NovelToon NovelToon
Twins Goals

Twins Goals

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: mak_rohalus

TAMAT
sedang dalam proses revisi

BIJAK DALAM MEMBACA YA☺
yang sholehah minggir dulu aja
yang anti dengan adengan hoho hihi minggir dulu aja. 😊

selamat menghalu😁
.
.
Menceritakan perjuangan dua laki-laki yang terlahir kembar dan terpisah selama delapan tahun, menjalani hidup masing-masing dengan luka masa kecil di hati.

Bagaimana kisahnya?
ikuti terus twins goals. !!

mak_rohalus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mak_rohalus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Kemudian mobil yang di kendarai Arish putar balik menuju makam lagi. Sampai di depan makan Arish berlari menuju abi karena melihat abi nya tergeletak di tempat yang sama.

"Abi." teriak Arish sambil menggoncang kan tubuh tua abi nya.

"Abii bangun. " Teriak Arish kemudian menggendong abi nya dan berlari menuju mobil.

"Cepat pak ke rumah sakit Kahraman. " titah Arish.

"Baik tuan. "

"Cepat ya pak. "

"Baik tuan. "

Kemudian mobil Arish melaju dengan kencang menuju rumah sakit milik Kahraman group. Arish berfikir abi nya pasti akan berobat di rumah sakit itu. Jadi dokter yang menangani abi akan tau dan melakukan pertolongan dengan cepat dan tepat.

.

Karena Arish juga tidak tau dan membawa riwayat penyakit abi nya. Jadi bisa dipastikan akan ribet kalau di rumah sakit lain.

Arish memangku kepala sang abi sambil mencium i kening, mata, hidung, pipi abi nya. Arish mencium i seluruh wajah abi nya.

"Hiks. Bangun bi. Maafkan kakak. Hiks Bangun bi. Abi harus kuat Hiks. " rasa khawatir juga bersalah memenuhi hati Arish. Tangis nya tak mampu dia bendung melihat wajah pucat abi nya.

"Abi tidak mau maafkan Arish? bangun bi. Jangan buat Arish takut. " gumam Arish sambil terus mencium i wajah abi dalam dekapan nya.

"Hiks Abi. Hiks. Hiks."

Setelah beberapa menit sampai mereka pada rumah sakit. Arish langsung menggendong abi nya dan berlari menuju IGD.

"Dokter. Cepat panggil pemimpin rumah sakit kemari. "

"Kami akan menangani pasie. Anda tenang dulu. " kata dokter dengan pandangan aneh pada Arish.

"Saya pemilik rumah sakit ini. " Teriak Arish pada dokter jaga di luar itu saat abi nya sudah di bawa masuk.

"Sepertinya ada sangat frustasi. " kata dokter itu kemudian.

"Kalau sampai ada apa apa dengan abi saya. Nyawa keluarga mu taruhan nya. " tatapan juga ekspresi Arish membuat dokter jaga itu bergidik.

Arish kemudian merebut telepon yang ada di meja itu yang melakukan panggilan pada pemimpin yaitu pencet angka 1 yang lama.

Dokter jaga kaget Arish mengetahui itu, dan mulai panik.

"Saya Muhammad Arish Kahraman, apa anda tidak mengenal saya?. " ketus Arish.

"Iya tuan. Ada apa?. "

"Dokter jaga ini menghalangi saya menelpon anda. Pecat dia. Abi saya pingsan. Segera kirim dokter yang menangani dia selama ini. Dia di IGD. "

"Apaaa? Ba baik tuan. "

Kemudian telepon ditutup sambil dibanting oleh Arish di lantai. Dokter itu ketakutan dan meminta maaf.

"Ma ma ma maaf tuan. Maafkan saya. Jangan pecat saya. " kata dokter itu bersimpuh.

Arish tidak menjawab dan berjalan ke pintu IGD. Tak butuh waktu lama petinggi dan para jajaran nya berjalan dengan dua dokter yang menangani Ridwan. Yang salah satu nya dikenal Arish karena dokter nya dari kecil. "

"Kamu telah pulang Tuan Muda? Tenanglah aku aku berusaha semaksimal mungkin. "

Arish hanya mengangguk dan dokter itu masuk.

