NovelToon NovelToon
Nona Pengasuh Untuk Asta

Nona Pengasuh Untuk Asta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:152.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

Jual-beli harusnya barang, bukan manusia.

Dimalam Fasya menolak untuk berhubungan badan dengan kekasihnya.

Dia dijual.

Dilempar ke ranjang yang besar, pria tampan berbadan tinggi yang cukup berkharisma datang.

"Jika kau bisa menjadi pengasuh putra ku, maka aku akan membayar mu cukup tinggi."
- Shin

Bukan memuaskan hawa nafsu yang pria itu inginkan, tapi menjadi pengasuh anaknya? Kenapa harus Fasya?

Tapi ketika Fasya masuk ke rumah itu, dia menemukan banyak hal baru, fakta tentang siapa dirinya sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Hari pertama sekolah

.....................

Fasya juga tidak tau bagaimana jadinya dia bisa tiba-tiba ada di mobil bersama dengan Tuan Shin dan Tuan muda Asta, dan yang lebih aneh lagi Fasya harusnya duduk di depan, tapi Asta meminta agar Asya duduk disebelahnya.

Artinya, Asta duduk ditengah dan Fasya ada dikanan juga Shin ada di kiri. Shin sih tidak masalah agar Asta mau sekolah, tapi masalahnya Fasya yang tidak mau soalnya ini menyesakkan dada.

"Hey nona pengasuh, dulu sekolah pulang jam berapa?" Lihat bocah ini, dia bahkan belum sampai di sekolahnya, tapi sudah bertanya soal pulang.

"Kalau kelas satu SD sih jam 10 lebih tiga puluh menit, SD Negri biasa soalnya. Sekolah Tuan muda ga tau deh, tapi nanti bakal saya cari tau kok." Fasya terpaksa formal menggunakan kata 'saya' ada Shin soalnya, kalau Asta sendiri Fasya tidak akan se-baku itu.

"Boleh gak kalau udah datang langsung pulang, kasih aja pr, aku bisa kerjain sendiri di rumah."

Fasya mau jawab apa? Memangnya ada sekolah model seperti itu?

"Sekolah dan bersosialisasi yang benar, ingat kau itu penerus Cadivan grub, ingat tanggungjawab mu sebagai satu-satunya anak ku. Jangan menjadi anak penyendiri." Ujar Shin enteng tanpa beban, seolah menurutnya perkataannya itu biasa saja. Padahal perkataannya barusan benar-benar merusak suasana yang sudah Fasya bangun.

Kalau bukan karna bos, serius Fasya sudah memukul kepalanya, bagaimana bisa seorang ayah berbicara soal penerus dan tanggungjawab untuk anaknya yang masih enam tahun?

Asta memalingkan wajahnya dari Shin, bibirnya lagi-lagi bergetar, mungkin dia sedang menahan emosinya.

"Tenang saja Tuan muda, sekolah itu untuk belajar sambil bermain, anda pasti bisa bermain dan mendapat teman yang baik disana, anda juga akan belajar karna guru disana profesional. ayo sekolah dan bersenang-senang." Fasya menepuk pundak Asta lembut, mencoba memberikan semangat dan motivasi lebih tinggi untuk Asta sekolah.

Fasya memiliki satu tebakan, barangkali Asta malas sekolah karna Shin selalu saja berisik dan sibuk soal penerus Cadivan satu-satunya dan tanggungjawab ini dan itu.

Apa-apaan robot satu ini? Kalau gak punya hati minimal pake logika lah, masa anak enam tahun disuruh mikirin tanggung jawab. Mereka tuh butuhnya bermain sambil belajar, aneh-aneh aja deh pemikiran orang kaya.

Suara hati Fasya barusan sama sekali tidak boleh di dengar oleh Shin, atau dia akan memecat gadis itu, dan gaji puluhan juta bisa hilang begitu saja.

"Apa menurut mu ada yang ingin berteman dengan anak nakal seperti ku?" Tanya Asta menatap mata Fasya serius. Membuat Fasya tidak bisa berbohong.

Tapi ...

Jadi selama ini anak ini sadar kan kalau dia itu nakal? Kalau sadar nakal, ya jangan nakal biar bisa dapat temen. Dasar bocah!

"Pasti anda punya teman, tapi kalau anda nakal mungkin akan dapat teman yang nakal juga. Jadi, untuk mendapatkan teman yang baik, anda harus jadi anak yang baik pula." Fasya mencoba memotivasi dengan wajahnya yang berusaha tersenyum manis dan menggambarkan nuansa positif.

"Oh gitu, ya udah aku akan berteman sama anak nakal aja, yang penting kan punya teman." Jawab Asta enteng tanpa beban, kesimpulan sederhana itu yang dia pilih. Kalau dalam mode seperti ini, dia benar-benar mirip dengan Shin, kalau ada yang bilang Asta bukan anak kandungnya Shin, ada masalah pada mata dan otaknya.

Sesat!

Fasya tidak ingin mengajarkan pelajaran sesat itu!

"Tuan muda, bukankah lebih bagus kalau punya teman yang baik saja?" Fasya mencoba tersenyum, membujuk mana tau dia bisa merubah pola pikir anak ini.

"Ternyata ada anak nakal juga di luar sana, aku pikir aku sendiri." Asta tampak berpikir sebentar.

Tas ...!

Itu suara urat kewarasan Fasya yang putus, dia berteriak di dalam kepalanya.

Kenapa percakapan gila ini terjadi saat Shin ada disebelah kami?! Kalau begitu kan aku jadi dianggap sebagai pengasuh yang tidak becus yang ngajarin Asta aneh-aneh!

