NovelToon NovelToon
Permata Hati Sang Mantan Preman

Permata Hati Sang Mantan Preman

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:148.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Dharris S

cerita ini berkisah tentang perjuangan seorang mantan preman dalam mengubah nasibnya dan mengangkat harga dirinya.

dia yang telah memutuskan pensiun dari dunia premanisme, harus pulang kampung, setelah dua tahun merantau. pulang dengan status jobless, sangat mengganggu pikirannya. apapun dia kerjakan selagi halal dan menghasilkan uang. tak peduli kotoran manusia sampai harus mampir ditubuhnya.

pertemuannya dengan seorang biduan cantik, telah mengembalikan semangatnya. dari biduan itu, dia dapat pekerjaan yang layak. dan dari biduan itu pula, dia mulai merasakan apa itu cinta. cinta yang sebenar-benarnya cinta.

lain sang biduan, lain pula orang tuanya. menghina dan mencaci seolah menjadi ciri khas mereka. selain pula satu hal lain yang sangat khas dari mereka, matre. banyak yang mundur karena dua hal itu.

berhasil memikat hati sang biduan, tak lantas mudah memikat hati orang tuanya.

apakah sang mantan preman ini mampu menaklukkan hati orang tua sang biduan?
ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Dharris S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jadi sopir ikan

Pagi buta, adzan subuh juga belum berkumandang, Budi sudah meluncur dengan motor maticnya ke arah kota. Sepagi ini dia sudah ditunggu.

Jalan yang sepi memungkinkannya untuk memampatkan waktu di jalan. Sehingga, tak sampai sepuluh menit, dia sudah sampai di rumah sepupunya.

Entah sejak kapan proses muat barangnya dimulai. Tapi yang jelas, bak mobil pick up ini sudah penuh dengan polyfoam. Budi segera memarkirkan motornya dan ikut membantu menali tumpukan polyfoam itu. Di tangan orang yang sudah handal, pekerjaan menjadi cepat selesai. Untungnya Budi suka bantuin orang delivery bongkar muat barang. Jadi urusan tali – temali, dia tidak terlalu buta.

“Bud, ini bon pesanannya”

Seorang wanita memanggil dan memberinya selembar kertas.

“Oh, iya. cash semua ini, mbak?” tanya Budi.

“Cash, lah. Masa pemain besar ponorogo pake tempo segala”

“Mantap” komentar Budi.

Dia membaca dengan seksama setiap detil isi bon atau nota itu. Dia mencoba mencocokkan jumlah muatan dengan yang tertulis. Beruntung, karyawan sepupunya ini mau membantu dengan menyebutkan isi dalam polyfoam itu, satu per satu.

“Ayo, udah ditunggu nih”

Sepupunya Budi, sang juragan ikan, melambaikan tangannya. Mengajak mereka untuk segera berangkat. Budi mengangguk. Dalam satu mobil, ada tiga orang, termasuk Budi, yang berangkat.

Berarti, nanti Budi juga harus ikut menurunkan muatannya. Budi langsung tancap gas sejak keluar dari gang. Melewati jalur yang sama dengan jalan ke rumahnya. Hanya saja, perjalanannya kali ini, berkali – kali lebih jauh daripada pulang ke rumahnya.

Di tangan Budi, tak sampai dua jam, mereka sudah sampai di tujuan. Sebuah gudang, masih di seputaran kota. Dia belum paham mengenai wilayah kabupaten ponorogo. Makanya sesekali dia tengak – tengok. Setelah terlihat tujuan akhirnya, Budi langsung masuk ke dalam gudang itu tanpa tengak – tengok lagi.

"Wuidih, keren amat juragan ini? Belanjanya nggak ada obat. Sampe panjang gini" komentar Budi

Ternyata bukan mereka sendiri yang datang ke sini. Sudah ada tiga mobil lagi yang mengantri di depannya.

"Sarapan, Yuk!"

