kinanti di hatinya.

*

*

*

Yoga pulang ketika matahari sudah tidak menampakkan sinarnya. Yoga melangkah masuk dan tidak mendapati anak dan istrinya di sana. Yang biasanya saat ini tengah duduk sambil melihat serial kartun si anak kembar yang botak.

Baru akan melangkah ke kamar, hidungnya mencium masakan dari arah dapur. Yoga yakini kalau Kinanti dan kedua anaknya tengah memasak.

Yoga membelokkan langkah kakinya menuju dapur. Ia ingin tahu anak dan istrinya tengah masak apa.

Yoga menautkan alisnya melihat Kinanti tengah membuat kripik bayam. Penasaran dengan rasa kripiknya, Yoga mendekati Sasa dan Amar.

Sasa dan Amar tengah duduk sambil memakan kripik buatan Kinanti.

"Kenapa kamu buat kripiknya banyak?" Seloroh Yoga.

Yoga sepertinya lupa kalau tadi siang telah menyakiti hati Kinanti. Dan lihatlah lelaki itu, dia bahkan sama sekali tidak terlihat bersalah. Justru Yoga begitu menikmati kerenyahan keripik bayam buatan Kinanti.

"Mama bilang mau dijual." Amar yang menjawabnya. Kinanti hanya meliriknya sekilas, lalu kembali fokus menggoreng kripik bayam nya, dan tidak memperdulikan Yoga.

"Oh ... Bagus deh, setidaknya kamu punya penghasilan dan tak melulu minta duit sama aku," ucapnya tanpa di saring.

Kinanti memutarkan bola matanya, malas, mendengarnya perkataan Yoga.

Setelah menghabiskan tiga kripik bayam, Yoga beranjak dan segera membersihkan tubuhnya.

Selesai mandi, Yoga ingin segera mengisi perutnya yang sejak tadi keroncongan. Yoga membuka tudung saji, ia mendengus melihat masakan yang terhidang di sana.

Sayur kangkung dan juga tempe goreng.

Yoga kembali menutup tudung saji nya dengan perasaan kesal. Sudah tahu kalau dirinya tidak suka sayur kangkung, tapi kenapa Kinanti tetap memasaknya.

"Kinanti...!" Teriak Yoga menggelegar.

Kinanti mendengus dan sudah menduganya, kalau Yoga pasti akan memarahinya. Kinanti menghentikan menggoreng kripik bayam dan segera menghampiri Yoga.

Wajah Yoga merah padam penuh amarah. Tatapannya begitu menghujam, seolah mampu merobek kulit Kinanti.

"Apa?" Sahut Kinanti santai.

"Kenapa kamu masak sayur kangkung? Bukannya kamu sudah tahu kalau aku nggak suka sayur kangkung, terus kenapa kamu tetep memasaknya." Kesal Yoga.

"Aku masak kangkung karena Sasa yang minta," jawab Kinanti.

"Seharusnya kamu masak sayur yang lain!"

"Tadi aku buru-buru pulang, karena Sasa rewel."

Sebenarnya Sasa tidak rewel, itu hanya alasan Kinanti saja.

Jika Yoga bisa bermain dengan wanita lain, maka Kinanti akan melakukan hal yang tak disukai Yoga. Contohnya hal kecil ini, memasak sayur yang tidak disukai Yoga.

"Terus sekarang aku makan sama apa?"

Kinanti mengedikkan bahunya, lalu Kinanti kembali ke dapur melanjutkan membuat kripik bayam. Tidak peduli dengan Yoga yang kelaparan.

Ingin rasanya Yoga membenturkan kepala Kinanti. Yoga sangat kesal karena Kinanti tidak menjawab pertanyaannya dan memilih pergi ke dapur.

"Dasar istri tak berguna! Suaminya mau makan, malah di tinggal pergi !" gerutu Yoga.

Dengan bersungut-sungut, Yoga keluar dari rumah dan mencari makan sendiri.

1
Sri Muryati
Luar biasa
Andriyati
nah kerja di perusahaan besar pasti gaji besar, biaya makan dan perawatan istri aja kikir,, aneh kamu,, mw istri cantik tapi dana sulit,, cihhh
Andriyati
sok banget kamu,, ngasih uang seuprit nuntut nya sak gunung kamu
kkha1010
Luar biasa
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
jujur paling ngak suka sma org hamil minta yg ngak², syukurin ada uang buat beli tiket pesawat..
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Mulutnya Kevin ember bangat..,mereka pisah atau ngak seharusnya Kevin ngak bisa ngomong kayak gitu ama anak²..
harwanti unyil
semoga cepet sehat dn bisa berkumpul sama" lagi
Wongkito Galo
Kecewa
Wongkito Galo
Lumayan
Fitri Oktaviyani
hmmmmmmm ceritanya beda dri yg lain biasanya pengkhianatan berakhir perceraian tp ini beda ending nya bikin bahagia banget 😄😘
Soraya
mksh y thor karyanya🙏👍
Soraya
jejak vote satu
Dewi Dama
bagus bangat end nya..jln ceritanya juga..bagus..tdk ber tele2..terimksih thoorrr...
Soraya
buat nraktir mkn perempuan ada uang buat anak istri gak ada
Soraya
lima ratus buat sebulan, dh gitu masaknya diblg ga kreatif, dia milih mkn diluar, pdhl klo dia mkn diluar bsa hbis lima puluh ribu, sedangkan istri nya diksh lima puluh ribu buat dua minggu, pdhl kerja suami nya dipertambangan, 🤔
Dewi Dama
cerita nya bagus...padat dan singkat...
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Ra2_Zel
yang punya aplikasi F I z z O mampir yuk ke novel ku. Judulnya Bitter Wedding ( Dendam & Cinta )
kurnia rahayu
👍👍👍❤❤❤
Dinda
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!