seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
10
Minggu pagi
"Halo kak Luna, ini Hana, apa hari ini kakak libur?" Tanya Hana saat dia menelfon Luna
"Oh Hana, iya hari ini saya libur, kalau kamu mau datang lah kerumah" jawab Luna
"Baik kak,aku segera kesana, bye"
Hana memutuskan panggilan nya dana seger menghubungi Sinta untuk ikut pergi bersamanya
Namun beberapa kali dia mencoba menelfon tidak diangkat juga
"Nih anak pasti masih molor, kebiasaan banget, gue coba sekali lagi" ucap Hana bermonolog
Tutut....Tutut...
"Halo....hoamzzzz" jawab Sinta dengan suara khas orang bangun tidur dan menguap
"udah gue duga, buruan bangun, temenin gue ke rumah Ray, sekarang!!!" Teriak Hana
"Eh s*tan!! Gue baru melek, jangan teriak-teriak, kuping gue sakit peak!!!" Omel Sinta
"Makanya buruan siap-siap, kita naik taksi aja, biar entar pulang dianterin kak Nathan" ucap Hana
" Emang kak Nathan juga ikut kesana?"
"Gue udah di info sama Ray, katanya mereka bakalan ada acara kumpul-kumpul gitu"
"Eh nyet, itu mereka mau pada kumpul bareng sama keluarga mereka, masa iya kita mau gabung? Wah elo beneran enggak punya malu apa?" Omel Sinta pada sahabatnya
"Dengerin ya Sinta sayang, untuk memperjuangkan cinta gue, gue udah buang semua urat malu gue, dan lagi, gue juga bakalan jadi anggota keluarga mereka kok, kan gue calon istrinya kak Nathan"
"Oh Hana ku yang bloon, setan apa yang merasuki mu? Beneran elo udah gila" umpat Sinta
"Udah deh enggak usah rese, mending elo siap-siap, entar kita berangkat bareng, bye!!"
Hana memutuskan panggilan dari Sinta
"Bodo amat lah sama harga diri, yang jelas ini bucin udah over dosis"
Ucap Hana pada dirinya sendiri
-------
Akhirnya mereka berdua sampai juga di depan pintu rumah Ray
"Han, elo yakin?" Tanya Sinta yang melihat ekspresi gugup pada wajah sahabatnya
Hana menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan
"Gue enggak apa-apa sin, yuk masuk" Hana memaksakan senyumnya
"Tunggu..." Teriak seseorang saat Hana hendak menekan bel pintu
"Bella, kamu juga disini?" Tanya Hana
"Gue yang ngajakin" ucap sinta
"Kok bisa?"
"Selow keleees, udah ya, buat yang sama-sama pengejar cinta kita harus berjuang bersama, oke"
Ucap Bella penuh semangat
"Wah ini tukang pecel makin gencar jualannya" celetuk Hana
"Rese loe!"
"Udah, mending pencet bel nya biar kita masuk ke dalam, jadi lebih cepet kita masuk" tegur Sinta menengahi perdebatan mereka berdua
Ting tong
Beberapa detik kemudian pintu terbuka, seorang pria dewasa membukakan pintu tersebut
"Maaf, mau cari siapa ya?" Tanya nya
"Kami teman sekolahnya Ray, kami ingin bertemu dengan nya?" Jawab Bella
"Oh teman Ray, masuklah, saya Daddy nya Ray" jawab pria itu
'daddy nya Ray juga ganteng gitu, gimana kak Nathan enggak kalah, tapi menurut gue si tetep ganteng kak Nathan lah' batin Hana
"Makasih om" ucap mereka bertiga sembari masuk ke dalam rumah besar itu
"Ray, ada temen-temen kamu nih" teriak nya memanggil anaknya, dan kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga
Ray turun dari lantai dua dan ikut gabung bersama mereka
"Apa rencana loe kali ini?" Tanya Ray pada Hana
"Mau belajar masak sama mommy loe, abis itu mau mulai deketin kak Nathan"
"terserah deh, lha terus loe ngapain kesini Bella?" Tanya Ray pada teman sekelasnya
"Gue juga pengen belajar masak Ray" jawab Bella
"Ya udah terserah kalian aja, yang penting jangan usik gue, ayok gue anterin ke belakang ketemu mommy sama aunty Winda, mereka lagi masak di belakang"
Ray, dan ketiga gadis itu berjalan ke arah dapur, disana terlihat Luna dan seorang wanita cantik yang tadi Ray bilang 'aunty Winda'
"Eh, kalian sudah datang, kemarilah" pinta Luna
"Siapa Luna?" Tanya Winda
"Mereka temen-temen nya Ray, ini Hana, ini Sinta dan yang ini..."
