Lagi-lagi mimpi buruk itu terulang dimana kejadian tujuh taun lalu saat cleo baru masuk SMA pernah hampir dilecehkan oleh seseorang dalam acara seventeen temannya..
Cleo adalah muslim bercadar anak seorang CEO bukan hanya kaya tapi sangat terkenal dengan kesuksesannya.
kini dia bertemu lagi dengan Zilan yaitu orang yang ingin sekali dia hindari.. tapi malah jatuh hati dan menikah dengannya.. tanpa tau dia adalah masa lalu nya..
Baca kisah Cleo dalam Novel keduaku MENGULANG CINTA MASA LALU
by syeha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
Waktu terus berlalu. dan Emelie tidak dapat menemani Cleo pada masa-masa pernikahannya, karena dia ada kontrak pemotretan di luar negeri selama beberapa bulan kedepan, tapi dia sangat lega walaupun jauh dari Cleo. Untuk kali ini tidak ada khawatir akan orang yang terus mengejarnya
Pernikahan pun berlangsung dengan sebagian adat islami... Pada saat sesi ijab Kabul, Zilan memang terlihat gugup seperti pasangan pengantin pada umumnya, walaupun kehidupan dia tidak baik tetap saja diacara sakral ini dia hanya seorang manusia.... Alasannya mau melakukan itu dan menikahi Cleo semata-mata hanya untuk membahagiakan neneknya, ditambah lagi dia akan bebas dari semua rencana pernikahan ibunya yang terus-menerus mencarikan jodoh...
Zilan bertemu dengan Cleo tepat setelah dia Sah menjadi istrinya,
Awalnya Zilan tidak mau sama sekali melihat wanita berbalut gaun pengantin putih, beserta wajah yang tertutup dengan cadar, tapi setelah Cleo meraih tangan dan menciumnya, barulah Zilan tersadar karena ada perasaan yang begitu familiar setelah Cleo menyentuh tangannya
***
"Ibu!!!.. Aku mau protes keras," Miranda tiba-tiba datang tanpa malu berbicara dengan suara keras didepan semua orang "Ada hak apa kau menikahkan anakku dengan gadis yang tidak bisa kita lihat wajahnya seperti apa..." Masih tidak terima dengan pernikahan anaknya
"Sekeras apapun kau protes... Kenyataannya cucuku sudah menikah.. Dan untuk masalah dia memakai cadar!!!... Bukankah lebih baik daripada memamerkan lekuk tubuh sepertimu?? Siapa lagi yang ingin memandang tubuhmu di usia tua seperti ini" Nenek Lina sangat tidak senang melihat menantunya bergaya modis dan sexy bukan untuk dilihat putranya... Inilah yang membuat dia menjauhkan Zilan dari ibunya yang sama sekali tidak pernah bersyukur... Apalagi mengenal Tuhan
"Ibu dan gadis itu sangat kolot,, Ini adalah fashion" Dengan bangga dia memperlihatkan gaunnya yang memang sudah terlihat dengan jelas berapa harganya
"Kenapa anakku bisa memilih wanita yang bodoh seperti ini.. Kamu pikir saat tubuhmu bercampur dengan tanah apakah di sana ada fashion untuk menutupinya??... Sebaiknya kau membeli kain putih panjang agar kau tahu itu adalah gaun terakhirmu" Lina meninggalkan menantunya dengan emosi yang mendalam karena kesal melihat tingkah lakunya
Di pelaminan,,,!! Cleo ditinggal sendiri dan tidak tahu kemana perginya Zilan.. dia mengerti karena keduanya masih harus sama-sama memahami sifat masing-masing apalagi ini sangat mendadak, bahkan mereka tidak mengenal satu sama lain.. dan untuk saat ini Cleo juga masih belum bisa dekat dengan pria karena traumanya
Di saat yang bersamaan Cleo melihat dari atas pelaminan, Zilan dan beberapa orang dengan tampang serius berbicara sambil menikmati minuman keras yang ada di genggamannya.. Begitu lama dia memperhatikan suaminya dan kenapa seperti ada ingatan yang muncul di pikirannya, teringat raut wajah samar-samar seseorang yang di dalam mimpinya sering memanggil "Aku Mencintaimu" Dan kemudian pandangan matanya kabur lalu gelap berubah jadi hitam..
