NovelToon NovelToon
Pemuas Ranjang CEO

Pemuas Ranjang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Duda / Tamat
Popularitas:19.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

Season 1: Bara x Retha

Jalinan cinta antara dua orang yang saling menguntungkan antara seorang duda dengan seorang guru yayasan yang memiliki pekerjaan sampingan. Bara membutuhkan wanita untuk mengobati kesepiannya dan Retha membutuhkan uang untuk melunasi hutang ayahnya.

Bagaimana perjalanan kisah cinta mereka dan lika-likunya menghadapi dunia? Akankah keduanya akan bersatu?


Season 2: Hendry x Citra

Cinta masa SMA yang dipertemukan kembali saat keduanya baru saja mengalami kegagalan berumah tangga. Hendry ditinggalkan istrinya karena permasalahan kesuburan. Sedangkan Citra memutuskan bercerai dari suaminya yang telah berselingkuh dan menghamili wanita lain.

Akankah mereka bisa menghadapi trauma hubungan sebelumnya? Bagaimana cara mereka bisa kembali membuka hati dan akhirnya hidup bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Bertubi-Tubi

"Miss Retha ...," panggil Kenzo.

Retha tersenyum melihat kehadiran anak kecil itu di dalam ruang guru. "Oh, Kenzo. Kemari!" Ia menggerakkan tangan memberi kode agar anak itu mendekat padanya. Retha meninggalkan sejenak pekerjaannya untuk menyambut salah satu muridnya itu.

"Miss Retha, ini untuk Miss Retha."

Kenzo memberikan sebuah permen lolipop kepadanya. Retha hanya senyum-senyum menerima pemberiannya. "Terima kasih," ucapnya.

Anak itu terlihat sangat menyukainya. Kepala sekolah sampai memindahkan Kenzo ke kelasnya karena permintaan Kenzo sendiri. Setiap hari Kenzo selalu menemuinya saat jam istirahat dan mengajaknya bermain.

Drrt Drrt

Ponsel milik Retha berbunyi. Ada telepon masuk dari adiknya. "Em, Kenzo main dengan teman yang lain dulu, ya ... Miss Retha mau menerima telepon," ucap Retha dengan nada yang halus kepada Kenzo.

Buru-buru Retha keluar dari ruangannya menuju area taman samping untuk menerima telepion dari adiknya.

"Halo, kenapa, Edis?" tanyanya.

"Kak ... aku butuh uang lagi. Ada buku-buku yang harus aku bayar," terdengar suara dari seberang telepon.

Retha menghela napas. Baru beberapa hari lalu ia memberikan uang kepada adiknya, sekarang sudah meminta uang lagi. "Berapa?"

"Lima ratus ribu."

Retha terdiam sejenak. "Iya, nanti kakak berikan uangnya. Kamu belajar yang rajin."

"Terima kasih, Kak."

Retha menutup teleponnya. Badannya terasa lemas karena memang dirinya sudah tak memiliki uang. Jika ada uang uang ia pegang, merupakan uang milik sekolahan. Bahkan ia masih ada belasan juta yang harus dikembalikan pada kas sekolah.

"Retha, ibu kepala sekolah mencarimu!" seru Miss Lidya, salah satu rekan kerja Retha.

"Oh, iya!" sahutnya.

Retha segera berjalan menuju ruang kepala sekolah. Dalam pikirannya, ia sudah tahu apa yang kira-kira akan disampaikan oleh Ibu Jihan selaku kepala sekolah.

"Retha, sudah tahu kan, kira-kira kenapa saya memanggilmu?" tanya Ibu Jihan.

"Iya, Bu." Retha tampak menunduk.

"Akhir semester segera berakhir. Ibu harap kamu segera bisa mengembalikan uang yang dipinjam dari sekolah."

Retha mengepalkan tangannya. Pikirannya begitu runyam entah dari mana ia akan bisa mendapatkan uang sebanyak itu. "Iya, Bu. Akan saya usahakan," ucapnya dengan seulas senyum.

"Ibu dengar kamu sudah pindah kontrakan?"

"Iya, Bu. Saya sudah pindah kontrakan ke tempat yang lebih murah." Retha berbohong menyembunyikan kebenarannya. Ibu Jihan akan syok jika tahu dia tinggal di tempat yang terkenal sebagai sarang wanita malam.

"Bagaimana dengan adikmu?"

