Sebuah cerita hidup mengisahkan tentang sebuah pernikahan yang tidak diinginkan sama sekali. pernikahan yang dilakukan disebabkan sebuah tragedi kecelakaan yang tanpa disengaja oleh Zahra. menewaskan seorang wanita. hal tersebutlah membuat seorang Rey murka dan ingin membalalaskan dendamnya atas kematian kekasihnya tersebut dengan cara menikahi Zahra
Bagaimanakah selanjutnya? Zahra akan berpisah atau sebaliknya?
ig@olan_tari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olan tari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyiksamu!
Menyiksamu!
Pagi menyapa dengan mentari, Rey dengan tergesa-gesanya bersiap untuk berangkat kekantornya karena lantaran tidur kesubuhan dan bangun kesiangan.ia keluar dari kamar menuju ruang tengah memanggil Bi Ida.
" Bi, tolong katakan pada gadis sialan tersebut untuk membersihkan seluruh rumah sendirian dan Bibi jangan membantunya.tugas Bibi selain membersihkan rumah " Rey menatap Zahra yang sedang duduk bersebelahan Bi Ida.
" Tapi tuan Non Zah.. " belum selesai Bi Ida berbicara, Zahra pun menahan Bi Ida.
" Bi, jangan kawatir Zahra bisa. baiklah aku akan membersihkan rumah ini bang Rey tenang saja " ucap Zahra. Rey yang mendengarpun semakin kesal dengan melihat Zahra yang membalasnya dengan santai.
" Gadis ini, bukanya terlihat menderita malah ia senang " batin Rey.
" Jangan ada debu sedikitpun! dan juga bersihkan beserta gudang juga. Bi Ida jangan membantunya, saya akan memantau CCTVnya " Rey memiringkan senyum sinisnya keZahra. pun Bi Ida hanya terdiam.
" Bi Ida, apa Bi Ida mengerti? ".
" Iya Tuan " Balas Bi Ida. Rey pun berlalu meninggalkan Bi Ida dan Zahra.
" Non, maafkan Bi Ida ya " Bi Ida benar-benar tidak tega dengan Zahra.
" Tidak apa-apa bi, Zahra bisa kok memebrsihkan rumah ini.jadi Bibi jangan kawatir ya " Zahra mencoba menenagkan Bi Ida untuk tidak kawatir padanya.
" Baiklah Non, Non yang kuat ya jangan putus asa untuk mendapatkan cintanya Tuan Rey " Bi Ida memeluk Zahra dengan erat layaknya seperti ibu dan anak.pun Zahr membalas pelukan Bi Ida padanya kembali.
" Iya Bi, doakan saja apa yang terbaik untuk Zahra ya Bi " gumam Zahra.
" Iya Non, Bi Ida akan mendoakan yang terbaik buat Non dan tuan Rey " Ucap Bi Ida sembari masih erat dan enggan untuk melepaskan pelukanya.
" Bi, Terimakasih ya karena mau bersikap baik dengan Zahra. karena adanya Bi Ida, setidaknya Zahra merasa dekat dengan Ibu Zahra sendiri " Zahra menepiskan airmatanya yang tidak sengaja terjatuh dipipi mulusnya.
" Jika Non Zahra mau, Non Zahra bisa kok anggap Bi Ida sebagai orang tuanya Non sendiri " Bi Ida menepis air mata yang masih tersisa dipipi Zahra dengan lembut.jujur saja Bi Idak juga meadasakan hal yang sama pada Zahra.
" Terimakasih Bi " Zahra kembali memeluk Bi Ida begitu pun Bi Ida. situasi rumah seusai kepergian Rey begitu haru dan sedih. rasa haru karena Bi Ida baik pada Zahra dan sedih karena mengingat perlakuan Rey pada Zahra.
" Yasudah Non, Bi Ida akan memasak untuk Non.dan Non bisa membersihkan rumah dengan santai dan jangan terlalu memaksakan diriya " tutur Bi Ida.
" Iya Bi, kalau begitu Zahra akan memulai membersihkan rumah ya " Zahra pun meninggalkan Bi Ida yang masih berada dituang tengah.
" Iya Non, Bi Ida akan memasak enak buat Non " balas Bi Ida.mereka pun mulai dengan perkerjaan masing-masing.Zahra yang membersihkan rumah dan Bi Ida yang memasak untuk Zahra.
🌸🌸🌸🌸🌸
" Dimana gadis itu Bi ? " Rey melihat kesegala arah seperti terlihat sedang mencari seseorang saat sampai dirumah diruang tengah.
