NovelToon NovelToon
HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cintamanis / Romantis / Spiritual / Tamat
Popularitas:434.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: BundaDM

Ketika kesalahan masa lalu menjadi bayang-bayang kehidupan generasi selanjutnya. Karena harta dan tahta semua dilakukan tanpa memikirkan karma.


Seorang lelaki yang terpaksa menjadi "Ayah" diusia muda. Karena sebuah kejadian, banyak impiannya terkubur.

Menjalani hari kedepannya menjadi sosok penerus perusahaan orang tuanya, karena ga punya pilihan lain selain itu.

Disisi lain, wanita lemah tanpa daya, menjalani hidupnya menjadi "robot" sebagai alat membalas dendam.

Akankah cinta bisa menghapus dendam yang ada?
Akankah keduanya bisa bersama diatas sebuah kenyataan "perbedaan"?.

Nantikan episodenya, semoga cerita ini bisa membuka mata kita semua, apa yang kita tanam bisa jadi bukan kita yang menuai, tetapi anak cucu kita yang akan merasakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hello 10, Unpredictable

"Hei Bro.... posisi udah dimana nih? sebentar lagi akad akan segera dilangsungkan" cecar Haidar via HP nya.

"Sabar Bro.. ini udah di jalan tol. Kan udah bilang kalo semalaman parkir di rest area. Acaranya mulai dulu aja gapapa. Kayanya Faqi akan telat nih. Kalo Faqi telat mah ga penting Mas, tapi kalo Mas Haidar sampe telat ya itu akan jadi masalah" jawab Faqi.

"Oke deh ... hati-hati ya di jalan. Ga usah ngebut, yang penting sampe selamat ditujuan. Tapi kalo emang kamu ngantuk ya jangan dipaksain" ingat Haidar.

"Ngantuk banget sih ngga ya, kan sempet tidur semalam. Tapi badan rasanya greges. Jangan grogi ya Mas, semoga lancar ijab kabulnya, menjadi pasangan suami istri yang samawa ... pokoknya yang terbaik buat Mas dan Mba Nay" do'a Faqi dengan tulus.

"Aamiin... minta do'anya ya semoga jalan yang kami tempuh ini menjadi jalan kebaikan buat hubungan Mas dan Nay. Ini kan wujud tanggung jawab Mas juga" jawab Haidar.

"Mas berangkat kok ga bareng sama yang lain? aneh banget ga sih kalo pengantin jalan sendiri?" tanya Faqi.

"Emang aneh sih, mungkin kalo pernikahan normal pasti terlihat ganjil, ini kan demi ga ketahuan sama Papi, jadinya jalannya gantian, hotelnya pun beda-beda. Mba Mentari juga udah jalan duluan, nunggu di point meeting sama orang-orang yang dia bayar, ya briefing dulu sebelum ke tempat acara. Daripada nanti mereka bingung kalo ditanya-tanya. Kan kita udah alasan kalo Papi masih ada perjalanan bisnis penting, jadi belum bisa balik ke Indonesia. Nanti kita janjian ga jauh dari lokasi buat bareng jalannya. Pokoknya semua udah kita setting deh" lanjut Haidar.

"Emang serba salah sih ya Mas. Bilang jujur sama Papi pasti semua ini ga akan berjalan sesuai rencana. Tapi ga bilang juga kita bohong sama Papi" tukas Faqi.

"Mas udah sepakat sama Nay, besok kita berdua menghadap ke Papi. Terserah nanti mau gimana, ya kita akan terima aja, toh udah nikah juga kan" kata Haidar.

"Oke deh Mas .. kunci kamar hotel udah dititip kan ke resepsionis? Faqi mau mandi dulu sama ganti baju" tanya Faqi.

"Ini Mas baru keluar nih dari kamar, emang mau titip kunci ke resepsionis. Baju kamu ada di kamar ya. Gak pake lama dandannya, langsung cuss aja" jawab Haidar.

"Siap Pak Komandan" ujar Faqi.

🏵️

Rumah Pamannya Nay sudah terlihat banyak kesibukan, memang ga ada tenda, hanya deretan kursi di teras rumah aja. Ga mengundang tetangga, hanya saudara aja. Nay pun sudah tampak cantik dalam balutan kebaya putihnya. Mba Mentari yang mengirimkan perias langganannya buat merias Nay. Rombongan Mba Mentari sudah ada yang sampai di rumah Keluarga Nay.

