NovelToon NovelToon
Luka

Luka

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:60.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gina

"Aku ingin putus"Ucap Michi tertunduk dia menahan tangisnya.
"Putus? kenapa?"Satria meminta penjelasan dia tidak terima begitu saja.
"Karena aku hamil"jelas Michi.

Duar....
Bagai di lempar Boom ke wajahnya Satria sungguh terkejut medengar pernyataan kekasihnya orang yang paling dia cintai hamil,bagaimana tidak karena selama ini mereka jarang bertemu bahkan Satria sangat menjaga Michi dia tak pernah berani menyentuh gadis itu meski sehelai rambut pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayo Kita Menikah

Di sebuah ruangan kini mereka berkumpul.

Kedua orang tua Satria dan Agung juga kedua anak mereka yang berkelahi itu.Papah Wijaya sengaja tak membiarkan orang lain selain keluarga intinya saja yang berada di ruangan tersebut. Karena ingin tahu apa yang menyebabkan Satria bisa memukuli kakaknya seperti itu,di tambah lagi tadi sang papah sempat melihat ada dua orang wanita juga disana yang sepertinya sumber dari masalah ini.

"Satria katakan kenapa kau memukuli mas mu sampai seperti itu?"tanya papah tegas.

Satria menatap wajah Agung dengan tatapan marah nafasnya masih menggebu bahkan dadanya naik turun.

"Satria katakan kenapa kau memukuli mas mu sampai seperti itu di tempat umum nak?"kali ini mamah Nadia yang berbicara hanya saja mamah bertutur kata tetap lembut.

"Papah tanyakan saja sendiri padanya apa yang dia lakukan hingga aku memukulinya"ucap Satria ketus.

Papah lalu menatap ke arah Agung dengan tatapan tajam.

Agung mengehela nafas sebelum berbicara,karena dia merasa mungkin inilah saatnya dan dia harus bersiap menerima segala konsekuensinya.

"Pah...Mah...Agung mau membuat suatu pangakuan dan mungkin ini akan mengejutkan bagi kalian"Agung mulai berbicara.

Papah dan Mamah mencoba mendengarkan.

"Lima tahun yang lalu Agung melakukan kesalahan yang fatal di pabrik"Agung mulai bercerita.

"Kesalahan fatal apa?"Papah tak sabaran.

"Apa kau melakukan korupsi? Memakai uang perusahaan untuk berfoya-foya hem?"Papah terus bertanya.

Agung menggeleng pelan.

"Lalu apa?! Kesalahan fatal apa Agung sampai adik mu semarah itu hah?!"Papah kesal sampai menggebrak meja sofa tersebut.

"Tapi papah janji dulu bila aku mengatakan yang sejujurnya papah tak akan menghukum ku dengan berat pah,aku janji akan bertanggung jawab dengan apa yang telah aku perbuat"Agung berbicara bertele-tele membuat papahnya semakin kesal saja.

"Cepat katakan jangan berputar-putar"Papah semakin kesal.

Agung melihat ke arah mamahnya dengan pandangan sendu.

"Mah...Agung harap mamah nggak kecewa setelah mendengar ini tapi sungguh semua ini bukan kemauan Agung mah,Agung tak sengaja melakukan itu Agung nggak sadar mah"

"Agung cepat katakan apa kesalahan fatal mu itu hah jangan meminta pembelaan dari mamah mu?!"bentak papah karena sudah tak sabaran.

Bahkan Satria pun semakin kesal dengan kakaknya yang masih saja bertele-tele dalam berbicara,ingin rasaanya dia memukul wajahnya lagi karena kesal.

"Lima tahun lalu di pabrik saat aku kecewa pada Katrine aku mabuk dan berjalan ke ruang gudang penyimpanan,dan disana aku..."Agung tak kuasa mengatakan hal yang sebenarnya.

"Katakan mas yang sebenarnya atau aku akan cari cctv yang kau sembunyikan itu"Satria sangat hafal.betul sifat kakanya ini Agung tak mungkin membiarkan bukti kejahatan sekecil apa pun tertinggal.

Agung memgehela nafas lagi.

"Di gudang itu aku...me...menodai seorang gadis hingga dia hamil"

Bagai petir di siang bolong papah dan mamah sangat tak percaya dengan pengakuan anaknya itu.

"Dan ternyata gadis itu adalah pacarnya Satria"sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan bagi kedua orang tua mereka.

Seorang Agung yang sangat profesional bisa melakukan kesalahan yang sangat fatal begitu.

"Dasar bodoh kenapa kau mabuk di kantor hah?!"bentak papah.

Bahkan kali ini papah juga memukulnya karena sudah marah.

Mamah yang sangat shock.bahkan tak bisa berkata-kata lagi untuk membela anaknya ini.

"Tapi Agung tidak melepasnya begitu saja pah Agung mau bertanggung jawab dan selalu mengawasi dia selama ini pah"Agung mmebela diri.

"Kalau kau mau bertanggung jawab seharusnya kau nikahi wanita itu lima tahun yang lalu bodoh bukan di awasi saja"bentak papah.

"Saat itu tak mungkin pah kalau aku langsung menikahinya dia masih sangat membenci ku"Agung tetus membela diri.

"Siapa juga tak membenci perbuatan mu itu mas,kau menghancurkan seluruh hidupnya"Satria mulai berbicara lagi.

"Dimana anak wanita itu sekarang?"tanya papah frustasi dan kesal.

"Dia keguguran pah saat meminta pertanggung jawaban dari ku karena terjatuh saat aku mendorongnya"

Sebuah satu pernyataaan lagi yang membuat papah naik pitam bahkan mamah rasanya ingin pingsan mendengar pengakuan anaknya ini.

