NovelToon NovelToon
Pura Pura Istri

Pura Pura Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:351.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kaa_Zee

Tanpa sengaja bertemu pria asing saat melarikan diri, membawa Arlene masuk kedalam satu masalah baru. Pria itu Dean Mcdermott. Menawarinya sebuah pekerjaan yang membuatnya tercengang sekaligus menggiurkan.
"Aku akan menawarimu suatu pekerjaan dengan gaji tinggi, berikan no rekeningmu dan aku akan membayar uang muka!"
"Hah?"
"Pura puralah jadi Istriku dan ikut ke rumahku sekarang juga!"

Simak kelanjutannya yuk....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaa_Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10

Sementara Arlene berjalan mondar mandir dengan perasaan yang tidak karuan.

"Kenapa kau tidak duduk saja! Kau membuatku pusing." Dean yang merebahkan dirinya membalikkan tubuhnya menghadap kearah lain.

"Maaf Dean ... tapi aku benar benar tidak akan sanggup bersandiwara seperti ini! Aku tidak tahu apa mereka akan melakukan hal hal yang menyulitkanku suatu hari nanti jika aku terus berada di rumah ini."

Dean tidak menjawabnya, namun terlihat dari bahunya, dia menghela nafas panjang.

"Nasib ku juga Alleyah bagaimana?"

"Ini hanya sementara Arlene!" Dean berguling dan menghadapnya. "Ingat kita hanya berpura pura!"

"Justru itu ... kau tidak lihat bagaimana mereka memperlakukanku Dean, kau juga tidak memberitahu padaku apa yang harus aku katakan atau apa yang harus aku lakukan ketika mereka bertanya!" Arlene kembali tidak yakin jika dia mampu bertahan jika semua orang menyerangnya.

Dean melemparkan bantal begitu saja ke belakang, lalu dia membanting tubuhnya diatas ranjang berukuran besar itu. Wajahnya sangat datar juga dengan sorot mata yang terlihat tajam.

"Sudah aku katakan berulang kali, kau boleh pergi dan dengan begitu kembalikan uangku beserta dendanya!"

Arlene kembali terdiam. Pergi dari mansion itu artinya kembali ke jalan, saat ini Arlene tidak memiliki uang dan juga tempat tinggal, dia menatap Alleyah yang tertidur pulas, lalu beralih menatap langit langit kamar.

Tidak Arlene ... kau sudah bertekad menikmati semua kehidupanmu saat ini! Jangan menyerah, karena saat kau menyerah, kau akan kehilangan kesempatan menjadi orang kaya, nikmati saja perjalanan ini, nikmati uangnya dan nikmati semua kemewahan ini. Arlene membatin.

Ucapan Dean membuat Arlene kembali membuatnya tidak bisa berkutik lagi, dia tidak punya pilihan lain, mau tidak mau dia harus melakukan tugasnya.

"Baiklah ... Tapi sampai kapan kita akan berpura pura?"

"Sudah aku bilang, itu bukan urusanmu! Kau akan tahu nanti." sentak Dean "Dan jangan terus bicara, aku lelah. Ingin tidur." ucapnya lagi dengan menutup wajahnya dengan menggunakan bantal.

Arlene mengerdikkan bahu, dia duduk disofa, tidak ada sedikitpun rasa kantuknya malam ini, dia menatap balita yang terlihat tidur nyenyak dan sama sekali tidak terganggu. Lalu beringsut mendekatinya seraya mengelus kepalanya,

"Kau pasti tidur sangat nyaman kan dikasur ini?" Gumamnya pada anak balita berusia 2 tahun itu.

Membayangkan hidup Alleyah selama ini yang tidak begitu menyenangkan, semua kebutuhannya jarang terpenuhi dengan maksimal, juga kejaran dari Baron yang membuat mereka selalu dalam ketakutan dan tidak bisa tenang dalam menjalani kesehariannya.

"Aku akan melakukannya, aku pasti bisa." cicitnya kemudian.

Dan entah dari kapan dia mulai mengantuk dengan posisi tertelengkup disamping Alleyah hingga akhirnya terlelap dan melanglang buana ke alam mimpi.

Keesokan pagi

Tubuh Arlene terasa lebih berat, sesuatu yang membuatnya susah bergerak dan mengganjal perut nya, perlahan dia membuka manik coklatnya, dan tersentak kaget ketika sebuah tangan kekar melingkar diperutnya.

Sontak Arlene mendorong tubuh Dean hingga pria itu tersentak dan bangun.

"Apa apaan kau ini?" bentak Dean dengan kedua mata memerah.

"Aku yang harusnya bertanya, kenapa kau tidur memelukku!"

Dean mengacak rambutnya kasar, dia di dorong sedemikian rupa hanya karena tidur memeluk, sangat tidak masuk akal.

"Mana aku tahu! aku tidur dan tidak sadar!" Dengan wajah bantal Dean kembali membaringkan tubuhnya yang masih mengantuk itu.

Arlene semakin tersentak kaget saat menyadari Alleyah tidak ada di tempatnya, semalam Alleyah tidur di tengah tengah mereka, namun kini bocah kecil itu tidak ada.

"Alleyah ... Alleyah dimana??"

