NovelToon NovelToon
Menikahlah Denganku !

Menikahlah Denganku !

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:214k
Nilai: 4.7
Nama Author: Titin Tiand

Aluna bestari tidak pernah menyangka, jika hidupnya akan berubah 180° setelah ia mengenal bastian lukmana. Laki-laki kaya, yang sangat tampan dan angkuh, keras kepala juga sombong.
Semua bermula dari pekerjaan yang ditawarkan bu dhe Sri hingga ia berakhir pada hati yang ditawarkan Bastian.
Apakah Luna akan membalasnya? Atau ia akan berdiri digaris hidupnya dan menolak hati juga cinta yang ditawarkan Bastian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Tiand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*EPISODE 10*

 

Ada rasa rindu yang menyelinap dihati Bastian. Mengoyak keinginan untuk menemui. Mencari celah waktu membawanya kembali ketitik kenyamanan. Luna telah mengisi kekosongan hati Bastian,mengisi setiap kejenuhan dan kesendirian di lubuk hatinya. Tiga hari berlalu,tanpa senyum manisnya, tanpa sinar sorot mata nya, wajahnya yang lugu dan hatinya yang mulia. Luna memanglah bukan wanita Bastian. Tapi, dengan status yang membatasi mereka sekarang cukup membuat Bastian merasa damai dan nyaman. Setiap harinya, ia terus dikejar bayangan Luna, Luna lagi, Aluna bestari. "*Gadis itu, seminggu pergi pasti sudah mampu membuatku gila*, " keluh Bastian mencela dirinya sendiri.

Berbeda dengan Bastian, justru Luna sedang merasakan kebebasan, kenyamanan yang selalu ia rindukan, pelukan hangat juga suasana yang benar-benar dia cintai. Ia kini bahagia bersama ibu dan adiknya. Ratna yang mulai bisa bersekolah lagi, ibunya yang tak lagi sakit-sakitan karena beban pikirannya. Luna, tersenyum melihat kedamaian yang keluarganya rasakan. Hati kecilnya tak bisa berbohong, dia merasa berhutang budi pada boss nya, Bastian Lukhmana.

--

"kenapa sih bro!! Muka dikusutin mulu"

Tegur Marvel yang baru tiba diruangan Bastian.

(Putri)

"Luna ngga masuk pak?"

(Bastian)

"ngga penting juga dia masuk"

(Marvel)

"ciih, ngga penting apa ngga penting?

Tu muka ditekut aja, paling juga karena rindu hahaa"

(Bastian)

"apa sih Vel?

Lo bisa diem ngga!! Ganggu orang kerja aja..."

Kegundahan hati Bastian berimbas pada teman-temannya,pada karyawan nya, pada asisten kantornya, Carissa. Semua tiada yang benar dimata Bastian,serba salah, serba tidak pas, ya walau itu hanya alasan dia untuk menyalurkan emosi nya, mengingkari hatinya, menyembunyikan kerinduan yang menusuk hatinya.

--

Delapan hari telah berlalu, Luna kembali ke Jakarta, masa cuti yang di ambilnya telah usai, masa indahnya bersama keluarganya telah habis. Kini, ia harus kembali kerja, kembali mengais rupiah demi sang Ibu dan Adek.

"Alunaaaa Bestariii......

Lo kemana aja heiii!!

Gara-gara lo, semua kenaa semprot bos !!

Lunaaaa cepat kerja dong, kita aman kalo ada lo!!" Cerocos Carissa saat menyadari telponnya telah diangkat.

( Luna menjauhkan telpon dari telinganya)

"Carissa zyla, kamu ngga perlu teriak-teriak. Aku ada dihalaman kantor sekarang."

Carissa berlari ke luar kantor.

"Lunaaa...

Rindu..."

(Luna)

"apa sih Car, lebay deh. Aku kan cuma seminggu doang dikampung,oh ya pak Bastian kemana?"

(Carissa)

"nah itu. Kita ngga tau, dari pagi marah mulu..

Terus dia pergi aja,, ngga pamitan ngga konfirmasi juga...

(Luna)

" dari pagi? "

(Carissa)

" he'emb!

Coba lo telfon gih...

(Luna)

"kalo bisa ditelfon juga aku ngga kesini lah Car. Dirumah juga ngga ada, aku pikir dia kesini...

Ya udah ya, aku mau cari dia dulu"

Aluna berbalik, wajahnya mulai gelisah. Tergambar raut kekhawatiran diwajahnya.

Dari cafe ke cafe telah Luna jelajahi, Marvel, Putri, juga si judes Tsania telah ia hubungi. Tak ada yang tau keberadaan Bastian, ia justru harus mendengar omelan dari Tsania.

"satu tempat lagi..." batin Luna.

