NovelToon NovelToon
TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:234k
Nilai: 5
Nama Author: Dhessy

Menikah dengan teman sendiri? Tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Dulu kami saling bermusuhan. Em, no! Bukan bermusuhan. Lebih tepatnya berteman, bersahabat, tapi jarang sekali kita bisa akur.

Dan sekarang kami harus terlibat dalam suatu pernikahan.

Tidakk!!

Rumah tangga yang bagaimana yang akan kami jalani nanti?
Apa rasa sayang sebagai teman bisa berganti menjadi rasa sayang sebagai suami?

Tolong! Tolong katakan padaku kalau ini hanya mimpi!

Katakan padaku ini tidak nyata!

- Carissa Amalina -


Harus tinggal satu atap dengan perempuan yang bawel dan cerewet tak pernah terbayangkan olehku.

Kami berteman sejak kecil. Walaupun tidak bermusuhan tapi juga jarang akur.

Kami lebih banyak berdebat, tak ada yang mau mengalah. Apa jadinya kalau dikumpulkan didalam satu rumah?

- Raka Putra Wibawa -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhessy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 10

Semalaman Raka tak bisa tidur. Pikirannya melayang memikirkan sikap Rissa yang menurutnya kekanakan. Bagaimana mungkin suami istri dilarang melakukan skinship? Tidur terpisah? Rumah tangga yang bagaimana yang akan mereka jalani?

Sepenuhnya Raka sadar bahwa mereka menikah bukan karena cinta. Tapi Raka tak ingin bermain dengan status mereka. Rissa istrinya yang sah. Dia berhak apapun atas diri Rissa.

Raka berpikir untuk sedikit bermain licik. Ia akan melihat sejauh mana Rissa akan bertahan dengan keinginannya yang tak ingin ada skinship diantara mereka.

Suara gemericik air terdengar dari luar menandakan seseorang didalam kamar mandi tersebut sedang mandi. Setelah beberapa menit, Rissa keluar masih menggunakan bathrobe dan handuk yang menggelung rambutnya. Tetesan air mengalir disepanjang leher jenjangnya membuat Raka yang meliriknya menelan ludah.

Dia lelaki normal. Bohong kalau dengan melihat seperti itu saja tidak membuatnya tertarik. Apalagi yang ada didepannya adalah istrinya.

Rissa mengambil satu stel baju dari dalam koper. Kemudian kembali berjalan ke kamar mandi tanpa memperdulikan Raka yang sejak tadi melihatnya.

Raka menghembuskan napas kesal. Ia langsung berdiri dan sebelum Rissa berhasil masuk kembali ke kamar mandi, Raka menarik tangan Rissa dan memepetkan tubuh Rissa pada dinding. Satu tangannya ia letakkan di samping kepala Rissa untuk ia jadikan tumpuan.

"Raka apa-apaan, sih?" Rissa memekik keras dan berusaha mendorong tubuh Raka dari hadapannya. Namun gagal, tenaganya tak sebanding dengan kuatnya tubuh Raka.

Senyuman sinis terukir di bibir Raka. Matanya menatap lekat wajah Rissa yang terlihat segar. Aroma lavender dari sabun yang Rissa gunakan membuat tubuh Raka terasa panas dingin.

"Kamu sengaja menggodaku?" Tanya Raka setengah berbisik.

"Menggoda bagaimana?"

"Kamu minta untuk tidak ada skinship diantara kita. Tapi cara kamu berpakaian itu sengaja untuk menggodaku, kan?"

Mata Rissa terbelalak. Tangannya tergerak untuk merapatkan bathrobe bagian dada yang sedikit terbuka. "Aku nggak menggoda kamu. Aku lupa bawa baju ganti. Kamu aja yang matanya jelalatan. Nggak bisa lihat orang pakai baju yang sedikit kebuka."

"Wajar." Kali ini Raka semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Rissa. Rissa dapat merasakan hembusan napas Raka. "Aku laki-laki normal. Apalagi aku sudah sah menjadi suamimu."