Arlene turun dari ranjang, guna mencari keberadaan putri kecilnya.

"Dean ... mana anakku? Kemana anakku!" teriaknya dengan terus mencarinya, dia berlari ke kamar mandi namun tidak ada disana, dia juga membuka kolong ranjang tapi juga tetap tidak ada.

Dean kembali bangkit, "Aku tidak tahu Arlene ... aku saja baru bangun!"

"Lalu kemana anakku? Kemana dia? Siapa yang membawa putriku pergi." teriaknya mulai panik.

"Tenanglah Arlene ... mungkin anakmu bermain di luar!"

"Kau jangan gila Dean, putriku baru berumur dua tahun, dia masih belum lancar berjalan. Pasti ada yang membawanya, apa kau semalam tidak mengunci pintu kamar saat tidur?" tanyanya dengan terus berjalan mondar mandir panik.

"Entahlah aku tidak ingat!!"

"Jika terjadi sesuatu padanya, aku tidak akan memaafkanmu Dean."

Keduanya keluar kamar untuk mencari keberadaan Alleyah, mimik wajah Arlene terlihat resah, begitu juga dengan Dean yang tampak kusut dan dengan malas terpaksa mengikuti nya  untuk mencari anak balita yang tiba-tiba menghilang saat mereka tengah tidur.

Beberapa maid yang berlalu lalang tak luput dari mereka, Dean menanyainya walaupun mereka  memberikan jawabannya dengan gelengan kepala.

"Tidak melihatnya tuan Dean!"

"Dean bagaimana ini? Kenapa anakku tidak ada dimana mana? Apa ibumu yang membawanya?"

"Tenanglah ... kita sedang mencarinya!"

"Apa mungkin ibumu yang mengambilnya atau menyuruh orang mengambil putriku?"

Dean menggelengkan kepalanya, " Tidak ... tidak mungkin ibu melakukan hal itu!"

"Lalu di mana anakku? Dimana dia Dean?" ucap Arlene yang terlihat sudah ingin menangis.

Dean pun menyuruh beberapa pelayan untuk membantu mencarinya, dan tentu saja teriakan Arlene membuat ricuh hampir seluruh rumah.

Debora yang baru saja keluar terbeliak mendengar keributan yang terjadi karena Arlene yang panik,

"Ada apa ini?"

Arlene menghampirinya dengan wajah yang kian sembab, " Ibu apa ibu melihat Alleyah? Putriku menghilang Bu!"

Debora tentu saja mendengus, "Ibu tidak tahu,  tidak melihatnya dari kemarin bahkan ibu lupa ada anak itu di rumah ini." Debora melengos pergi, "Aah ... Aku juga tidak ingat bagaimana wajahnya!"

Dean memijit pelipisnya, harusnya dia tidak mencari wanita yang memiliki anak untuk rencananya, yang membuat kepalanya pusing dipagi hari.

"Mungkin anakmu tidak betah di rumah ini! Dia keluar dan entahlah aku tidak peduli! Kenapa tidak sekalian kau juga ikut pergi bersama anakmu!" sahut Debora lagi menohok. Lalu dia membalikkan tubuhnya untuk kembali ke kamar.

"Baguslah ... lebih baik begitu! Aku tidak perlu repot repot menendangnya." gumam Debora yang menutup pintu kamar.

Sorra pun melakukan hal yang tidak jauh dari ibunya, dia hanya mendengus kasar lalu kembali masuk kedalam kamarnya tak peduli.

Sementara Miranda yang baru saja masuk menatapnya dengan datar, wajahnya lurus tanpa ekspresi dan hanya berdiri tanpa bertanya.

"Dean ... apa kita harus melaporkannya pada polisi?"

"Kau gila!! Anakmu hilang dirumah ini, dan tidak mungkin ada yang sengaja menculiknya."

Lama lama Dean kesal, baru saja bangun tidur, perut kosong dan harus kerepotan mencari seorang anak.

Arlene hampir frustasi, dia terduduk dengan menangkup wajahnya, lalu menangis tergugu.

"Alleyah ... Kamu dimana sayang?"

1
Rosita Tumbelaka
kakean coro... aturan2 yg bodoh dari org2 yg sok Borjuis... tdl akan bawa ke Surga tanpa petcaya Kristus
Mas Budian
kok gak jelas banget ending nya thor.
Mas Budian
wkwkwk
Santi Rizal
ko udah selesai Thor... msh menggantung nih
Santi Rizal
di ulang ternyata
Santi Rizal
makin rumit kan?
Santi Rizal
pergilah Arlene...biar si Dean makin kehilangan
Sunny Kwok
pa novel ini da tamat
Juspina Sian
tpi katanya lanjut baca episod 113????
Juspina Sian
mna akhirnya
Teddy Aktadi
Luar biasa
Sunny Kwok
ceritanya bagus tp crta akhirnya tdk enakin
bibi
lanjut
bibi
up
bibi
next ah
bibi
lanjut ya
Yuli Ana
ko keulang thor isi nya sama dengan part sebelum nya
Yuli Ana
bagus 👍👍👍
Yuli Ana
jangan bikin Dean pisah lagi sm Arlene thorr
Sophia Aya
anak Robin itu Dean , jangan sampai tertipu sama alexa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!