Seperti yang kita ketahui sebaik-baiknya orang bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Akan tetapi manusia yang terbaik sesungguhnya adalah mereka yang bisa sadar akan kesalahannya, serta bertaubat atas kesalahan itu.
Kisah ini menceritakan seorang gadis yang tidak lagi belia mengalami polemiknya sendiri, hingga bertaut dengan orang ketiga
Seperti apa kisahnya ?
Akankah Gadis itu bahagia ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AD UTAMI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OK BINGUNG
Pagi ini mentari begitu menyebalkan bersembunyi dibalik awan rasa kantukku mulai hilang terusik ada bunyi aneh di telingaku, jangan hujan ? jangan "gumamku"
Membuatku makin malas meninggalkan selimut yang sendari tadi menempel mesra di badanku
heemmmm bersama helaan nafas yang ku buang kasar makin kesal melihat jendela jelas terpampang nyata barisan air jatuh dari atas sedangkan mana mungkin berangkat kampus bawa kendaraan, yang ada Dua takkku tertinggal, belum juga beranjak sudah terdengar suara
Toktoktok
nduk nduk ada temenmu "Bulek"
what ? "Gumamku"
siapa lek... ?? tanyaku ingin tahu
ndak tahu nduk “Bu lek ...
Sembari membuka malas pintu kamar minimalisku melangkah mencoba liat ternyata ? sontak membuat mataku membulat mulutku menganga sekian detik diikuti tangan yg secarara reflek menutupinya tanda tidak percaya, betapa kagetnya aku saat melihat senyuman itu menatapku dan makin membuat lemas malu jadi satu bergelanjut di benakku
Segera berlalu menyegarkan diri kurang dari 15 menit sudah siap berganti baju dan siap pergi menghapiri sosok didepan tadi
Aku : Mas tadi sudah lama ? meminta jawaban
Fauzan : ndak juga .... sembari sdikit aneh wajahnya
Aku : hmm kenapa ? ada yang salah ??
Fauzan : ndak cuman senang saja panggilan Maznya
Aku : makin salah tingkah dan berusaha menutupinya dengan pertanyaan kembali
Aku : Mas sudah sarapan ?
Otomatis pemikiran ini karna jam segini sudah disini jarak rumah juga lumayan jauh,
Fauzan : belum sih nanti dikampus saja
Aku : hmmm mau makan disini ? tanyaku ragu
Fauzan : boleh ? asal tidak merepotkan
Aku : bentar ya disiapkan dan belalu pergi
Fauzan : makasih
akueranjak pergi kebelakang dan menyapa bulek yang sudah memandang penuh selidik , kenapa bulek pertanyaanku ?
Bulek : nnndak ....
Aku : temen Bulek, baru kenal kakak Kelas sembari menyiapkan segala keperluan di meja makan, dan menanyakan sudah masak apa ? pintaku ingin tahu
Bulek : sayur sop mau goreng tempe dll
Aku : Okelah aq bikin sambelnya di dalam ya.....
Buek : iya
Aku berulah dengan segenggam jabe tomat dan sebagainya merangkai menjadi kudapan yang menggiurkan jika menyukai sensasi pedas , serta ada telur mata sapi setengah matang dan ada beberapa yang dibikin matang sempurna buatku makan, segera ku kedepan
Mas Sudah makan di belakan cuman kotor loh yah rumahnya beda sama belum juga selesai sudah ada sentuhan mendarat
Fauzan : sudah ayo pintanya
Aku : lewat sini
Fauzan : iya
Duduk sini aja maz bentar ku ambilkan tanpa menggubrisnya berlalu meninggalkan di meja batu itu dan memberikan kode bantuan bulek dengan cepat mengerti
Bulek adalah saudara jauh dari almarhum bapak yang membantu segala keperluan dirumah karna ibu seorang buruh masyarakat, Semua siap dengan apa yang ada dan aku persilahkan menikmatinya
Aku : Ayo mas seadanaya aja ya
Fauzan : Waduh ya ndak bisa kalau seadanya sembari suara ketawa kami bersama mendominasi
Aku : Ya maksudnya bukan gitu kalik jelasku
Sesaat makan kami terdiam sebelum kembali heboh saat bulek mengatakan “kenal ini ? pertanyaan dengan gerakan menohok memberikan mendol “
Mendol itu tempe yang dipersatukan dengan bumbu hikhiks Sontak keget meliat eksekusi Maz fauzan ini kesukaankku
Apa ?! "aku"
Bengonglah aku dengan jawaban itu belum selesai terkejutku sudah kembali di ucapkan
benneran ini kesukaanku tanya bukantin pintanya "Fauzan"
Baiklah jawabku sembari meneruskan artinya gampang kalau gini aja ntar kesini kasih aja mendol bulek sembari ku tertawa dengam sediikit sindirian
Acara makan selesai kuminta maz tunggu depan saja , tapi
Ngak ayo di taruh mana piring kotor ini ? sudah biarkan aku yang beresin banyak peliharaanku dibelakang ntar jijik loch, ku ambil dan berlalu bukan pergi sesuai instruksi malah mengikuti tanpa bicara mengakibatkan insiden yang tak terkira
Waktu ke belakang sembari meletakkan di tempat cucian baru ingat sabunnya habis otomatis berbalik arah maunya mengambilnya di dalam lemari sontak kaget saat badanku beradu dengan maz fauzan
Malu dan semua bercampur menjadi hal yang tak menentu, sembari menerima simpul sinyum mengembang, diujung ruangan bilang kata bunda mau masuk kuliah pagi berangkat saja ntar yang nyelesaikan bulek, Makasih bulek
uulkkb lkm
bmnoloyoyoyooiot
like and rate 5 sudah mendarat...
feedback ke "mantan, i'm still loving you"
tinggalkan jejak di sana, aku menunggumu 🤗