Para petinggi perusahaan hanya menunduk hormat dan menyapa Arish.

"Maaf akan kecerobohan kami tuan muda. "

"Hmm. Saya tidak mau ada dia di sini. " kata Arish dengan tatapan tajam pada dokter yang agak jauh itu juga aura yang mematikan.

Para petinggi itu, membawa dokter yang akan dipecat dan pamit menyiapkan ruangan terbaik untuk Ridwan.

Arish duduk di ruang tunggu.

"Kenapa bisa abi ke pemakaman selarut ini dan sendirian. " batin Arish.

Kemudian telpon nya berbunyi.

"Hallo selamat malam kalau di Turki tuan. " sapa Zafran, asisten pribadi nya.

"Hmm."

Hanya deheman yang selalu menjadi jawaban Arish pada sang asisten yang bersama dengan nya selama 8 tahun ini.

"Tuan muda dari Kahraman group membuat janji pertemuan dengan anda tuan. "

"Ha? Ulangi. " kaget Arish.

"Tuan Muhammad Arvi Kahraman membuat janji temu dengan direktut P. T Arkah Nusantara tuan. Bagaimana?. "

"Perihal apa? kapan?. "

"Sebisa tuan. Saat ini tuan muda Kahraman sedang perjalanan menuju Indonesia. "

"Ha. Kau saja yang datang. Dan tanyakan apa maksud nya? kaya tau bukan apa yang harus di lakukan?. "

"Baik direktur Arkah, Tuan muda Arish Kahraman. " canda Zafran.

Tidak mau menanggapi candaan konyol dari asisten nya itu Arish langsung mematikan ponsel nya.

"Apa Arvi selama ini masih menyuruh orang untuk mengikuti aku. Kenapa dia mengajak temu lewat perusahaan. Tidak langsung saja menemui aku?. Apa dia sudah tidak marah lagi. Maaf ya dek untuk tujuh tahun silam yang telah terjadi. " batin Arish.

Dokter keluar dan mendorong bangkar tempat tidur abi nya.

"Bagaimana dok. " tanya Arish tetap menampilkan nada datar nya walaupun teramat khawatir.

"Tuan muda tidak perlu khawatir. Tuan besar sudah lewat masa kritis nya. Untung cepat di tangani. "

Arish langsung melirik dokter yang tadi juga meremehkan nya sebentar yang tengah ikut mendorong bangkar tempat tidur abi untuk dipindahkan.

"Katakan pada pimpinan. Aku mau dia juga dipecat. " kata Arish sambil melirik dokter itu.

"Maaf tuan muda. "

Arish hanay diam tanpa menjawab.

"Tuan muda tadi dokter ini yang melakukan pertolongan dengan baik. Hingga kamu juga tidak terlambat menolong tuan besar. " kata dokter yang dikenal Arish.

"Huh. Hmmm. " jawab Arish.

"Alhamdulillah. Berterima kasihlah pada tuan muda. " titah dokter itu pada dokter jaga IGD itu.

"Terima kasih tuan muda. "

Arish hanya melirik sebentar dan kembali menatap abi nya yang sudah terpasang alat alat penunjang hidup.

"Bi. Delapan tahun tidak melihat mu rasanya sangat sakit. Aku tidak lagi merasakan kebahagiaan. Arish kehilangan arah bi. Arish sesak menjalani kehidupan ini bi. " batin Arish dengan mata berkaca- kaca menahan tangis nya.

Sampai pada ruang yang sudah disiapkan. Arish ikut memindahkan tubuh abi nya ke dalam kasur yang empuk itu.

"Kami tinggal tuan muda. Jika ada apa apa segera tekan tombol merah. " kata dokter.

"Baik dok. "

"Kami stand by di ruang sebelah tuan muda. "

Aris hanya mengangguk menjawab perkataan dokter.

