Seorang wanita cantik yang bernama Hellen Keller bercita-cita menjadi seorang dokter namun cita-citanya harus punah karena kejadian yang ia alami saat usianya berumur 13 tahun ...
Hellen menjadi saksi mata pembunuhan di salah satu gedung tua ..
apakah kehidupan Hellen akan tenang ...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka manga toon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malaikat yang dikirim tuhan...
Tak terasa sudah berhari-hari aku di sekap di ruangan tersebut namun saat ini penjagaan ku sudah tak seketat sebelum-sebelumnya . Mungkin hanya ada beberapa penjaga yang aku yakini berjaga didepan pintu ini pikir ku .
Sejak berada di ruangan itu aku hanya terduduk dengan tangan dan kaki yang terikat untuk sekadar minum dan makan ada salah satu pelayan yang berjaga di dekatku jika siang hari dan untuk malam hari ruangan itu terasa sangat kosong namun percuma saja jika harapan untuk kabur sangat tipis untukku .
Saat mataku tengah menatap kosong kearah dinding tiba-tiba kudengar suara pintu terbuka hingga membuat pandangan ku teralihkan dan menatap kearah tersebut , kulihat sebuah cahaya lampu sedikit menerangi ruangan tempat ku berada saat pintu itu sedikit terbuka .
Aku terus menatap kearah pintu tersebut hingga pintu itu kembali ditutup . Ku dengar langkah kaki penuh kehati-hatian mendekat ke arahku hingga membuat aku sedikit memundurkan tubuhku .
Aku melihat seorang wanita muncul dan berjongkok di hadapanku . Dia adalah wanita yang membersihkan darah dari wajahku tempo lalu , aku terus menatap kearah wanita yang bisa di bilang sudah tidak muda lagi mungkin usianya sekitar empat puluh lima tahunan pikir ku .
Dia menatap kearah ku yang saat itu juga tengah menatap kearahnya
" Aku mungkin sudah gila melakukan ini Nona , tapi aku harus menolong mu . kau harus kabur segera Nona " Ucapnya padaku seraya melepaskan gembok di kaki dan juga kedua tanganku
Saat ikatan itu sudah terbuka aku pun berdiri namun tubuhku hampir saja jatuh jika wanita itu tidak menahan tubuhku saat itu . kurasakan kebas pada kedua kaki dan tanganku akibat terlalu lama terikat dan terduduk namun beberapa menit setelahnya aku bisa menguasai tubuhku sedikit demi sedikit .
" Kau harus lari sejauh mungkin dari tempat ini Nona " Suruhnya seraya memasang wajah khawatir bahkan aku merasakan elusan pada pucuk kepalaku saat itu
Aku pun menganggukkan kepalaku seraya mengucapkan terimakasih sebanyak yang aku bisa .
" Pergilah " suruh nya aku pun mengangguk paham dan berjalan menyusuri ruangan besar tersebut dengan perlahan dan penuh kehati-hatian
Aku berjalan menyusuri rumah besar ini untuk mencari jalan keluar , rumah ini sangat besar mungkin bisa di bilang tempat ini adalah istana menurutku Karna sudah beberapa kali aku tersesat dan menyembunyikan diriku agar tidak terlihat oleh siapapun .
Setelah menyusuri tempat tersebut akhirnya aku pun tiba di halaman belakang dengan hati-hati aku memanjat pagar dan segera berlari menjauh dari rumah besar tersebut . kurasa Tuhan sangat baik padaku saat ini karena sudah mengirimkan malaikat untuk menolong ku .
Aku terus berlari tanpa menghiraukan kakiku yang bahkan tidak terlapisi apapun saat itu , yang aku pikirkan saat ini adalah lari menjauh dari tempat terkutuk itu pikirku .
Aku berlari sebisaku sampai akhirnya aku berhenti disebuah taman yang sangat sepi dan gelap tidak ada siapapun ditaman ini hanya ada lampu jalan yang hampir saja meredup . Aku kembali berjalan menuju tampat yang aku anggap paling aman saat itu , tempat itu adalah gereja yang tidak sengaja aku temui di perjalanan tadi .
Aku pun memasuki gereja tersebut , suasana saat itu sangat sepi hanya ada aku seorang yang berada di dalam sana dan di tambah lagi saat ini sudah malam hari waktu nya semua nyawa untuk beristirahat pikirku . Aku pun duduk di salah satu bangku dan berdoa sejenak di sana untuk mengucapkan syukur atas kebaikan Tuhan padaku yang telah mengirimkan malaikat untuk menolong ku dan doa-doa yang lainnya.
Setelah selesai berdoa aku pun membaringkan tubuh lelahku di kursi tersebut , setidaknya biarkan aku beristirahat sejenak untuk saat ini dan setelah itu aku akan melanjutkan perjalanan ku lagi pikirku
.
.
.