" Non Zahra lagi beristirahat Tuan. karena kelelahan membersihhkan rumah sebesar ini sendirian " jelas Bi Ida yang sedang membawa baju-baju kotor dari kamar Rey.
" Siapa bilang dia boleh beristirahat ? suruh dia memberssihkan kebun dibelakang " perintah Rey. Bi Ida yang mendengarpun hanya terdiam sejenak karena tidak berani membantah perintah Rey. tapi dilain sisi Bi Ida juga sangat tidak tega menyuruh Zahra untuk membersihkan kebun yang berada dibelakang yang luasnya seluas lapangan bola dunia.memikirkan saja membuat Bi Ida tidak dapat membayangkan bagaimana Zahra nantinya.
" Tuan, tapi Non Zahra sudah sangat lelah membersihkan rumah ini.apa Tuan tidak kasian padanya " Bi Ida mencoba membujuk dan menenangkan Rey untuk membiarkan Zahra istirahat.jujur saja Bi Ida sangat kasihan pada Zahra yang selalu diperlakukan lebih dari pembantu oleh Rey.bahkan Bi Ida saja saat membersihkan kebun selalu dibantu oleh suaminya.dan bagaimana bisa Zahra gadis kecil itu bisa membersihkan kebun sendirian.
" Kasian?, Bi turuti apa yang aku katakan. aku yang memberi gaji Bibi bukan gadis itu! " ucap Rey dengan suara yang sedikit meninggi. mendengar Bi Ida yang membela Zahra membuat Rey tersulut emosi.
" Baik lah Tuan " Bi Ida pun pergi kekamar Zahra.
" Kasihan? apa aku harus kasihan pada seorang yang telah membunuh Joey? yang benar saja " ucap Rey pelan.ia pun berlalu menuju kamarnya dengan menarik kesal dasi yang melekat pada lehernya.
sesampainya dikamar, Rey merebahkan dirinya disize kingnya tanpa membuka sepatu yang masih ia kenakan dan juga jas yang belum sempat ia lepas.
" Kasihan? apa yang harus aku kasihankan dari dia. gadis itu memang sepantasnya menderita begitu " Rey tersenyum sinis menatap sinis kearah langit-langut kamar. namun, entah mengapa dari lubuk hatinya yang paling dalam, Rey juga merasakan hal yang sama seperti Bi Ida.ia juga tidak tega membiarkan seorang gadis tersiksa.namun mengingat belas dendamnya pada Zahra membuat Rey menutupi rasa tidak teganya pada Zahra.belum lagi mengingat kematian kekasihnya yang membuat Rey semakin tersulut emosi dan frustasi, yang ada dipikiranya adalah menyiksa Zahra sampai Zahra benar-benar tersiksa olehnya.
Dilain tempat, Zahra yang mendengar perintah Rey dari Bi Ida seketika membuat tubuhnya semakin lelah.jujur saja seumutr hidup Zahra tidak pernah mengerjakan hal-hal yang seperti ini. namun karena ini perintah dari Rey suaminya.mau tidak mau Zahra pun kekebun.
" Apa ini benar-benar kebun atau lapangan sepak bola dunia ? sangat luas sekali.bagaimana aku bisa membersihkanya " ucap Zahra tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
" Kau siram semua tanaman yang ada disini lebih dulu " ucap seseorang dibelakangnya, Zahra pun membalikan badan dan mendapati yang ternyata Rey yang berada dibelakangnya.
" Bang Rey " ucap Zahra tergelonjak karena Rey tiba-tiba saja berada dibelakangnya.
" Apa yang kau lihat? siram semua tanaman yang afmda dikebun ini sekarang " titah Rey dengan suara yang dingin. pun Zahra mengiyakan dan mengambil pipa air untuk mulai menyiram. sementara Rey duduk di pondok kecil yang biasa ditempati Bi Ida dan suaminya saat beristirahat dikebun.Rey memperhatikan Zahra yang menyiram tanaman-tanaman dengan tatapan dingin.
" Tidak apa-apa Zahra, kau harus kuat sampai ia tidak sanggup lagi menyiksamu " ucap Zahra sembari menyiram tanaman-tanaman dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya.ada pun Rey memperhatiakan dengan teliti Zahra menyiram tanaman-tanaman tersebut sampai benar-benar selesai disiram. setelah selesai, Rey pun kembali kerumah dan meninggalkan Zahra yang masih mengistirahatkan dirinya sejenak dikebun.
saling menyemangati 💓💓💪💪
so sweet ceritanya kak...
tak tunggu ya kak up.nya 🥰