Devano William seorang cowok yang mempunyai sifat dingin suatu hari karena sebuah kejadian dia bertemu dengan aluna khaina yang mempunyai sifat ceria, dan bawel .Mampukah Aluna mencairkan sifat dingin Devano?
Ini hanyalah sebuah cerita dengan konflik yang ringan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-10- Latihan
Hari ini hari sabtu seluruh murid di sekolah grete libur. Aluna barusan bangun dan hendak merapikan tempat tidurnya sesudah itu Aluna turun untuk membantu mamanya masak.
"Mah, mau aluna bantu nggak?" tanya Aluna.
"Tumben bangun awal, biasanya setelah sholat kamu tidur lagi sampai jam 7 atau jam 8," tanya Raya merasa heran dengan sikap anaknya kali ini.
"Hari ini aluna mau pergi ke rumah rin," ucap Aluna.
"Pantas kamu bangun awal tapi kamu udah tau rumah rin dimana?" tanya Raya.
"Oh iya, aku belum nanya mah," ucap Aluna sambil menepuk tanggannya di jidatnya.
"Kebiasaan kamu," Raya tak heran dengan anaknya yang satu ini.
Aluna langsung ke kamarnya dan mengambil hp untuk menanyakan dimana rumah Rin.
Jam menunjukan pukul 10 Aluna sedang bersiap-siap untuk kerumah rin.
Rumah rin
Tok...Tok...Tok...
"Assalamualaikum," Aluna mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam," terdengar jawaban dari dalam rumah dan tak lama pintu di buka.
"Cari siapa non?" tanya orang itu yang jika dilihat usianya sudah berumur 40-an.
"Cari rin bi, rin nya ada?" tanya Aluna.
"Tunggu dulu, bibi panggil non rin dulu, non silahkan masuk," ucap bibi.
"Nggak usah manggil non, bi panggil aja aluna, jadi berasa tua saya bi, nama bibi siapa?" tanya Aluna saat dipersilahkan masuk.
"Nama saya ayu non," ucap bibi yang bernama Ayu.
"Nggak usah panggil saya non bi, panggil aluna aja," ucap Aluna .
"Baik non eh aluna maksud bibi, bibi panggil non rin dulu," ucap bi Ayu.
Setelah itu bi Ayu memanggil Rin yang tampaknya berada di kamar atas, tidak lama setelah itu Aluna disuruh bi Ayu untuk naik ke kamar Rin karena Rin menyuruh langsung ke atas. Sampainya di atas Aluna melihat Rin sedang memakai masker.
"Pantas lo nyuruh gue naik ke atas lagi pakai masker rupanya, rin udah besar ya," ucap Aluna.
"Kita itu harus menjaga diri kita al," ucap Rin menasehati Aluna.
"Terserah lo aja deh, btw ada bang vano nggak?" tanya Aluna.
"Lo datang ke sini hanya pengen ketemu dengan siapa? gue atau bang vano?" tanya Rin kesal karena tidak lama berbincang Aluna langsung menanyakan dimana abangnya.
"Mau gue jujur atau bohong?" tanya Aluna.
"Gue mau yang jujur," jawab Rin.
"Sebenarnya gue pengen ketemu bang vano un..." ucapan Aluna belum selesai tapi dipotong Rin.
"Lo suka ya dengan bang vano? makanya lo kesini pengen modusin bang vano kan?" tanya Rin.
"Maaf ya rin, tebakan lo itu salah, gue itu pengen ketemu bang vano karena pengen belajar untuk olimpiade matematika nanti, bang vano kan lebih pintar dibanding gue, jadi gue pengen minta ajarin bang vano," ucap Aluna.
"Ooo, gue pikir lo suka dengan bang vano jadi gue kan lo bisa jadi kakak ipar gue," ucap Rin.
"Kan kita nggak tau takdir nanti kayak gimana, contohnya sekarang gue pindah ke indo dan bisa ketemu lo, itu semua takdir jadi kalau jodoh kita juga kita bakalan berjodoh dengan siapa," ucap Aluna panjang lebar.
"Iya juga, lo udah dewasa al, lo udah pernah suka dengan orang ya? kalau gue boleh tau siapa first love loh?" tanya Rin.
"Gue belum ada first love, bang vano ada nggak? gue pengen belajar kesini bukan untuk bahas hal yang nggak penting dari tadi," ucap Aluna.
"Tunggu dulu gue liat bang vano ada di kamar atau nggak," ucap Rin setelah itu keluar dari kamar.
"Ada nggak bang vano?" tanya Aluna saat Rin barusan masuk ke dalam kamar