NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 kebucinan Iqbal

Yusuf mengusap rambut Maryam lembut, Maryam sudah meminum obatnya. Maryam mengalami masalah kesehatan sejak lama dan harus terus meminum obat, penyakit yang membuatnya tidak bisa memiliki anak dan penyakit yang tidak bisa membuatnya bekerja terlalu lelah.

” Apa Abi mau tidur disini?" ajak Maryam dan Yusuf menundukkan kepalanya.

****

Waktu berlalu, Laila tidak apa-apa dengan Yusuf yang harus mengurus Maryam yang sedang sakit sampai dirinya harus tidur sendirian. Hari ini Yusuf akan pergi dan pulang besok pagi, Laila sedang menyiapkan makanan untuk suaminya dan para santri yang ikut suaminya. Dari pada beli dijalan lebih hemat bawa dari rumah.

” Umi Laila" panggil Yusuf dari kamar dan Laila berhenti dengan aktivitasnya.

" Sebentar Abi" sahut Laila seraya pergi meninggalkan dapur untuk melihat Yusuf, mungkin suaminya membutuhkan sesuatu. Sesampainya di kamar Laila masuk dan Yusuf menutup pintu agar istrinya tidak kabur. Laila selalu menghindar setelah dia sibuk mengurus Maryam dan tidak memiliki waktu untuk Laila.

” Abi kenapa?” Laila bingung.

” Duduk" ajak Yusuf seraya menarik tangan Laila lembut. Keduanya duduk dan Laila menundukkan wajahnya, Yusuf mengusap pucuk kepala istrinya yang tidak bisa dia perlakukan dengan adil, Yusuf benar-benar sedih dan penuh penyesalan.

” Umi, Abi minta maaf karena sudah memperlakukan umi tidak adil.” Lirih Yusuf dan Laila menggeleng kepala.

” Abi tidak melakukan itu, ibu Maryam sedang sakit apa Abi pikir aku tidak bisa paham dengan keadaan ini?” Laila merasa sedih dan Yusuf menggeleng kepala.

” Aku merasa bersalah Laila” katanya seraya memegang kedua bahu Laila lembut, Laila menatapnya lekat. Keduanya bertatapan dengan sangat dalam saat ini.

” Aku tidak apa-apa Abi, sungguh” Laila tersenyum dan tiba-tiba Yusuf memeluknya. Kedua mata Laila membulat dan bingung harus bagaimana, dia dipeluk suaminya sehangat dan seerat itu. Tangan Laila bergerak dan menempel di punggung besar suaminya, dia usap lembut dan Yusuf menutup matanya. Dia benar-benar merasa bersalah kepada Laila.

” Abi harus segera pergi, yang lain sudah menunggu. Jaga diri baik-baik ya disana” kata Laila dan Yusuf melepaskan pelukannya.

” Aku ingin melihat wajah umi sebelum pergi" pinta Yusuf dan Laila tersenyum malu-malu.

” Abi kenapa sih? jadi cunihin” kata Laila dan Yusuf tertawa.(Cunihin\=genit)

” Ya biarin, Cunihin nya juga kan sama umi” Yusuf tersenyum.

” Assalamualaikum a" suara seorang laki-laki terdengar.

” Waalaikumsalam” Yusuf dan Laila menjawab. Yusuf berdiri dan Laila melepaskan cadarnya. Laila menutupi pipi kirinya yang terdapat codet panjang yang membuat wajahnya jadi bahan cibiran, Yusuf mencondongkan tubuhnya. Dia raih tangan Laila dan Laila mendongak.

” Aku malu Abi" lirih Laila dan kedua matanya berair. Laila menutup matanya saat Yusuf mengecup keningnya.

kecupan dari Yusuf di tempat yang sama setelah yang pertama kalinya adalah saat di hari pernikahan mereka, tepatnya setelah ijab qobul dan Laila merasakan hal yang sama. Jantungnya berdegup kencang dan dia bingung harus apa. Yusuf menjauh dan Laila membuka matanya, Yusuf membelai wajah cantik istrinya lalu berkata....

” Semuanya yang ada pada diri umi adalah milik suami umi, jangan hiraukan ucapan orang lain. Dengarkan saja ucapan orang-orang yang mencintai dan menyayangi umi” kata Yusuf dan Laila mengangguk. Bagi Yusuf, tidak ada noda sedikitpun yang menghalangi kecantikan Laila. Luka besar di pipi Laila sama sekali tidak membuat Yusuf berpikiran hal sekecil biji beras pun untuk menghina istrinya. Laila sangat sempurna, di matanya.

Laila mengantarkan suaminya begitu juga dengan Maryam, Yusuf sudah duduk di depan bersebelahan dengan Jafar yang akan menyetir. Di belakang santri lain duduk, Yusuf tersenyum melihat Laila lalu melihat Maryam. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang perlahan-lahan meninggalkan area pesantren sampai keluar gerbang.