"Loh .. calon pengantinnya mana?" tanya keluarga Nay.

"Ada dibelakang" jawab Mba Mentari.

Haidar naik mobil bersama supirnya karena tadi mendadak Papi menelponnya, jadi dia menunda keberangkatannya dulu. Dia kembali menuju restoran Hotel demi mengelabui Papi yang video call menanyakan keberadaan Haidar, untunglah di mobilnya ada jaket, dia lepas jas dan ganti pakai jaket.

Haidar beralasan kalo sekarang sedang ada di restoran Hotel karena ada janjian breakfast meeting dengan teman kuliahnya dulu.

Setelah sambungan telepon terputus, Haidar langsung menelpon Mba Mentari dan meminta semua rombongan datang terlebih dahulu dan menunggu langsung di Mesjid aja. Nanti dia akan datang kesana.

.

Faqi baru aja masuk kamar hotel yang disewa sama Haidar, buru-buru mandi dan memakai baju yang sudah disiapkan. Ketika sedang merapikan rambutnya, tergeletak sebuah HP. Sepertinya milik Haidar karena wallpapernya ada gambar Nay dan Haidar.

"Mas Haidar beli HP lagi kali ya? kayanya belum pernah liat dia pegang HP ini. Buat komunikasi sama Mba Nay sepertinya. Tapi kenapa ditinggal ya? Ya udah deh, bawa aja dulu, mungkin tadi buru-buru jadinya ketinggalan" kata Faqi seorang diri.

.

Faqi memacu kembali mobilnya menuju ke Mesjid tempat akad nikah berlangsung. Agak macet jalanan pagi ini, dia membuka aplikasi petunjuk jalan untuk mencari alternatif jalan.

"Kenapa sih dua hari ini kejebak macet terus" keluh Faqi.

HP milik Haidar berbunyi, ada nama My Lovely Nay terpampang jelas di layar.

"Kenapa ya Mba Nay telepon? ga sabar amat nih calon manten buat ketemu sang pangeran .. hehehe. Ga usah diangkat kali ya .. ini kan privasi mereka" ucap Faqi yang meletakkan kembali HP ke tas nya.

Faqi lagi fokus melewati jalan alternatif yang lumayan ramai karena pengalihan jalan.

"Ini ada apa sih? macet begini, kayanya jalur ini rame kalo jam datang dan pulang kerja aja" gumam Faqi.

🏵️

Faqi sampai di parkiran Mesjid. Sudah ramai disana keluarga Nay dan "keluarga Haidar" duduk rapi didalam Mesjid. Faqi memperhatikan parkiran Mesjid. Tidak ada mobil Haidar disana.

"Ini mobil mantennya taro dimana ya? apa sengaja ga parkir disini? ah sudahlah .. mungkin Mas Haidar pake mobil yang lain" gumam Faqi.

Dengan langkah perlahan, Faqi mendekati Mba Mentari. Tampaknya ijab kabul belum dilaksanakan. Cukup bingung juga melihat wajah-wajah penuh kecemasan dari yang hadir disini.

"Assalamualaikum... Mas Haidar kemana Mba?" sapa Faqi sambil mencium tangan Mba Mentari.

"Ga tau nih dia kemana" ujar Mba Mentari cemas.

"Kok ga tau? kayanya tadi jam delapan telepon Faqi bilang baru keluar hotel. Kan kesini cuma sekitar lima belas menit aja" ucap Faqi.

"Mana udah jam sepuluh lagi... harusnya udah mulai. Mana ditelepon juga ga diangkat dari tadi" omel Mba Mentari pelan.

"Lagian Mba gimana sih, pengantin kok malah disuruh datang sendiri" kata Faqi.

"Mba sibuk dari tadi pagi. Lagian Haidar masa ga bisa sampe sendiri kesini. Pake supir pula kok kesininya, bukan dia yang bawa" tukas Mba Mentari.

"Udah coba telpon ke Pak Tomo (supirnya Haidar)?" tanya Faqi.

"Udah, sama aja ga diangkat. Mba jadi ga enak hati nih dari tadi. Liat aja keluarga Nay udah kasak kusuk" sahut Mba Mentari.