Kemudian dokter pamit dan keluar dari ruangan itu. Arish melangkah menuju kursi di sebelah tempat tidur abi nya.

"Abi maafkan Arish ya. " kata Arish dengan air mata yang menetes sambil memegang tangan keriput yang dihiasi infus itu.

Hancur hati Arish melihat tangan keriput itu.

"Tangan ini dulu yang menggendong ku, tangan ini yang mengajari, memandikan, bekerja keras dan membahagiakan kami. Mendekap kami saat tidur. kenapa sudah keriput begini bi. Hiks. Hiks. Kenapa abi sudah terlihat tua. Arish kehilangan moment delapan tahun mu bi. " ucap Arish dengan mencium tangan keriput itu dengan tangis yang sudah pecah.

"Abi harus sehat dan bahagia." kata Arish sambil mengusap pipi abi nya.

"Arish pergi ya bi. Arish bahagia bertemu abi hari ini."

.

.

.

.

.

Happy reading semuanya.

Jangan lupa like komen dan vote ya

1
Dea Enen
kok lama bgt gak update²
🥀: maaf ya akak, makasih akak sudah sabar menunggu. mak othor nya ada sedikit masalah RL.🙏
total 1 replies
Dea Enen
gak bisa masuk dong Arish.. 😃
🥀: masuk ke lubang kesengsaraan kak🤣
total 1 replies
Dewi
lanjut kka
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
semoga Abi di terima disisi Allah , di terima amal kebaikan nya , di hapuskan dosa-dosanya , di lapangan kan kuburnya , di jauhkan dari siksa kubur dan siksa api neraka
amin 🤲🤲🤲🤲🤲
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
balerapa banyak bawang yang ma tabur di sini 🤔🤔🤔🤔
sampai lancang iar keluar dari mata aku 😭😭😭😭😭😭
aku jadi inget pas di tinggal mama dulu 😭😭😭😭😭😭😭
sesak , sedih , penyesalan , kehilangan dan semua rasa bercampur jadi satu 😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
Mak kau tega sekali 😭😭😭😭😭
terkejut aku Mak , untung tidak pingsan 😭😭😭😭😭🤧
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
berdoa lah sayang semoga ada keajaiban untuk kisah cinta mu 🤗🤗🤗🤗🤗
semoga abis cepat bangun dari koma , dan bisa berkumpul bersama lagi 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
ya tuhan , ini serius 🙀🙀🙀🙀🙀
kaga lagi prank kah 😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
jngan berkecil hati Ar 🤗🤗🤗🤗
memang ibadah kalian berbeda tapi Kao tuhan sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin sayang 🤗🤗🤗🤗
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
aku pun mau di peluk , aku ikutan doank 🤗🤗🤗🤗🤗
terhura-hura aku mak 🥹🥹🥹🥹🥹🤧
kenapa tidak bisa ikut Aya 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Dewi
lanjut
Sri. Rejeki
semangat ya
Dewi
lanjut
Budi Yulia
lanjut say
Dewi
lanjut, semangat up ya
abdan syakura
Salken Kak....
Nyimak.nih...
🥀: haha iya ya, pantesan cerita nya garing🤣
kriuk kriuk🤣😁😁
receh banget aku kak🤣🏃‍♀️🏃‍♀️
total 3 replies
Helmi Sintya Junaedi
hmmm... lnjut lah
🥀: siap kak. gas ngenggg🛵🛵🛵
total 1 replies
Dewi
lanjut kak
🥀: makasih kak, hehhe😊
semangat kak
total 1 replies
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
di kira part baru , eh ternyata part sebelumnya nya 😓😓😓😁
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§: bukan Mak itu part sebelumnya , itu dobel mak 😁
total 2 replies
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§
arvi cuci otak kakak mu biar bersih dan tidak tercemar 😁😁😁😁😁
arvi rayu Mak biar apa yang kau ingin kan terkabul 😁😁😁😁😁😚
k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§: makasih Mak atas hadiah yang Mak dan ka kacan kasih 😘😘😘😘😘😘
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!