Wajah Rissa memerah. Detak jantungnya bekerja sepuluh kali lebih keras. Kakinya juga terasa lemas sampai ia merasa tak kuat untuk berdiri. "Ka, jangan macam-macam," ucap Rissa dengan suara bergetar. Baju yang sempat ia ambil dari dalam koper kini jatuh ke lantai.

Setengah mati Raka menahan diri agar tidak tertawa saat melihat wajah Rissa. Wajah gugup dan takutnya membuat Raka semakin gencar menggodanya. Biarlah, sekali-kali memang harus diberi pelajaran, pikirnya.

"Cuma semacam, kok." Tangan Raka kini mengelus pelan pipi lembut Rissa. Wajah Rissa sudah pucat merasakan sentuhan jari-jari kekar Raka.

"Raka.." Rissa semakin gemetaran.

"Hmmmph... Hahaha!"

"Iiihhh." Rissa mendorong dada Raka membuat tubuh Raka menjauh dari tubuh Rissa. "Nyebelin! Dasar mesum! Aku sebel sama kamu!"

Rissa memungut pakaiannya dengan kesal. Bisa-bisanya Raka mengerjainya.

"Kita lihat saja nanti, seberapa betah kamu bertahan dengan jual mahal mu itu," ucap Raka sebelum pintu kamar mandi tertutup.

"Bodo amat!" Teriak Rissa dari dalam.

***

Niat hati Rahardi memesankan kamar hotel untuk berbulan madu nyatanya gagal dan percuma. Tidak ada hal yang berarti yang terjadi diantara pengantin baru yang lebih banyak berdebat daripada bermesraan selayaknya pengantin normal lainnya.

Hal sekecil apapun akan menjadi bahan perdebatan bagi keduanya. Seperti saat ini saat keduanya akan melakukan check out tapi masih belum mendapatkan keputusan akan pulang kemana.

Raka mengajak Rissa pulang ke rumahnya karena besok akan diadakan acara ngunduh mantu. Sedangkan Rissa kekeh dengan keinginannya yang ingin pulang kerumah orangtuanya.

"Nginap di rumah Papa sama Mama dulu ya, Ka?" Rissa kembali merengek Rissa saat keduanya sudah duduk di dalam mobil.

Berulangkali Raka menghembuskan napas pelan. Harus berapa kali mengatakan kalau waktu akan lebih fleksibel kalau keduanya langsung pulang kerumah Raka karena besok pagi-pagi sekali Rissa harus segera di make-up. Itu pesan ibu Raka.

"Rissa, kan aku udah bilang kalau.."

"Iya, tahu!" Rissa memotong ucapan Raka. "Lagi pula rumah kita dekat, Raka. Cuma butuh waktu sepuluh menit."

"Nggak. Kita langsung ke rumahku."

Baru saja Rissa akan kembali mendebat, ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk.

Mama ❤️ : Langsung ke rumah ibumu aja, sayang. Besok habis subuh kamu langsung di make-up.

Isi pesan dari Kurnia membuatnya wajahnya semakin tertekuk. Kurnia sudah menolaknya pulang ke rumah. Tidak ada jalan lain kecuali menuruti semua orang yang sepertinya sudah sekongkol membuatnya kesal.

"Dari siapa?" Tanya Raka yang menyadari perubahan raut wajah Rissa.

"Mama."

"Isinya?"

Rissa menghembuskan napas kesal sebelum menjawab. "Nyuruh kita langsung ke rumah kamu."

"See?" Raka menahan tawanya. "Aku menang, kan?" Tanyanya sombong berniat mencandai Rissa.

"Tau, ah!" Rissa merengut kesal dan membuang tatapannya ke luar jendela.

***

Rumah Raka sudah terlihat ramai dengan para tetangga yang membantu acara ngunduh mantu Dwi dan Widi. Halaman luasnya sudah di pasang kajang (tenda untuk nikahan) berwarna merah dan gold. Kursi untuk para tamu juga sudah berjajar rapi dibawahnya. Depan rumah Raka juga sudah di sulap menjadi lebih cantik dengan dekorasi khas Jawa.