"Saya Bella Tante" ucap Bella saat Luna tidak mengetahui namanya
"Oh gitu, aku Winda, sahabatnya Luna, lebih tepatnya adik iparnya" kata Winda mengenalkan diri sendiri
Sinta dan Hana saling pandang, seolah memberi kode kalau dia itu adiknya Nathan
"Kemarilah" ajak Winda
Mereka bertiga menuju ke dapur, dan mulai membantu Luna dan Winda
Beberapa saat kemudian, terdengar bel pintu, dan kemudian muncul laki-laki yang begitu dirindukan Hana di sana, Nathan, dia datang memakai pakaian santainya, dia terlihat sepuluh kali lebih tampan dari biasanya, Hana tidak berhenti menatap nya, hingga pandangan mereka bertemu, namun Nathan segera mengalihkan pandangan nya
"Kak, dateng sendiri?" Tanya Winda
"Iya, ya udah aku kedepan dulu ya sama Ray" ucapnya
"Kak Nathan mau Luna bikinin minum apa?" Tanya Luna
"Kayak biasanya aja Luna" jawabnya
"Oke, tunggu ya"
"emm" jawab Nathan, senyuman nya begitu manis,Hana hanya merasa sedikit tidak nyaman saat Nathan tersenyum begitu manis pada Luna
Nathan menuju ruang keluarga, disana ada Ray, Dio adik Ray, dan Dinda anaknya Winda
"Em, kak Luna, biar Hana saja yang bikin minumnya boleh?" Tanya Hana, membuat Sinta dan Bella menganga dibuatnya
"Boleh, ya sudah bikin es jeruk campur sedikit madu ya, satu sendok makan saja cukup" ucap Luna pada Hana
"Oh iya, jangan pakai gula, kak Nathan enggak suka manis" tambahnya
"Oke kak"
Hana segera membuat minuman sesuai instruksi dari Luna, dan membawanya ke ruang keluarga saat sudah siap
"Kak Nathan, ini minuman nya"
Hana meletakkan minuman nya dimeja depan Nathan
"Kamu yang bikin?" Tanya Nathan meragukan minuman buatan Hana
"Iya, dijamin enak, soalnya bikinya pakai cinta" ucap Hana dengan mengedipkan sebelah matanya
Membuat Nathan menatap tajam kearah nya
"Biasa aja kali sayang, liat kekasihmu ini, enggak bakalan pergi kok, aku mau disini aja nemenin kamu" tambahan nya lagi
Ray menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakak kelasnya itu, sedang kan Nathan merasa kesal padanya
"Ray, bentar lagi elo panggil gue mami ya?" Kata Hana membuat Ray tertawa terbahak-bahak dan Nathan memijit pelipisnya
"Kamu bisa apa enggak sih jangan ngomong yang vulgar gitu" ucap Nathan kesal
"Bisa kok, asal kak Nathan mau jadi pacarku"
"Ya ampun, susah ya ngomong sama anak kecil"
"Aku enggak kecil kak Nathan sayang, kalau anak kecil itu kayak Dinda, nih liat dada aku juga udah gede gini 34 D lho kak ukurannya"
Ucapan Hana sukses membuat Nathan melotot horor kearahnya, namun hana malah tertawa melihat ekspresi wajah Nathan
"Tenang aja kak Nathan, cuman buat kak Nathan aja kok" ucap Hana lagi
Membuat Ray tertawa terbahak-bahak, Nathan yang kesal dengan tingkah Hana lebih memilih diam dan meminum minuman yang Hana buat tadi
Nathan berhenti sejenak dan kemudian meminum lagi
'tidak buruk' batinnya
Hana yang melihat itu tersenyum senang
"Jadi kak Nathan, kita beneran jadian kan?"
Uhuk uhuk uhuk
Nathan tersedak saat mendengar pertanyaan Hana
"Bisa enggak sih kamu jangan bahas masalah kayak gitu disini!!"
"Jadi, kita bahas di mana?" Tanya Hana dengan polosnya
"Papi, mending kelarin dulu deh urusannya sama calon mami" goda Ray
"Siapa calon mami kak?" Tanya Dio
"Tuhh" Ray mengangkat dagu nya kearah Hana
"Kamu pacar nya om Nathan?" Tanya Dio
'kok Dio panggil nya om bukan papi kayak Ray' pikir Hana
"Iya, calon istri" jawab Hana
Sedangkan Nathan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat pengakuan dari Hana.
.
.
like like like 😘
ceritanya sangat menarik