.

Suasana didalam Mesjid mulai tampak banyak yang berbisik. Atas kesepakatan bersama, Pak Penghulu ijin ke tempat lain dulu karena sudah menunggu lama. Kebetulan ada yang mau nikah juga dekat sini.

Nay sudah mulai menangis, dia ditenangkan oleh saudaranya.

"Mas ... mana janji kamu buat nikahin Nay... nyatanya Mas ga datang dihari pernikahan kita. Kalo Mas ga mau nikah sama Nay tuh harusnya bilang aja. Ga perlu sampe kaya gini Mas. Mau ditaro dimana muka ini? Mas lupa sama janji manis Mas sendiri" rutuk Nay dalam hatinya.

Tiba-tiba Nay merasa mual dan kepalanya pusing. Suasana mulai berubah menjadi ga terkendali karena Nay pingsan.

Keluarga Nay mengerubungi tubuh Nay yang udah lemah ga berdaya.

"Mba... Faqi coba susuri dulu jalan dari sini ke Hotel ya, siapa tau ada kendala. Mba terus aja telepon ke Mas Haidar. Kalo ada kabar langsung hubungi Faqi. Tapi nanti, Mba coba bantu tenangin Mba Nay dulu ya. Kasian banget liatnya sampe pingsan begitu" usul Faqi.

"Ya .. bener juga kata kamu... ya udah cepat sana cari Haidarnya" kata Mba Mentari.

.

Faqi memacu mobilnya lagi. Tapi kali ini suasana hatinya makin ga menentu. Karena jalanan masih juga padat walaupun mulai bisa bergerak lancar, dia kembali diarahkan ke jalan alternatif lagi untuk mengurangi kemacetan. Faqi memutuskan untuk kembali ke Hotel.

Faqi kembali masuk kedalam kamar. Memeriksa kembali kamar Hotel yang sudah disulap sebagai kamar pengantin dengan hiasan bunga dan lilin masih terlihat rapih. Ga ada yang mencurigakan dari kamar ini.

Faqi kemudian menuju tempat security hotel yang berada di depan parkiran. Berbincang dengan security disana, dia memberikan ciri-ciri Haidar beserta mobil yang ditungganginya.

"Oh... tadi memang sudah jalan Mas, sekitar jam 8.15, sama supirnya, mereka berdua kearah universitas Pamulang sana" ujar Security yakin.

"Yakin itu kakak saya? masih ingat wajahnya ga?" tanya Faqi sambil menunjukkan foto Haidar di ponselnya.

"Nah iya bener Mas ... ini orangnya" jawab Security.

"Itu macet didaerah depan sana ada kejadian apa ya? kecelakaan atau ada demo?" selidik Faqi.

"Ada kecelakaan tadi, ya masih dibawah jam sembilanan, kata driver ojol ada kecelakaan dekat bundaran Universitas Pamulang, kecelakaan tunggal. Infonya mobil tiba-tiba oleng terus nabrak pembatas jalan, sempat terbang berguling-guling sampe nabrak warung. Ada beberapa korban yang luka-luka akibat kena mobil itu, belum jelas juga yang di mobil gimana kondisinya. Katanya sih ada yang meninggal. Tapi belum jelas. Soalnya saya belum liat langsung dan ngobrol sama orang yang liat kejadian" jelas security.

"Oke.. makasih ya infonya" kata Faqi sambil menyelipkan uang seratus ribuan ke tangan Security.

"Makasih Mas" ucap Security.

.

Faqi kembali menuju bundaran Universitas Pamulang yang tadi ga jadi ia lalui. Sekarang kemacetan sudah ga terlalu tampak. Terlihat ada kerusakan warung pinggir jalan dan ada petugas yang membersihkan area kecelakaan. Tapi ga ada mobil yang mengalami kecelakaan, sepertinya sudah dibersihkan. Faqi memarkir mobilnya disalah satu restoran fastfood yang ada disana. Kemudian ia bergegas mencari informasi tentang kecelakaan. Setelah mendapat info tentang mobil apa yang mengalami kecelakaan, tubuhnya mulai terasa lemas. Mobil Porsche warna biru yang Papi berikan sebagai hadiah kelulusan Master buat Haidar, yang harganya masih dikisaran harga tiga Milyar, menjadi korban kecelakaan tunggal. Infonya para korban dibawa ke Pamulang Medical Center, ada juga yang dirujuk ke RSU kota Tangsel.