"Wah, Bojone Mas Raka ayu tenan, ya?" Celetuk seseorang. (Wah, istrinya Mas Raka cantik, ya)

"Iya. Bu dokter anaknya mbak Kurnia RT sebelah," jawab salah seorang lagi.

"Cocok, ya? Ayu, ganteng. Mengko anak e mesti yo ayu-ayu, ganteng-ganteng." (Nanti anaknya pasti cantik-cantik dan ganteng-ganteng)

Baik Rissa maupun Raka hanya tersenyum mendengar ucapan tetangganya itu.

"Gimana mau punya anak, Bu, kalau kolam renangnya aja nggak boleh di ceburin." Raka berteriak dalam hati. Bahaya kalau sampai ia benar-benar mengucapkannya.

Dwi dan Widi yang sudah menanti kehadiran anaknya dan menantu kesayangan mereka sejak pagi begitu antusias menyambut Raka dan Rissa yang baru saja datang.

"Baru datang, Nduk?" Tanya Widi sambil mencium kedua pipi Rissa.

"Iya, Bu. Baru sempat check out jam sebelas tadi," jawab Rissa sambil tersenyum.

Widi tersenyum maklum. Sejenis senyum menggoda Raka dan Rissa. Tidak tahu saja kalau keduanya menghabiskan waktu untuk berdebat tentang hal-hal yang tidak penting termasuk dengan Rissa yang ingin pulang kerumahnya.

***

Malam harinya..

"Raka, kita seriusan tidur satu ranjang?" Tanya Rissa kaku.

Di dalam kamar berukuran empat kali empat meter milik Raka hanya ada satu ranjang size besar, kamar mandi di sudut ruangan, meja kerja di samping tempat tidur dan juga sebuah lemari besar. Tak ada sofa di sana. Itu artinya malam ini mereka akan tidur di ranjang yang sama.

"Iya. Kenapa memang? Atau kamu mau tidur dibawah pakai alas tikar? Aku sih ogah," jawab Raka cuek.

Rissa berpikir. Mana mungkin ia tidur di lantai dengan alas tikar? Bisa-bisa ia kedinginan dan badannya sakit semua.

Tapi tidur diatas ranjang yang sama dengan Raka? Tiba-tiba saja pipi Rissa memanas.

"Enggak usah mikir yang aneh-aneh. Kamu sendiri yang jual mahal. Aku nggak mau nyentuh kamu juga kalau kamu belum mau."

Raka berucap. Dengan santainya ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang bersiap untuk tidur tak peduli dengan Rissa yang masih mematung. Diam-diam Raka tersenyum. "Biar tahu rasa itu dokter songong!" Ucapnya dalam hati.

Butuh waktu hampir sepuluh menit Rissa berperang melawan egonya. Dengan ragu Rissa berjalan mendekati ranjang. Duduk diatasnya dan langsung merebahkan dirinya di samping Raka.

"Ka.." Rissa memanggil Raka. Tangannya mencolek-colek lengan Raka namun Raka tak bergerak. "Mungkin sudah tidur," pikirnya.

Rissa memutuskan untuk memejamkan mata meskipun rasanya sulit karena ini adalah pertama kalinya ia harus berbagi ranjang dengan seorang laki-laki selain ayahnya. Meskipun Raka terlihat biasa-biasa saja seranjang dengannya.

Buugghh!!

"Aduh, Raka!"

Raka tersentak dan langsung membuka matanya mendengar suara Rissa yang mengaduh kesakitan. Rissa tidak ada di ranjang. Lalu dimana?

"Tidur apa main bola, sih? Lasak amat."

Wajah Raka berubah panik saat melihat Rissa yang terduduk di atas lantai dengan memegangi pinggangnya dan meringis kesakitan.

Entah bagaimana kejadian sebenarnya, yang pasti Rissa menjadi korban tendangan kaki Raka saat Raka sedang tidur membuat Rissa terjatuh dari atas ranjang dan pantatnya mendarat sempurna di atas lantai.

"Aduh, maaf, Rissa. Aku nggak tahu." Raut wajah Raka terlihat khawatir. Ia membantu Rissa untuk berdiri dengan memegang kedua tangan Rissa.

