NovelToon NovelToon
Pesona Cinta Majikan

Pesona Cinta Majikan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Tamat
Popularitas:724.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: dtyas

Berkisah tentang Jenar Ayu Santika yang harus rela menjadi pengasuh Aiden (5 tahun). Bocah yang memiliki karakter usil dan nakal serta kecerdasan yang berbeda dengan anak yang seusianya.

Keusilan Aiden berhasil membuat Ayu kesulitan dan juga mendekatkan dia dengan Edwin (Papah Aiden).

Apakah Ayu bisa menjadi pengasuh yang baik bahkan menjadi Ibu bagi Aiden dan Istri Edwin?

Ikuti terus kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - PCM

“Dia bilang menganggap aku sebagai anaknya sendiri. Baru diajak bermain saja sudah kabur,” seru Aiden yang menatap mobil Mirna meninggalkan kediamannya melalui jendela kamar.

Aiden merebahkan tubuhnya di ranjang, sepertinya dia mulai kesal dan jenuh dengan aktivitasnya. Menjahili para pekerja di rumahnya sudah biasa, bermain game belum mendapatkan musuh yang seimbang.

“Hm, seharusnya Tante Ayu tetap bekerja jadi aku bisa menjahili dia,” tutur Aiden sambil terkekeh. “Aku akan menghubunginya,” ujar Aiden.

Menyadari dia tidak memiliki kontak Ayu, Aiden pun menemui Papa Edwin untuk menanyakan kontak Ayu.

Edwin mengernyitkan dahinya menyadari dia tidak menyimpan nomor ponsel Ayu. Selama ini komunikasi dilakukan oleh Indra.

“Papa tidak punya kontak Tante Ayu.”

“Hah, kenapa bisa begitu. Dia bekerja untuk Papa, bagaimana mungkin Papa tidak memiliki kontaknya.”

“Om Indra yang biasa menghubungi Ayu. Lagipula untuk apa kamu menghubunginya?”

“Aku bosan dan penasaran apa yang dilakukan Tante Ayu saat libur.”

“Sudahlah Aiden, kembali ke kamarmu. Papa akan tanyakan pada Om Indra, sekarang lebih baik kamu tidur.”

Aiden keluar dari ruang kerja Edwin dengan langkah gontai. Tiba-tiba dia mendapatkan Aiden untuk mengisi hari liburnya. Bergegas kembali untuk menemui Edwin.

“Papa, bolehkah kita ke taman bermain?” ajak Aiden.

“Hm. Tapi besok, hari ini sudah siang. Kamu tidak akan puas bermain di sana.”

“Ajak Tante Ayu yah, Papa tidak mungkin bisa menjagaku sendirian.”

“Kita tanyakan besok, kalaupun Tante Ayu menolak kita tidak dapat memaksanya.”

...***...

“Aiden, kita pergi berdua saja. Mungkin Tante Ayu sedang istirahat atau ada acara sendiri,” tebak Edwin.

Aiden yang sudah siap berangkat berubah muram mendengar Edwin tidak menyarankan untuk mengajak Ayu.

Tidak akan seru kalau hanya aku dan Papa yang pergi, apa-apa selalu dilarang. Lagipula aku ingin tahu sejauh mana kesabarannya mendampingiku, batin Aiden.

“Kalau begitu kita tidak usah pergi,” sahut Aiden merajuk.

Edwin menghela nafasnya, kemudian mengajak Aiden untuk berangkat dan mampir untuk menjemput Ayu. Dengan bantuan GPS dimana alamat Ayu didapat dari Indira, Edwin mengendarai mobilnya memasuki pemukiman dengan bentuk dan gaya rumah berbeda-beda. Sebelum berangkat, Edwin sempat menghubungi Ayu beberapa kali tapi tidak ada jawaban.

Suara GPS mengatakan kalau mereka sudah tiba di lokasi tujuan, Edwin pun menghentikan mobilnya. Aiden menatap pagar rumah melalui jendela mobil.

“Apa ini rumahnya?”

“Entahlah, kita turun dan tanyakan saja,” ajak Edwin.

Edwin dan Aiden turun dari mobil dan menuju rumah yang kemungkinan tempat tinggal Ayu. Membuka pagar dan mengucap salam, tetapi tidak ada jawaban. Aiden kembali mengucapkan salam, tidak lama pintu rumah terbuka menampakan seorang wanita paruh baya.

“Cari siapa?” tanya wanita itu.

Edwin dan Aiden saling tatap, kemudian kembali menatap wanita yang masih berdiri menatap aneh ke arah mereka.

“Apa Ayu tinggal di sini?” tanya Edwin.

