NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Ukhti

Assalamualaikum Ukhti

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:101.4k
Nilai: 5
Nama Author: Erni sari

Wajah gadis yang menabraknya di halaman mesjid, selalu terpampang jelas dibenaknya.
Akhirnya mereka bertemu kembali di tempat yang berbeda, bahkan akan sering bertemu karena ternyata Icha bekerja di toko buku yang sama dengan Fahry.
Seiring berjalannya waktu, mereka menaruh perasaan di hati masing-masing.
Hingga pada suatu hari, Fahry berniat melamar Icha untuk jadikan istrinya.
Namun, Icha kembali berselisih paham dengan keluarganya, karena tidak merestui hubungan mereka, sebab Fahry tidak sesuai kriteria dan derajat mereka.
Fahry berusaha membuktikan kepada keluarga calon istrinya, jika dirinya mampu membahagiakan Icha.
Apakah cinta mereka akan bersatu?

Yuk simak ceritanya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

“Icha. Katakan, jika ini tidak benar!” imbuhnya.

Dika masih menatap adik perempuan tersebut, masih menunggu jawabannya.

“Jawab, Icha!” ujar Dika sedikit membentak.

Icha menutup matanya sejenak, mendengar abangnya membentaknya.

Netra Icha melirik kakak perempuannya itu, melihat Anggun yang menyatukan kedua tangannya dengan wajah yang memelas.

Icha menghela nafas, lalu mengangguk pelan. Demi menutupi kehamilan kakaknya ia terpaksa harus berbohong.

Dika mendesah, melihat adiknya mengangguk.

“Mama kecewa sama kamu!” ujar Bu Sintya meninggalkan kamar tersebut.

“Lihat adikmu yang kamu banggakan, dia bahkan melakukan hal sekotor itu! Cih... aku tidak sudi mempunyai putri sepertimu!”

“Pria mana yang sudah menghamili mu?! Jawab!” bentak papanya melihat Icha hanya diam dengan tatapan kosong.

“Kita akan periksa ke Dokter sekarang,” ujar Dika masih belum percaya jika adiknya itu benar-benar hamil.

“Walau di periksa dengan sepuluh Dokter, pasti hasilnya akan sama. Karena tespack itu hasilnya 80% akurat,” ujar pak Heri masih menatap Icha dengan kemarahan.

“Katakan, anak siapa itu?! Kamu sudah membuat malu keluarga ini! Sebaiknya kamu angkat kaki dari rumah ini!”

“Pah!” teriak Dika.

Icha hanya diam, ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut.

Ia meninggalkan pertengkaran Abang dan Papanya, langkah kakinya pun terasa sangat berat melangkah.

Icha membuka pintunya dan duduk di tepi kasur miliknya, duduk dengan pikiran yang tidak karuan.

“Icha,” panggil Anggun.

Ternyata melihat Icha keluar dari kamarnya, ia mengikuti langkah adiknya tersebut.

“Ada apa lagi Kak?” tanya Icha masih dengan nada lembut, tanpa menatap Anggun.

“Icha, maafkan kakak. Kakak tadi panik, aku tidak tahu lagi harus bagaimana!” ujar Anggun duduk di bawah sambil memegang kaki adiknya.

“Terima kasih Kak. Atas apa yang Kakak lakukan hari ini, tenang saja kak! Aku sudah memaafkan Kakak sebelum Kakak minta maaf. Icha harap setelah kejadian ini, Kakak akan berubah,” imbuh Icha.

“Aku bingung harus bagaimana Dek, karena diriku kamu jadi ditampar oleh Papa. Aku sungguh bingung, kekasihku tidak mau bertanggung jawab... hiks...” Anggun menangis sambil memeluk kaki adiknya.

“Jangan seperti ini Kak! Bayi itu tidak bersalah kak, jangan berniat menggugurkannya,” ujar Icha.

“Oh... jadi ini yang sebenarnya,” ujar Dika yang berdiri di ambang pintu.

“Abang,” ujar mereka bersamaan menoleh ke arah pintu.

“Puas kamu sekarang, Anggun! Puas kamu sudah menyakiti adikmu sendiri!” pekik Dika menatap tajam Anggun.

“Icha, kemasi semua pakaianmu! Kita akan keluar dari rumah ini. Cepat!” bentak Dika masih menatap Anggun.

Tampak Anggun seperti ketakutan, bahkan tidak berani melihat Abangnya.

Icha langsung berdiri menuruti ucapkan Abangnya, ia mengambil koper miliknya dan mulai memasukkan pakaiannya.

“Abang mau kemana?” tanya Anggun memberanikan diri untuk bertanya.

“Apa sudah selesai?” tanya Dika melihat adiknya sudah mengemas pakaiannya.

“Kalian mau kemana?” tanya Anggun lagi.

“Aku yakin kamu punya telinga dan bahkan mendengar jelas ucapan Papa tadi!” pungkasnya.

“Tidak Bang. Jangan pergi! Aku akan bicara dengan Papa,” ujar Anggun menahan koper milik adiknya.

“Sudah terlambat. Kenapa tidak beritahu saat masih di kamar tadi? Kamu bahkan diam saja, saat adikmu di tampar oleh Papa berulang kali! Dimana hari nuranimu, Anggun?!”

