Hai dukung ceritaku ya.
SETELAH MEMBACA BIASAKAN LIKE.
LIKE, KOMENTAR, FAVORIT JUGA.
Cerita ini hanya kehaluan author saja ya.
Cerita ini kelanjutan Benih Tuan Muda Kejam.
Menceritakan kisah cinta anak ketiga Abraham dan arin.
Ya Andra harus menikah dengan seorang wanita cantik bernama Syafi yang ternyata anak dari pak Andi dan Veli. Arin yang sudah suka dengan Syafi pun meminta pak Andi untuk menjodohkan keduanya. Apalagi Syafi baru saja putus dengan sang tunangan karena penghianat.
Bagaimana serunya rumah tangga keduanya, apalagi Andra ternyata musuh bebuyutan Syafi selama di kampus.
Yuk kepoin ceritanya 🙏.
Setelah membaca biasakan like ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
"Sayang sayang, muak tahu mendengar kata itu keluar dari mulut kamu," Syafi menjauh saat Miko hendak meraih tangan Syafi.
Untung saja parkiran tengah sepi jadi dia tak jadi bahan tontonan mahasiswa di sini.
"Lupakan semua, ayo kita mulai lagi dari awal," pinta Miko memelas. Miko tak patah semangat membujuk Syafi untuk kembali kepadanya, mengingat setelah kejadian itu kehidupan Miko menjadi susah. Dia harus di pecat karena kasus korupsi di kantor sam semua fasilitas dari Syafi pun hilang.
Sekarang dia harus bekerja keras memulai semua dari bawah untuk memenuhi semua kebutuhan nya, dia juga sekarang tinggal di kontrakan kecil.
"Ha ha ha ha ha mulai dari awal, mimpi saja kamu," cibir Syafi.
"Hei jadi cowok tak tahu malu, pergi sana," usir Andra.
"Siapa kamu?" Bentak Miko penuh emosi.
"Miko sebaiknya kamu pergi dari sini jangan buat malu di sini," pinta Syafi.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan Syafi karena dia adalah kekasihku," Miko mencoba menarik Syafi.
"Hei lepaskan pacarku," bentak Andra mencoba melerai tangan Syafi yang di pegang Miko.
"Pergi kamu," Andra geram melihat Miko yang masih ingin meraih tangan Syafi.
Bug...
Pukulan itu mendarat tepat di wajah Miko membuatnya tersungkur di lantai.
"Pergi kamu, jangan pernah ganggu Syafi atau muncul di depan dia lagi atau ku buat hidup mu hancur," kata Andra dengan sorot mata tajam nan bengis.
"Cih... Aku tidak takut," Miko masih tak mau menyerah. Miko pun menyeka sudut bibirnya yang berdarah, dia segera bangkit ingin menghampiri Syafi.
"Pergi kamu atau aku teriak biar kamu di gebukin sama teman-teman ku," geram Syafi melihat Miko.
'Aku harus pergi kalau tidak bisa habis aku diamuk teman mereka semua secara inikan wilayah mereka,' guman Miko dalam hati nya memikirkan semua nya.
Akhirnya dengan berat hati miko pun meninggalkan tempat ini.
'Aku tidak akan tinggal diam, tunggu pembalasan ku,' batinnya.
Dia pergi dengan penuh dendam di dalam hati nya.
"Tunggu pembalasanku," katanya menunjuk ke Andra sebelum pergi meninggalkan kampus itu.
"He he he he siapa takut," Andra terkekeh melihat nya.
"Terimakasih," kata Syafi kepada Andra.
"Tetapi kenapa kamu harus bilang kalau kamu itu pacarku," protes Syafi tak terima.
"Kalau tidak bilang begitu, pasti dia makin kurang ajar dan ganggu kamu terus," jelas Andra.
"Iya ya benar juga, terimakasih sekali lagi ya," ucap Syafi membenarkan ucapan Andra mengingat Miko adalah orang yang nekat.
"Kalau begitu aku mau pulang dulu, sudah mau sore," pamit Syafi.
"Eittttssss tunggu," tangan Syafi di cekal Andra.
"Kenapa lagi?" Tanya Syafi memutar bola matanya malas.
"Kamu harus pulang dengan ku, mana sedari tadi sudah telpon terus nanyain kamu," grutu Andra.
"Kenapa aku harus pulang dengan mu," protes Syafi tak terima.
"Sudah turuti saja permintaan mama, kalau tidak bisa-bisa uang jajanku seminggu di potong," keluh Andra mengingat ancaman mama nya tadi pagi sebelum dia berangkat ke kampus.
"Lha itu sih urusanmu, bukan urusanku," jawab Syafi cuek. Bukannya prihatin justru Syafi merasa lucu melihat Andra yang biasanya bersikap garang dan dingin ternyata paling takut dengan mama nya.