"Dia sekarang tinggal di asrama, Bu. Saya ingin dia lebih fokus belajar."

"Permisi ...."

Retha dan Ibu Jihan menoleh ke arah pintu. Tampak dua orang lelaki berseragam polisi berdiri di sana.

"Bisa bertemu dengan Ibu Retha?" tanya salah seorang dari mereka.

Rasanya jantung Retha mau copot. Ia merasa sangat khawatir melihat kehadiran polisi yang menemuinya. Ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun, bahkan selalu mengenakan kelengkapan berkendara dengan baik.

"Bu, saya peemisi dulu," pamir Retha seraya menyusul kedua polisi tersebut.

Retha dibawa ke halaman depan sekolah dekat mobil polisi agar bisa lebih leluasa membicarakan permasalahan yang ada.

"Pak Agus ada di kantor polisi karena tertangkap ikut dalam perjudian. Beliau mengatakan bahwa putrinya mengajar di tempat ini."

Retha memijit keningnya. Lagi-lagi sang ayah membuat masalah. Ia sudah sengaja pergi agar ayahnya sadar, tapi tetap saja ia harus menanggung beban atas kesalahan yang diperbuat oleh sang ayah.

"Apa Ibu Retha bisa ikut kami sekarang?"

"Ah, iya, Pak. Saya izin dulu kepada kepala sekolah. Nanti saya akan menyusul mengendarai motor," ucap Retha.

"Baik, Bu. Kalau begitu, kami permisi dulu."

Kedua polisi tersebut pergi meninggalkan Retha. Ada banyak pasang mata yang memperhatikan ke arahnya, termasuk murid dan beberapa rekan kerjanya. Retha berusaha bersikap biasa supaya tidak ada yang khawatir dengannya.

"Ada apa, Retha?" tanya Ester.

"Tidak apa-apa, hanya masalah tilang elektronik saja. Kemarin aku pergi ke minimarket lupa memakai helm," kilah Retha. Ia tidak ingin orang-orang tahu jika ayahnya tertangkap polisi karena berjudi.

"Ah, sedang marak juga ya, tilang elektronik. Katanya kalau pakai sandal jepit juga bisa kena tilang. Aturan makin bikin ribet saja," gumam Ester.

Retha tersenyum. "Berpikir positif saja, mereka pasti membuat aturan seperti itu demi keselamatan pengguna jalan."

"Aku rasa yang lebih utama menjadi penyebab kecelakaan itu jalan rusak, pohon tumbang, ya. Bukan masalah sandal jepit. Seharusnya itu dulu yang dibenahi."

Retha kembali tersenyum. "Tunggu aku jadi presiden. Nanti usulmu akan aku pertimbangkan," ucapnya.

"Hahaha ...." Ester tak bisa menahan tawanya.

***

Retha berada di kantor polisi berhadapan dengan sang ayah. Sebenci apapun ia pada ayahnya, rasanya tidak tega membiarkannya dalam kesulitan. Dia bisa saja mengabaikan panggilan polisi dan membiarkan sang ayah meringkuk di balik jeruji besi.

Retha harus mengeluarkan uang tiga juta untuk menebus kebebasan ayahnya dan ikut menandatangani surat pernyataan bahwa ayahnya tidak akan ikut lagi dalam kegiatan perjudian.

Ia sangat heran kepada ayahnya sendiri. Sudah jelas-jelas sering kalah saat main judi, punya banyak hutang dan tidak punya apa-apa. Tapi, ayahnya tidak ada kapok-kapoknya mengulangi perbuatannya. Katanya, judi satu-satunya cara agar ia cepat kaya. Menurut Retha, justru judi yang membuat mereka semakin cepat miskin dan menderita.

"Maafkan ayah," ucap Pak Agus yang tampak tak berdaya di hadapan putrinya.

"Bisakah Ayah jangan hanya meminta maaf? Kenapa hal semacam ini terus terulang? Apa Ayah sangat ingin masuk penjara? Aku juga sangat lelah mengurusi Ayah." Retha sudah kehabisan kata-kata untuk menasihati ayahnya. Ini bukan kali pertama sang ayah tertangkap karena hal yang sama. Terpaksa ia kembali harus meminjam uang sekolah untuk menebus ayahnya. Belum lagi ia harus memberikan uang kepada adiknya. Rasanya ia lebih baik mati saja.

"Ayah akan berhenti main judi. Ini terakhir kali ayah merepotkanmu."