“Abang, maafkan aku. Hiks...”

Dika menarik tangan adiknya dan satu tangannya menggeret koper milik Icha, tanpa mempedulikan Anggun yang menangis terisak.

Sebelum menuruni tangga, Dika lebih dulu mengambil koper miliknya yang sudah siap di depan pintu kamarnya.

“Abang, kita mau kemana?” tanya Icha dengan berhati-hati karena sedikit takut, apalagi melihat Abangnya masih menahan amarahnya.

“Ikuti saja,” sahutnya.

Mereka menuruni tangga, sambil menggerek koper.

“Tunggu!” teriak pak Heri.

Dika dan Icha menoleh ke belakang.

“Jika kamu keluar dari rumah ini, itu artinya kamu tidak bisa lagi masuk dan menginjak kaki di rumah ini!” ujar pak Heri menatap tajam putranya tersebut.

“Aku bahkan tidak ingin tinggal di rumah ini!” pungkas Dika.

“Kembali kan aset yang ku berikan kepadamu!”

Tanpa di duga, Dika melangkah kembali naik. Lalu memberikan kunci mobil dan kredit card kepada Papanya.

“Ini, semuanya ku kembalikan. Setelah tahu kebenarannya nanti, jangan menyesal Pa!”

Meletakkan semua benda tersebut di tangan papanya. Lalu melangkah lagi menuruni tangga.

Papanya tersenyum kecut.

“Ayo,” ajaknya kepada adiknya.

“Bang. Biarkan Icha yang pergi dari rumah ini, Abang harus bersama Papa dan Mama,” Ujar Icha.

“Sudah! Jangan membantah,” imbuh Dika masih dengan keputusannya yang akan pergi meninggalkan rumah besar itu.

.

.

.

1
Anonim
M
Syahrial 01
wulan apa adita thor..
Erni Sari: Adita kak, typo itu.
maaf, nnti di revisi.
total 1 replies
TK
☕ Thor
semangat ya 👍
Apa aja boleh
Assalamualaikum ukhti, Keren banget
Hanum Anindya
keren banget!
Novel dewasa islami ini sangat berguna untuk dibaca oleh remaja dan orang dewasa kerena banyak inspirasi yang didalam ceritanya. Sebuah cerita yang patut diacungi jempol. sukses selalu buat kakakku sayang😍
Erni Sari: Makasih banyak sayang, sukses terus juga buat kamu.
novelmu juga tidak kalah kerennya
total 1 replies
Hanum Anindya
Alhamdulillah semoga novel ini berkah ya kak, bisa diterbitkan di penerbit terkenal atau bisa saja diterbitkan oleh noveltoon
Erni Sari: Aamiinn, semoga cerita kita bisa diterbitkan oleh noveltoon ya dek.
total 1 replies
Hanum Anindya
kasihan juga sih melihat sang ayah harus kehilangan putrinya. yupz perceraian memang di perbolehkan tapi juga diharamkan kerena yang jadi korban adalah anak.
Hanum Anindya
Kerena ceritanya, buku yang harus dijadikan inspirasi buat para remaja maupun penulis lainnya, supaya bisa membuat cerita yang benar benar seperti novel Assalamualaikum, Ukhti.

Wajib disandingkan dengan novel novel ternama, semoga saja para penulis bisa mengikuti jejak author Erni Sari. Mantap kak😍
Hanum Anindya
mudah mudahan indah hamil kak
Hanum Anindya
malam pertamanya ada palang merah ya kak, jadi nggak langsung 😂😂😂.
kadang kalau menikah tanpa pacaran malu malu waktu malam pengantinnya. Mau tidur takut, nggak tidur cape. 😂😂😂😂😂

lanjut kak, tetap semangat ya kak.
Hanum Anindya
wah Adita senang nih dapat kejutan dari Arif😊
Astuty Nuraeni
nyesel kan pak? rasain makannya jangan jahat
Astuty Nuraeni
seneng bacanya...
Hanum Anindya
Arif kau main rahasia rahasia juga ya, bikin kejutan pada Adita biar Adita kaget dan bahagia ya.

untung Dika nggak keceplosan wah kalau keceplosan bagaiamana tuh.
R.F
3like hadir kk semangat
Hanum Anindya
Alhamdulillah kalau anggun menjadi baik semoga Istiqomah.

Arif kok lebih percaya Aditya sih dibandingkan Adita sih! gemes pengen nyabok Arif 🤭
Hanum Anindya
dag Dig dug baca bagian ini pas Adita meninggalakan Eza buat nyari minuman. takut di culik sama Aditya. untung nggak di culik
Hanum Anindya
kok bisa bisanya Aditya datang ke rumah Adita, tahu gitu rumahnya Adita. perusuh datang kak
Hanum Anindya
Alhamdulillah semoga bahagia ya Adita dengan Arif. waduh jangan lama lama meninggalakan Adita Arif
Hanum Anindya
kaya Adita suka sama Arif cuma masih malu malu kucing deh.

kok aneh Adita waktu nyusul pake motor tapi pas pulang mau dianter lalu motornya di parkir Dimana? Adita ada ada saja
Erni Sari: di rumah Arif, motornya ditinggal, karena hujan kasihan anaknya wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!