"Lihat lah kau merusak kalung ku! Apa kau berjalan dengan kondisi yang sedang tertidur?!"Ucap seorang gadis cantik kepada perempuan yang seperti nya jauh lebih tua dari nya.
"Maaf-maaf,aku akan mengganti nya atau memperbaiki nya."Ucap wanita itu.
"Tidak perlu,ini bahkan tidak bisa kau ganti walaupun kau bekerja setahun di rumah ku."Ucap gadis itu kemudian pergi meninggalkan wanita yang baru saja menabrak nya Tampa sengaja saat berjalan.
Demi kian cuplikan novel ku yang berjudul "Melody" semoga kalian berkenan untuk mampir dan membaca setiap bab yang di buat oleh ku heheh.
asalmmualaikum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 10
"Sana atau sana ya?"Batin Melody melihat dua arah jalan yang semakin membuat nya kebingungan.
"Huh, mana-mana saja lah."Ucap Melody dengan senyum semangat nya kembali melanjutkan jalan nya untuk mencari kerjaan.
Tidak lama kemudian dia pun melihat sebuah restoran yang seperti nya sangat ramai pengunjung.
Ia pun memanfaatkan hal tersebut untuk melamar pekerjaan karena melihat beberapa karyawan di sana kesusahan melayani para pengunjung.
Ia melangkah kan kaki nya masuk ke dalam restoran tersebut.
Salah satu pelayan yang melihat nya pun berjalan menghampiri Melody.
"Permisi mba apa ada yang bisa saya bantu?"Tanya pelayan tersebut.
"Apakah restoran ini membutuhkan karyawan tambahan?"Tanya Melody.
"Karyawan tambahan?"Tanya pelayan tersebut.
"Iya, tolong lah aku sangat membutuhkan pekerjaan."Ucap Melody.
"Baik lah mba ikut saya dulu,kami akan mempertemukan dengan menejer."Ucap pelayan tersebut.
"Benar kah?"Tanya Melody girang.
"Iya mba benar sekali."Ucap pelayan tersebut kepada Melody.
"Terima kasih, terima kasih banyak."Ucap Melody dengan senang nya.
Pelayan itu mengangguk dan mengajak Melody untuk bertemu dengan menejer mereka, karena dia tau restoran tersebut tentu membutuhkan banyak karyawan apalagi sudah banyak yang resain.
Tok … tok … tok.
Pelayan tersebut mengetuk pintu ruangan menejer mereka.
"Silahkan masuk."Ucap wanita itu.
Ya menejer mereka adalah seorang wanita.
"Permisi buk, ini ada perempuan yang ingin bertemu dengan Bu menejer ia ingin melamar menjadi pelayan di restoran ini."Ucap pelayan itu menjelaskan.
"Ah begitu kah? Silahkan duduk."Ucap menejer tersebut.
Melody pun duduk di kursi depan menejer itu.
"Kau dari mana?"Tanya menejer tersebut basa basi.
"Aku dari kota tetangga pindah ke sini untuk mencari pekerjaan."Alasan Melody.
"Boleh aku melihat identitas mu?"Tanya menejer tersebut.
"Boleh,buk silahkan."Ucap Melody memberikan map yang ia bawa.
Menejer restoran tersebut pun memeriksa dengan cermat untuk beberapa menit.
"Melody restoran kami memang sedang kekurangan karyawan,dan selamat kau di terima, besok kau sudah bisa mulai bekerja di sini dan gaji mu dua juta perbulan."Ucap menejer tersebut mengulur kan tangan nya untuk bersalaman dengan Melody.
Karena itu restoran yang tidak terlalu mewah makan gaji yang di tawarkan hanya lah sedikit tapi itu sudah cukup untuk membuat Melody bahagia dan bisa bertahan untuk beberapa saat sebelum bertemu paman nya.
"Terima kasih banyak bu menejer."Ucap Melody menyambut uluran tangan menejer tersebut.
Menejer itu mengangguk sambil tersenyum.
Setelah itu Melody pun bermaitan untuk pulang dan bersiap-siap untuk besok pagi.
"Huh akhirnya aku mendapat pekerjaan, meksipun gaji nya hanya seujung kuku uang jajan ku dulu tapi tidak apa aku harus bisa berjuang untuk bangkit kembali."Ucap Melody di sepanjang jalan pulang ke hotel.
Dia pun berjalan menyusuri jalan setapak untuk pulang ke hotel,ia tidak ingin naik taxi atau apapun karena baginya sekarang irit itu lebih baik.
Namun di perjalanan tanpa sengaja ia sedikit pusing dan membuat jalan nya terhuyung agak sedikit ke tengah jalan.