Sambil menunggu, sepupunya mengajak Budi dan karyawan itu untuk sarapan. Di warung yang tak jauh dari gudang, mereka memesan satu – satunya menu yang sudah siap, nasi pecel.

Sembari menunggu makanan siap, Budi melihat – lihat beberapa momen yang berhasil dia abadikan selama mengemudikan mobil. Dia berencana untuk mengunggahnya ke media sosial, nanti.

"Bud. Aku molor dulu, ya? Kalo udah mau bongkar, bangunin!" kata karyawan sepupunya.

"Welah, udah ngantuk aja, jam segini?" tanya Budi.

"Abis ronda, semalam"

"Sama siapa?"

"kangmasmu noh"

"Oh. oke"

Butuh waktu satu jam untuk tiba giliran mereka membongkar muatan. Dan butuh satu jam lagi untuk memindahkan isi dari polyfoam mereka, ke polyfoam milik tuan rumah.

Walau tubuh sudah berpeluh keringat, tapi Budi selalu menebar senyum saat pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata teman seperjuangan, maupun dengan sepupunya.

"Selanjutnya, gimana nih, bos?" tanya karyawan sepupu Budi.

"Seperti rencana tadi" jawab sepupu Budi.

Sepulang dari gudang itu, sepupunya mengajak mereka mampir ke trenggalek dan tulungagung. Untuk membeli jenis ikan yang laku banyak, tapi belum tersedia di pacitan. Budi menurut saja apa kata juragan. Di ajak ke bali juga dia mau.

Tubuhnya mulai merasa lelah, dan sinar matahari juga mulai terasa sangat menyengat. Sepupunya mengajak mereka untuk istirahat dulu di pinggiran trenggalek. Rencananya mereka akan melewati jalur sudimoro, untuk kembali ke arjowinangun.

"Mas. Aku rebahan dulu, ya?" kata budi ke sepupunya.

"Ya. Jawab sepupunya.

Budi langsung merebahkan tubuhnya di warung lesehan itu. Beberapa saat kemudian, dia sudah terlelap, tidur. Sepupu Budi dan karyawannya hanya tertawa melihat Budi kelelahan. Wajar kata dia, baru pertama kerja keras. Biasanya dia kerja otak.

"Loh. Pada udahan, makannya?"

Budi terbangun saat semua sudah selesai makan. Jadilah dia makan sendirian. Tak lupa dia jalankan kewajibannya kepada Tuhannya. Sekalipun sepupu dan rekan seperjuangannya tidak menjalankannya.

Sepupunya masih asyik merokok sambil berbincang, saat dia kembali. Dan dia diberi kesempatan untuk beristirahat lebih lama.

"Makasih ya, mas. Lumayan juga, ternyata"

Budi berterimakasih atas kebaikan itu. Dia mengakui, kalau dia cukup lelah saat ini.

Keduanya tertawa, tapi juga menyemangati.

Sambil menikmati secangkir kopi hitam, Budi mengunggah beberapa momen selama aktivitas tadi. Mulai dari mengemudikan mobil, makan, sampai bongkar muat polyfoam ikan. Kali ini dia mempostingnya di status whatsapp.

Baru beberapa menit di unggah, sudah masuk komentar – komentar dari orang yang dia kenal. Ada yang salut, menyemangati, tapi ada juga yang dengan tega menertawakannya. Bahkan juga meledeknya. Termasuk dari tetangga – tetangganya.

Nah, gitu dong, Bud. Jangan nganggur terus. Jadi cowok harus kerja. Jangan bisanya makan, tidur, eek – makan, tidur, eek. Kasihan ibumu. Makin hari makin tua. Mana janda lagi, sekarang

Darah muda Budi memanas membaca komentar itu. Dia bisa menerima hinaan pada dirinya, tapi mengapa status ibunya harus dibawa – bawa?

