NovelToon NovelToon
Jantung Hatiku

Jantung Hatiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Mawarni

Cerita ini mengisahkan seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya karena kecelakaan yang dialami suaminya. Dimas, sebelum kepergiannya ia menitipkan pesan pada Dinda istrinya, untuk mendonorkan jantungnya pada pasien di rumah sakit yang sama. Dengan persetujuan Dinda akhirnya jantung itu di donorkan pada seorang pasien.

Setahun kepergian Dimas, Dinda mulai mencari kesibukan lagi. Walau belum hilang rasa sedih serta rindunya pada Dimas. Dinda bekerja di sebuah perusahaan dengan rekan-rekan yang sangat baik padanya salah satunya Ana. Ana juga sahabat Agra CEO perusahaan tempat mereka bekerja dan juga orang yang mendapatkan donor jantung Dimas.

Diawal pertemuan, Dinda dan Agra ada rasa ketertarikan pada mereka berdua. Tapi, Dinda dan juga Agra tidak terlalu menggubris hati mereka.

Namun, seiring berjalannya waktu Agra memahami hatinya yang telah jatuh cinta pada Dinda. Dengan berbagai alasan, Agra mengajak Dinda untuk menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Mawarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Aku Benci Kamu (Agra)

"Kamu jahat Gra!", ucap Dinda kesal.

Dinda yang buru-buru masuk ke ruangan Agra langsung menyemprot Agra dengan kemarahannya.

" Ada apa Din?" Agra bingung dengan sikap Dinda.

"Kamu gak perlu menutupinya lagi! Aku udah tau semuanya! Kamu kan yang menerima jantung suamiku?" Dinda marah-marah seperti orang yang sangat murka.

"Din, tenanglah", Agra mencoba menenangkan Dinda berjalan mendekatinya.

" Stop! Jangan coba-coba kamu mendekatiku Gra! Aku benci padamu!", Kemarahan Dinda berubah jadi tangisan.

Deg! Agra terdiam membisu. Seakan jantungnya ingin berpisah dengannya. Agra terengah-engah memegangi dadanya. Sakit... sangat sakit yang dirasakan Agra.

"Kamu jahat Gra! Kamu telah menipu aku! Aku benci kamu!"

Agra terduduk lemas. Matanya telah berair. Ia merangkak mendekati kaki Dinda sambil memegangi dadanya.

"Dinda, maafkan aku", ucap Agra terengah-engah.

" Aku benci kamu Gra! Aku benci!"

"Tidak.. tidak.. jangan membenciku Din. Aku sangat cinta padamu".

" Tidak.. tidak.. jangan Din.. jangan.... Ja.. Ngaan...!"

Agra terengah-engah terbangun dari tidurnya. Air keringatnya bercucuran di sekujur tubuhnya. Dia meremas dadanya yang terasa sakit.

Dilihatnya kearah jam telah menunjukkan pukul 5 pagi. Tiba-tiba ingin rasanya ia sholat subuh. Dari sejak lulus SMP ia tidak pernah lagi melakukan sholat wajib. Ini adalah pertama kalinya untuk beberapa tahun yang telah dilewatinya.

Selesai sholat subuh, Agra memutuskan untuk joging sebentar.

.

.

.

.

Di taman Agra joging sendirian. Dan belum lagi keringat Agra keluar dia di pertemukan lagi oleh Dinda.

"Assalamu'alaikum Agra", sapa Dinda ramah.

" Wa'alaikum salam", jawab Agra grogi.

Lalu mereka saling diam beberapa saat.

"Em, joging bareng?" Ajak Agra.

Dinda mengangguk pelan.

Mereka pun akhirnya bersama-sama lari di pagi yang cerah itu. Namun, Agra kembali teringat oleh mimpinya. Saat ini Agra hanya diam membisu. Sesekali ia melirik Dinda. Ia masih takut mengingat Dinda sangat marah dalam mimpinya. Ia kembali mengingat mimpinya itu saat berlari.

"Kamu, sering joging disini ya Gra?" tanya Dinda untuk memecah kesunyian diantara mereka.

'Apa yang harus aku lakukan? Terus menyimpan kenyataannya atau aku terus terang dengannya sekarang?' Agra bertanya dalam hati tidak mendengar Dinda yang sedang bertanya.

"Agra, kamu kenapa diam aja?" tanya Dinda lagi yang heran melihat Agra tidak menjawab pertanyaannya.

'Nggak, Dinda gak boleh tau. Aku harus merahasiakannya. Aku gak mau kejadian di mimpi akan menjadi kenyataan', Agra masih berkutat di pikirannya.