"Kalau seperti itu, kenapa mengatakan identitas dan alamat tempat kerjaku pada polisi? Ayah mau aku dikeluarkan dari tempat kerja?" Retha bertambah geram.

"Ini yang terakhir. Ayah sudah kapok main judi. Ayah akan bekerja supaya bisa menghidupi kalian lagi seperti dulu."

Terkadang, ayahnya seperti orang yang sudah insyaf. Retha selalu percaya pada ayahnya. Apalagi kalau mengingat perjuangan sang ayah saat awal-awal ibunya meninggal. Betapa sang ayah mencurahkan segala kasih sayangnya dengan tulus.

"Ya sudah! Aku telah membayar uang jaminan Ayah. Setelah ini, hiduplah dengan baik. Kalau tidak bisa menghidupi kami, setidaknya jangan meninggalkan masalah untuk kami."

"Sekarang kamu tinggal dimana?"

"Aku tidak akan memberitahu ayah!" tegas Retha. "Aku tidak ingin lagi ada rentenir yang datang menggangguku. Ayah juga tidak usah mencari tahu. Edis sudah aman tinggal di asrama sekolah. Awas saja kalau Ayah membuat masalah lagi, aku yang akan melaporkan Ayah ke polisi!"

*****

Promo karya teman author ya, kalian bisa mampir ke sini 😘

Judul: Belenggu Benang Kusut

Author: Tie Tik

1
✨️ɛ.
syaiton mana yg telah meminjam tubuh si Zack ini ya.. /Facepalm/
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya semoga kamu juga di balas Tuhan karena pengkhianatan mu sm suami trus menelantarkan anak plus membunuh calon bayi, udah 3 itu berati karma mu lebih banyak nanti 😜🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hmm dasar gemblung
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
mbak nya ni kocak minta di bawain kaca ibu tiri nya snow white kali ya, dia ngatain orang lain pelacur karena mau sama suami nya lha dia sendiri isteri orang tp minggat ga ada kabar trus jd peliharaan laki lain 😂🤣 halah halah gaya sama omongan mu mbak mbak, sekolah dulu kata ku mendingan biar otak mu ga kosong2 bgt gitub😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 ni manusia bukannya tobat malah nambahin dosa 😮‍💨
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya bodo itu nama nya mbak, emang situ mau ngerawat anak yg bukan darah daging, bara ngelakuin itu sekali karena udah terlanjur sayang kenzo juga kalo sekali lagi ya dapet piring cantik kok masa seumur idup biayain sm ngurusin anak yg bukan dr bibit dia 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya ga salah mbak nama nya isteri minta suami, gua juga begitu tp minta mu tu ga masuk di akal kalo ratusan juta di abisin buat tas sm sepatu, emang tas mu sm sepatu mu kalo laper bisa bikin kamu kenyang 😩 kecuali duit nya suami mu sebulan unlimited ya, kalo udah di jatah sebulan 200 juta ya harusnya diatur, boleh aja beli tas perhiasan tp kan harusnya manajemen duit mu ga langsung habis bunda, bisa itu buat nabung sm makan gojek 3x sehari lebih dr cukup 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kalo ini isteri nya sih yg bermasalah trus mengkambinghitam kan mertua nya, emang dasar nya lu matre aja mbak 😌 mosok 200 juta abis seminggu, makan tambang ama belerang lu? 🤪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sebenernya juga kalo mantu nya baik pasti sedikit banyak bakal bantu ya kalo tau dr keluarga isteri emang kureng tp kok anda ndremis😩 ngasih itu berdasar kemampuan orang nya pakde kalo anda matok jumlah nama nya gatau diri 😤🤬😡
Gintania nia
Luar biasa
pdm
sek diajari sinau edis tp aku sek moco kok melu puyeng /Facepalm/
Arsina Zain
Buruk
Intan Risma Wandy
hamidun kayakne si silvi
Intan Risma Wandy
ciey cieyyyy sayang 😀😀
Fitri Zalfa
Luar biasa
Diah Anggraini
maachi ka..
ceritanya bagus
Diah Anggraini
zack
paling paling kau..
haaa
Diah Anggraini
salut sama bara yang tenang dan baik
Diah Anggraini
parah silvia..
keluar juga sifat aslinya
Diah Anggraini
haaaaa.
guut Bara..
puas dah tawain thea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!