Laila tersenyum kepada Maryam dan Salamah lalu berpamitan untuk segera pergi dan Maryam memperhatikannya.

” Abi kesusahan untuk mengurus Laila” berbisik Maryam dan Salamah meliriknya.

” Apa ibu cemburu kepada Laila?”

” Istri mana yang tidak bisa untuk tidak cemburu Salamah, Laila berhasil membuat Abi betah dengannya” Maryam cemburu dan iri. Karena selama ini dia dan Yusuf jarang menghabiskan waktu bersama di luar rumah apalagi di dalam rumah biasa-biasa saja. Karena Yusuf bukan sosok suami yang romantis bagi Maryam, sementara untuk Laila hal kecil yang dilakukan Yusuf adalah keromantisan yang sesungguhnya dari suaminya yang pemalu itu.

” Jika aa sudah terlihat menerima Laila bukannya itu bagus dan wajar? Aa berhasil membuat rasanya untuk ibu Maryam dan umi Laila sama. Ibu Maryam sendiri yang meminta Aa menikah, dan menurut saya Abi tidak akan menikah dengan gadis lain kecuali Laila, sekuat apapun ibu Maryam menyuruh aa. Pertemuan aa dan Laila kita tahu itu, aa menikahi Laila untuk melindungi Laila dan dibawa kemari”

” Jika kang Rojak membawa istri yang kedua apa kamu masih bisa berbicara seperti itu Salamah?” Maryam menatap Salamah lekat dan Salamah menundukkan wajahnya.

” Saya minta maaf karena sudah menyinggung perasaan ibu Maryam” Salamah menyesal.

Di sisi lain, Laila sedang melangkah sendirian untuk menemui Aam dan teman-temannya yang lain. Seorang pemuda yaitu itu Iqbal melongo melihatnya dan tidak mendengar apapun yang dikatakan santri lain di hadapannya. Iqbal terus memperhatikan Laila, gadis kecil memakai pakaian longgar, dan bercadar.

” Cantiknya” kata Iqbal seraya memangku dagunya.

” Iqbal, jangan begitu. Istighfar bal.." Ucap Rojali yang mengenali Laila dari cara berjalannya.

” Apaan sih lo” bentak Iqbal kesal.

” Dasar orang kota sombong” maki Rojali dan tidak mau lagi menemani Iqbal anak dari kota itu.

” Iqbal, dia istrinya Aa" seru Imron.

” Aa siapa?” Iqbal bingung, dia di paksa masuk pesantren supaya perilaku nya bisa berubah menjadi lebih baik.

” Ustadz Yusuf, sering kita panggil Aa itu umi Laila istrinya Aa" kata Imron menjelaskan tapi Iqbal tidak percaya.

” Ustadz Yusuf istrinya itu ibu Maryam, kamu sengaja kan biar aku enggak godain dia" tuduh Iqbal membuat Imron dan Rojali tertawa.

” Kamu cobain aja godain umi Laila kalau kamu mau sentilan dan jeweran perih dari aa” Imron tersenyum lalu menepuk bahu Iqbal dan mengajak Rojali pergi. Iqbal menatap kepergian keduanya lalu melirik Laila kembali tapi gadis itu sudah pergi jauh.

Laila terus melangkah dan berhenti saat seorang anak perempuan menarik-narik kerudung panjangnya yang sampai dibawah pinggang itu. Laila menoleh dan tersenyum.

” Apa kamu umi Laila yang mencuri Aa dari kami?" tanya Zaenab, putri Rojak dan Salamah. Berusia 5 tahun.

Laila terdiam, raut wajah dibalik cadar itu begitu sedih mendengar Zaenab berbicara. Laila berjongkok dan memegang kedua lengan Zaenab. Laila mengusap kepala Zaenab lembut, anak perempuan itu begitu terlihat sangat lucu memakai gamis syar'i dan juga hijab dengan motif bintang berwarna kuning.

” Siapa yang memintamu berbicara seperti itu anak cantik?" Laila terus menatap Zaenab.

” Banyak yang bilang seperti itu padaku umi” dengan polosnya berbicara.

” Aku istrinya Aa, dan aku tidak pernah berusaha untuk merebut aa dari kamu anak cantik. Aa datang padaku dan membawaku kemari, aa masih disini dan tidak aku bawa kemana-mana” Laila tersenyum dan dia melihat Salamah berlarian kesana-kemari mencari putrinya Zaenab.

” Apa benar umi tidak merebut aa?”

” Tanyakan sama aa kalau aa sudah pulang” Laila bangkit dan Salamah sudah sampai padanya dan Zaenab.

” Umi Laila, apa Zaenab berbicara sesuatu? ini putriku” Salamah berbicara sambil mengatur nafasnya yang tersengal, Zaenab sangat susah untuk diam apalagi ketika para santri mengajaknya bermain.

” Ini putri teteh, cantik ya kaya ibunya" Laila tersenyum dan Zaenab tersenyum sambil berharap Laila tidak mengadukannya.