Melody memiliki riwayat fertigo karena itu dia bisa merasakan pusing kapan saja.
Namun siapa sangka dari arah belakang ada motor yang melaju kencang ke arah Melody.
Brak …
Suara motor yang terjatuh dan laki-laki yang berada di atas motor tersebut terlempar sekitar satu meter dari motor nya.
Melody yang melihat itu pun segera berlari dan menghampiri laki-laki tersebut meksipun kepala nya sedikit pusing.
"Arghh! Sial badan ku rasanya mau patah."Ucap laki-laki tersebut kesakitan.
"Kau tidak mati? Kau baik-baik saja?"Tanya Melody memegang lengan laki-laki itu.
Laki-laki itu membuka helem nya dan saat itu lah mata mereka saling adu pandang.
Sejenak kemudian laki-laki itu pun menyadari jika dirinya jatuh tadi adalah sebab dari Melody,ia menghindari Melody dan terjatuh akibat nya.
"Kau! Kau yang berjalan di tengah jalan tadi bukan?"Ucap laki-laki tersebut dengan tatapan tajam nya.
"Aku? I-iya."Jawab Melody gugup.
"Dasar bodoh! Lihat apa yang kau lakukan! Kaki ku berdarah astaga!"Ucap laki-laki itu berusaha bangkit.
"Ya itu tentu bukan kesalahan ku, kau yang mengendarai motor mu dengan kecepatan tinggi."Jawab Melody membela dirinya.
"Apa katamu? Ini salah ku? Mengapa aku tidak menabrak mu saja ya tadi?"Tanya laki-laki tampan itu semakin emosi di buat Melody.
"Aku tidak peduli,tetap saja itu bukan salah ku."Ucap Melody kesal.
"Tangung jawab,aku tidak mau tau ayo bayar!"Ucap laki-laki tersebut memelototi Melody.
"Hey mata mu menakutkan jangan menatap ku seperti itu."Ucap Melody risih.
"Baik lah jika tidak mau membayar aku akan membuat mu masuk penjara,aku akan bilang ke papa ku jika kau berjalan di tengah jalan dan membuat aku hilang kendali!"Ucap nya.
"Apa? Apa-apaan, sadar lah kau itu sudah dewasa masa masih mau mengadu dengan papa mu, cukup anak papa, aku tidak ada uang ganti rugi, begini saja itu aku aku akan mengobati luka mu."Ucap Melody yang kemudian membantu laki-laki itu untuk bangun.
"Aku ini anak orang kaya, apa kau pikir aku mau di obati oleh mu aku memiliki dokter pribadi."Lawan laki-laki itu.
"Sudah lah jangan mengoceh, motor mu sudah di bantu orang untuk di taruh di pinggir ayo di sana ada taman kita duduk di sana aku akan membeli obat dan minuman untuk mu."Ucpa Melody yang kemudian memapah laki-laki itu menuju kursi dekat taman.
Karena kesakitan laki-laki tersebut pun hanya menuruti Melody mau membantah pun ia melihat darah di kaki nya sudah cukup membuat nya ketakutan.
Tidak lama kemudian mereka tiba di kursi taman tersebut dan Melody pun membantu laki-laki itu untuk duduk di sana.
"Tunggu di sini, aku akan membeli obat dan minuman untuk mu."Ucap Melody.
"Ingat aku kenal wajah mu, jika kau kabur aku akan meminta anak buah ku mencari mu!"Ucap laki-laki itu kesal sambil memegang tangan nya yang sakit.
"Dasar bodoh."Ucap Melody yang kemudian berjalan meningal kan laki-laki tersebut.
"Apa katamu!?"Tanya laki-laki itu yang masih mendengar perkataan Melody.
"Tidak-tidak aku bilang kau butuh minum tunggu lah."Ucap Melody sedikit menjerit.
Laki-laki tersebut pun memilih diam dan menunggu Melody.
Selang beberapa menit kemudian Melody pun datang dengan membawa sebotol minuman dan juga beberapa obat di tangan nya.
"Minum lah dulu, biar aku mengobati tangan dan kaki mu."Ucap Melody yang kemudian meraih tangan laki-laki tersebut untuk mengobati nya.
"Pelan-pelan, aku tidak tahan perih."Ucap lelaki tersebut sambil meneguk air mineral nya.
Bersambung ….
sepupunya melody donk..
secara gak langsung, melody udah ketemu saudaranya🥰..
Aku mau bawain Audio book karya kakak yang berjudul Melody ini.
Mohon bimbingan, kritik dan sarannya ya, Kak..
Terima kasih🙏😊