"Ayolah please bantu aku," pinta Andra memelas.
'Sebenarnya kasihan juga nih cowok tetapi melihat gelagat Tante Arin yang aneh membuatku tak nyaman,' batin Syafi.
"Tidak, aku tidak mau terlibat lebih dalam dengan Tante Arin. Jujur perasaanku tak enak sepertinya Tante Arin punya maksud lain deh menyuruhku ke sana, maaf ya bukannya mau menjelek-jelekkan mama kamu," jelas Syafi panjang lebar.
'Benar juga nih cewek, mama pasti punya maksud lain atau dia mau jadiin Syafi menantunya terus di nikahkan dengan kak Abrian,' batin Andra menerka-nerka.
"Pokoknya kamu harus ikut aku sebagai ganti permintaan terima kasih kamu tadi," Andra kekeh ingin Syafi ikut dirinya.
"Aku tidak mau titik, kalau kamu paksa aku teriak nih," tantang Syafi.
"Jangan bisa luntur pesonaku nanti, anggap saja ini sebagai ganti rugi motorku kemarin. Atau kamu mau ganti rugi ya,,, lumayan sih karena banyak yang penyok body nya," kata Andra tak lupa mengambil dompet dan menyodorkan nota perbaikan motornya.
Syafi merebut nota itu dengan kesal, Syafi membulatkan matanya melihat harganya cukup mahal.
'Busyett mahal banget! Ngalahin biaya servis mobilku, mana semua tabunganku di sita Papa gara-gara si Miko itu, duh bagaimana ini?' batin Syafi.
"Mahal banget beneran gak sih atau kamu manipulasi nih nota," protes Syafi.
"Mana mungkin aku ngelakuin itu," jawab Andra berpura-pura marah.
Syafi pun menghela nafas panjang dia segera mengangguk.
"Jadi kamu mau bayarin tuh biaya perbaikan motor ku kemarin?" Tanya Andra.
"Bu-bukan begitu.... Gara-gara si Miko jadi tabunganku di sita Papa, jadi aku mau deh ikut kerumah kamu," jawab Syafi lesu.
"Ya sudah ayo naik," ucap Andra tersenyum dalam hati.
"Mobilku," protes nya.
"Nanti ada supir yang ambil, tenang saja aman kok," jelas Andra meyakinkan.
"Mana kuncinya," tangan Andra menadah meminta kunci mobil.
"Nih...." Antara rela dan tak rela Syafi menyerahkan kunci itu.
Setelah itu kunci segera di masukkan Andra kedalam kantong celananya.
'Ha ha ha ha ha ha untung otakku pintar jadi nota itu sudah ku tambahin biaya gak jelas, gak tau saja tuh Syafi biaya cuma habis dikit,' batin Andra tertawa di dalam hati merasa menang.
"Ini bagaimana?" Tanya Syafi saat dia tak bisa memasang helm.
"Hadeeehhh...." Kesal Andra, dia pun turun dan memasangkan helm tadi.
Pandangan mereka bertemu, keduanya terdiam sesaat menatap wajah dengan seksama.
'Ternyata dia cantik juga ya,' batin Andra.
'Kalau begini dia terlihat tampan juga,' batin Syafi.
'Sadar Syafi dia hanya mengaitkan helm kenapa kamu baper begini,' Syafi menyadarkan dirinya sendiri.
Deg deg deg deg deg... Keduanya pun berdebar.
"Ehemm..." Deheman Andra membuat keduanya salah tingkah.
"Selesai," kata Andra setelah selesai memasang helm di kepala Syafi.
Andra pun naik ke atas motor, meskipun ragu Syafi pun naik. Ada kekhawatiran di dalam diri Syafi pasalnya dia baru pertama kali naik motor.
Syafi binggung, dia harus apa harus pegangan di mana, pundak atau peluk Andra apalagi jika Andra melajukan motornya dengan kencang.
"Ayo pegangan kalau tidak nanti kamu jatuh," kata Andra segera menyalakan motornya.
Syafi pun memilih memegang pundak Andra.
"Ck pegangan yang benar kalau tidak kamu bisa jatuh," protes Andra.
"Ha ini sudah benar," tolak Syafi.
Andra mengambil tangan Syafi dan menaruhnya di pinggang membuat Syafi tersipu malu.
Motor pun melaju dengan kencang membela jalanan, menyelip diantara mobil-mobil. Tanpa terasa Syafi mendekap erat tubuh Andra karena ketakutan, gedung-gedung maupun pepohonan sudah tak bisa Syafi pandang lagi karena Syafi memejamkan matanya erat.
B E R S A M B U N G....
Hadeh Abraham dari dulu gak berubah, masih aja posesif sama cemburuan🤣🤣