Fasya melirik ke arah Shin diam-diam, dia tampak tidak peduli dan hanya fokus pada berkas-berkas di depan matanya. Dia tidak ikut pembicaraan mereka, seolah tidak memiliki telinga untuk mendengar percakapan yang terjadi barusan.

Fasya sih senang juga kalau dia tidak ditegur atau dimarahi oleh Shin karna pola pikir Asta barusan.

Tapi anehnya, jauh di dalam hati Fasya, di benar-benar berharap Shin marah padanya, atau setidaknya menasihati Asta untuk jadi anak baik yang tidak nakal. Tapi Shin hanya diam saja, seolah tidak peduli tau tuli?

Hah, dia benar-benar tidak peduli, gimana bisa dia dipanggil ayah yah?

......................

Mobil hitam mengkilat yang indah khas orang kaya terparkir sempurna dihalaman sekolah, saat Fasya turun, dia jelas sadar tidak boleh membandingkan sekolahnya yang dulu dengan sekolah yang ada di hadapannya sekarang.

Jauh berbeda! Sangat berbeda sekali!

Dari jauh, Fasya bisa melihat pria agak tua, berbadan agak besar dengan kepala tanpa rambut datang menghampiri.

"Ah, halo Tuan Alfashin Cadivan, anda sudah datang." Dia menyapa Shin lebih dulu.

Shin membuka kacamatanya, dia menaikkan sebelah alisnya menatap pria itu. Jangan tanya, pesona Shin waktu memakai kacamata atau melepas kacamata tidak ada tandingannya, Fasya harus akui duda satu ini adalah pria terkeren yang nyata yang pernah dia lihat.

"Beliau kepala sekolah disini Tuan." Liam lah yang memperkenalkan orang itu, setidaknya Fasya tau siapa orang ini, dan statusnya cukup tinggi.

"Saya Waren, kepala sekolah disini, saya dengar anda sudah mendaftarkan anak anda sekolah disini. Apa ini Tuan muda Cadivan yang terkenal itu, kami sudah menunggu beliau sejak kemarin, sayang sekali Tuan muda malah melewatkan hari pertamanya bersekolah. Padahal ada semacam perayaan kemarin." Dia menatap ke arah Asta, dengan senyuman yang Fasya rasa tidak tulus? Soalnya Fasya saja merasa tidak nyaman.

"Ya, jadi dimana kelas ku?" Asta tampak tidak menggubrisnya.

Membuat kepala sekolah itu tersenyum hampa, oh Fasya kenal benar senyuman itu, itu senyuman jengkel pastinya, soalnya Fasya juga sering tersenyum itu untuk menutupi kekesalannya dengan bocah ini.

"Oh, silahkan ikuti saya kalau begitu, soalnya saya memang sudah menunggu anda untuk mengantar anda ke kelas." Kepala sekolah mempersilakan jalannya.

Asta menatap Fasya erat, dia menatap serius sang nona pengasuh. "Ingat janji kita ya, dan ingat kalau harus jemput tepat waktu, dan yang menjemputnya juga tidak boleh supir, harus ada pengasuh juga." Asta menekankan perkataan itu lagi.

"Iya, saya janji akan menjemput anda, jadi semangat sekolahnya! Anda pasti bisa sekolah dengan nyaman kok! Anda kan Tuan muda Asta yang cerdas." Fasya tersenyum hangat, dia jujur dan tulus mendoakan agar sekolah Asta berjalan lancar. Walau Asta memang agak nakal, Fasya tau Asta juga baik, dan Fasya benar-benar tulus mengharapkan kelancaran anak itu sekolah.

"Aku pergi!" Asta langsung berbalik dengan cepat, bibirnya bergetar, matanya nyaris mengeluarkan air mata, hatinya juga bergetar, seolah ada angin segar yang baru saja menyapa.

Asta merasakan perasaan hangat itu lagi, sudah sejak kepergian sang ibu, Asta tidak melihat senyuman hangat itu, dia bisa merasakan ketulusan yang nyata dari mata Fasya, makanya hatinya ikut bergetar.

Setelah dua tahun, dia hampir lupa dengan apa itu ketulusan dan kehangatan, kini Asta diingatkan kembali dalam wujud Fasya.

1
Pipit Aprilianti
thoor... lanjut dooongggg...
Kadek Bella
lanjut thoor
Berna Dheta
haduuuh ini di lanjut ga sih lama banget gak up
Arlin Gaisi
bagus juga
Arlin Gaisi
semangat terus lanjut
siti Hasanah
Kecewa
Nora♡~
Semangat terus thor... lanjuutt..
jenny
ayooo thor, dilanjutkan lagi kisahnya
kania_pesek
jangan lama2 up nya thorr
nunuy nurkasih
aku tunggu up nya tiap hari ya thor
Bunda ACha
walah Ed agen rahasia ternyata, baik apa jahat ya dia, ada di pihak siapa???
tiara
yang ditunggu akhirnya up juga, semangat up tiap hari thor
Elizabeth Zulfa
itu si Ed bkn mata2 musuh kn Thor....???
kania_pesek
hey Thor are you OK??? knpa up nya lama pedahal aku menunggu
Tyarr Tinambunan
akhirnya ya lanjut jga ini ceritanya.
makasih Thor
sehat slalu lah byar up sampai tamat.
aku suka ❤️👍
Park Kyung Na: semangat thor 💪
total 2 replies
Park Kyung Na
thor kok lama banget baru up?
padahal suka banget ceritanya
dapat notif tak kira up
ternyata 😌
Ratna Handajani
bdus tp lama up lgi
kania_pesek
lama amat Thor up nya😒😒
nunuy nurkasih
ya kirain up ......d tunggu ya thor kelanjutannya
kania_pesek
semangat Thor jangan lama2 up nya aku masih setia menunggu 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!