"Sakit, Ka." Rissa masih meringis kesakitan.

"Ada balsem? Di olesin aja biar agak enakan."

"Ada di tas."

Raka dengan sigap membuka tas Rissa yang diletakkan di atas meja. Mencari balsem dan menyerahkan pada Rissa setelah menemukannya. "Ini, bisa sendiri?"

"Bisa."

Sampai subuh menjelang, Raka kembali meminta maaf karena ulahnya Rissa harus jatuh dari atas kasur. Semalam Raka bermimpi bermain bola. Mungkin saking semangatnya, Raka tak sadar kalau efek mimpinya ternyata terbawa sampai ke dunia nyata. Rissa korbannya. Korban di dunia nyata sekaligus dunia mimpinya.

Apalagi melihat Rissa yang tertatih pelan saat berjalan.

"Masih sakit?" Tanya Raka khawatir.

"Dikit, sih."

"Aku benar-benar minta maaf, Ris," ucap Raka yang masih merasa bersalah.

"Udah, Ka. Sekali lagi kamu minta maaf kamu dapat piring cantik nanti." Rissa terkekeh pelan meskipun dalam hatinya ia masih merasa kesal. Bisa-bisanya ia jatuh dari atas ranjang dan itu semua karena suaminya.

"Nggak mau piring cantik, soalnya udah punya istri cantik."

Tiba-tiba saja pipi Rissa memanas mendengar gombalan suaminya. "Apa, sih?" Protesnya untuk menutupi kegugupannya.

Setelah sholat subuh, Raka dan Rissa keluar dari kamar karena Rissa juga harus segera di make-up di ruang tetangga sebelah.

Widi dan Wulan, sepupu Raka, yang melihat cara berjalan Rissa yang tertatih tersenyum menggoda.

"Mbak Rissa baik-baik aja?" Tanya Wulan pura-pura khawatir walaupun sebenarnya lebih banyak menggoda.

"Baik, kok." Rissa tersenyum kikuk. Bukan ia tidak tahu kalau ibu mertuanya dan sepupu iparnya sedang menggodanya.

"Sing santai, Mas Raka." Wulan segera berlalu setelah melayangkan godaannya pada Raka. Wulan sudah menikah dan memiliki seorang anak. Wajar jika ia begitu paham dalam masalah yang satu itu. (Yang santai)

🌷🌷🌷

😬😬😬

1
Raudatul zahra
Yaa Allah nangis pas part ini🥺😢
Raudatul zahra
fyuuuuhhh... untung cuma mimpi nya Rissa.. 2 bab ikutan nangis.. bab ini baca nya sambil tersenyum manis donggg☺️☺️
Raudatul zahra
author kok🥺🥺 jahaaaattt 😭😭😭😭
Raudatul zahra
kesel pake banget thooorrrr
Raudatul zahra
Rissa yg terluka, aku yg nangis 😭😭
Raudatul zahra
aku kecewa sama kamu Raka !!!!!!!😭😭
Raudatul zahra
Raka, aku padamu😍😍😍
Raudatul zahra
🥺🥺🤗🤗
Raudatul zahra
😍😍😍
Raudatul zahra
kanebo kering 😭😭🤣🤣
Sri Wahyuni
p0lmopnmmmmlkklkj
Sri Wahyuni
bagus bgt novel ini, kok aq baru nemu ya
KHORI PRASTYA
halo salam kenal
Hykmah Hykmah
kak bagus ceritanya, part nya tambahin sampai 200 kk, ditunggu
aisya_
lakiknya gak tegas bgt sama mantannya, gak tampar ke apa ke, susah kali ya kalo masih cinta
Mel Melda
Aku yg melelehh🤗🤗🤗🤗
Mariana Frutty
✅✔️
Effi Hartati
ini adalah definisi sat set sat set yg gue suka 😭😭
Yatimela Afirah
bagus
TongTji Tea
wait apa aku yang galfok ya thor?
usia 27 udah jadi spesialis kandungan .
wah Rissa termasuk jenius nii.
TongTji Tea: semangat Thor ..its Ok .sekarang kan pasti lebih jago💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!