"AGUNG BEDEBAH KAU"Bentak papah sekencang mungkin.

Bahkan Agung sampai menciut mendengar gelegar suara papahnya memenuhi ruangan tersebut.

Mamah hanya bisa menangis mendengar semua fakta ini,anak yang selalu di banggakannya bisa sekejam ini pada seorang gadis.

"Keluar kau dari sini ! Keluar kau dari keluarga Wijaya aku tak mau punya anak bajingan gila seperti mu bedebah KELUAR" papah sangat marah.

"Aku akan mencoret nama mu dari keluarga,keluarkan semua isi dompet mu jangan kau bawa seperserpun uang pemberian dari ku,anak kurang ajar"papah semakin marah.

"Pah...jangan begitu pah...Agung kan mau bertanggung jawab kita jangan menghukumnya begini pah dia anak kita pah"mamah tetap tak tega mendengar hukuman untuk Agung.

"Dia sendiri tega membunuh anaknya,kenapa kita harus kesihan pada bedebah gila ini mah,sudah tak ada kata ampun lagi untuknya,sekarang pergi kau dari hadapan ku kalau tidak meja ini akan melayang ke wajah mu sialan"papah masih emosi.

Agung akhirnya pasrah pergi dari ruangan tersebut menatap wajah mamahnya yang menangis tersedu karena dirinya.

"Maafin Agung mah"gumamnya.

Agung berjalan keluar dari gedung tersebut menuju suatu tempat,karena saat ini hanya tempat itulah yang bisa ia tuju,karena papah nya pasti memboikot semua fasilitasnya termasuk rumah pribadinya.

Dan saat ini Agung berdiri di depan pintu kaca dengan wajah lebam dan di hadapannya berdiri seorang wanita kecil yang terkejut dengan kedatangannya di depan rukonya.

"Mau apa anda kesini?!"Michi ketus.

Padahal hatinya takut dan tubuhnya gemetar saat melihat keberadaan Agung di depan rukonya malam-malam.

"Aku mau masuk,aku di usir papah"ucap Agung santai.

"Apa ! Masuk?"Michi semakin takut.

"Andan jangan macam-macam Pak,ini ruko saya kenapa anda tidak kembali ke rumah anda saja"Michi sewot.

"Hei...sudah aku bilang aku di usir papah ku karena mengakui semua kesalahan ku menodai mu dan membuat mu keguguran,oleh karena itu aku hanya bisa datang kesini"Agung tak kalah sewotnya.

"Tapi kenapa kesini tidak adakah tempat lain untuk anda?"Michi kesal.

"Tidak ada,lagi pula kau bisa membeli ruko ini juga dengan uang yang aku berikan untuk mu waktu itu kan?jadi sama saja ruko ini juga milik ku,ck minggir biarkan aku masuk"Agung menggeser tubuh mungil itu.

Michi panik karena Agung memaksa masuk.

Dia mendekat pada Agung yang duduk di sofa yang tersedia di dalam toko.

"Apa?!"tanya Agung sewot saat melihat Michi ada di hadapannya dengan tampang kesal.

"Keluar dari sini sekarang juga"ucap Michi penuh penekanan.

"Nggak mau"Agung kukuh.

"Pak Agung Wijaya yang terhormat saya minta anda keluar dari tempat saya sekarang juga"Michi kesal dan menaikan nada suaranya.

"Tidak akan nona Michiko Uehara aku akan tinggal disini bersama mu selamanya"ucap Agung santai.

Ingin rssanya Michi berteriak pakai speaker aktif bombastis agar Agung mendengar bahwa dia sangat keberatan dirinya tinggal bersamanya sementara waktu apa lagi selamanya.

Agung berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Michi gadis kecil itu ketakutan terlihat sangat jelas di wajahnya.

"Pa...pak...Agung jangan dekat-dekat"Michi ketakutan jarena saat ini dirinya sudah terpojok di dinding.

Agung malah tertawa kecil dan semakin mendekat.

Bahkan saat ini jarak mereka hanya sejengkal saja,Agung menundukan wajahnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Michi.

"Ayo kita menikah"bisiknya.

Mata michi langsung terbelalak saat mendengar itu.

...🌲🌲🌲🌲🌲...

1
andi hastutty
akhirnya akhir yg bahagia 😍❤️🥰😘😇jangan mempermainkan hati seseorang meskipun berkuasa. kejarlah cinta dan libatkan Allah dan sabar. sehat slalu Thor dan tambah banyak karyanya
Gina: Terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
andi hastutty
Hem mau dimarahi atau mau dinikahkan ?🫣
andi hastutty
dilamar saat pesta temannya yuhhuuu
andi hastutty
tabibnya baik banget dan benar tu agung jangan datang dan pergi sesuka hatimu
andi hastutty
astaga agung aneh2 ajha fikirannya 😜🤭
andi hastutty
sama2 ngga mau jujur dasar yah mereka menyiks diri
andi hastutty
agung yg nyerah duluan sebelum bertempur kan sakit liat orang disayang menikah
andi hastutty
menyiksa diri masing2
andi hastutty
wah agung mundur
andi hastutty
aduh tambah so sweet ajha 😂
andi hastutty
moga lekas sembuh
andi hastutty
agung parah
andi hastutty
katrine ih dasar yah ngga kapok ajha
andi hastutty
astaga sesingkat i2 hahahahha 😜🤭
andi hastutty
larinya kepesantren
andi hastutty
kasian agung
andi hastutty
dasar wanita yg ular
andi hastutty
ulat bulu mau apa lagi sih ?
andi hastutty
Naura dan Michi kan baik akur hehehhe
andi hastutty
betul satria
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!