Bud, Bud. Lulusan as*** kok cuman nyopir. Mbah tebir juga bisa kalo cuman nyopir. Makanya, kalo sekolah tuh belajar, jangan tawuran sama nge*** aja. Ha ha ha

Kalau komentar yang ini, Budi masih bisa tersenyum. Dia tahu siapa yang berkomentar ini.

Ya, wajar lah, kalo aku urakan. Aku anaknya orang nggak punya, nggak ada yang bisa aku sombongin kecuali keberanian dan mental tarung. Emang kamu sekarang jadi apa? Coba kalo pakde dipanggil Alloh, jadi apa kamu? Anak sama emaknya kok sama aja. Dosa apa pakdeku, punya istri dan anak seperti ini

budi membatin sambil geleng-geleng kepala, membaca komentar tadi.

Cari kerjaan yang elit dikit kenapa, Bud? Kapan bisa bayar utang kalo cuman nyopir gitu? Kamu kan punya banyak temen di jakarta, kamu juga ganteng, jadi gig***, kek. Banyak tuh duitnya

Walau terpancing juga emosinya, tapi Budi masih bisa tersenyum. Ada yang lucu dari komentar ini.

Eh, aku nggak pernah nyaranin temen cewek aku buat jadi lon**, lho. Karena aku nggak butuh lon**, jadi nggak kepikiran tentang lon**. Mereka yang kepikiran *****, adalah mereka yang butuh *****. Kalo bude sampe nyaranin aku buat jadi gig***, sepertinya bude juga butuh deh. Apa mau jadi pelanggan pertamaku? Lumayan kan, daripada dikasih orang lain. Ha ha ha ha

Budi membatin sambil terkekeh.

Ya, si Badut jadi supir sekarang. Makanya jangan belagu jadi orang

Kali ini si tukang plagiat yang berkomentar. Budi senyum saja menanggapinya.

Oh iya, betewe, teori kamu soal nge*** bisa bikin otak encer, kayaknya terbukti. Dalam sekala kecil, aku udah ngerasain, sih. Makanya, aku mau ngebooking Liza selama sebulan. Dia kan jago tuh, muasin kamu. Dan dia udah confirmed. Mulai besok, dia aku pake ya. Hi hi hi

Dari sekian komentar pedas, baru ini yang benar – benar memancing emosinya. Walau hanya suka sama – suka, Budi tak bisa memungkiri kalau dia punya rasa tersendiri pada Liza. Walau belum bisa dikatakan cinta.

Tapi saat Budi mengingat dia bukanlah siapa – siapanya Liza, ya dia berpikir untuk membiarkan saja liza melakukan apa yang dia mau. Toh, belum tentu itu benar. Bisa jadi itu hanya akal – akalan si plagiat itu saja, untuk memanas - manasinya

Tapi kok dia bisa tahu ya, hubungan aku sama Liza?

Dia tak habis pikir, rahasia yang dia simpan rapat – rapat itu bisa bocor juga. Dia berusaha mengingat – ingat tetangga kontrakannya. Tapi dia merasa, tidak ada yang punya hubungan dengan si plagiat itu. Setahu dia.

Masya Alloh, luar biasa kamu, Bud. Tiga kota kamu lahap sekaligus? Hebat. Jangan putus asa ya. Tetap semangat

Begitulah bunyi pesan dari seseorang yang menggetarkan hati Budi. Dia tersenyum membacanya.

Alhamdulillah, rejeki nggak boleh ditolak. Makasih ya, udah semangatin aku. Langsung berasa nih, segernya, di badan

Budi membalas pesan dari Adel.

Gombal

Serius

Eh, tapi Bud. Nomermu ini masih nomer yang kamu pakai selama kerja di sana, kan? Pasti banyak temen – temen kamu yang liat. Apa kamu nggak malu? Maksudku, nggak takut diledekin, gitu?

Adel bertanya panjang-lebar.