Faqi menuju kedua Rumah Sakit itu, tapi menurut keterangan petugas. Yang bernama Haidar sudah dirujuk ke Rumah Sakit Internasional dibilangan BSD.

Faqi langsung memacu mobilnya ke Rumah Sakit yang dimaksud. Rasa lelah yang tadi sempat merasukinya sudah hilang. Dia ga memberi kabar ke Mba Mentari sebelum ia mendapatkan kebenaran berita. HP nya pun sengaja di non aktifkan.

Bagian pendaftaran mengecek nama pasien. Ada pasien atas nama Haidar Zhafran Abrisam di ruang ICU. Ia segera naik ke lantai dua, tempat ruangan ICU berada.

"Papi....." panggil Faqi pelan.

Faqi menghampiri Papi yang sedang duduk dibangku tunggu ruang ICU.

"Haidar kecelakaan" ucap Papi singkat.

"Gimana keadaannya Pi sekarang?" tanya Faqi mulai sedih.

1
palupi
terimakasih bun..
banyak yang dapat membuka pikiran saya dari cerita ini. terutama pas di part mang ujang 🤣
beda orang beda cerita hidupnya.
semoga sehat selalu ya bund dan bisa terus berbagi cerita lagi di karya selanjutnya.. 💐🥰🙏
Bunda DM: sama2, makasih ya selalu menjadi reader setia
total 1 replies
palupi
Luar biasa
Bunda DM: Alhamdulillah, terima kasih sudah kasih penilaian
total 1 replies
Ummu Ayyas
sudah baca berapa kali juga masih asik aja begitu juga dgn senja /Heart//Heart/
Bunda DM: senja emang jadi masterpiece nya saya nih 😍
total 1 replies
Nur Ning
semua novel bunda sy baca berulang2 gak pernah bosan kan byk hikmah dan pelajaran ya bisa diambil.... terimakasih bunda.... ditgg novel selanjutnya /Heart/
Bunda DM: makasih banyak
total 1 replies
Sutris Heppy
baru Nemu karya bunda .kesan di awal..sangat menarik
Bunda DM: makasih
total 1 replies
Cila Oktavi
Luar biasa
Bunda DM: makasih
total 1 replies
mpena bake
bagus
Bunda DM: Alhamdulillah..makasih
total 1 replies
Eni Djulaeha
awas ya anin..
blm tau d geruduk emak² santen
Jasreena
coba klo izza yg begitu.
Jasreena
biasanya dokter g bilang lgsg k ibu mau melahirkan klo mau d induksi, bilangnya " dikasih vitamin dulu y Bu biar bayi nya cepet lahir " Krn takut stress mikirin betapa mulesnya setelah d induksi..
Bunda DM: tergantung penyampaiannya, kira2 sekitar 14th yg lalu, kakak ipar mau diinduksi, dijelaskan secara detail oleh dokternya, bukan untuk menakut2i tapi pasien tau apa konsekuensinya. Tinggal bagaimana cara penyampaian saja. sblm ke pasien, pastinya dokter akan berbicara dgn keluarga dl ya
total 1 replies
Jasreena
kualat sm qisha...
Jasreena
Lontong... rice stick...
Jasreena
wkwkwk... OKB wajar getoooh
Jasreena
klo istri2 real CEO ya bgitu tp klo istr2i CEO nanggung ya kyk Hani kelakuannya...
Jasreena
Alung emang the best lah ...
Jasreena
maksudnya rahim sblh kanan ini gmn y ? ada rahim kiri n kanan kah ? yg ada 2 itu saluran tuba falopi kiri n kanan. rahim cuma 1
Bunda DM: terima kasih atas pertanyaannya, yg dimaksud adalah ovarium ya.
nanti saya coba edit di NT.

murni ini kekhilafan dan kurang pengetahuan saya
total 1 replies
Jasreena
Candra guanteng nya polll... awas cemburu mas boss
Bunda DM: hehehe
total 1 replies
Jasreena
waduh ketemu babang Candra...
Jasreena
Aaaa'...
Jasreena
blm tau mas boss rasanya klo bener 2 kehilangan izza
Bunda DM: bisa keder ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!