“Ayu? Maksudnya Jenar?”

“Betul, Jenar Ayu,” jawab Edwin.

Aiden menggoyangkan tangan Edwin, “Papa kita cari Tante Ayu bukan Jenar.”

“Iya namanya Jenar Ayu.”

“Jenar Ayu Santika,” jawab wanita itu. “Iya disini rumah Jenar, silahkan masuk. Kalian pasti majikan Jenar ya?”

“Majikan?” tanya Aiden dengan lirih sambil menoleh ke arah Papanya.

“Selamat datang di gubuk kami, maaf kalau tidak tidak nyaman.”

Edwin dan Aiden duduk di sofa ruang keluarga Ayu. “Tidak masalah Bu, mohon maaf kami mengganggu dengan datang sepagi ini.”

“Saya Ibunya Jenar, wah ini pasti bocah yang diasuh Jenar ya.”

“Aku Aiden, dimana tante Ayu? Kami ingin mengajaknya pergi untuk temani aku ke taman bermain.”

“Kamu lucu dan tampan sekali. Tapi sayangnya Jenar masih tidur. Kebiasaannya kalau libur ya begitu, malas bangun dan mandi.”

“Masih tidur?” tanya Aiden. “Kita gagal pergi Pah?” tanya Aiden dengan raut wajah kecewa.

“Oh, Ibu bangunkan dulu. Pasti dia bisa, toh dia tidak pergi kemanapun kalau libur. Hanya diam di rumah,” ungkap Ibu.

“Boleh aku ikut bangunkan Tante Ayu?”

“Aiden, kamu tunggu di sini," ujar Edwin.

“Tidak ada tuan, ayo kita ke kamar Tante Ayu,” ajak Ibu Jenar.

Kamar Ayu terlihat gelap karena lampunya dimatikan dan tirai jendela masih tertutup rapat.

“Ayu, bangunlah. Ini majikanmu datang,” ujar Ibu sambil menggoyangkan tubuh Ayu. Kemudian dia menuju jendela dan meraih tirai yang masih tertutup lalu menyelipkan di kaitan jendela. Kamar Ayu terlihat lebih terang dari sebelumnya.

“Tante Ayu,” panggil Aiden.

“Kalau bangunkan dia tidak bisa dengan halus begitu. Harus agak teriak,” sahut Ibu. “Ibu buatkan minum dulu ya.”

Aiden hanya menganggukkan kepalanya kemudian menghampiri ranjang. Memanggil Ayu agar membuka matanya.

“Hm, bahkan tidur pun bocah itu tetap menggangguku,” gumam Ayu. Aiden tersenyum mendengar gumaman Ayu.

“Tante Ayu bangunlah, ayo kita bermain,” ucap Aiden sambil terkekeh.

“Enyahlah kau, aku masih ...hoam,” jawab Ayu.

“Tante Ayu, bangun. Ada Papa di luar, apa kamu ingin dipecat,” seru Aiden.

Ayu perlahan membuka matanya dan terkejut melihat Aiden berdiri di samping ranjang tepat di hadapannya.

“Aku pasti gila, bahkan di rumah pun kamu selalu menggangguku. Enyahlah, jangan ganggu aku,” ujar Ayu. “Ada apa dengan pikiranku, bisa melihat kamu di manapun.”

“Tante tidak gila, aku sengaja datang untuk mengajak Tante pergi.”

Ayu bergeming kemudian berteriak.

“Aaaaaa.”

 

 

1
Maya Djdj
seperti keinginan terakhir aja nih bocah
Mini Amora
good Aiden...

pak Edwin gercep
Mini Amora
astaghfirullah aiden
Mini Amora
seruuuuuu...

calon ibu & calon anak suka nge game😄
Mini Amora
melipir baca karyamu ini thor😍
Matchamatcha
definisi bocil kematian🤣🤣
ayu cantik
suka
pretty girl's
lumayan
Erna Suryani
Luar biasa
Erna Suryani
Lumayan
Doffeer Zaliaan
Luar biasa
Sri Widjiastuti
sesuatu gitu lhoh.. Aiden ni minta digetok
Sri Widjiastuti
diih ngadon bayi seperti ekspetasi nya Aiden.... buyar dong g jd ngadon🤗🤗
Sri Widjiastuti
😁😁😁bener2 ini Aiden
Sri Widjiastuti
bocah semprulll🤣🤣🤣
Sri Widjiastuti
😇😇😂
Sri Widjiastuti
lagian bisa2 nya ngorok niii
Rinisa
👍🏻👍🏻👍🏻
Rinisa
Dasar aiden...😂
Rinisa
Next....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!