Enggak. Kenapa harus malu? Yang udah ngerasain duluan juga banyak kok. Nyatanya mereka baik – baik saja. Dan tetap melanjutkan pekerjaan mereka yang sekarang. Kalaupun ada yang ngeledek, ya biarin aja. Itung – itung, ngurangin dosa, atas rasa kurang bersyukurku dulu

Budi membalas tak kalah panjang.

Syukurlah kalau kamu punya kemantapan hati begitu. Aku cuman takut, kamu bakal terpengaruh sama kata – kata yang menjatuhkan. Sekalipun hanya tulisan, tapi efeknya bisa bikin depresi

Kalau yang menghina aku tu, manusia, aku nggak pikirin. Lain cerita kalau menghinaku itu, Gusti Alloh. Wah, kacau itu

Emang Gusti Alloh bakal bicara langsung sama kamu?

Ya enggak sih. Nggak perlu juga. Cukup dengan membuka aib kita, kita akan hina sendiri di mata manusia

Aku seneng kalau Alloh mengirimkan orang untuk menghinaku. Bukan untuk membuka tabir aibku. Itu tandanya Alloh masih sayang sama aku. Terlebih, cuman pekerjaanku yang diambil. Aku masih diberi kesempatan bersama ibu, adek, tetangga. Dikasih sodara yang baik hati. Dikasih kesempatan kenal sama kamu, lagi. Ini sih, Alloh pengen aku lebih banyak bersyukur

lanjut Budi panjang lebar.

Kamu diuji kayak gini, masih bisa bersyukur? Jauh banget lho bedanya. Dulu pasti kamu banyak duit. Sekarang, kamu sampe harus mati – matian buat dapet duit. Caper doang kali. Sama kaya yang lain

Caper juga modalku apa? Kata – kata doang? Mending nggak usah deh. Aku nggak berbakat nyakitin cewek. Cukup aku mengagumimu dari jauh. Sambil ngerayu Gusti Alloh. Barangkali mau jodohin aku sama kamu. Ha ha ha

Emang kamu bisa ngerayu Tuhan?

Bisa lah. Kalau Dia bisa bikin aku jatuh, apa susahnya bikin aku sekaya orang yang punya pabrik? Cuman aku emang belum belajar caranya jadi orang kaya yang bener sih. Makanya disuruh sekolah dulu

Apa lagi itu? Sekolah menjadi orang kaya. Gurunya aja masih honorer

Ha ha ha ha. Gurunya ya langsung Gusti Alloh

Tahu dari mana?

Kalo guruh sekolah, contohnya kan udah ketebak, bapak Budi, sama ibu Budi. Bukan Adelia fitri

Sumpah, pikiranku penuh, Bud. Aku nggak bisa nyerna semua yang kamu bilang barusan

BTW, semangat ya

kalimat lanjutan itu membuat Budi tersenyum.

Makasih, cantik

Eh, ngomong – ngomong, kamu lagi ngapain, del?

Budi mencoba peruntungannya mengakrabkan diri dengan Adel.

Adel tidak menjawab dengan tulisan. Tapi dia mengirimkan sebuah foto. Dimana dia sedang memakai kebaya hijau, persis seperti di IG dia.

Ya Alloh, cantiknya. Kapan ya, aku bisa melihat kamu pake kebaya begini, secara live? Langsung di depan mataku

Pujian langsung Budi berikan.

Lagi – lagi Adel tidak menjawab dengan tulisan, dia memberikan lagi dua foto dari jarak pengambilan yang agak jauh. Sehingga seluruh tubuhnya tertangkap dalam satu bingkai.

Allohu Akbar, cantiknya. Aku jadi nggak yakin kalo kamu itu kelahiran gulang

Loh, emang kelahiran gulang, kok. emang kelahiran mana?