"Agra? Kamu kenapa? Kamu marah ya sama aku?" sekali lagi Dinda bertanya karena Agra benar-benar tidak menjawabnya.

Akhirnya Dinda menghentikan langkahnya, berdiri diam melihat Agra yang terus berlari.

'Ah, sudahlah. Nanti aku pikirkan lagi. Aku harus fokus dulu sekarang. Nanti, malah Dinda curiga', batin Agra.

"Em, Din. Kamu suka.... ", omongan Agra berhenti kala ia tidak melihat lagi Dinda disampingnya.

Lalu, Agra melihat kebelakang. Ia melihat Dinda diam dari kejauhan. Ia membalikkan badannya ingin memanggil Dinda. Namun, Dinda berbalik berjalan menjauh dari Agra. Sangat jelas Agra melihat raut wajah kecewa dari Dinda.

Agra terduduk di kursi taman sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Dinda sampai meninggalkannya dengan wajah kecewa. Apakah saat melamun tadi ia menyebutkan sesuatu yang menyakiti Dinda? Itulah yang sedang terbesit di pikirannya.

'Mungkinkah aku mengucapkan..... Nggak.. nggak mungkin.. tapi kenapa ya? Pasti ada yang salah nih? Atau aku samperin dia lagi dan tanya kepadanya untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi? Ya, ya begitu saja', batin Agra.

"Sebaiknya Anda jangan menyia-nyiakan Dinda. Karena Dia pasti rindu perhatian dari seorang suami", terdengar suara asing di dekat Agra.

" Si.. siapa itu!" ucap Agra terkejut lalu mencari sumber suara.

"Aku di sampingmu", ucapnya.

Lalu, Agra melihat kesamping kanannya dan benar saja ada seorang pria di situ.

" Siapa kamu? Dan kamu kenal dengan Dinda?" tanya Agra penasaran pada pria yang memakai baju dan celana putih.

"Aku, Dimas. Dan, ya Aku mengenal Dinda jauh sebelum kamu mengenalnya", jawab pria itu.

Agra diam memikirkan perkataan Dimas. Dia punya firasat jika Dimas ini adalah almarhum suami Dinda.

" Agra, aku mohon jaga dan sayangi Dinda. Buatlah Dinda selalu bahagia bersamamu. Jadikan tanganmu menjadi penghapus air matanya. Jadikan matamu menjadi penghangat hatinya. Dan jadikanlah kata-katamu menjadi sumber kekuatannya. Dia berhak bahagia. Tapi, aku tidak bisa bersamanya lagi untuk membuatnya selalu tersenyum. Jadi, aku mengandalkan mu, Agra. Aku tau kamu mencintainya", Jelas Dimas kepada Agra.

Agra mendengarkan kata-kata Dimas. Ia memikirkannya tapi, tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk Dinda. Soal cinta, apakah benar jika dirinya telah jatuh cinta pada Dinda? Agra pun masih fifty-fifty.

"Tapi Bag....", Agra melihat kesamping tapi tidak ada siapa-siapa lagi.

" Aku mohon Agra, Aku mengandalkan mu", suara itu jelas terdengar tapi Dimas sudah tidak ada lagi.

"Dim? Kamu dimana? Aku gak tau tahu harus bagaimana? Dimas ...! " teriak Agra.

Lalu, Agra tersentak bangun dari tidurnya.

"Apa? Aku ketiduran?", Agra kebingungan dia melihat dirinya masih berada di taman.

Agra melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Ia pun memutuskan untuk pulang dan segera ke kantor.

.

.

.

.

" Ehm...! " Ana berdehem kepada Bowo.

Bowo yang sedang asik mengerjakan tugas-tugasnya berhenti menggerakkan jarinya saat mendengar suara di hadapannya.

"Ana? Ada apa?" tanya Bowo datar.

Berbeda dengan Ana yang hatinya berbunga-bunga melihat pujaan hatinya yang tampan dan gagah itu.

"Ntar siang bisa lunch bareng gak?" ajak Ana.

"Maaf Ana sepertinya nggak bisa", tolak Bowo.

" Yah, kenapa?"

"Aku sudah ada janji dengan orang lain", jawab Bowo.

" Sama siapa?" tanya Ana penasaran dengan hati terluka karena ajakannya di tolak.

"Ehem!" Agra berdeham. "Ana ikut ke ruangan ku!" perintah Agra saat melihat Ana.

Mau tidak mau Ana mematuhi perintah Agra. Lagi pula hatinya tengah terluka saat itu. Pikirnya lebih baik ia bersama Agra.