--

Laki\-laki itu tengah duduk seorang diri dipinggir sebuah danau, pandangannya kosong. Ia berulang melempar batu ke tengah danau. Jelas sudah, jiwanya sedang terkoyak. Luna lama memperhatikan dari kejauhan, selangkah demi selangkah, ia mengayun kakinya mendekati Bastian. Ada pikiran yang Luna sembunyikan, perasaan takut dan rasa bersalah jika Bastian kembali ke masa lalu nya.

(Luna)

"pak Bastian,

Selamat sore"

Bastian menoleh ke arah Luna, pandangannya acuh. Ia membanting tubuhnya diatas rumput.

"lo tau gue disini."

(Luna)

"Luna dari pagi nyari bapak, dari rumah, kantor, cafe.....

Sampe kaki luna, bawa Luna kesini."

Luna duduk disebelah Bastian.

"bapak marah sama Luna?"

(Bastian bangkit dan duduk)

"marah?

Untuk apa gue marah sama lo"

"lo baru dateng?"

(Luna)

"dari pagi..

Luna telfon bapak pulihan kali, tapi ngga ada jawaban..."

(Bastian)

"lun...

Apa ketika lo nanti udah ngga kerja sama gue,

Lo udah ngga ketemu sama gue...

Apa lo bakal lupa sama gue?"

(Luna mengerutkan dahinya)

"bapak ini ada-ada saja,

Saya kan terikat kontrak sama bapak.

Saya bakal lama ada untuk bapak."

(Bastian)

"sebatas kerja?"

Luna tercengang, ia paham kemana arah pembicaraan Bastian. Ia tahu semua dari Bu Sandra. Namun, ia tak kuasa untuk menjawab, ia memilih diam.

"ah sudahlah,

Jangan terlalu kau fikirkan!

Mami ngomong apa sama kamu waktu itu?"

Pertanyaan Bastian kembali membuat Lunq tercengang, ia menghela nafas panjang dan memikirkan jawaban yang tepat agar Bastian tidak memaksa nya untuk bercerita.

"bapak yakin mau tahu tentang hal privatnya wanita?"

Bastian melongo, ah dia langsung malas untuk kembali bertanya tentang hal itu.

1
Agustina Kusuma Dewi
good girl being more independent
Agustina Kusuma Dewi
marvel bnr disisinya
bastian jg benar krn tau posisinya

semua hrs duduk saling mendengarkan
terkadang diam lebih baik
Agustina Kusuma Dewi
tau ga.
dl zaman q, msh sering traveling sama papa rahimahillah.
q ingat ada kota kecil..lupa daerah mana..tp d stp rmh ada parabola.

kalian tau kan zaman itu, parabola macem tv channel skrg yg bs akses all about dunia luar.

itu dikampung lo, daerah terpencil yv jauh dr kota.
jd tdk salah kl org kampung malh lebih berani drpd org kota.

narkoboy gaya hidup bebas mungkin judi malah diumbar d daerah.

kl d kota mah..semuanya terselebilung to.
Agustina Kusuma Dewi
selama msh 1 (misal nih agamanya sama) tdk ada kt perbedaan usia, terpaut. Nabi Muhammad dg istri pertamanya ibunda Khodijah terpaut 20th lo..Siti Khodijah lebih tua. tp Nabi plg menyanyanginya..krn dr beliau anak2 Nabi lahir dr rahimnya.
Agustina Kusuma Dewi
sesek dada q
Agustina Kusuma Dewi
jdlh mantuku
Agustina Kusuma Dewi
apkah suara lakik td malah kknya luna yg merantau tuh
Agustina Kusuma Dewi
bos kog ngomong nta loe loe..gue gue..
so akrab kyk bolo dw wae..
emg sdh 5th ya
Agustina Kusuma Dewi
nempel kyk perangko
Agustina Kusuma Dewi
kog mr. b sdh melunak sih.. nada bicaranya hmmm😙😗😙😗😚😙😚😚
Agustina Kusuma Dewi
adakah visual animenya mr. b
Agustina Kusuma Dewi
wow visual by anime..good😍🤩
Agustina Kusuma Dewi
hmmmm..spt biasa, seakan ditindas but luv it if with her
Agustina Kusuma Dewi
luna
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
Mira Warna
selasaikah sampai disini apa masih lanjut thor
Mira Warna: lanjut up donk thor g sabar lanjutan'y
total 1 replies
Rozh
semangat author 💪🤗

bagus ceritanya😍

oh ya mampir juga di karya pertamaku ya🤗 saran positif nya aku tunggu 🤗

terimakasih
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
hai... ku mampir mari saling dukung
Bunny🥨
Misi thor izin prmo. Yuk baca ceritaku "Terpaksa menikahi dokter dingin." Penasaran? Yuk baca❤
Hello kak aku hadir nih👋
Udah aku BL + rate 5 + favorite ya kak😄
Salam hangat dri "Semua Karena Paksaan"💙
Jangan lupa mampir ya kak😅

Semangat terus kk💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!