Setahuku, bidadari itu produk surga deh, bukan produk gulang

Allohu Akbar, mujinya. Aku terbang nih

Ha ha ha ha. Eh aku pergi dulu ya, udah diajak jalan lagi

Budi berpamitan, karena sudah dikode sepupunya.

Iya, hati – hati ya. Kalau turun, kaki dulu

Emangnya aku mau debus, turun kepala dulu? Benjol dong, Adel

Ha ha ha ha

Budipun mengahiri percakapan itu. Juragan dan teman seperjuangannya sudah menunggunya di dalam mobil. Sempat dia digoda keduanya. Karena ternyata, mereka berdua sempat melihat foto yang Adel kasih.

1
Samsul Rijal
Luar biasa
Ina Yulfiana
ikut seneng dech pda bahgia gitu...


jangan End dlu bnyak²in extra part'a

next semngt sukses selalu
Dharris Tio: mata batin yang terbuka
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
beneran ini end kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : sama2 kk
total 4 replies
rinny aphrystanti
masih ada kan extranya...
kan itu koper belum tau isinya..
Dharris Tio: halo kak. aku ada karya baru nih. mampir dong. ada lanjutannya adel sama budi lho
total 2 replies
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
rinny aphrystanti
lanjut lagi kak extra partnya yg banyak
Dharris Tio: lah. nambah chapter dong, kalo banyak 🤔
total 1 replies
Dharris Tio
baru jua nikah kak.
Elisa Damayanti
ayo ditambah lg extra part-nya y kak.,.
Dharris Tio: masih ada kak. beberapa lagi
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
thl end nya aja nieh... hapy hapy... wkwkwk
lnjut kk thor sllu d tgu
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : ok kk thor smgt yah... dan jg kshtn kk
total 2 replies
Ina Yulfiana
aahhh gk sbr nunggu kebahagiaan yang melengkapi keluarga baru adel budi dech semcm adel cpt hamil gitu lebih menakjubkan ...


next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana: heheh biar lengkp gitu kebahgiaan budi adel setlh sekian lma perjuangan untuk bisa bersatu...🤭🤭🤭
total 2 replies
Elisa Damayanti
kpn dpt kbr Adel nya hamil
Ina Yulfiana
setelh ini kebahgiaan yang menghampiri keluarga budi dan adel....
terharu sekali q😭😭


next semngt sukses selalu
Elisa Damayanti
habis MP trs dibikin sedih......
Elisa Damayanti
kecapean malam pertama jadinya g muncul2... .ayo dong kak cepet up lg ....
Ina Yulfiana
q jadi senyum² sendiri nich ngebayangin gimana romantis'a Adel cm budi bkin pra junior biar cpt hadir d perut adel...

next semngt sukses selalu
Dharris Tio: kak ina pengen juga ya? hi hi hi. disegerakan saja kak.
total 1 replies
Elisa Damayanti
lega n plong.....ternyata tata tetep jd permata dihati nya Abram.....
Dharris Tio: bisa tidur nyenyak malam ini ka
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
yu hu... kira2 ntar peresmian pernikahan adel nyanyi lg kyk dlu kk
berasa kyk premen nano2 gtu deh.. mantap kk thor... smgt juang jg 45 bikin karya trus smg suatu saat mkin bnyk d kenal org slm sukses kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : wkwkwkwk... jstru yg gosong yg enak kk wkwkwkk
total 2 replies
Elisa Damayanti
otw malam pertama nih.....
Dharris Tio: kak elis mau?
total 1 replies
Ina Yulfiana
ach ikut senng pa lg ps kta "Sah" bkin terhru lo ingt bagaimana perjuangan adel ma budi waktu msih pcrn ...


next semngt sukses selalu
Dharris Tio: tapi kak ina tersingkir. gimana dong🤭🤭🤭
total 1 replies
Elisa Damayanti
ayo dong kak, lanjutannya mn nih....
Dharris Tio: halo kak. aku ada karya baru nih. mampir dong. ada lanjutannya adel sama budi lho
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!