Egin seorang gadis muda , anak pejabat yang memilih hidup mandiri sejak meninggalnya mamanya. Dengan mengubah penampilannya seperti gadis culun, Egin sering dibully di sekolah, namun semua dibuatnya tercengang karena kehebatannya yang tidak terduga. Bahkan Orland cowok paling ganteng di sekolah yang awalnya cuek menjadi jatuh cinta dibuatnya. Egin juga bisa mengungkap misteri dibalik meninggalnya mama tercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Fakta yang Mulai Terungkap
Malam semakin larut, Egin tertidur begitu saja. Karena hari ini hari libur. Egin agak sedikit malas untuk bangun pagi. Selain karena semalam dia tidur cukup larut, dia juga merasa begitu capek.
Tiba-tiba ponselnya berdering
" Selamat pagi honey...." sapa Orland manis
Mata Egin mengerjap, dia masih setengah sadar, kemudian diapun menjawab
" Selamat pagi kak" Egin tersenyum manis.
" Baru bangun ya? Ini aku bawain sarapan."
" Lho kakak sudah sampai di kost aku?"
" Yes, aku tunggu di ruang tamu ya"
" I..iya kak...."
Aduh kacau banget aku pagi ini, belum mandi belum gosok gigi....guman Egin.
Buru-buru Egin masuk ke kamar mandi, dia mandi sebentar dan berganti pakaian.
" Maaf kak sudah nunggu lama."
" Tidak apa, ayo kita sarapan bareng"
" Bentar aku ambilkan minum dulu ya kak"
" Oke"
Merekapun sarapan bersama di ruang tamu kost.
Sambil berbincang dan sedikit tertawa mereka menikmati sarapan dengan sangat senang. Ini pertama kali untuk mereka, sejak jadian kemarin.
Selesai makan , Orland mengajak Egin untuk pergi keluar. Hari ini Orland membawa mobil, setelah sampai di toko buku yang mereka tuju, ternyata disana sudah ada Rendra dan Cyntia.
" Hoiiii Egin!!" teriak Cyntia.
" Bro...kendalikan cewek lu, masak teriak kayak gitu." omel Orland.
" Ha..ha...ha ..." Rendra cuek aja malah tertawa ngakak.
Mereka berempat kemudian mulai memilih buku yang ingin mereka beli. Tapi tidak dengan Rendra , dia mah ogah baca buku, enakan main game.
Egin, Cyntia dan Orland sudah menemukan buku mereka masing-masing
Saat perjalanan pulang, Cyntia mengajak pergi ke taman untuk sekedar melepas penat dan menghirup oksigen sepuasnya.
Ada seorang pengamen menghampiri mereka.
Pengamen itu mengenal Egin. " Eh...Nona?"
katanya.
" Maaf Nona saya tidak mengganggu siapa-siapa kami kesini hanya numpang ngamen saja"
" Ini uang untuk kamu, yang penting kamu jangan ganggu orang lagi . Oke?"
" Siap Nona, terima kasih "
" Egin...kamu masih berhubungan dengan anak-anak geng motor?" tanya Rendra
" Iya kenapa emang nya?"
" Mereka pada ngamen sekarang?"
" Masih ngebut juga sih, cuman gak bikin onar.
Ada yang ngamen ada yang kuli angkut di pasar. Pokok sudah aku larang untuk bikin ulah gangguin orang."
" Di rumahku banyak kayu, aku bisa ajarin mereka bikin miniatur , bisa dijual untuk souvenir."
" Wah bro ide lu oke juga tuh" kata Orland antusias.
" Mau..mau...boleh aku suruh mereka belajar sama kamu ya"
" Tapi aku tidak ada modal untuk memperindah kayak dipernis atau diwarna dengan cat yang keren gitu" kata Rendra
" Soal itu aku saja gak papa" Egin juga ikut bersemangat.
Sepulang dari taman mereka berempat ke rumah Rendra untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Rendra hanya tinggal dengan neneknya, kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan.
Rendra harus mencari uang sendiri untuk sekolah dan membiayai hidupnya .
Neneknya hanya berjualan di warung kecil depan rumah.
Egin dan Cyntia mulai mendesign souvenir apa yang bisa dibuat dari kayu , membuat gitar kecil, macam-macam buah untuk gantungan kunci. Miniatur sepeda atau senjata , atau banyak lagi yang ingin mereka buat.
Orland juga menyiapkan strategi pemasarannya nanti.
Mereka berempat sangat kompak , ini akan menjadi usaha baru bagi mereka untuk membantu keuangan Rendra dan anak geng motor biar ada kegiatan yang positif bagi mereka.
