Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Pagi ini adalah pagi yang melelahkan bagi Dave karena semalam ia tidak dapat tidur dengan baik banyak hal yang di pikirannya.
Karena tanggung jawab terhadap pekerjaan maka Dave memutuskan untuk pergi bekerja, ia sadar sebagai pimpinan ia harus menjadi teladan bagi semua karyawan supaya tidak sering bolos kerja.
Setelah bangun tidur Dave segera mempersiapkan diri untuk mandi dan berganti pakaian kerja.
Setelah semua siap tidak lupa memasukkan kembali laptopnya ke dalam tas karena semalam belum sempat ia rapikan sudah duluan kelelahan dan tidur.
Tak lupa mengambil tas kerjanya ia bergegas keluar kamar dan seperti biasa ia langsung menyantap sepiring nasi goreng dan secangkir teh panas yang sudah di siapkan Bu Surti.
Setelah menyelesaikan sarapannya ia langsung keluar apartemen karena di luar pak Eko sudah menunggu siap mengantar Dave ke kantor.
Sampai di kantor Dave langsung menuju ke ruangannya dan tidak lama Rio datang untuk memberi jadwal kegiatan harian Dave hari ini.
Setelah membacakan jadwal kegiatannya selesai Rio juga menyampaikan laporannya tentang informasi yang ia dapat mengenai Alena.
"Pak Dave saya udah dapat informasi tentang ibu Alena menurut pemantauan dari orang kepercayaan kita ibu Alena masih sendiri selama ini.
Tetapi ada beberapa pria yang ingin mendekatinya, namun sampai saat ini sepertinya ibu Alena masih belum membuka hatinya untuk di miliki orang lain,'kata Rio.
"Menurut saya pak Dave mesti gercep untuk mengejar kembali cintanya Bu Alena," lanjut Rio sambil terkekeh.
"Apaan tuh gercep?" tanya Dave dengan menyipitkan matanya dengan mimik muka kebingungan.
"Ampun dah pak Dave kurang gaul amat karena kebanyakan kerja, gercep itu gerak cepat pak" jawab Rio sambil terkekeh-kekeh.
Sebenarnya ia ingin ngakak karena melihat muka bosnya yang kebingungan saat diledek tapi ia takut dan merasa tak sopan.
"Ooohhh" jawab Dave sambil membulatkan bibirnya
"Lagian kamu pake-pake istilah alay anak muda gitu mana aku ngerti.
Kamu kan tau usiaku udah tidak muda lagi dan aku anti alay" jawab Dave sambil tersenyum.
"Umur boleh tua pak Dave tetapi jiwa harus selalu muda lagian itu bukan bahasa alay tapi bahasa gaul zaman now" Rio kembali menimpali sambil tertawa.
"Rio... Rio... kamu ada-ada saja, tapi aku berterima kasih buat informasinya mengenai mantan istriku. Doa'in aku mau berjuang buat mendapatkan cintaku kembali," sahut Dave dengan senyumnya.
"Aku selalu berdoa buat pak Dave supaya berhasil mendapatkan cinta ibu Alena kembali, kalau bapak bahagia aku juga bahagia, paling tidak jam lemburku jadi berkurang supaya aku juga bisa cari pacar gak jadi bujang lapuk pak," jawab Rio sambil tertawa.
"Oke lah kalau begitu aku pamit keluar dulu ya mau melanjutkan pekerjaan lagi pak Dave, permisi," lanjut Rio.
Rio keluar dari ruangan Dave sambil senyum-senyum sendiri memikirkan percakapan mereka tadi.
Ternyata Dave memang seseorang yang kurang gaul, serius, dan kaku sampai-sampai istilah gaul aja ia sampai kebingungan.
Baru saja Rio sampai di ruangannya telepon di meja berbunyi ternyata dari Dave yang memintanya untuk membuatkan kopi.
Sementara Dave di dalam ruangannya sendiri masih senyum-senyum mengingat perkataan Rio.
Tidak lama office boy datang mengantarkan kopi yang di mintanya, Dave langsung menerimanya meniup dan meneguk kopi yang masih hangat untuk menghilangkan ngantuknya karena kekurangan tidur semalam.
Setelah seharian bekerja di kantornya menyelesaikan segala urusan pekerjaannya, sengaja hari ini Dave pulang agak cepat.
Dia butuh istirahat sebentar untuk menghilangkan lelah dan nanti malam ia harus bertemu kembali dengan sang pujaan hati.
Bersambung....
***************************
Sampai di sini dulu untuk saat ini aku akan lanjutkan lagi bab berikutnya secepatnya
Mohon jangan bosan untuk dukung aku tolong pencet dong like, komennya kasih masukan buat author dan tekan tombol ❤️
Kalau Readers berkenan kasih vote supaya semangat nulis kelanjutannya biar cepat up lagi.
Makasih 🙏🙏🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2