Braaak! Ana menutup pintu sedikit kuat.

"Ana! Kamu sengaja mau buat aku rugi ya?" ucap Agra kesal.

"Bod*o amat! Aku lagi kesal! Masa Bowo nolak makan siang bareng aku sih! Dah gitu dia bilang dia udah ada janji sama orang lain. Aku kan sedih!", oceh Ana.

"Dah lah.... Aku kan udah sering bilang kalau Bowo itu gak cocok sama kamu".

"Kenapa? Kenapa aku gak cocok sama dia? Karena dia terlalu tampan, berotot, pintar, terus aku yang di bawah standar ini gak cocok sama dia gitu?" Ana mengomel.

"Bukan Ana. Bukan seperti itu", Agra mencoba menjelaskan.

"Terus apa?" Ana hampir menangis.

"Itu karena Bowo lebih tertarik pada wanita yang lebih tua darinya atau dia lebih suka janda", ucap Agra.

" What?!! No.. no.. no... Kamu sengaja bohong kan, supaya aku gak mengharapkan dia lagi", ucap Ana tidak percaya.

"Aku gak bohong! Aku serius. Terserah kamu mau percaya atau nggak. Tapi, sudah aku peringatkan. Kalau ada apa-apa jangan bilang kalau aku gak bantu kamu", jelas Agra.

" Tapi kenapa? Kenapa Bowo suka sama janda?" tanya Ana yang masih tidak percaya.

"Menurut cerita dari dia, katanya sih lebih berpengalaman", jelas Agra lagi.

" What?" Ana kaget.

Pikiran Ana pun travelling apa yang dilakukan Bowo ketika di ranjang bersama seorang wanita janda.

"Nggak.. nggak mungkin Bowo melakukan itu. Bowo gak seperti itu Gra!" Ana masih tidak percaya juga.

"Ah, kamu! Pikiranmu itu yang terlalu kotor! Aku nggak bilang ke arah sana. Aku cuma bilang tipe wanita yang di sukai Bowo", Agra mulai stres menghadapi Ana.

" Ya udah sih, gak perlu semarah itu", kata Ana manyun. "Terus kenapa kamu panggil aku kesini?"

"Itu.... Ini soal Dinda", jawab Agra pelan.

" Ha? Kenapa? Kamu mau melamarnya?" ucap Ana senang.

"Nanti dulu An, aku masih bingung dan bimbang", jawab Agra yang tengah duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.

" Oke, coba kamu jelaskan padaku."

bersambung....

1
Rini Antika
hadeuh Babang kirain tau..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Rini Antika
kayak maling yg ketahuan..😜
Indah MB: iya kak... betul bgt.. hahhaa
total 1 replies
Rini Antika
👍👍 aku dukung km Dinda
Rini Antika
Vio bener" perempuan mu*rahan sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Beno..😠
Indah MB: iya kak.. bener banget
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus Kak..💪💪
Rini Antika
kamu salah karena terlalu bodoh Dinda..
Indah MB: penyakit ini tidak ada obatnya 🤣
total 1 replies
Rini Antika
semangat terus Kak, maaf baru bisa mampir lg..💪💪
Rini Antika
dihari apa dihati Kak? 🤭
Rini Antika: Semangat terus, aku jg suka gitu kok..🤭
total 2 replies
Rini Antika
buka hati dan mata kamu Dinda
Herwy Kurniati
aq nyesek deh ....
Herwy Kurniati: nyesek bgg dgn perasaan karina ni....
total 2 replies
Etik Etik
aku gak suka bnget ma sifatnya Dinda terlalu egois,seolah2 hanya dia yg menderita
Indah MB: iya ya kak, untungnya Agra sabar bgt ya
total 1 replies
Etik Etik
gak seneng blas Karo sifate dinda
Indah MB: padahal Agra dah baik banget
total 1 replies
Etik Etik
sek nyimak aku belum tekan tombol favorit
Indah MB: selamat membaca ☺
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Wah udh Tamat aja Novel
So Happy Ending
Time Travel Lia mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Sengaja Kk Tamatin novel ya
Indah MB: udah mandek.. nanti klo dipaksain malah ngebosenin takutnya
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Makin Seru Kk
Vio emang jahat banget sih
Time Travel Lia mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Semoga Beno tidak apa2
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Agra pasti mau bertanya ama Ma2 maksud garis 2 itu apa
Time Travel Lia mampir
Indah MB
🤣🤣🤣🤣, maap ya
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Ry kira benaran ketemu oppa korea tadi
Time Travel Lia mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!