" Cyntia...ajak Egin dan teman-teman kamu ke rumah ya, mama sudah masakin kalian ayam balado" kata Tante Anna di telp.
" Iya ma, nanti Cyntia ajak teman-teman ke rumah"
" Wah makan gratis ni kita " sahut Orland.
" Siapa juga yang ajakin lu bro!" Rendra menggoda Orland
" Kalian ini selalu saja ribut. Udah jangan mikir makan aja, ini kita selesaikan dulu. Kurangnya apa aja kita belikan dulu. Jadi kalau anak-anak mau kesini semua udah siap" perintah Egin.
" Siap bos!" kata mereka bertiga kompak.
Selesai semua, mereka berkemas dan meluncur ke rumah Cyntia untuk menikmati makan malam bersama disana.
Pulangnya Egin kembali membuka buku harian mama dengan rasa penasaran yang sangat.
Jadi selama ini mas Hendra tidak pernah tau masalah yang terjadi pada adiknya sendiri?
Apakah aku harus berkata jujur pada suamiku? Aku rasanya tidak sanggup menghadapi mas Hendra saat dia sudah mengetahui semua.
Kenapa Hermawan muncul dengan tiba-tiba?
Setelah sekian tahun aku tidak melihatnya.
Dulu sebelum aku bertemu dengan mas Hendra, aku yang adalah anak orang miskin selalu membantu ibuku berjualan kue di dekat sekolah Hermawan.
Hermawan sering membeli kue di tempatku. Dari situlah aku mengenalnya. Aku cukup tau diri, aku tidak berani bersikap aneh-aneh bahkan tidak berani ada perasaan suka terhadapnya. Semua aku pupus begitu saja.
Sampai pada suatu ketika dia menyatakan perasaannya padaku. Aku ketakutan, mana mungkin orang sekaya dia jatuh cinta pada gadis miskin sepertiku?
Dia berhasil meyakinkanku akhirnya kamipun berpacaran. Kami saling menyayangi dan mencintai satu sama lain
( Hah????? Om Hermawan dan mama berpacaran? Jadi sebelum menikah dengan papa, mama adalah pacar dari Om Hermawan?)
Suatu ketika rumahku digusur, aku dan keluargaku pindah dari satu tempat ke tempat lain. Aku tidak sempat memberikan kabar pada Hermawan. Lama sekali kami tidak saling komunikasi , kami tidak bertemu.
Hingga siang itu tiba, saat itu aku memberanikan diriku untuk datang ke dekat sekolah Hermawan.
Dari jauh aku melihat seorang gadis bergelayut manja di lengannya. Terlihat kaya dan elegan. Aku mundur teratur, mungkin setelah beberapa waktu tidak bertemu, dia sudah ada penggantiku yang lebih cantik, berpendidikan , kaya dan terhormat.
Siapakah aku ini? Hanya gadis pemimpi yang sama sekali tidak layak mendampinginya.
Sejak saat itu, aku tidak pernah sekalipun datang lagi ke sekolahnya. Aku berusaha melupakannya. Mungkin dia sudah berbahagia dengan gadis kaya itu.
( Kisah cinta mama kok bikin aku sedih ya )
***
Ponsel Egin berdering
" Egin....kamu sudah makan sayang?" tanya Hendra Kusuma papa Egin.
" Sudah pa, tadi diundang makan bareng sama tante Anna, papa sudah makan juga?"
" Sudah sayang, barusan papa makan ditemani Om Yoga"
" Papa sehat-sehat terus ya pa, jangan lupa makan biar tidak sakit"
" Tentu, Egin liburan sekolah Egin pulang ya. Kita liburan bersama ke Amerika. Om Hermawan minta kamu liburan disana"
" Om Hermawan? Ajakin Egin kesana? "
" Iya sayang. Om Hermawan kangen sama kamu katanya."
" Oke pa, sebentar lagi liburan, nanti Egin kabari jika hari sudah dekat ya"
" Jangan tidur malam-malam"
" Good night Pa"
" Good night my dear"
Sebenarnya Egin sangat ingin bercerita dengan papanya mengenai hubungan mama dan Om Hermawan. Tapi Egin mencoba menahannya untuk tidak bercerita sekarang.
Akan ada waktunya nanti.
maaf ini tanya yah author 🙏🙏
aku team Orland - Egin. feel nya dapet banget.
mau munculin karisma Richard jg ga ngaruh. krn ngerasain "soul" itu susah lho.
jgn dibuat goyah thor. pasangan ini udh kuat banget "soul" nya