” Alhamdulillah, apa Zaenab berbicara sesuatu umi?” Salamah khawatir.

Laila tersenyum dan melirik Zaenab yang merapatkan kedua tangannya memohon agar Laila tidak mengadu, Salamah menunduk dan Zaenab melepaskan kedua tangannya. Laila benar-benar tidak tahan melihat tingkah lucu Zaenab.

” Sama sekali tidak teh, Zaenab mengajak ku bermain” kata Laila dan Zaenab tersenyum lebar lalu meraih tangannya.

” Umi, apa aku boleh bermain dengan umi Laila?” Zaenab menatap ibunya dan Salamah melihat Laila tanpa ragu mengenggam tangan putrinya.

” Boleh, asal jangan nakal ya" Salamah tersenyum dan Zaenab mengangguk.

” Ayo kita bermain, assalamualaikum teh” Laila berpamitan.

” Assalamualaikum umi”

” Waalaikumsalam” jawab Salamah dan menatap kepergian Laila dan Zaenab.

Laila, Zaenab, Aam dan Husna datang ke tempat latihan memanah. Zaenab berlarian kesana-kemari dengan ceria dan Husna yang mengajaknya bermain sambil menjaga Zaenab agar tidak mendekati papan sasaran. Laila memicingkan matanya, mengarahkan anak panah ke papan dan dia tarik kuat anak panah tersebut.

” Umi pakai mantra apa sudah tiga kali aku kalah" protes Aam karena dia terus kalah dan yang kalah harus mengambil anak panah dan menunggu sampai kalah baru bisa bermain.

” Jangan teh, aku aja" Laila menahan Aam yang akan kembali mengambil anak panah, Laila memberikan busur dan tempat anak panah dan dia berlari mengambil anak panah di papan. Lalu kembali mendekati Laila.

” Terima kasih umi” Aam tersenyum.

” Tidak masalah” Laila tersenyum, sekarang Laila yang memperhatikan Aam bermain. Laila menoleh dan berlari mengejar Zaenab dan Husna sudah lelah lalu dia memperhatikan Aam.

Dari kejauhan, Iqbal merekam Laila yang sedang berlarian. Sesekali juga mengambil foto. Laila terus berlarian mengejar Zaenab, anak perempuan itu sama sekali tidak lelah mengerjai teman barunya yang dia panggil umi berbaju hitam. Karena saat ini Laila memakai pakaian serba hitam.

” Aaagh emm..." Iqbal menjerit dan menutup mulutnya takut Laila dan yang lainnya sadar, telinga Iqbal di jewer kuat oleh Badrun suaminya ustadzah Yanti.

” Ampun ustadz” Iqbal meminta telinganya di lepaskan tapi Badrun terus menariknya, pria yang sekaligus sahabat Yusuf itu sangat menyeramkan dan tidak terlihat ada keramahan di wajahnya, banyak yang bertanya-tanya kenapa ustadzah Yanti mau saat di lamar Badrun enam bulan yang lalu.

” Ikut, kamu membuat kesalahan karena mengintip para gadis dan salah satunya adalah umi Laila istri ustadz Yusuf” tegas Badrun dan Iqbal melangkah dengan telinga yang terus dijewer.

*****

Sore hari, setelah sholat Maghrib Laila makan sambil melamun.

” Abi lagi apa ya? Abi inget gak ya sama aku? pasti enggak” bertanya dan menjawab sendiri, Laila membuang nafas kasar lalu membawa piringnya menuju dapur. Dia cuci piring kotor bekasnya sendiri dengan berjongkok, karena tidak ada wastafel di sana.

” Assalamualaikum umi Laila”

” Umi Laila main yuk" teriak Aam.

” Aam gandeng, masa kayak gitu sama umi Laila" tegur Husna. ( gandeng/berisik).

” Nya bae we kumaha Abi" Aam mendelikan matanya dan Husna menggeleng kepala.

” Apa umi udah tidur ya?” tanya Asila.

” Gak mungkin, baru juga setengah 7"Aam menatap jam tangannya dengan karakter hello Kitty yang dia beli di pasar, lima belas ribuan.

” Assalamualaikum umi” teriak Husna.

” Kalian sedang apa?" Maryam bertanya dan semuanya menoleh.

” Eh ibu, assalamualaikum Bu" seru semuanya.

” Waalaikumsalam” Maryam tersenyum lebar.

” Kami mau ngajakin umi Laila ke pasar malam” kata Aam.

” Pasar malam dimana?”

” Di pengkolan bu, sebentar aja mau jajan seblak" Aam kembali meyakinkan Maryam.” Ibu mau nanti Husna beliin" kata Aam yang tidak punya uang lebih dari 1O ribu, Husna mengernyit tapi tetap mengangguk mengiyakan.

” Kalian sudah dapat izin dari teh Salamah?"

" Iya sudah Bu" jawab Asila. Dan Maryam melirik pintu rumah Laila yang terbuka dan Laila keluar lalu menatap semua orang.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!