"Cleo.. Cleo" Terdengar ricuh mengelilinginya... dan ingin sekali dia membuka mata tapi tidak bisa.. Tubuhnya sangat lemah terkulai dikursi pelaminan.. mungkin pengaruh kurangnya makan karena sejujurnya Cleo sendiri masih takut untuk keputusan besar ini
"Zilan cepat bantu, istri mu pingsan.." Lina berteriak memanggil cucunya
Tidak ada respon dari pria itu selain menggerakkan tangan... yang serempak dipatuhi oleh para ajudannya untuk mengangkat Cleo
"Berhenti!!" Rita membentangkan tangannya menghalangi majunya para ajudan itu "Nyonya maafkan aku.. Tapi aku tidak bisa membiarkan putriku disentuh oleh orang yang bukan muhrimnya.. Kumohon tolong jaga kehormatannya" Rita sedikit kesal dengan tindakan Zilan yang sama sekali tidak memperdulikan putrinya
"Ibu apakah kau salah memilih calon istri untuk anakku?.. Lihat!!!.. Di hari pernikahannya saja dia pingsan, Apalagi kalau bukan wanita sok dirinya paling benar ini sedang hamil muda" Miranda tanpa mengerem perkataannya berbicara begitu saja
"Tutup mulutmu!!!.. Aku bukan orang buta yang melihat seseorang dari penampilannya.. dia begini bukan seperti fitnah yang kau tuduhkan, mungkin saja terlalu lemah... Tuan Ferry maafkan kelakuan menantuku yang memang tidak punya etika" Nek Lina berusaha agar Ferry tidak kecewa
"Tidak masalah aku akan membawanya" Seorang pria paruh baya yang masih terlihat muda melangkah menghampiri Putrinya setelah melihat betapa tidak pedulinya Zilan pada Cleo
Untung para tamu undangan hanya kerabat-kerabat terdekat saja, kalau tidak mereka akan malu dengan apa yang terjadi hari ini.. Sedangkan Zilan sendiri malah pergi meninggalkan resepsi pernikahan bersama para ajudannya
***
Sempat ada perdebatan antara Lina dan Ferry karena ingin membawa Celo ke rumahnya masing-masing... Tapi Rita membantah perkataan suaminya, dia yakin pasti Cleo akan setuju jika dia tinggal bersama suaminya...
Akhirnya gadis bercadar itu memilih tempat yang sudah dipersiapkan Lina untuk malam pengantin yaitu di hotel yang tidak jauh dari resepsi pernikahan..
"Ayah harusnya kau lebih mengerti diriku daripada yang lain, karena sesungguhnya kau tahu apa yang bisa aku lakukan dalam keadaan darurat, jadi jangan terlalu khawatir!!! percaya padaku, aku bisa menjalaninya" kini hanya ada ayah dan anak saja diruang rias pengantin
"Cleo entah apa yang ada dipikiranmu sampai kau mau menikahi pria seperti itu.. Aku sangat memahami seperti apa putriku tapi aku juga tidak mau kau menderita karena ini"
"Ayah pasangan suami istri jika bersama-sama maka itu adalah kebahagiaan yang tidak dapat diperoleh dengan cara apapun.."
"Tapi nak!!"
"Ayah!!!" Cleo membuka cadarnya lalu mencium tangan Ferry "Aku sangat bahagia kau seperhatian ini... Percayalah padaku, kalau setiap pilihan yang aku ambil tidak akan mengecewakan ayah.." Cleo menatap Ferry dengan serius
"Aku tahu.. Baiklah.. Tidak ada yang bisa ayah lakukan selain mengalah..tapi, hubungi aku kalau kau memiliki kesulitan"
"Insya Allah" Dengan hati yang besar dia memberanikan diri untuk memeluk ayahnya.. Dan siapa sangka.. Cleo malah mendapatkan pelukan balik tangan hangat yang mengusap-usap punggungnya..
Walaupun sering kali Cleo meninggalkan bahkan dalam jangka waktu lama.. Tapi sama sekali tidak sedih.. Dan kenapa saat melihat putrinya akan hidup dengan orang lain.. Dadanya seakan sesak karena menahan kesedihan..
Di Hotel malam pengantin
Cleo diantar Lina ke hotelnya di mana sudah dipersiapkan dengan dekoran yang begitu romantis bahkan semua peralatan dilengkapi taburan bunga berbentuk hati... Saat pertama kali dia melihat itu, sebenarnya ada desiran yang membuat dia sedikit gugup.. Mungkin ini naluri seorang wanita yang akan menjalankan malam pertamanya...
Lina pun pamit setelah Cleo masuk.. dan tidak ada yang bisa dia lakukan karena bingung harus berbuat apa!!! Tanpa suaminya
Malam semakin larut bahkan tidak ada tanda-tanda suaminya pulang.. tapi itu bukan Maslah juga untuknya karena Cleo sendiri bingung harus bagaimana nanti
Bagaimana ini?.. Tidak ada pakaian yang bisa dipakai selain baju transparan itu!!! Dan kalau aku tidur di ranjang pasti dekorannya akan hancur.. Sepertinya mood pria itu sulit ditebak
Karena pikirannya terlalu dalam dan juga dengan tubuh yang begitu lelah.. Akhirnya Cleo ketiduran di sofa masih dengan gaun pengantinnya
Bersambung❤❤❤